Liputan6.com, Jakarta  Kisah tentang penyebab ahli ibadah masuk neraka menjadi peringatan penting bagi setiap muslim untuk menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah yang rajin tidak selalu menjamin seseorang masuk surga jika tidak diimbangi dengan akhlak yang baik.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah SAW pernah menceritakan tentang seorang wanita yang rajin salat, puasa, dan sedekah namun masuk neraka karena sering menyakiti tetangganya dengan lisan. Sebaliknya, wanita yang ibadahnya sederhana justru masuk surga karena tidak pernah menyakiti tetangganya.
Melansir dari berbagai sumber, penyebab ahli ibadah masuk neraka adalah karena mengabaikan aspek muamalah atau hubungan sosial dengan sesama manusia. Meskipun ibadah kepada Allah SWT terpenuhi, namun hak-hak sesama manusia yang dilanggar menjadi penghalang masuk surga. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (24/10/2025).
Advertisement
Penyebab Utama Ahli Ibadah Masuk Neraka
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang ahli ibadah bisa masuk neraka meskipun rajin beribadah. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Menyakiti Tetangga dengan Lisan
Berbicara kasar, menggunjing, atau menghina tetangga merupakan dosa besar yang dibenci Allah SWT. Meskipun seseorang rajin salat dan puasa, jika ia terus menyakiti tetangganya dengan kata-kata yang menyakitkan, maka ibadahnya tidak akan diterima. Rasulullah SAW dengan tegas menyatakan bahwa wanita yang rajin beribadah namun sering menyakiti tetangga akan masuk neraka.
2. Riya atau Pamer Ibadah
Melakukan ibadah dengan niat mencari pujian atau pengakuan dari manusia adalah bentuk syirik kecil yang sangat berbahaya. Allah SWT tidak akan menerima ibadah yang dilakukan dengan niat riya. Orang yang beribadah hanya untuk dilihat orang lain sebenarnya tidak mendapat pahala sama sekali, bahkan bisa mendapat dosa karena telah mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya.
3. Sombong dan Meremehkan Orang Lain
Kesombongan karena merasa lebih taat beribadah dibanding orang lain adalah penyakit hati yang berbahaya. Orang yang sombong dengan ibadahnya cenderung meremehkan orang lain yang dianggap kurang taat. Sikap ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan kerendahan hati dan tidak boleh menghakimi orang lain.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374406/original/051837800_1679988684-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)
4. Mengabaikan Hak-Hak Orang Lain
Penyebab ahli ibadah masuk neraka salah satunya adalah karena melanggar hak orang lain seperti tidak membayar utang, tidak menunaikan amanah, atau mengambil hak orang lain secara tidak adil. Dalam Islam, hak-hak sesama manusia sangat dijaga dan harus dipenuhi. Jika seseorang rajin beribadah namun mengabaikan hak orang lain, ibadahnya tidak akan menyelamatkannya dari neraka.
5. Buruk Sangka dan Suka Menuduh
Berprasangka buruk kepada orang lain dan suka menuduh tanpa bukti adalah akhlak tercela yang dibenci Allah SWT. Orang yang suka berburuk sangka akan selalu melihat keburukan orang lain meskipun ia sendiri rajin beribadah. Sikap ini menunjukkan ketidaktulusan dalam beragama dan bisa menghapus pahala ibadah yang telah dilakukan.
6. Tidak Menjaga Lisan dari Ghibah dan Fitnah
Ghibah atau menggunjing adalah membicarakan keburukan orang lain yang tidak disukai jika ia mendengarnya. Fitnah adalah berita bohong yang disebarkan untuk menjatuhkan orang lain. Kedua perbuatan ini sangat dibenci Allah SWT dan bisa menghapus pahala ibadah. Bahkan dalam Al-Quran, ghibah disamakan dengan memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati.
7. Tidak Ikhlas dalam Beribadah
Keikhlasan adalah ruh dari setiap ibadah. Ibadah yang dilakukan tanpa keikhlasan karena Allah SWT tidak akan diterima. Orang yang beribadah dengan tujuan lain selain mengharap ridha Allah, seperti ingin dipuji atau mendapat kedudukan, akan kehilangan pahala ibadahnya dan bisa menjadi penyebab masuk neraka.
Melansir dari hadits riwayat At-Tirmidzi, akhlak yang baik memiliki bobot yang sangat berat dalam timbangan amal di akhirat, bahkan bisa menyamai pahala orang yang rajin puasa dan salat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya akhlak mulia dalam kehidupan beragama seorang muslim.
Advertisement
Kisah Ahli Ibadah yang Masuk Neraka
Kisah nyata tentang ahli ibadah yang masuk neraka terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah RA. Suatu ketika, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang seorang wanita yang sangat rajin beribadah. Wanita tersebut tidak pernah meninggalkan salat, rajin berpuasa, dan banyak bersedekah.
Namun, wanita tersebut memiliki kebiasaan buruk yaitu sering menyakiti tetangganya dengan lisan. Ia kerap berkata kasar, menghina, atau mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati tetangganya. Ketika ditanya tentang nasib wanita tersebut, Rasulullah SAW dengan tegas menjawab, "Wanita itu akan berada di neraka."
Kemudian sahabat tersebut bertanya lagi tentang wanita lain yang berbanding terbalik. Wanita kedua ini tidak terlalu banyak beribadah, jarang berpuasa, dan tidak banyak bersedekah. Namun, ia pernah menyedekahkan sepotong keju dan yang paling penting, ia tidak pernah menyakiti tetangganya dengan lisannya. Rasulullah SAW menjawab, "Wanita itu akan berada di surga."
Kisah ini juga menunjukkan bahwa Allah SWT sangat memperhatikan bagaimana seorang hamba memperlakukan sesama manusia. Penyebab ahli ibadah masuk neraka dalam kisah ini adalah karena melalaikan aspek muamalah meskipun rajin dalam ibadah ritual. Ini menjadi peringatan keras bagi setiap muslim untuk tidak hanya fokus pada ibadah vertikal, tetapi juga menjaga hubungan horizontal dengan sesama.
Pentingnya Akhlak Mulia dalam Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4573773/original/021416200_1694591354-20230913111830__fpdl.in__quran-being-held-hands-close-up_23-2148444089_normal.jpg)
Akhlak mulia menempati posisi sangat penting dalam ajaran Islam, bahkan disamakan dengan tujuan utama diutusnya Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Hal ini menunjukkan bahwa kesempurnaan agama seseorang sangat bergantung pada kebaikan akhlaknya.
Islam tidak hanya mengajarkan ritual ibadah seperti salat, puasa, dan zakat, tetapi juga menekankan pentingnya perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Seorang muslim yang sempurna adalah mereka yang mampu menunjukkan akhlak terpuji dalam setiap aspek kehidupannya, baik dalam berhubungan dengan Allah, dengan sesama manusia, maupun dengan lingkungan sekitar.
Melansir dari hadits riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada sesuatu pun yang diletakkan di atas timbangan yang beratnya melebihi akhlak yang baik. Seorang pemilik akhlak baik akan mencapai derajat ahli puasa dan salat. Hadits ini menunjukkan bahwa akhlak mulia memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah SWT, bahkan bisa menyamai pahala ibadah-ibadah utama.
Â
Advertisement
Keseimbangan antara Habluminallah dan Habluminannas
Keseimbangan antara habluminallah (hubungan manusia dengan Allah) dan habluminannas (hubungan manusia dengan sesama manusia) merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan keagamaan dan sosial umat Islam.
Dalam perspektif vertikal-horizontal ini, seorang mukmin tidak cukup hanya terfokus pada ritual ibadahnya saja bagian hubungan dengan Allah, tanpa memperhatikan interaksi dan tanggung jawabnya terhadap sesama manusia. Sebaliknya, aktif dalam kebaikan sosial namun mengabaikan penghambaan kepada Allah juga belum memenuhi makna iman yang utuh.
Dalam buku Saleh Ritual, Saleh Sosial karya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) disebutkan bahwa kesalehan tidak hanya mengenai ibadah-ibadah ritual. Dalam bukunya, Gus Mus menolak pemisahan antara hubungan hamba dan Tuhannya di satu pihak dan relasi sesama manusia di pihak lain.
Dia menegaskan bahwa orang yang rajin beribadah tetapi lalai terhadap sesama belum bisa disebut muttaqi, demikian juga yang aktif soal sosial namun mengabaikan kewajiban kepada Allah tetap belum lengkap.Â
Sementara itu dalam buku Syarat Sebuah Amal Diterima oleh Hafidz Muftisany dijelaskan bahwa terdapat dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam amal saleh, yaitu amal ibadah dan amal jariyah yaitu habluminallah dan habluminannas. Dengan demikian, keseimbangan keduanya menjadi landasan agar amal tersebut tidak hanya sah secara ritual, tetapi juga bermakna dalam kehidupan bersama.
FAQ
1. Apa penyebab utama ahli ibadah bisa masuk neraka?
Penyebab utamanya adalah menyakiti orang lain terutama tetangga dengan lisan, meskipun rajin beribadah kepada Allah SWT.
2. Apakah ibadah yang banyak pasti menjamin masuk surga?
Tidak selalu, karena ibadah harus diimbangi dengan akhlak yang baik dan menjaga hak-hak sesama manusia.
3. Apa yang dimaksud dengan keseimbangan habluminallah dan habluminannas?
Keseimbangan antara hubungan dengan Allah melalui ibadah ritual dan hubungan baik dengan sesama manusia melalui akhlak mulia.
4. Mengapa hak tetangga sangat penting dalam Islam?
Karena tetangga adalah orang terdekat dalam kehidupan sehari-hari dan Allah SWT sangat menekankan untuk berbuat baik kepada mereka.
5. Apa bahaya ghibah bagi seorang ahli ibadah?
Ghibah dapat menghapus pahala ibadah dan menjadi penyebab masuk neraka meskipun rajin beribadah.
6. Bagaimana cara menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain?
Dengan selalu berpikir sebelum berbicara, menghindari gunjingan, dan mengingat hadits untuk berkata baik atau diam.
7. Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur menyakiti orang lain?
Segera meminta maaf kepada yang bersangkutan dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4830372/original/038035000_1715592365-quran-being-held-hands-close-up.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301667/original/044600200_1784511418-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258400/original/000932100_1781342638-063_2281325777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163925/original/080587200_1742089761-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293816/original/090553700_1783751992-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302437/original/062865000_1784549461-Argentina_s_Lionel_Messi__10__takes_a_corner_watched_by_Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302430/original/022838000_1784547974-FIFA_President_Gianni_Infantino__left__and_President_Donald_J._Trump__center__congratulate_Spain_s_Pau_Cubars__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302353/original/019992900_1784542330-000_C2LP6JB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)