Liputan6.com, Jakarta - Hasad (kedengkian) dan 'ain (pandangan mata jahat) adalah dua gangguan yang nyata dan berbahaya bagi kehidupan seorang muslim. Oleh sebab itu, doa perlindungan dari hasad dan pandangan buruk merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW bersabda: "Ain itu nyata (haq). Kalau saja ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, niscaya 'ain akan mendahuluinya" (HR. Muslim). Hadits ini menegaskan bahwa pandangan yang disertai kedengkian memiliki pengaruh nyata yang dapat membahayakan orang yang menjadi sasarannya, mulai dari sakit, celaka, hingga kematian.
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi mengungkapkan Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa perlindungan yang dibaca untuk memohon pertolongan Allah dari gangguan setan, binatang berbisa, dan pandangan mata jahat. Imam An-Nawawi menempatkan doa-doa ini dalam bab khusus tentang perlindungan anak-anak, karena mereka adalah kelompok yang paling rentan terkena 'ain.
Advertisement
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Zaadul Ma'ad (4: 153) menjelaskan bahwa pengaruh 'ain tidak hanya melalui penglihatan, tetapi juga bisa melalui gambaran atau khayalan, sehingga orang buta pun bisa memberikan pengaruh 'ain.
Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim mencantumkan doa perlindungan dari hasad dan 'ain sebagai salah satu dzikir pagi dan petang yang sangat dianjurkan, terutama membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali. Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa melindungi diri dan keluarga dari hasad dan pandangan buruk adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim.
Bacaan Doa Perlindungan dari Hasad dan Pandangan Buruk
1. Doa Perlindungan untuk Anak dari Setan, Binatang Berbisa, dan 'Ain
Arab: أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin: U'iydzukuma bikalimatillahi tammati min kulli syaithanin wa hammatin wa min kulli 'ainin lammah
Artinya: "Aku melindungi kalian dengan kalimat Allah yang sempurna (Al-Qur'an atau Asma dan sifat Allah) dari setiap setan dan binatang berbisa serta 'Ain yang dengki."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dan merupakan doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW untuk melindungi kedua cucunya, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain. Dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, Rasulullah menjelaskan bahwa dengan doa seperti itu pula Nabi Ibrahim memohon perlindungan dari Allah bagi putranya, Nabi Ishaq dan Nabi Ismail.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengangkat doa ini dalam bab perlindungan anak-anak, dan menyebutkan sejumlah hadits yang berkenaan dengan gangguan yang dapat menyebabkan mudarat pada anak-anak. Doa ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari.
2. Doa Perlindungan dengan Kalimat-Kalimat Allah yang Sempurna
Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin: A'udzu bikalimatillahit-tammati min kulli syaithanin wa hammatin wa min kulli 'ainin lammah
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun dan 'Ain yang menyakitkan." (HR. al-Bukhari)
Doa ini merupakan versi lain dari doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW. Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani mencantumkan doa ini sebagai salah satu doa perlindungan yang sangat dianjurkan.
Doa ini dapat dibaca untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, dan sangat baik dibaca ketika merasa ada gangguan yang tidak wajar atau ketika melihat sesuatu yang menakjubkan agar tidak menimbulkan 'ain.
3. Doa Memohon Keberkahan dan Perlindungan dari Keburukan
Arab: اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَلَا تَضُرَّهُ
Latin: Allahumma barik fihi wa la tadhurrah
Artinya: "Ya Allah, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka."
Doa ini merupakan lanjutan dari doa perlindungan yang dibaca Rasulullah SAW untuk Hasan dan Husain. Dalam artikel NU Online, dijelaskan bahwa doa ini diangkat oleh Imam Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar, dan Rasulullah SAW mengajarkan bahwa memandang takjub pada anak-anak sebaiknya dibarengi dengan doa keberkahan untuk mereka.
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan keberkahan dan perlindungan dari segala keburukan.
4. Doa Ruqyah dari Hasad dan 'Ain
Arab: بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ، وَاللهُ يَشْفِيْكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ يُؤْذِيْكَ، وَمِنْ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ. بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ، بِسْمِ اللهِ يُبْرِيْكَ، مِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيْكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ
Latin: Bismillahi arqika, wallahu yasyfika min kulli daa-in yu'dzika, wa min kulli nafsin aw 'ainin hasidin, Allahu yasyfik. Bismillahi arqika, bismillahi yubrika, min kulli daa-in yasyfika, wa min syarri hasidin idza hasad, wa min syarri kulli dzii 'ainin
Artinya: "Dengan nama Allah, aku meruqyahmu, dan Allah akan menyembuhkanmu dari segala sesuatu yang menyakitkanmu, dari setiap jiwa atau mata yang hasad. Allah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah, aku meruqyahmu. Dengan nama Allah yang menyembuhkanmu dan menjagamu, dari segala penyakit, dari segala kejahatan orang yang dengki ketika ia dengki, dan dari kejahatan orang yang matanya hasad."
Doa ini merupakan doa ruqyah yang diajarkan untuk mengobati penyakit 'ain dan hasad. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ruqyah seperti ini dianjurkan untuk dibaca sebagai ikhtiar penyembuhan setelah seseorang terkena gangguan 'ain. Doa ini juga bisa dibaca untuk diri sendiri maupun untuk orang lain yang terkena 'ain.
5. Doa Memohon Perlindungan dari Sifat Hasad
Arab: رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَإِلَخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Latin: Rabbanaghfir lanaa wa li-ikhwaanina alladziina sabaquunaa bil-iimaan wa laa taj'al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu rabbanaa innaka ra'uufur rahiim
Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman. Dan janganlah Kau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr: 10)
Doa ini bersumber dari Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 10. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa agar terhindar dari sifat dengki atau hasad.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulum al-Din menjelaskan bahwa hasad adalah penyakit hati yang harus diobati dengan doa dan kesadaran diri. Membaca doa ini secara rutin akan membantu membersihkan hati dari rasa dengki terhadap sesama mukmin.
6. Doa Selamat dari Hasad (Dibaca Malam Jumat)
Arab: رَبِّ أَعِنِّي وَلَا تُعِنْ عَلَيَّ، وَانْصُرْنِي وَلَا تَنْصُرْ عَلَيَّ، وَامْكُرْ لِي وَلَا تَمْكُرْ عَلَيَّ، وَاهْدِنِي وَيَسِّرِ الْهُدَى إِلَيَّ، وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ
Latin: Robbi a'inni wa la tu'in 'alayya, wanshurni wa la tanshur 'alayya, wamkurlii wa la tamkur 'alayya, wahdini wa yassiril huda ilayya, wanshurni 'ala man baghoo 'alayya
Artinya: "Wahai Tuhanku, tolonglah aku dan jangan Engkau menolong orang yang menzalimiku. Menangkanlah aku dan jangan Engkau menangkan orang yang memusuhiku. Buatlah rencana baik untukku, bukan rencana buruk. Berilah aku petunjuk dan mudahkanlah petunjuk itu untukku. Menangkanlah aku atas orang yang menzalimiku."
Doa ini dianjurkan untuk dibaca pada malam Jumat, karena malam Jumat adalah waktu yang istimewa dan paling mulia di antara malam-malam lainnya.
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan pertolongan Allah dari kezaliman dan kedengkian orang lain.
7. Doa Ketika Khawatir Menyebabkan 'Ain
Arab: اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَيْهِ
Latin: Allohumma baarik 'alaihi
Artinya: "Ya Allah, berkahilah dia."
Doa ini merupakan doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang khawatir telah menyebabkan orang lain terkena 'ain karena kekagumannya.
Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang ringkas namun penuh makna, karena dengan memohon keberkahan, seseorang menyerahkan segala urusan kepada Allah dan mencegah pengaruh buruk dari pandangannya sendiri.
Waktu Terbaik Doa Perlindungan dari Hasad dan Pandangan Buruk
1. Pagi dan Petang
Waktu yang paling utama untuk membaca doa perlindungan dari hasad dan pandangan buruk adalah pada waktu pagi dan petang.
Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa siapa yang membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali pada waktu pagi dan petang, maka bacaan itu akan mencukupinya sebagai perlindungan dari segala sesuatu (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa dzikir pagi dan petang ibarat baju besi; semakin banyak lapisan lempengnya, semakin kuat perlindungan yang diberikan.
2. Ketika Melihat Sesuatu yang Menakjubkan
Doa perlindungan juga sangat dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan, baik pada diri sendiri, orang lain, maupun pada anak-anak. Doa terhindar dari 'ain bisa dibaca kapan saja, terutama saat melihat sesuatu yang menakjubkan.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa memandang takjub pada anak-anak sebaiknya dibarengi dengan doa keberkahan untuk mereka, yaitu Allahumma barik fihi wa la tadhurrah.
3. Sebelum Tidur
Waktu sebelum tidur juga merupakan waktu yang baik untuk membaca doa perlindungan dari hasad dan pandangan buruk. Doa terhindar dari 'ain dapat dibaca setiap saat, khususnya ketika merasa lelah atau sakit mendadak tanpa sebab, melihat anak atau orang yang dikasihi sedang tidak bersemangat, serta menjelang tidur atau saat merasa gelisah.
4. Setelah Shalat Fardhu
Waktu setelah shalat fardhu lima waktu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa yang dilakukan setelah shalat fardhu adalah doa yang didengar oleh Allah.
Rasulullah SAW bersabda: "Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu" adalah doa yang mustajab (HR. Tirmidzi, hasan shahih). Membaca doa perlindungan setelah shalat fardhu akan menjaga diri dari gangguan hasad dan 'ain sepanjang hari.
5. Ketika Merasa Gelisah atau Cemas
Doa perlindungan juga sangat dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang merasa gelisah atau cemas tanpa sebab yang jelas. Dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu, doa perlindungan seperti Allahumma inni a'udzu bika minal kufri wal faqri dianjurkan untuk dibaca secara rutin, karena mencakup perlindungan dari kekufuran, kefakiran, dan azab kubur.
Rasa gelisah yang tidak wajar sering kali merupakan salah satu tanda seseorang terkena gangguan 'ain.
6. Malam Jumat
Malam Jumat merupakan waktu yang istimewa dan dianjurkan untuk berdoa. Malam Jumat adalah waktu yang paling mulia di antara malam-malam lainnya, sehingga memperbanyak amalan terutama doa-doa baik sangat dianjurkan di waktu ini dengan harapan dijawab dan dikabulkan oleh Allah SWT.
Doa selamat dari hasad seperti Robbi a'inni wa la tu'in 'alayya sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam Jumat.
7. Setiap Saat dan di Mana Saja
Pada prinsipnya, doa perlindungan dari hasad dan pandangan buruk dapat dipanjatkan kapan saja dan di mana saja. Doa terhindar dari 'ain dapat dibaca setiap saat secara rutin, seperti pagi, sore, dan malam sebelum tidur.
Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya menjelaskan bahwa dzikir dan doa tidak terbatas pada ruang dan waktu, dan dapat dilakukan di setiap kesempatan.
Hikmah Doa Perlindungan dari Hasad dan Pandangan Buruk
1. Mendapatkan Perlindungan Menyeluruh dari Allah
Doa perlindungan dari hasad dan pandangan buruk adalah sarana utama untuk mendapatkan perlindungan Allah dari segala keburukan.
Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa barang siapa membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali pada pagi dan petang, maka bacaan itu akan mencukupinya sebagai perlindungan dari segala sesuatu.
Ini menunjukkan bahwa perlindungan Allah itu menyeluruh, mencakup segala aspek kehidupan seorang hamba.
2. Menenangkan Hati dan Menghilangkan Kecemasan
Hasad dan 'ain sering kali menimbulkan kecemasan dan kegelisahan pada diri seseorang. Dengan membaca doa perlindungan, seorang hamba menyerahkan segala kekhawatirannya kepada Allah, sehingga hatinya menjadi tenang.
Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan doa merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.
3. Menumbuhkan Kesadaran akan Kekuasaan Allah
Dengan membaca doa perlindungan dari hasad dan 'ain, seorang hamba diingatkan bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa pengaruh 'ain bisa terjadi bahkan melalui khayalan, sehingga hanya Allah yang mampu melindungi hamba-Nya dari segala keburukan yang tidak terlihat. Kesadaran ini akan menumbuhkan sikap tawakal dan kepasrahan total kepada Allah.
4. Membersihkan Hati dari Sifat Hasad
Doa Rabbanaghfir lanaa wa li-ikhwaanina alladziina sabaquunaa bil-iimaan wa laa taj'al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu adalah doa yang secara khusus memohon agar hati dibersihkan dari sifat dengki.
Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa agar terhindar dari sifat hasad. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulum al-Din menjelaskan bahwa hasad adalah penyakit hati yang harus diobati dengan doa dan kesadaran diri, karena hasad dapat merusak amal kebaikan dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah.
5. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Hasad dan 'ain dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Dalam buku Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan, Dr. MS. Udin, MA menjelaskan bahwa dzikir mampu mengendalikan stres sehingga produksi hormon menjadi seimbang dan meminimalisasi terjadinya gangguan penyakit.
Dengan berdoa secara teratur untuk perlindungan dari hasad dan 'ain, seseorang akan memiliki ketenangan batin yang berdampak pada kesehatan fisik dan mentalnya.
6. Meneladani Sunnah Nabi SAW
Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat indah dalam melindungi diri dan keluarganya dari hasad dan 'ain. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, disebutkan bahwa Nabi SAW meminta perlindungan kepada Allah untuk Hasan dan Husein ketika masih kanak-kanak dari gangguan setan dan pengaruh pandangan mata jahat.
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa melindungi diri dan keluarga dari hasad dan pandangan buruk adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim.
7. Membangun Kesadaran Spiritual dalam Keluarga
Membaca doa perlindungan dari hasad dan 'ain secara rutin, terutama untuk anak-anak, akan membangun kesadaran spiritual dalam keluarga.
Rasulullah SAW mengajarkan doa perlindungan untuk anak-anak, dan doa ini juga dianjurkan dibaca oleh orang tua untuk memohon perlindungan Allah bagi anak-anak dari gangguan 'ain. Dengan membiasakan doa ini, anak-anak akan tumbuh dengan kesadaran bahwa Allah adalah pelindung sejati.
8. Menjaga Keberkahan dalam Kehidupan
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa Allahumma barik fihi wa la tadhurrah disebutkan sebagai doa yang mencakup permohonan keberkahan dan perlindungan dari segala keburukan.
Dengan memohon keberkahan, seorang hamba tidak hanya terlindungi dari 'ain, tetapi juga mendapatkan keberkahan dalam setiap aspek kehidupannya, baik dalam ilmu, rezeki, maupun keluarga.
Pertanyaan Seputar Doa Melindungi Diri dari Hasad
1. Apa doa yang paling utama untuk melindungi diri dari hasad dan pandangan buruk?
Doa yang paling utama adalah U'iydzukuma bikalimatillahi tammati min kulli syaithanin wa hammatin wa min kulli 'ainin lammah (Aku melindungi kalian dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang berbisa serta 'Ain yang dengki).
Doa ini diajarkan Rasulullah SAW untuk melindungi Hasan dan Husain. Selain itu, membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali pada pagi dan petang juga sangat dianjurkan.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa perlindungan dari hasad dan pandangan buruk?
Waktu terbaiknya adalah pada pagi dan petang, ketika melihat sesuatu yang menakjubkan, sebelum tidur, setelah shalat fardhu, ketika merasa gelisah atau cemas, pada malam Jumat, dan setiap saat secara rutin.
3. Apakah penyakit 'ain itu nyata dalam Islam?
Ya, 'ain adalah nyata. Rasulullah SAW bersabda: "Ain itu nyata (haq). Kalau saja ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, niscaya 'ain akan mendahuluinya" (HR. Muslim). Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa pengaruh 'ain bisa terjadi bahkan melalui khayalan tanpa melihat.
4. Apa perbedaan antara hasad dan 'ain?
Hasad adalah sifat dengki atau iri hati terhadap nikmat yang dimiliki orang lain, sedangkan 'ain adalah pengaruh buruk yang timbul dari pandangan mata yang disertai rasa dengki atau kekaguman yang berlebihan. Hasad adalah penyakit hati, sedangkan 'ain adalah dampak yang ditimbulkan dari pandangan tersebut.
5. Apakah doa perlindungan dari hasad dan 'ain bisa dibaca untuk orang lain?
Ya, doa perlindungan dari hasad dan 'ain bisa dibaca untuk diri sendiri maupun orang lain. Rasulullah SAW membaca doa perlindungan untuk kedua cucunya, Hasan dan Husain. Orang tua juga dianjurkan untuk membacakan doa perlindungan ini kepada anak-anak mereka.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272924/original/067898900_1751604930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405874/original/079886700_1762501732-Berdoa.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370263/original/000266700_1791604617-817390547_17907871740513261_1039981976830267349_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361098/original/046821900_1790675586-Di_tengah_lautan_manusia_yang_datang_membawa_doa__aku_belajar_bahwa_kita_semua_hanyalah_hamba_ya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637360/original/096830400_1699255001-pexels-timur-weber-9127731.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370250/original/011699900_1791602826-Denira.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370256/original/055588200_1791603293-1001746470.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370212/original/083204600_1791600436-125866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4652541/original/045164600_1700205994-Ilustrasi_ibu__bayi_laki-laki__Islami__muslim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370185/original/009205600_1791589702-1001746364.jpg)