Sukses

Ini Alasan Pariwisata Australia Butuh Tenaga Kerja dari Asia

Liputan6.com, Jakarta Pariwisata Australia membuka 36.000 lowongan pekerjaan untuk orang Asia, termasuk Indonesia. Sektor pekerjaan yang dibuka adalah pekerjaan "kotor" yang tidak ingin dilakukan orang Australia. Pekerjaan ini meliputi staf pariwasata untuk mengerjakan pekerjaan kasar.

Kepala Eksekutif Forum Pariwisata dan Transportasi Australia John Lee mengatakan, negara-negara Asia seperti Vietnam, Malaysia, dan Filipina merupakan negara yang banyak menyumbang perjalanan wisata dan bisnis di Australia. Jumlah wisatawan dari Asia yang datang ke Australia setiap tahunnya mencapai 200 ribu wisatawan. 

Jika dibandingkan dengan orang Inggris, jumlah visa dari orang Asia jauh lebih banyak. Sebanyak 100 orang Indonesia dan 100 orang Malaysia menghasilkan 462 visa setiap tahun. Sementara 25 ribu orang Inggris hanya menghasilkan 417 visa. Ini artinya, orang Asia lebih berpotensi untuk datang ke Australia untuk bekerja dan berwisata.

Lee mengatakan, pekerjaan yang dibutuhkan adalah staf pariwisata untuk menarik banyak wisatawan Eropa. Bagi Lee, akan sulit mendatangkan tenaga kerja dari Eropa untuk industri wisata.

"Australia perlu melakukan kesepakatan dengan Spanyol yang ekonominya sedang hancur dan Portugal," kata Lee seperti dikutip dari Heraldsun, Senin (21/3/2016).

Industri pariwisata Australia memiliki tingkat lowongan pekerjaan sebesar 9 persen. Jumlah ini setara dengan 35.800 lowongan di seluruh Australia. Daerah di Australia yang paling terpengaruh adalah teritorial utara seperti Kakadu, Arnhem Land, Tablelands.

Daerah lainnya seperti Victoria, dengan Melbourne dan Port Phillip Bay juga paling terpengaruh. Ada sebanyak 10 persen lowongan pekerjaan di daerah itu yang siap diisi oleh orang Asia, termasuk Indonesia.