Sukses

Ramai Postingan Korban Perang Palestina-Israel di Medsos, Ini Respons LDNU Indramayu

Liputan6.com, Indramayu Lembaga Dakwa Nahdlatul Ulama (LDNU) Indramayu mengajak seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga keamanan dan kondusifitas di lingkungan. 

Ajakan tersebut merespons ramainya postingan media sosial menampilkan vidio dan foto korban peperangan Israel Palestina

Ketua LDNU Indramayu, Muhammad Ali Murtadlo mengatakan, akhir- akhir ini banyak sekali postingan di media sosial yang menampilkan kekejaman tentara Israel kepada warga Palestina. 

Menurut Ali, masyarakat harus menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada pemerintah.

"Kita serahkan masalah tersebut kepada pemerintah melalui lobi- lobi dan diplomasi yang bijaksana. Masyarakat dan anak bangsa harus senantiasa menjaga keamanan dan kondusifitas daerah masing- masing," kata Ali.

Ali juga berharap bangsa Indonesia selalu damai, aman dan tentram serta tidak terprovokasi dengan hal- hal yang tidak baik. 

Ali mengkhawatirkan postingan video kekejaman tentara Israel kepada warga Palestina dapat akan memicu fanatisme berlebihan, sehingga dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

2 dari 2 halaman

Imbauan Kapolri

"Semoga bangsa Indonesia dijaga dari perpecahan dan peperangan. Semoga Indoensia tetap aman dan kondusif," ungkapnya. 

Ali juga mengapresiasi pernyataan Jenderal Sigit yang menyatakan bahwa dampak dari Perang Israel dan Palestina dapat membangkitkan sel- sel tidur yang terafiliasi dengan teroris. 

Menurutnya, ini merupakan himbauan sekaligus peringatan dari Kapolri agar masyarakat dan anggota Polri untuk selalu waspada terhadap sel- sel tidur yang terafiliasi dengan teroris.

"Apa yang disampaikan oleh Kapolri bukanlah pengalihan isu. Dan menurut kami, apa yang disampaikan oleh Rieke Diah Pitaloka tidaklah tepat," tuturnya.

Menurut Ali, pernyataan Jenderal Sigit tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Kapolri untuk menjaga kamtibmas di Indonesia. 

Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung pernyataan Jenderal Sigit sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi terorisme di Indonesia.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kapolri dan aparat keamanan yang telah mengantisipasi aksi teroris di Indonesia," imbuhnya. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini