Halal Bihalal IKA PMII Jadi Ajang Konsolidasi Alumni

Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) menggelar halal bihalal di Jakarta, Minggu (19/4) malam.

Diterbitkan 19 April 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar Muktamar ke-35 pada tahun ini. Sebagai Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII), para kader yang dulu menjadi bagian dari NU di tataran kemahasiswaan memberi perhatian terhadap organisasi Islam terbesar se-Indonesia itu dalam acara halal bihalal di Jakarta, Minggu (19/4) malam.

Salah satunya Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. Dia menuturkan, keprihatinan terhadap kondisi internal NU saat ini tak bisa ditampik.

“Apa yang terjadi di tubuh NU hari ini adalah keprihatinan kita semua. Kepemimpinan yang tidak solid, tidak produktif, nah ini harus menjadi keprihatinan kita semua,” kata pria karib disapa Cak Imin itu, Minggu (19/4).

Senada dengan itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga hadir turut memberikan pandangannya terhadap NU. Dia berharap, NU memiliki peluang besar menjadi pusat peradaban Islam modern dunia. Sebab saat ini, posisi moderat NU menjadi kekuatan utama dalam menjembatani berbagai kepentingan global.

“NU itu akan menjadi episentrum peradaban Islam modern akan datang,” yakin dia dalam acara itu.

 

Jadi Ajang Konsolidasi

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam kesempatan yang sama juga menyebut bahwa PMII adalah anak yang lahir dari rahim NU dan anak intelektual NU. Karena itu, saat PMII memikirkan NU sudah menjadi kewajiban dan keharusan. Termasuk mengkonsolidasi agar NU menjadi lebih baik.

"Kalau alumni organisasi mahasiswa yang lain yang tidak lahir dari NU saja konsolidasi untuk NU kenapa alumni PMII yang lahir dari NU tidak konsolidasi? Karena itu alumni PMII berkewajiban untuk melakukan konsolidasi untuk upaya perbaikan, supaya NU ke depan lebih produktif, lebih maslahat kepada Nahdlatul Ulama, kepada Nahdliyin, dan kepada umat manusia," imbuhnya menandasi.