Sukses

Program Jogja Heboh, Tawarkan Promo Diskon Besar-besaran

Liputan6.com, Jakarta Memanjakan para wisatawan dengan fasilitas mewah dilakukan insan pariwisata Yogyakarta melalui Jogja Heboh. Program yang diinisiasi Asosiasi pariwisata dan perhotel di Yogyakarta membuat wisatawan akan memiliki pilihan sarana transportasi, lokasi menginap, hingga obyek wisata baru.

Istidjab M Danunagoro Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan, program ini untuk menarik wisatawan dengan paket wisata dan potongan harga yang besar.

"Melalui Jogja Heboh ini kami menawarkan diskon sampai 60 persen," kata Istidjab ditemui usai peluncuran program Jogja Heboh di Jogja City Mall Sabtu (27/1/ 2018).

Menurutnya, program Jogja Heboh itu diikuti sekitar 50 hotel. 50 hotel tersebut bersedia memberikan paket promo bagi wisatawan dengan penawaran paket wisata objek-objek wisata yang baru.

"Bukan (destinasi wisata) yang sudah biasa, misalnya Prambanan, kraton, Borobudur. Kira-kira destinasi yang belum dilihat. Jadi pelayanan wisata baru yang menarik," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta mengatakan, program Jogja Heboh bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Program ini dengan memberikan pelayanan diskon besar.

"Harus hot deal. Diskonnya ya harus tinggi. Semakin tinggi semakin pedas. Hot deal jadi daya tarik. Menginap murah, ke destinasi murah, belanja murah," ujarnya.

Jogja heboh ini juga menaikkan jumlah pengunjung wisatawan yang rendah pada bulan Februari. Selain Februari, kunjungan wisata rendah saat momen bulan puasa. Namun begitu jumlah wisatawan yang datang ke Yogya tahun 2017 lalu sudah melampui

"Hitungan Januari hingga November 2017, target kunjungan wisatawan mancanegara sudah 397 ribu dari target 387 ribu. Lalu ada wisatawan nusantara yang kami target 4,5 juta, angkanga sudah 4,7 juta. Kemudian pergerakan wisata kita sudah 22,7 juta dari target 22,3 juta," katanya.

Melalui program Jogja Heboh ini, ia berharap jumlah kunjungan wisatawan naik hingga 10 persen. Terlebih Yogyakarta akan memiliki agenda wisata menarik di tahun 2018.

"Tahun ini ada PBTY (Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta) Jogja Air Show, Jogja Travel Mart, Street Performance, Jogja International Heritage Walk, lalu Tour de Jogja," jelasnya.

(Yanuar H)

Artikel Selanjutnya
Pantai Karangwuni Bisa Jadi Objek Wisata Kulon Progo
Artikel Selanjutnya
Dinas Kebakaran Kebanjiran Permintaan Evakuasi Sarang Tawon