Liputan6.com, Jakarta - Berakhirnya bulan suci kerap kali disusul dengan menurunnya semangat beribadah. Fenomena ini mestinya bisa dihindari. Pertanyaan terpenting yang muncul adalah bagaimana memulai kebiasaan baik setelah Ramadhan?
Rasulullah SAW sebagaimana direkam dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim menganjurkan agar umatnya istiqamah dalam beribadah. Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang berkesinambungan walaupun sedikit. Pelajaran yang bisa dipetik adlah agar kita agar tidak terbebani oleh kuantitas, melainkan berfokus pada rutinitas ibadah yang dapat terus terpelihara sepanjang tahun.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' 'Ulumuddin mengungkapkan, pembentukan akhlak mulia sangat bergantung pada pembiasaan amal saleh yang terus diulang. Menjaga rutinitas kebaikan pasca-Ramadan merupakan bentuk nyata pembinaan jiwa dan bukti kesungguhan ketaatan seorang hamba.
Advertisement
Berikut ini adalah panduan bagaimana memulai kebiasaan baik setelah ramadhan, merujuk literatur kontemporer dan klasik. Simak selengkapnya.
1. Memulai dengan Niat yang Tulus dan Ikhlas
Segala sesuatu bermula dari hati. Untuk bisa memulai kebiasaan baik setelah Ramadan, langkah pertama adalah meneguhkan niat dan tekad kuat dalam lubuk hati serta menyadari bahwa ibadah bukan hanya di dalam bulan Ramadan saja, namun di setiap hari di bulan apapun.
Ibnu Taimiyah RA berkata segala sesuatu yang tidak didasari ikhlas karena Allah, pasti tidak bermanfaat dan tidak akan kekal. Sedangkan para ulama juga memiliki istilah lain, yaitu 'Segala sesuatu yang didasari ikhlas karena Allah, pasti akan langgeng'.
Niat yang ikhlas akan menjadi fondasi kokoh bagi bangunan kebiasaan baik yang hendak kita bangun. Tanpa keikhlasan, semangat hanya akan bertahan sebentar lalu padam.
2. Mengambil Satu Kebiasaan Kecil dan Konsisten
Salah satu kesalahan terbesar setelah Ramadan adalah mencoba mempertahankan semua kebiasaan sekaligus. Mulai dari bangun sahur, tadarus berjam-jam, shalat tarawih, hingga sedekah setiap hari. Akibatnya, terjadi kelelahan dan akhirnya semua ditinggalkan.
Ebook Panduan Amalan Syawal menekankan pentingnya pendekatan bertahap. Pilihlah satu kebiasaan kecil yang bermakna yang dapat Anda masukkan ke dalam kehidupan sehari-hari dan pertahankan.
Rasulullah SAW bersabda, "Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dikerjakan terus menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengajarkan bahwa kunci utama adalah konsistensi, bukan intensitas. Amal kecil yang dilakukan secara rutin lebih dicintai Allah daripada amal besar yang hanya dilakukan sekali-sekali.
3. Memulai dengan Puasa Syawal, Pahala Setahun
Amalan pertama dan utama yang bisa dilakukan untuk memulai kebiasaan baik pasca-Ramadan adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Ebook 30 Inspirasi Ibadah Syawal menyebutkan bahwa puasa ini adalah amalan yang sangat digalakkan karena ganjarannya yang besar.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim, no. 1164).
Puasa Syawal menjadi jembatan emas yang menghubungkan kebiasaan ibadah di bulan Ramadan dengan bulan-bulan berikutnya. Dengan memulai puasa Syawal, kita sedang melatih diri untuk tetap berada dalam "mode ibadah" meskipun Ramadan telah berlalu.
4. Menjaga Shalat Tepat Waktu dan Berjamaah
Shalat adalah tiang agama. Ebook 30 Inspirasi Ibadah Syawal menekankan pentingnya menjaga shalat berjemaah di masjid sebagai kelanjutan dari kebiasaan baik selama Ramadan. Jika selama Ramadan kita terbiasa shalat tepat waktu bahkan berjamaah di masjid, maka pertahankan kebiasaan itu.
Salah satu aspek Ramadan yang paling transformatif adalah konsistensi dalam beribadah. Rutinitas harian kita berpusat pada doa, dan selama Ramadan, kita mendapati diri kita lebih fokus dan hadir dalam shalat kita . Untuk melanjutkan kebiasaan ini, berusahalah untuk mematuhi jadwal salat Anda. Atur pengingat, dan utamakan salat daripada hal-hal yang mengganggu.
Rasulullah SAW bersabda: "Sholat berjemaah itu lebih baik daripada solat sendirian dengan dua puluh tujuh darjat." (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650).
Advertisement
5. Melanjutkan Tilawah Al-Qur'an Meski Hanya 1 Halaman
Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur'an. Umat Islam berlomba membaca dan mengkhatamkan Al-Qur'an. Namun setelah Ramadan, kebiasaan ini sering ditinggalkan. Padahal, membaca Al-Qur'an secara konsisten akan menambah ketenangan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Buku Amalan setelah Ramadhan (Sukamto HM) mengutip firman Allah dalam Surah Al-Muzzammil ayat 20: "Bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur'an."
Buat target harian, meski hanya satu halaman. Yang penting rutin. Ebook 30 Inspirasi Ibadah Syawal memberikan tips praktis:
- Tetapkan masa khusus setiap hari, seperti selepas solat Subuh atau sebelum tidur
- Baca dengan tadabbur (memahami makna ayat)
- Amalkan bacaan surah-surah yang disunatkan seperti Al-Kahfi pada hari Jumat
6. Melanjutkan Sedekah Meski Hanya Sedikit
Ramadhan identik dengan berbagi. Ebook 30 Inspirasi Ibadah Syawal menekankan bahwa sedekah adalah amalan yang tidak terbatas kepada bulan Ramadan sahaja, tetapi perlu diteruskan pada bulan Syawal dan seterusnya. Sedekah mampu menyucikan harta, menghapuskan dosa, dan mendatangkan keberkatan dalam hidup.
Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah itu menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmizi, no. 614 – Sahih).
Tips praktis:
- Sediakan tabung sedekah di rumah dan galakkan ahli keluarga menyumbang
- Amalkan sedekah kecil setiap hari, walaupun hanya RM1, dengan niat ikhlas kerana Allah
- Tetapkan satu jumlah kecil untuk disedekahkan setiap hari sepanjang Syawal.
7. Memilih Lingkungan dan Teman yang Saleh
Lingkungan sangat mempengaruhi kualitas iman. Ebook Panduan Amalan Syawal menyebutkan pentingnya menjaga silaturahim dengan orang-orang saleh sebagai bagian dari mempertahankan semangat ibadah.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap." (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika selama Ramadan kita dekat dengan orang-orang saleh, majelis ilmu, dan kegiatan masjid, maka menjaga lingkungan tersebut adalah bagian penting dari mempertahankan kebiasaan baik.
8. Memperbanyak Doa Memohon Keistiqamahan
Langkah fundamental lainnya adalah memperbanyak doa. Hati manusia mudah berbolak-balik. Karena itu Rasulullah SAW sering berdoa:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Latin: "Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi 'alaa diinik"
Artinya: Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.
Dalam tafsir Ibnu Katsir, setelah Ummu Salamah menyebutkan doa tersebut, beliau pun membaca,
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Latin: "Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba'da idz hadaitanā wa hab lanā min ladunka rahmah, innaka antal-wahhāb"
Artinya: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi karunia) (QS. Ali Imran: 8).
Advertisement
Kelima Hikmah Menjaga Keistiqamahan Ibadah Setelah Ramadan
Mempertahankan kebiasaan baik setelah Ramadan bukan sekadar rutinitas kosong, tetapi memiliki hikmah mendalam yang akan dirasakan oleh setiap muslim yang melakukannya. Berikut adalah lima hikmah utama yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Tanda Diterimanya Ibadah Ramadan
Membiasakan puasa setelah puasa Ramadhan merupakan tanda diterimanya amal puasa di bulan Ramadhan. Sesungguhnya Allah jika menerima suatu amal dari seorang hamba, maka Allah memberinya taufik untuk melakukan amal soleh setelahnya.
Jika setelah Ramadan kita tetap istiqamah dalam kebaikan, itu adalah indikasi bahwa Ramadan kita diterima. Sebaliknya, jika ibadah menurun drastis, maka perlu introspeksi diri.
2. Mendapatkan Kecintaan Allah SWT
Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin walaupun sedikit. Orang yang istiqamah dalam ibadah, meskipun sedikit, akan meraih cinta Allah yang merupakan puncak kebahagiaan seorang hamba.
3. Kekuatan Hati dan Keteguhan Pendirian
Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Tuhan kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, 'Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu'." (QS Fushshilat: 30).
Orang yang senantiasa istiqamah akan mendapatkan kekuatan untuk teguh dalam pendirian dan sikap yang benar. Hal ini dikarenakan Allah SWT telah menguatkan dan mengokohkan hatinya.
4. Pahala Terus Mengalir Meski Berhalangan
Salah satu keistimewaan orang yang istiqamah adalah pahala kebaikannya akan terus mengalir walaupun tidak dilaksanakan karena uzur syar'i seperti sakit atau bepergian.
5. Terbentuknya Kepribadian Muslim yang Utuh
Ramadhan telah memberikan pembelajaran yang banyak terhadap kepribadian seorang muslim dalam rangka melahirkan insan yang bertakwa. Di antaranya yaitu semangat beribadah, senantiasa menjaga diri dari maksiat, suka membantu orang fakir dan miskin, serta berempati dan peduli terhadap saudara seiman.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4010959/original/006049900_1651214801-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)