Liputan6.com, Jakarta - Seringkali seseorang terjebak dalam dilema dan bimbang ketika akan mengambil keputusan. Bacaan doa memohon petunjuk ketika sedang bingung merupakan amalan yang sangat dianjurkan saat hati masih ragu.
Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada para sahabatnya sebuah doa khusus untuk memohon petunjuk ketika menghadapi kebingungan dalam mengambil keputusan. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, bahwa Rasulullah SAW mengajari para sahabatnya shalat istikharah untuk setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari mereka surat dari Al-Qur'an (HR. Bukhari).
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa istikharah adalah memohon kebaikan kepada Allah dalam memilih antara dua perkara atau lebih yang diragukan.
Advertisement
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa doa istikharah adalah doa yang paling komprehensif untuk memohon petunjuk dari Allah, karena mencakup pengakuan atas keterbatasan ilmu manusia dan kepasrahan total kepada Allah Yang Maha Mengetahui.
Dzikir dan doa yang dilakukan dengan penuh kesadaran akan membawa ketenangan jiwa dan stabilitas emosi, sehingga seseorang dapat berpikir jernih dalam mengambil keputusan. Merujuk berbagai sumber, berikut ini ulasannya.
Bacaan Doa Memohon Petunjuk Ketika Sedang Bingung: Arab, Latin, dan Terjemahan
1. Doa Istikharah (Doa Utama Memohon Petunjuk)
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ (..…) خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي
Latin: Allāhumma innī astakhīruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as'aluka min fadhlikal 'azhīm, fa innaka taqdiru wa lā aqdiru, wa ta'lamu wa lā a'lamu, wa anta 'allāmul ghuyūb. Allāhumma in kunta ta'lamu anna hādzal amra (sebutkan permasalahan yang sedang dihadapi) khairan lī fī dīnī wa ma'āsyī wa 'āqibati amrī faqdurhu lī wa yassirhu lī tsumma bārik lī fīh. Wa in kunta ta'lamu anna hādzal amra syarrun lī fī dīnī wa ma'āsyī wa 'āqibati amrī fashrifhu 'annī washrafnī 'anhu, waqdur liyal khaira haitsu kāna tsumma ardhinī.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang terbaik kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan urusan yang dimaksud) baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka tetapkanlah ia bagiku, mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah aku di dalamnya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya, dan tetapkanlah kebaikan untukku di mana pun ia berada, kemudian ridhailah aku." (HR. Bukhari)
Doa ini adalah doa istikharah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi (Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H, halaman 190), dijelaskan bahwa doa ini dibaca setelah melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.
Doa ini mengandung pengakuan atas keterbatasan manusia dan kepasrahan kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib. Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa doa ini adalah doa yang paling komprehensif untuk memohon petunjuk dari Allah.
Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim juga mencantumkan doa ini pada bab "Seeking Guidance (al-Istikharah)", menunjukkan bahwa doa ini adalah rujukan utama bagi setiap muslim yang dilanda kebingungan.
2. Doa Memohon Petunjuk dan Kelurusan Hidup
Arab: اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي، وَاذْكُرْ بِالْهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ، وَالسَّدَادِ سَدَادَ السَّهْمِ
Latin: Allāhumma-hdinī wa saddidnī, wadzkur bil hudā hidāyataka-th thorīq, was sadādi sadādas sahm
Artinya: "Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku dan berilah aku jalan yang lurus. Jadikan petunjuk-Mu sebagai jalanku dan kelurusan hidupku selurus anak panah."
Doa ini berasal dari hadits riwayat Imam Muslim (no. 2725) dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah SAW bersabda kepadanya: "Wahai Ali, ucapkanlah doa ini".
Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang membutuhkan petunjuk dan kelurusan dalam hidup. Doa ini mengandung permohonan agar Allah memberikan hidayah dan ketepatan dalam setiap langkah, sebagaimana anak panah yang tepat mengenai sasarannya.
3. Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan, dan Kecukupan
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Latin: Allāhumma innī as'alukal hudā wat tuqā wal 'afāfa wal ghinā
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan (tidak meminta-minta dan kaya hati)."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 2721) dari Abdullah bin Mas'ud , dari Nabi SAW. Dalam kitab Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang menghimpun empat permohonan penting: petunjuk (al-hudā), ketakwaan (at-tuqā), kesucian diri dari hal-hal yang haram (al-'afāf), dan kecukupan hati (al-ghinā). Doa ini sangat relevan dibaca ketika seseorang merasa bingung dan membutuhkan arahan hidup yang jelas.
4. Doa Nabi Musa AS Memohon Kelapangan Hati dan Kemudahan Urusan
Arab: رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin: Rabbisyrah lī shadrī wa yassir lī amrī wahlul 'uqdatan min lisānī yafqahū qaulī
Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku supaya mereka mengerti perkataanku." (QS. Thaha: 25-28)
Doa ini diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai doa Nabi Musa AS ketika beliau diperintahkan menghadapi Firaun yang congkak. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang sangat dianjurkan dibaca ketika menghadapi situasi sulit dan membutuhkan kelapangan hati serta kemudahan urusan.
Menurut penjelasan dalam Tafsir Al-Mishbah karya Prof. Quraish Shihab, doa ini mengandung permohonan agar Allah memberikan kelapangan dada, kemudahan dalam segala urusan, dan kelancaran berbicara sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik.
5. Doa Memohon Rahmat yang Menuntun Hati
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قَلْبِي، وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلِي، وَتَرُدُّ بِهَا الْفِتَنَ عَنِّي، وَتُصْلِحُ بِهَا دِينِي، وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِي، وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِي، وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي، وَتُبَيِّضُ بِهَا وَجْهِي، وَتُلْهِمُنِي بِهَا رُشْدِي، وَتُعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ
Latin: Allāhumma innī as'aluka rahmatan min 'indika tahdī bihā qalbī, wa tajma'u bihā syamlī, wa taruddu bihal fitana 'annī, wa tushlihu bihā dīnī, wa tahfazhu bihā ghā'ibī, wa tarfa'u bihā syāhidī, wa tuzakkī bihā 'amalī, wa tubayyidhu bihā wajhī, wa tulhimunī bihā rusydī, wa tu'shimunī bihā min kulli sū'
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rahmat dari sisi-Mu yang dengannya Engkau memberi petunjuk pada hatiku, menghimpun segala urusanku yang tercerai-berai, menolak segala fitnah dariku, memperbaiki agamaku, menjaga hal-hal yang tidak tampak dariku, mengangkat hal-hal yang tampak, menyucikan amalku, memutihkan wajahku, mengilhamiku petunjuk, dan menjagaku dari segala keburukan."
Doa ini dikutip dari buku Kumpulan Doa Lengkap Untuk Kebutuhan Hamba Allah terjemahan Abu Zur'ah, dan tercantum dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI. Doa ini mencakup permohonan yang sangat lengkap, mulai dari petunjuk hati, keteraturan urusan, perlindungan dari fitnah, perbaikan agama, hingga ilham menuju petunjuk. Doa ini sangat dianjurkan dibaca ketika seseorang dilanda kebingungan dan membutuhkan rahmat Allah yang menuntun hatinya.
6. Doa Memohon Petunjuk dengan Nama Allah yang Teragung
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، الْمَنَّانُ، بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Allāhumma innī as'aluka bi anna lakal hamd, lā ilāha illā anta, al-mannān, badī'us samāwāti wal ardh, dzul jalāli wal ikrām
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, bahwa Engkaulah pemilik segala pujian, tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Yang Maha Pemberi Karunia, Pencipta langit dan bumi, Yang memiliki keagungan dan kemuliaan."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i dari Anas bin Malik . Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang mengandung nama Allah yang teragung (ismullahil a'zham), yang jika seseorang berdoa dengannya, Allah pasti akan mengabulkan permintaannya. Doa ini sangat baik dibaca ketika seseorang sedang bingung dan membutuhkan petunjuk dengan menyebut nama-nama Allah yang agung.
Waktu Tepat Doa Memohon Petunjuk Ketika Sedang Bingung
1. Setelah Melaksanakan Shalat Istikharah
Waktu yang paling utama untuk membaca doa memohon petunjuk adalah setelah melaksanakan shalat istikharah dua rakaat. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (halaman 190) menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajari para sahabatnya untuk shalat dua rakaat kemudian membaca doa istikharah. Shalat istikharah dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam, selama tidak bertepatan dengan waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat.
2. Pada Sepertiga Malam Terakhir
Waktu sepertiga malam terakhir (sekitar pukul 01.00 hingga 04.00) adalah waktu yang paling dianjurkan untuk melaksanakan shalat istikharah dan memanjatkan doa. Pada waktu ini, suasana lebih tenang dan sunyi sehingga memungkinkan seseorang untuk lebih khusyuk dalam beribadah dan memusatkan perhatian saat memohon petunjuk kepada Allah.
3. Setelah Shalat Fardhu
Waktu setelah shalat fardhu lima waktu juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu" adalah doa yang didengar oleh Allah (HR. Tirmidzi, hasan shahih). Oleh karena itu, doa memohon petunjuk juga sangat baik dibaca pada waktu-waktu ini.
4. Di Antara Adzan dan Iqamah
Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak" (HR. Tirmidzi). Ini menjadi waktu yang tepat untuk menambahkan doa memohon petunjuk atas kebingungan yang sedang dihadapi.
5. Ketika Sujud dalam Shalat
Rasulullah SAW bersabda: "Adapun ketika bersujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena saat itu doa lebih cepat dikabulkan" (HR. Muslim). Sujud merupakan waktu yang sangat baik untuk memohon petunjuk dari Allah, karena pada saat itu seorang hamba berada dalam posisi terdekat dengan Tuhannya.
6. Kapan Saja dan di Mana Saja
Pada prinsipnya, doa memohon petunjuk dapat dipanjatkan kapan saja dan di mana saja. Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (QS. Al-Mu'min: 60). Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan doa tidak terbatas pada ruang dan waktu, dan dapat dilakukan di setiap kesempatan. Namun, waktu-waktu yang disebutkan di atas memiliki keutamaan tersendiri.
Hikmah dan Keutamaan Doa Memohon Petunjuk Ketika Sedang Bingung
1. Mendapatkan Ketetapan Hati dan Ketenangan Jiwa
Salah satu keutamaan shalat istikharah adalah memberikan ketenangan diri karena setiap keputusan yang diambil selalu melibatkan Allah SWT.
Ketika seseorang menyerahkan kebingungannya kepada Allah, ia akan merasakan ketenangan dan ketetapan hati yang tidak ia dapatkan dari sekadar berpikir keras atau meminta pendapat manusia semata.
2. Mendapatkan Pilihan yang Terbaik dalam Kehidupan
Dengan melaksanakan shalat istikharah dan membaca doanya, seseorang akan mendapatkan pilihan takdir terbaik. Allah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib akan menuntun hamba-Nya menuju pilihan yang terbaik, meskipun pada awalnya pilihan tersebut tidak sesuai dengan keinginan atau ekspektasi manusia.
3. Meneladani Sunnah Nabi Muhammad SAW
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa memohon petunjuk melalui istikharah adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali.
Dalam Shalat Istikharah: Dalil, Niat, Tata Cara, Waktu, Doa, dan Keutamaannya (2026), disebutkan bahwa melaksanakan shalat istikharah merupakan bentuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Dengan mengamalkannya, seorang muslim tidak hanya mendapatkan petunjuk, tetapi juga pahala karena telah meneladani Rasulullah.
4. Menyerahkan Hasil kepada Allah sebagai Bentuk Tawakal
Shalat istikharah berperan sebagai "mental reset" yang membantu seseorang fokus pada hal yang benar-benar penting. Setelah berdoa dan memohon petunjuk, seseorang menyerahkan hasilnya kepada Allah. Inilah puncak tawakal, di mana seorang hamba telah berusaha semaksimal mungkin dan kemudian berserah diri kepada Allah Yang Maha Mengetahui.
5. Terhindar dari Penyesalan di Kemudian Hari
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi mengutip perkataan sebagian ahli adab: "Tidak akan kecewa orang yang melakukan istikharah, dan tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah." Dengan memohon petunjuk kepada Allah, seseorang akan terhindar dari keputusan yang salah dan penyesalan di kemudian hari, karena ia telah menyerahkan urusannya kepada Dzat Yang Maha Bijaksana.
6. Mendapatkan Ilham dan Petunjuk yang Jelas
Doa dalam Surah Ali Imran ayat 8 dan doa-doa yang diajarkan Nabi memohon agar Allah memberikan rahmat yang menuntun hati dan mengilhami petunjuk. Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan doa yang dilakukan dengan penuh kesadaran akan membawa ketenangan jiwa dan stabilitas emosi, sehingga seseorang dapat berpikir jernih dan mendapatkan ilham menuju jalan yang benar.
7. Menambah Pahala dan Mendekatkan Diri kepada Allah
Istikharah menambah pahala dan mendekatkan seseorang kepada Tuhannya, karena di dalamnya terdapat shalat dan doa yang menyertainya. Setiap kali seseorang memohon petunjuk kepada Allah, ia sedang memperkuat hubungan spiritualnya dengan Sang Pencipta.
8. Menunjukkan Keterikatan Hati Seorang Mukmin kepada Allah
Salah satu hikmah istikharah adalah menunjukkan keterikatan hati seorang mukmin kepada Allah dalam segala keadaannya. Ketika seseorang dilanda kebingungan dan ia memilih untuk kembali kepada Allah, bukan kepada manusia semata, itu menunjukkan bahwa hatinya terikat kepada Dzat Yang Maha Kuasa.
9. Membentuk Karakter Sabar dan Ridha
Setelah memohon petunjuk, seorang hamba dituntut untuk bersabar dan ridha dengan hasil yang Allah berikan. Dalam doa istikharah terdapat kalimat "waqdur liyal khaira haitsu kāna tsumma ardhinī" (tetapkanlah kebaikan untukku di mana pun ia berada, kemudian ridhailah aku). Ini menunjukkan bahwa doa memohon petunjuk juga membentuk karakter sabar dan ridha terhadap ketentuan Allah, yang merupakan sifat-sifat mulia seorang mukmin.
Pertanyaan Seputar Doa Saat Sedang Bingung
1. Apa doa yang dibaca ketika sedang bingung memilih keputusan?
Doa yang paling utama adalah doa istikharah: Allāhumma innī astakhīruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika... (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang terbaik kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu...). Doa ini dibaca setelah melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa memohon petunjuk?
Waktu terbaiknya adalah setelah melaksanakan shalat istikharah, pada sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, di antara adzan dan iqamah, dan ketika sujud dalam shalat. Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling dianjurkan karena suasana lebih tenang dan khusyuk.
3. Apakah harus shalat istikharah dulu sebelum membaca doanya?
Ya, Rasulullah SAW mengajarkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat terlebih dahulu, kemudian membaca doa istikharah. Namun, jika tidak memungkinkan, doa-doa lain seperti doa Nabi Musa atau doa memohon petunjuk dan kelurusan hidup dapat dibaca kapan saja.
4. Apa perbedaan doa istikharah dengan doa memohon petunjuk lainnya?
Doa istikharah adalah doa khusus yang diajarkan Nabi untuk memohon pilihan terbaik dalam suatu urusan yang diragukan. Sedangkan doa memohon petunjuk lainnya seperti doa Nabi Musa atau doa Allāhumma innī as'alukal hudā wat tuqā lebih bersifat umum dan dapat dibaca kapan saja untuk memohon hidayah dan kelurusan hidup.
5. Apakah doa memohon petunjuk bisa dibaca untuk orang lain?
Ya, doa memohon petunjuk bisa dibaca untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, seorang anak yang mendoakan orang tuanya agar diberikan petunjuk dalam menghadapi suatu urusan, atau seorang guru yang mendoakan muridnya. Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368500/original/084408500_1791437213-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-08T122327.942.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367891/original/050720300_1791366349-Your_paragraph_text__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405874/original/079886700_1762501732-Berdoa.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368523/original/097202700_1791438352-Rebecca_Klopper__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368566/original/006724500_1791439924-1001740977.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368524/original/001442100_1791438353-Rebecca_Klopper__2_.jpg)