Gekrafs dan Masjid Nusantara Lengkapi Kebutuhan Ibadah Penyintas Banjir di Padang

Masjid yang dibangun secara mandiri lewat kolaborasi pihak swasta dan personal ini akan melengkapi fasilitas sosial dasar bagi sekitar 100 keluarga penyintas yang saat ini menempati huntara.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 dengan hadir langsung di kawasan Hunian Sementara (huntara) Limau Manis, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/1/2026). GEKRAFS berbagi bersama warga penyintas banjir melalui doa bersama serta rangkaian kegiatan sosial, salah satunya peletakan batu pertama masjid sementara.

Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menegaskan bahwa ulang tahun organisasi bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“GEKRAFS tidak ingin memperingati ulang tahun hanya dengan seremoni. Kami ingin hadir bersama masyarakat, merasakan yang mereka rasakan, dan mengambil bagian untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang baru pulih dari bencana,” ujar Kawendra dalam keterangannya, Jumat (23/1).

Wakil Gubernur Sumatera Barat yang juga Wakil Ketua Umum GEKRAFS, Vasco Ruseimy, mengapresiasi langkah GEKRAFS yang turun langsung dan menyatu dengan warga huntara.

“Kehadiran seperti ini sangat berarti, karena bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa semangat dan harapan bagi masyarakat,” tuturnya.

 

Peletakan Batu Pertama Masjid Sementara

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peletakan batu pertama pembangunan masjid sementara yang dihadirkan melalui kolaborasi dengan Masjid Nusantara. Masjid yang dibangun secara mandiri lewat kolaborasi pihak swasta dan personal ini akan melengkapi fasilitas sosial dasar bagi sekitar 100 keluarga penyintas yang saat ini menempati huntara.

“Kehadiran masjid sementara ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ibadah masyarakat sekaligus menjadi ruang pemulihan spiritual bagi para penyintas pascabencana. Selain kehilangan harta benda dan tempat tinggal, bencana juga berdampak pada kondisi psikologis dan keimanan masyarakat,” jelas CEO Masjid Nusantara, Pras Purworo.

Pras juga menyampaikan bahwa peradaban Islam yang kuat selalu berawal dari masjid. Oleh karena itu, Pras berharap dari masjid sementara di kawasan huntara ini tumbuh kembali semangat kebangkitan masyarakat, khususnya di Sumatera Barat, dan secara lebih luas bagi para penyintas bencana di wilayah Sumatera.

“Pembangunan masjid sementara saat ini masih dalam tahap asesmen lanjutan, termasuk koordinasi perizinan dengan pihak terkait, pemetaan ketersediaan material di sekitar lokasi, serta rencana pelibatan masyarakat setempat yang memiliki keahlian pertukangan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” pungkasnya.