Pentingnya Membangun Kesadaran Terkait Konsumsi Pangan Aman dan Bergizi

Setiap hari, anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan gizi yang cukup tetapi juga bisa lebih fokus dalam kegiatan belajar di sekolah

Diperbarui 04 Juni 2025, 15:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bali Anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani mengatakan pentingnya meningkatkan kesadaran terkait konsumsi pangan yang aman dan bergizi di masyarakat. Upaya tersebut sebagai langkah membangun kesadarah kolektif masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi.

Tutik menjelaskan untuk mendukung penuh proses tumbuh kembang anak dan menjaga kualitas kesahatan masyarakat. Salah satunya dengan aktif mengikuti program makan bergizi gratis (MBG).

“Berdasarkan data menunjukan angka kekurangan gizi seperti stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan besar yang dihdapai bangsa ini. Oleh karena itu komisi IX DPR RI mendukung program makan bergizi gratis dalam mencegah permasalahan gizi di Indonesia,” tutur Tutik Kusuma saat sosialisasi MBG di Bali, Minggu (1/6/2025).

Tutik mengatakan, program MBG merupakan salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap hari, anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan yang cukup tetapi juga bisa lebih fokus dalam belajar.

Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional Ade Tias Maulana menjelaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik memiliki dampak langsung terhadap kemampuan anak dalam belajar, meningkatkan gizi berkualitas dan kualitas SDM.

“Harapan dengan diadakannya program makan bergizi gratis ini, yaitu bertujuan untuk meningkatkan gizi berkualitas pada masyarakat,” jelas Ade Tias.

Partisipasi Masyarakat

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah stunting dan gizi buruk sejak masa kehamilan hingga usia pertumbuhan anak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya konsumsi pangan yang aman dan bergizi.

Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh.

Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.