Liputan6.com, Jakarta - Ayat Al-Qur’an tentang pertolongan Allah bagi orang beriman menjadi tema yang semakin relevan di tengah berbagai krisis saat ini. Hadirnya pertolongan Allah menjadi harapan umat saat menghadapi berbagai kesulitan hidup.
Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa Allah adalah pelindung dan penolong orang-orang yang beriman, sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Baqarah [2]: 257, “Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya”. Ayat ini menjadi landasan teologis yang membentuk cara pandang seorang mukmin terhadap kehidupan.
Ahmad Soleh dalam tesisnya berjudul Pertolongan Allah dalam Al-Qur’an (Studi terhadap Tafsîr Fî Zhilâl Al-Qur’an) menyimpulkan pertolongan Allah memiliki hakikat, sumber, dan macam yang beragam, serta terdapat faktor-faktor yang mendatangkan dan menghambat pertolongan zhahir dari Allah.
Advertisement
Al-Qur’an menunjukkan adanya term-term kata pertolongan serta janji Allah untuk menolong para rasul, orang beriman, dan orang yang menegakkan agama-Nya, namun Allah tidak berjanji untuk menolong orang-orang zalim. Dalam khazanah tafsir klasik, Al-Qurthubi, At-Thabari, dan Ibn Katsir menegaskan bahwa Allah tidak menjanjikan menolong seluruh rasul-Nya secara mutlak, melainkan menjanjikan pertolongan kepada sebagian utusan-Nya dengan syarat dan ketentuan tertentu.
Pemahaman yang utuh terhadap ayat-ayat pertolongan Allah menjadi kebutuhan mendesak bagi umat Islam, terutama ketika menghadapi situasi krisis dan kesulitan hidup yang kompleks. Merangkum berbagai sumber, berikut ini ulasannya.
Enam Ayat Al-Qur’an tentang Pertolongan Allah bagi Orang Beriman
Al-Qur’an memuat banyak ayat yang secara eksplisit menyebutkan pertolongan Allah bagi orang beriman. Berikut ini disajikan enam ayat utama yang disusun berdasarkan nomor urut surat, lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan tafsir dari ulama dalam kitab-kitab tafsir terpercaya.
1. QS Al-Baqarah [2]: 153
Arab: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Latin: Yā ayyuhal-ladzīna āmanusta‘īnū bish-shabri wash-shalāh, innallāha ma‘ash-shābirīn.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Syekh Nawawi Banten dalam At-Tafsîr al-Munîr li Ma‘âlim al-Tanzîl menjelaskan bahwa maksud “mohonlah pertolongan” adalah memohon pertolongan untuk membersihkan dosa, dengan cara bersabar dalam mengerjakan kewajiban-kewajiban Allah, meninggalkan maksiat, dan menghadapi ujian-Nya, serta dengan memperbanyak shalat sunnah di malam dan siang hari.
Ibn Katsir dalam Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm menegaskan bahwa ayat ini merupakan perintah Allah kepada orang beriman untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai sarana memohon pertolongan, karena keduanya adalah kunci pembuka jalan keluar dari segala kesulitan. Ibnu Katsir berkata: “Semua hal di atas adalah ujian Allah SWT kepada hamba-Nya. Siapa yang bersabar, maka Dia akan memberikan pahala kepadanya dan siapa yang berputus asa kerananya, maka Dia akan menimpakan azab terhadap mereka”.
2. QS Al-Baqarah [2]: 214
Arab: اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ
Latin: Am ḥasibtum an tadkhulul-jannata wa lammā ya’tikum matsalul-ladzīna khalau min qablikum, massat-humul-ba’sā’u wad-dlarā’u wa zulzilū ḥattā yaqūlar-rasūlu wal-ladzīna āmanū ma‘ahū matā nashrullāh, alā inna nashrallāhi qarīb.
Artinya: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, ‘Kapankah datang pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”
Ibn Katsir dalam Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm menjelaskan bahwa ayat ini diturunkan sebagai hiburan bagi kaum mukminin yang menghadapi kesulitan dalam Perang Khandaq.
Allah mengingatkan bahwa umat-umat terdahulu pun mengalami ujian yang jauh lebih berat, kemelaratan, penyakit, dan goncangan jiwa, sebelum pertolongan datang. Jika mereka bersabar, Allah akan memberikan pahala; jika berputus asa, azab yang menanti.
Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menegaskan bahwa ayat ini memotivasi orang beriman yang sedang menghadapi kesulitan dan menumbuhkan keyakinan bahwa tidak lama lagi pertolongan Allah akan datang membawa kemenangan.
3. QS Ali Imran [3]: 160
Arab: اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْۚ وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
Latin: In yanshur kumullāhu falā ghāliba lakum, wa in yakhdzul kum faman dzalladzī yanshuru kum min ba‘dih, wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu’minūn.
Artinya: “Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.”
Sayyid Quthb dalam Fî Zhilâl al-Qur’ân menafsirkan bahwa pertolongan Allah selalu menyertai orang beriman yang tetap teguh, dan ketenangan (sakînah) yang timbul dari pertolongan tersebut menjadi kekuatan batin yang luar biasa.
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menekankan bahwa kata khadzal dalam ayat ini bermakna tindakan Allah meninggalkan hamba-Nya tanpa pertolongan, yang menjadi peringatan teologis bahwa kemenangan dan kekuatan manusia sepenuhnya bergantung pada kehendak Allah.
4. QS At-Taubah [9]: 40
Arab: اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ
Latin: Illā tanshurūhu faqad nasharahullāhu idz akhrajahul-ladzīna kafarū tsāniyatsnaini idz humā fil-ghāri idz yaqūlu lishāḥibihī lā taḥzan innallāha ma‘anā.
Artinya: “Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya; (sedangkan) dia salah satu dari dua orang, ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, ‘Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.’”
Ibnu Katsir dalam Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm menjelaskan bahwa ayat ini mengingatkan manusia tentang pertolongan Allah kepada Rasulullah SAW pada peristiwa hijrah, ketika beliau bersama Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur dan Allah menurunkan ketenangan serta bala tentara yang tidak terlihat untuk melindungi mereka.
Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsîr al-Wajîz menegaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah tidak bergantung pada jumlah atau kekuatan manusia, melainkan pada keimanan dan ketawakalan yang sejati.
5. QS Al-Hajj [22]: 38
Arab: اِنَّ اللّٰهَ يُدٰفِعُ عَنِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُوْرٍ
Latin: Innallāha yudāfi‘u ‘anil-ladzīna āmanū, innallāha lā yuḥibbu kulla khawwānin kafūr.
Artinya: “Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat khianat lagi sangat kufur.”
Ibn Katsir dalam Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm menjelaskan bahwa Allah memberitahukan bahwa Dia selalu membela hamba-hamba-Nya yang bertawakkal dan bertobat kepada-Nya dari perilaku kejahatan dan tipu daya musuh-musuh mereka.
Tafsir Jalalayn menyatakan bahwa Allah membela orang-orang yang beriman dari perbuatan kaum musyrikin, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat serta tidak bersyukur.
6. QS Muhammad [47]: 7
Arab: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ
Latin: Yā ayyuhal-ladzīna āmanū in tanshurullāha yanshur kum wa yutsabbit aqdāmakum.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Tafsir: Tafsir Jalalayn menjelaskan bahwa “menolong Allah” berarti menolong agama-Nya dan Rasul-Nya, maka Allah akan menolong kaum mukmin atas musuh-musuh mereka dan meneguhkan kaki-kaki mereka di medan perang.
Tafsir Kementerian Agama RI menerangkan bahwa ayat ini mengandung makna seruan kepada orang beriman untuk mengorbankan harta dan jiwa dalam membela agama Allah, dan Allah menjanjikan pertolongan berupa kemenangan serta keteguhan hati dan jasad dalam menghadapi musuh.
Kandungan Ayat Al-Qur’an tentang Pertolongan Allah bagi Orang Beriman
Berdasarkan enam ayat di atas, terdapat beberapa kandungan pokok yang dapat diidentifikasi:
Pertama, Allah adalah pelindung dan penolong hakiki orang beriman. QS Al-Baqarah [2]: 257 menegaskan bahwa Allah adalah wali (pelindung) orang-orang yang beriman, yang membawa mereka dari kegelapan menuju cahaya. Dr. Mohammad Al-Zou’bi dalam artikelnya di Iftaa’ Department menjelaskan bahwa pelindung sejati adalah yang membela dan mendukung orang yang dilindunginya, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.
Kedua, pertolongan Allah bersifat mutlak dan tidak terbantahkan. QS Ali Imran [3]: 160 menegaskan bahwa jika Allah menolong, tidak ada satu kekuatan pun yang mampu mengalahkan. Sebaliknya, jika Allah membiarkan tanpa pertolongan, tidak ada siapa pun yang dapat menolong. Ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah adalah variabel penentu dalam setiap persamaan kehidupan.
Ketiga, pertolongan Allah memiliki syarat dan ketentuan. QS Muhammad [47]: 7 menegaskan bahwa pertolongan Allah bergantung pada kesediaan manusia untuk menolong agama-Nya. QS Al-Baqarah [2]: 153 menambahkan bahwa sabar dan shalat adalah dua kunci utama untuk memohon pertolongan Allah.
Keempat, pertolongan Allah mencakup dimensi batin dan lahir. QS At-Taubah [9]: 40 menunjukkan bahwa pertolongan Allah tidak selalu berbentuk kekuatan fisik yang tampak, tetapi juga dapat berupa ketenangan batin (sakînah), keberanian, dan keteguhan hati yang diturunkan ke dalam dada orang-orang beriman.
Kelima, pertolongan Allah datang melalui proses ujian dan kesabaran. QS Al-Baqarah [2]: 214 mengajarkan bahwa surga tidak dicapai tanpa melewati ujian, dan pertolongan Allah baru datang setelah kesabaran diuji hingga batas maksimal.
Keenam, pertolongan Allah tidak diberikan kepada orang zalim. Tesis Ahmad Soleh menegaskan bahwa Allah tidak berjanji untuk menolong orang-orang zalim, tetapi menjanjikan pertolongan kepada para rasul, orang beriman, dan orang yang menegakkan agama-Nya.
Hikmah Memahami Ayat Al-Qur’an tentang Pertolongan Allah bagi Orang Beriman
1. Menumbuhkan ketawakalan yang sejati kepada Allah
Memahami ayat-ayat tentang pertolongan Allah mengajarkan seorang mukmin untuk bersandar kepada Allah setelah melakukan ikhtiar secara maksimal. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah segala upaya dilakukan. Buya Hamka menekankan bahwa tawakal membuat seseorang menyadari bahwa Allah adalah penentu segala sesuatu setelah manusia berusaha.
2. Memperkuat kesabaran dalam menghadapi ujian
Ayat-ayat Al-Qur’an juga mengajarkan bahwa kesabaran merupakan bagian penting dalam meraih pertolongan Allah. QS Al-Baqarah [2]: 153 memerintahkan orang beriman menjadikan sabar dan salat sebagai sarana memohon pertolongan. Sementara itu, QS Al-Baqarah [2]: 214 menggambarkan beratnya ujian yang dihadapi orang-orang beriman sebelum datangnya pertolongan Allah. Tesis Ahmad Soleh menegaskan bahwa ketika syarat-syarat pertolongan telah terpenuhi tetapi pertolongan belum datang, seorang mukmin dituntut untuk tetap bersabar dan tidak mudah berputus asa.
3. Membangun optimisme dan harapan di tengah kesulitan
Memahami janji pertolongan Allah dapat menumbuhkan sikap optimistis ketika menghadapi persoalan hidup. QS Al-Baqarah [2]: 214 ditutup dengan firman Allah, alā inna nashrallāhi qarīb yang berarti, “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” Pesan serupa terlihat dalam QS At-Taubah [9]: 40 ketika Rasulullah SAW menenangkan Abu Bakar dengan mengatakan, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Ayat tersebut mengajarkan bahwa kondisi sulit tidak seharusnya menghilangkan harapan kepada pertolongan Allah.
4. Mendorong keterlibatan aktif dalam menegakkan kebenaran
Pertolongan Allah tidak hanya dikaitkan dengan doa dan pengharapan, tetapi juga dengan kesediaan manusia untuk berbuat dan mengambil peran. Dalam QS Muhammad [47]: 7, Allah menjanjikan pertolongan kepada orang-orang beriman apabila mereka menolong agama-Nya. Karena itu, memahami ayat tersebut dapat mendorong seorang mukmin untuk aktif dalam dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, serta berbagai upaya memperbaiki kehidupan masyarakat.
5. Menumbuhkan kesadaran bahwa pertolongan Allah berjalan melalui sunnatullah
Pertolongan Allah juga perlu dipahami dalam kerangka sunnatullah, yakni ketetapan dan hukum-hukum Allah yang berlaku dalam kehidupan. Yusuf Qardhawi dalam Sunnatullah menjelaskan pentingnya memahami ketetapan tersebut agar seorang mukmin tidak hanya menunggu pertolongan secara pasif atau mengandalkan hal-hal yang bersifat supranatural. Seorang Muslim tetap dituntut untuk menggunakan akal, ilmu, kemampuan, perencanaan, dan usaha secara maksimal, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah.
Pertanyaan Seputar Ayat Al Quran
1. Ayat Al-Qur’an mana yang paling lengkap menjelaskan tentang pertolongan Allah bagi orang beriman?
QS Ali Imran [3]: 160 dianggap paling komprehensif karena mencakup tiga dimensi sekaligus: kepastian pertolongan Allah, konsekuensi jika Allah membiarkan, dan kewajiban tawakal bagi orang beriman. Ayat ini juga menjadi landasan utama dalam tesis Ahmad Soleh tentang pertolongan Allah dalam perspektif Sayyid Quthb.
2. Apa perbedaan antara pertolongan Allah yang zhahir dan yang batin?
Pertolongan zhahir adalah pertolongan yang tampak secara fisik, seperti kemenangan dalam peperangan, rezeki yang datang, atau kesembuhan dari penyakit. Adapun pertolongan batin adalah pertolongan yang tidak tampak secara fisik, seperti ketenangan hati, kekuatan iman, kesabaran, dan kemampuan menghadapi ujian dengan lapang dada.
3. Apakah pertolongan Allah hanya datang saat kondisi darurat saja?
Tidak. Pertolongan Allah hadir dalam setiap aspek kehidupan orang beriman, baik dalam kesulitan maupun kemudahan. QS Al-Baqarah [2]: 257 menegaskan bahwa Allah adalah pelindung yang terus-menerus membimbing orang beriman dari kegelapan menuju cahaya. QS Al-Baqarah [2]: 153 bahkan menjadikan sabar dan shalat sebagai sarana yang selalu tersedia untuk memohon pertolongan-Nya.
4. Bagaimana cara memastikan bahwa kita layak mendapatkan pertolongan Allah?
Al-Qur’an memberikan beberapa syarat: menolong agama Allah (QS Muhammad [47]: 7), beriman dengan benar, bertawakal kepada Allah, bersabar (QS Al-Baqarah [2]: 153), dan menjauhi kezaliman. Tesis Ahmad Soleh menegaskan bahwa Allah tidak berjanji untuk menolong orang-orang zalim.
5. Mengapa pertolongan Allah kadang terasa lambat datangnya?
QS Al-Baqarah [2]: 214 menjelaskan bahwa keterlambatan pertolongan bukanlah tanda ditinggalkan, melainkan bagian dari proses ujian yang telah dialami umat-umat terdahulu. Bahkan para rasul dan orang beriman yang menyertai mereka sampai bertanya, “Kapankah datang pertolongan Allah?”—dan jawabannya adalah alā inna nashrallāhi qarīb, pertolongan Allah itu dekat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367654/original/007339100_1791359633-HOAX__32_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367806/original/093780900_1791362859-purbaya_KPK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368075/original/009335500_1791376237-IMG-20261007-WA0054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368201/original/052365900_1791413737-WhatsApp-Image-2026-10-07-at-13.53.57-600x475.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368199/original/080041600_1791412998-73cf2e1c-2879-441d-8799-a1a312e40afc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346144/original/007432000_1789112437-1000509112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368167/original/052718100_1791389292-1001739598.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368196/original/065263200_1791411654-1001739799.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367150/original/056230900_1791300487-1001020903.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368086/original/092762900_1791377354-1001739072.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360286/original/057692900_1790607280-timnas_1_joey.jpg)