Liputan6.com, Jakarta - Bacaan doa ketika mendapat kabar yang menggembirakan merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, karena kabar baik pada hakikatnya datang dari Allah SWT. Setiap nikmat dan kabar gembira yang sampai kepada seorang hamba adalah bentuk kasih sayang dan karunia dari-Nya yang patut disyukuri.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)" (QS. Ad-Duha: 11).
Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat indah dalam menyikapi kabar gembira. Diriwayatkan dari Abu Bakrah , bahwa Nabi SAW ketika mendapatkan kabar yang menggembirakan, beliau langsung bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Advertisement
Dalam kitab Hisnul Muslim yang disusun oleh Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, disebutkan bahwa Nabi SAW memiliki kebiasaan mengucapkan kalimat pujian tertentu ketika menerima berita yang menyenangkan, dan kalimat yang berbeda ketika menerima berita yang tidak menyenangkan.
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi menegaskan bahwa merespons kabar gembira dengan doa dan syukur adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim.
Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah kumpulan doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mendapat kabar yang menggembirakan, lengkap dengan bacaan Arab, latin, terjemahan, waktu pengamalan, serta hikmahnya.
Bacaan Doa Ketika Mendapat Kabar yang Menggembirakan: Arab, Latin, dan Terjemahan
1. Doa yang Biasa Dibaca Nabi SAW Saat Menerima Kabar Menyenangkan
Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
Latin: Alhamdulillaahil-ladzii bi ni'matihii tatimmush-shoolihaat
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna."
Diriwayatkan dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW apabila menyaksikan hal-hal yang beliau sukai, beliau mengucapkan doa ini. Sebaliknya, apabila beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan, beliau mengucapkan Alhamdulillaahi 'alaa kulli haal (HR. Ibnu Majah no. 3803).
Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim mencantumkan doa ini pada bab "Ucapan Orang yang Mendapatkan Kabar Baik atau Buruk", dan menjelaskan bahwa ini adalah kalimat yang paling ringkas namun mencakup pengakuan bahwa segala kesempurnaan kebaikan hanya bisa terwujud melalui nikmat dan karunia Allah.
2. Doa Ketika Mendapat Kabar Gembira dengan Sujud Syukur
Arab (doa sujud syukur): سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Latin: Sajada wajhiya lilladzii khalaqahuu wa shawwarahuu wa syaqqa sam'ahuu wa basharahuu bi haulihii wa quwwatihii fa tabaarakallaahu ahsanul-khaaliqiin
Artinya: "Diriku bersujud kepada Zat yang menciptakannya, membentuknya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha Suci Allah, sebaik-baik pencipta."
Diriwayatkan dari Abu Bakrah , bahwa Nabi SAW apabila mendapat sesuatu yang menyenangkan atau diberi kabar gembira, beliau segera tunduk sujud sebagai tanda syukur kepada Allah (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Dalam kitab Al-Hawasyil Madaniyyah, Syekh Sulaiman Al-Kurdi menjelaskan bahwa sujud syukur dikerjakan di luar shalat, dan doa di atas adalah salah satu bacaan yang dianjurkan. Doa ini bisa juga dilafalkan ketika melakukan sujud syukur dengan mengganti kata "kadza" dengan nikmat spesifik yang diterima.
3. Doa Nabi SAW Saat Menerima Wahyu (Kabar Gembira Terbesar)
Arab: اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلَا تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلَا تُهِنَّا وَأَعْطِنَا وَلَا تَحْرِمْنَا وَآثِرْنَا وَلَا تُؤْثِرْ عَلَيْنَا وَارْضِنَا وَارْضَ عَنَّا
Latin: Allaahumma zidnaa wa laa tanqushnaa wa akrimnaa wa laa tuhinnaa wa a'thinaa wa laa tahrimnaa wa aatsirnaa wa laa tu'tsir 'alainaa wardhinaa wardho 'annaa
Artinya: "Ya Allah, tambahilah kami dan jangan kurangi kami, muliakan kami dan jangan hinakan kami, berilah kami dan jangan cegah kami, kedepankan kami dan jangan kesampingkan kami, ridhailah kami dan ridhailah perbuatan-perbuatan kami."
Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari Abdurrahman bin Abdul Qari, bahwa ketika turun wahyu kepada Nabi SAW, beliau menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya, dan membaca doa ini.
Wahyu adalah kabar gembira terbesar yang diterima Nabi, dan doa ini menunjukkan bagaimana beliau meresponsnya dengan permohonan agar nikmat tersebut tidak berkurang, melainkan terus bertambah dan membawa keridhaan Allah.
4. Doa Memohon Kesenangan di Dunia dan Akhirat
Arab: اَللهُمَّ كَمَا فَرَّحْتَنَا فِى هَذِهِ الدُّنْيَا فَفَرِّحْنَا فِى اْلآخِرَةِ
Latin: Allaahumma kamaa farrahtanaa fii haadzihid-dunyaa fa farrihnaa fil-aakhirah
Artinya: "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberikan kesenangan kepada kami di dunia, maka berilah kami kesenangan di akhirat."
Doa ini dikutip dalam buku Samudra Shalawat dan Doa karya Ustadz Mistaf Al-Mansyur, dan disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengucapkannya ketika beliau mendapatkan kesenangan dan berita gembira.
Doa ini mengandung permohonan agar kegembiraan duniawi tidak berhenti di dunia saja, melainkan berlanjut menjadi kebahagiaan abadi di akhirat.
5. Doa Memohon Perlindungan dari Kekufuran dan Kefakiran
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqri wa 'adzaabil qabri
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, kefakiran, dan azab kubur."
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa'i. Dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu, doa ini dianjurkan untuk dibaca setelah sholat, karena mencakup perlindungan dari tiga hal yang sangat berbahaya bagi seorang hamba.
Ketika mendapat kabar gembira berupa nikmat duniawi, doa ini menjadi pengingat agar tidak terjerumus dalam kekufuran karena kelalaian, dan tetap waspada terhadap kefakiran spiritual.
6. Doa Nabi Zakaria AS Ketika Menerima Kabar Gembira Kelahiran Yahya
Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Latin: Rabbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka samii'ud-du'aa
Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Ali Imran: 38)
Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa Nabi Zakaria ini disebutkan sebagai doa yang dipanjatkan ketika beliau menerima kabar gembira dari malaikat tentang kelahiran Nabi Yahya.
Doa ini menggambarkan respons seorang hamba yang menerima kabar gembira dengan terus memohon kebaikan dan tidak berhenti berdoa.
Waktu Tepat Membaca Doa Ketika Mendapat Kabar yang Menggembirakan
1. Segera Setelah Menerima Kabar
Waktu yang paling utama untuk membaca doa adalah segera setelah menerima kabar gembira, tanpa menunda-nunda. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, disebutkan bahwa Sayyidina Umar bin Khattab langsung mengucapkan Alhamdulillah begitu menerima kabar baik yang beliau nantikan. Respons spontan ini menunjukkan bahwa hati seorang mukmin selalu terhubung dengan Allah dalam setiap keadaan.
2. Ketika Sujud Syukur
Apabila kabar gembira yang diterima sangat besar dan membahagiakan, disunnahkan untuk langsung melakukan sujud syukur. Diriwayatkan dari Abu Bakrah , bahwa Nabi SAW ketika mendapatkan kabar yang menggembirakan, beliau bersujud karena bersyukur kepada Allah. Sujud syukur ini dikerjakan di luar shalat, dalam keadaan suci, dan disunnahkan dilakukan sebagai bentuk penghambaan yang paling dalam.
3. Setelah Shalat Fardhu
Waktu setelah shalat fardhu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa setelah shalat fardhu adalah doa yang didengar oleh Allah. Oleh karena itu, doa-doa yang berkaitan dengan rasa syukur atas kabar gembira sebaiknya juga dibaca pada waktu-waktu ini.
4. Di Antara Adzan dan Iqamah
Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak" (HR. Tirmidzi). Ini menjadi waktu yang tepat untuk menambahkan doa syukur atas kabar gembira yang telah diterima.
5. Ketika Malam Hari atau Sepertiga Malam Terakhir
Sepertiga malam terakhir adalah waktu di mana Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya. Doa syukur dan permohonan agar nikmat terus bertambah dapat dipanjatkan pada waktu yang penuh keberkahan ini.
Hikmah dan Keutamaan Berdoa Ketika Mendapat Kabar yang Menggembirakan
1. Mengakui Bahwa Segala Nikmat Berasal dari Allah
Kabar gembira yang sampai kepada seorang hamba pada hakikatnya adalah karunia dari Allah SWT. Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi mengutip riwayat Sayyidina Umar yang langsung mengucapkan Alhamdulillah ketika menerima kabar baik, sebagai pengakuan bahwa segala sesuatu datang dari Allah. Dengan berdoa dan bersyukur, seorang hamba menegaskan bahwa dirinya tidak sombong dan tidak merasa bahwa keberhasilan itu murni dari usahanya sendiri.
2. Menjaga Hati dari Kelalaian
Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan doa yang dilakukan dengan penuh kesadaran akan membawa ketenangan jiwa dan stabilitas emosi. Ketika seseorang mendapat kabar gembira, ada risiko ia terlarut dalam euforia berlebihan hingga melupakan Allah. Doa dan syukur mencegah hal ini, menjaga hati tetap tenang dan terkendali.
3. Mendapatkan Pahala Sujud Syukur
Sujud syukur yang dilakukan ketika menerima kabar gembira memiliki keutamaan yang sangat besar. Diriwayatkan dari Abu Bakrah , bahwa Nabi SAW bersujud ketika menerima kabar gembira. Dalam kitab Al-Hawasyil Madaniyyah, Syekh Sulaiman Al-Kurdi menjelaskan bahwa sujud syukur adalah bentuk penghambaan yang paling dalam, di mana seorang hamba meletakkan wajahnya di tanah sebagai tanda ketundukan total kepada Allah.
4. Doa di Kala Gembira adalah Kunci Doa di Kala Susah
Para ulama mengingatkan bahwa salah satu kunci agar doa dikabulkan pada saat susah adalah dengan banyak berdoa di kala gembira. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa barangsiapa ingin doanya dikabulkan pada saat kesulitan, hendaklah ia memperbanyak doa pada saat lapang. Maka, ketika mendapat kabar gembira, janganlah hanya bersenang-senang, tetapi gunakanlah momen tersebut untuk memperbanyak doa dan syukur.
5. Meneladani Sunnah Nabi SAW
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa merespons kabar gembira dengan doa dan syukur adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali. Dengan meneladani Nabi, seorang muslim tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga membentuk karakter yang selalu terhubung dengan Allah dalam setiap keadaan.
6. Membentuk Karakter Syukur yang Berkelanjutan
Dengan membiasakan diri membaca doa dan bersyukur setiap kali menerima kabar gembira, seorang muslim akan terbentuk menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur. Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim menempatkan doa ketika menerima kabar baik ini dalam bab tersendiri, menunjukkan bahwa ini adalah adab yang penting untuk dibiasakan.
7. Menjaga Keseimbangan Emosi
Kabar gembira bisa memicu emosi yang berlebihan. Dengan berdoa dan bersyukur, seorang hamba menjaga keseimbangan emosinya. Dr. MS. Udin menjelaskan bahwa dzikir mampu mengendalikan stres sehingga produksi hormon menjadi seimbang dan meminimalisasi terjadinya gangguan penyakit. Doa syukur juga berfungsi sebagai penenang jiwa yang efektif.
Pertanyaan Seputar Doa saat Gembira
1. Apa doa yang dibaca Nabi SAW ketika mendapat kabar gembira?
Doa yang paling masyhur adalah Alhamdulillaahil-ladzii bi ni'matihii tatimmush-shoolihaat (Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna). Nabi juga sering melakukan sujud syukur ketika menerima kabar yang sangat menggembirakan.
2. Apakah harus sujud syukur ketika mendapat kabar baik?
Sujud syukur hukumnya sunnah, tidak wajib. Namun, ketika kabar gembira yang diterima sangat besar, disunnahkan untuk langsung bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah. Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersujud ketika menerima kabar gembira.
3. Kapan waktu terbaik membaca doa syukur atas kabar gembira?
Waktu terbaik adalah segera setelah menerima kabar, tanpa menunda. Jika memungkinkan, lakukan sujud syukur saat itu juga. Doa syukur juga bisa dibaca setelah shalat fardhu, di antara adzan dan iqamah, serta pada sepertiga malam terakhir.
4. Apa perbedaan doa saat mendapat kabar baik dan kabar buruk?
Ketika mendapat kabar baik, Nabi mengucapkan Alhamdulillaahil-ladzii bi ni'matihii tatimmush-shoolihaat. Ketika mendapat kabar buruk, beliau mengucapkan Alhamdulillaahi 'alaa kulli haal (Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan).
5. Apakah boleh membaca doa kabar gembira untuk orang lain?
Ya, boleh. Ketika seseorang menyampaikan kabar gembira, kita bisa mendoakannya dengan Baarakallaahu fiik atau Basyarakallaahu bikhair (Semoga Allah memberikan kegembiraan kepadamu dengan kebaikan), sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Ummu Habibah radhiyallahu 'anha.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367891/original/050720300_1791366349-Your_paragraph_text__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367654/original/007339100_1791359633-HOAX__32_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368308/original/047906600_1791429022-Screenshot_20261007_202025_Facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315652/original/069213500_1785847613-20260804_Alit_Binawan_Persib_vs_Persija_SF_Piala_Presiden_02.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368268/original/067298900_1791427250-Screenshot_2026-10-08-03-54-17-55.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368217/original/024060300_1791421805-TSK_perangkat_desa.jpg.2000x1333_q85_crop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358727/original/038444600_1790406860-033A9336.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332323/original/092026000_1787652985-044785900_1781264883-1181525476-1.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368075/original/009335500_1791376237-IMG-20261007-WA0054.jpg)