Doa Nabi Ibrahim Ketika Meninggalkan Hajar dan Ismail, Amalkan dan Pahami Maknanya

Doa nabi Ibrahim ketika meninggalkan Hajar dan Ismail mengandung makna mendalam bagi kehidupan manusia modern berisi keteguhan, kesabaran, dan tawakal.

Diterbitkan 06 November 2025, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan putranya, Ismail meruoakan kisah yang paling menggetarkan dalam sejarah Islam. Terutama kumpulan doa Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam Al-Quran Surah Ibrahim ayat 37. Salah satunya adalah doa nabi Ibrahim ketika meninggalkan Hajar dan Ismail.

Menurut buku Khadijah: Cinta dalam Iman dan Pengorbanan Oleh Ririn Astutiningrum · 2025 halaman 190, atas perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya yang masih bayi di sebuah lembah tandus yang kini dikenal Kota Mekah.

Tindakan ini tak lain adalah wujud ketaatan total seorang bapak para Nabi kepada Allah. Meski dalam kondisi yang sulit di tengah padang yang tandus, beliau tetap percaya Allah tidak akan menelantarkan keluarga yang ditinggalkan demi menjalankan perintah-Nya. 

Dalam perjalanan itu, Nabi Ibrahim mengucapkan doa nabi Ibrahim ketika meninggalkan Hajar dan Ismail. Doa tersebut menggambarkan kepasrahan, kasih sayang, dan permohonan agar penerusnya senantiasa dilindungi Allah SWT.

Doa Nabi Ibrahim Ketika Meninggalkan Hajar dan Ismail

 

 

Dijelaskan dalam buku 25 Kisah Nabi & Rasul oleh Aan Wulandari Usman, 2017 halaman 34, Nabi Ibrahim sosok yang sangat taat melakukan perintah Allah, seberat apa pun perintah Allah kepadanya. Beliau pun memohon kepada Allah agar rezeki dilimpahkan kepada keturunannya. 

Arab:

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ 

Latin: 

 Robbanaa inii askantu min dzurriyyatii biwaa din ghoyri dzii zar'in 'inda baytikal muharrom, robbanaa liyuqiimush sholaata faj'al af idatam minannaasi tahwii ilayhim warzuqhum minats tsamarooti la 'alahum yasykurun

Artinya: 

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (Yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berikanlah rezeki mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." (QS. Ibrahim:  37)

 

Makna Doa Nabi Ibrahim Ketika Meninggalkan Hajar dan Ismail

 

Menurut buku Dahsyatnya Doa Para Nabi Oleh Syamsuddin Noor, 2008, halaman 130, melalui doa ini, Allah SWT mengajarkan kepada kita agar banyak mengambil pelajaran dari sejarah orang-orang shaleh terdahulu seperti sejarah perjuangan Nabi Ibrahim AS. Tujuannya agar kita menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah dan senantiasa mengharapkan rahmat, ampunan, serta kebaikan bagi diri kita dan generasi mendatang. Doa ini baik sekali jika dibaca setiap hari sebagai doa-doa utama.

1. Keteladanan Nabi Ibrahim dalam Ketaatan

Ketaatan ini tergambar pada kisah Nabi Ibrahim yang tak pernah mempertanyakan perintah Allah SWT. Meskipun harus meninggalkan istri dan anaknya di padang pasir gersang, keihkhlasannya berbuah hasil besar. Doa yang diucapkannya tersebut mengubah kondisi kota Makkah yang kini dimuliakan oleh Allah SWT.

2. Keajaiban Doa Nabi Ibrahim

Dahulu Makkah adalah lebah yang tandus tanpa sumber air. Berkat doa nabi Ibrahim ketika meninggalkan Hajar dan Ismail, tempat itu jadi pusat peradaban dan ibadah yang besar. Bahkan Makkah menjadi kota paling makmur di dunia. Disebutkan dalam doa tersebut, Nabi Ibrahim berdoa agar Makkah dilimpahkan dengan buah-buahan yang menjadi bukti nyata saat ini

3. Air Zam Zam dan Keteguhan Hati Kisah Hajar dan Ismail

Perjalanan Nabi Ibrahim bersama Hajar dan Ismail merupakan bentuk ujian kesabaran yang luar biasa. Setelah melakukan perjalanan panjang menuju Mekah, Nabi Ibrahim meninggalkan keduanya dengan bekal seadanya. 

Beliau berkata kepada Hajar, "Bertawakallah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya. Percayalah kepada kekuasaan dan rahmat-Nya. Dialah yang memerintahkan aku membawamu ke sini dan Dialah yang akan melindungi dan menyertaimu di tempat yang sunyi ini. Sesungguhnya, sekali-kali aku tidak akan tega meninggalkan kamu seorang diri di sini ber-sama putraku yang sangat kucintai ini. Percayalah wahai Hajar! Allah Yang Mahakuasa tidak akan menelantarkan kalian berdua tanpa perlindungan-Nya. Rahmat dan berkah-Nya akan tetap turun untuk kalian berdua untuk selamanya, Insya Allah."

Kisah ini mengilhami mukjizat air zam-zam yang terus mengalir sampai sekarang. Setelah mencari sumber air dengan bolak-balik dari bukit safa dan marwah, Hajar berserah diri kepada Allah. Kisah ini mengajarkan bahwa dibalik perpisahan dan kesulitan selalu ada rahmat dan pertolongan dari Allah bagi mereka yang beriman. 

4. Harapan Nabi Ibrahim untuk Umat Islam

Menurut buku 25 Kisah Nabi & RasulOleh Aan Wulandari Usman · 2017 halaman 34, gelar Nabi Ibrahim sebagai bapak para nabi tertuang dalam QS Al Ankabut ayat 27. Allah menganugerahkan kepada Nabi Ibrahim putra bernama Ishaq, dan Ya`qub. Dari sanalah garis keturunan nabi berlanjut hingga nabi Muhammad SAW. 

Nabi Ibrahim berharap kepada keturunannya agar tetap menjaga sholat. Selain itu, Nabi Ibrahim berharap agar menjadikan hati sebagian manusia condong ke keturunan Nabi Muhammad yang sholeh tersebut. 

5. Pelajaran Hidup dari Doa Nabi Ibrahim Ketika Meninggalkan Hajar dan Ismail

Mendalami makna doa Nabi Ibrahim tentu mengandung hikmah yang bisa dipraktikkan di kehidupan sehari-hari umat Islam.

  • Taat pada perintah Allah, meskipun terasa berat
  • Yakin akan pertolongan Allah bahkan dalam situasi suli sekalipun
  • Berdoa untuk keluarga, dan generasi penerus.
  • Berusaha dan Bertawakal secara seimbang 
  • Bersyukur atas setiap rezeki sekecil apapun.

Dengan memahami pelajaran dari doa nabi Ibrahim ketika meninggalkan Hajar dan Ismail. Selama hati terikat dengan iman, setiap langkah yang diambil akan diberkahi sebagaimana lembah tandus Mekah ini jadi tempat paling mulia di Dunia.

 

 QNA Seputar Doa Nabi Ibrahim

 

 

 

1. Apa isi doa Nabi Ibrahim saat meninggalkan Hajar dan Ismail?

Doanya terdapat dalam QS. Ibrahim: 37, berisi permohonan agar keturunannya tetap salat, dicintai manusia, dan diberi rezeki yang baik.

2. Apa makna doa Nabi Ibrahim tersebut?

Maknanya adalah ketaatan dan kepasrahan total kepada Allah, serta doa agar keturunannya hidup dalam keimanan dan keberkahan.

3. Mengapa Nabi Ibrahim meninggalkan keluarganya di padang tandus?

Itu adalah perintah Allah SWT sebagai ujian iman. Dari peristiwa ini muncul mukjizat sumur Zamzam sebagai pertolongan Allah.

4. Apa hikmah dari doa Nabi Ibrahim?

Mengajarkan tawakal, sabar, dan syukur, serta keyakinan bahwa doa dapat mengubah keadaan seperti Mekah yang kini makmur.

5. Kapan sebaiknya membaca doa ini?

Bisa dibaca kapan saja, terutama setelah salat atau saat memohon keberkahan bagi keluarga dan keturunan.