Liputan6.com, Jakarta Hari kiamat disebut pula dengan Yaum Al Fashl atau Hari Keputusasaan. Penamaan hari akhir itu cukup menggambarkan betapa umat manusia begitu putus asa saat detik-detik kiamat tiba, terutama saat terdengar sangkakala kiamat. Kerapkali menjadi bahasan adalah keadaan umat setelah ditiupnya sangkakala.
Adalah Malaikat Israfil yang ditugaskan Allah untuk mengabarkan tibanya hari kiamat dengan meniup sangkakala. Allah berfirman, yang artinya: “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan siapa yang di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka bangkit menunggu (keputusan Allah).” (QS. Az-Zumar (39): 68).
Advertisement
Dalam hal ini, perlu diketahui bahwa ada ulama yang berpendapat bahwa sangkakala kiamat ditiup tiga kali dan dua kali. Keduanya memiliki dalil dan argumen masing-masing. Benang merang keduanya terletak pada bahwa setelah kematian total makhluk, mereka semua akan dibangkitkan.
Lantas, bagaimana keadaan umat setelah ditiupnya sangkakala?
1. Setelah Tiupan Sangkakala Pertama
Keadaan umat setelah ditiupnya sangkakala kiamat dikaji oleh banyak ulama, ilmuwan bahkan pelajar. Dalam Journal of Qur’anic Studies, berjudul 'Kompromisasi Kontradiksi Makna Tiupan Sangkakala dalam Al-Qur’an' oleh Ihsan Nur dan Isra Fadhillah Arham digambarkan kondisi manusia setelah tiupan sangkakala kiamat.
Setelah Tiupan Sangkakala Pertama
Tiupan pertama merupakan awal kehancuran alam semesta. Malaikat Israfil meniup sangkakala yang menyebabkan seluruh makhluk di langit dan bumi terkejut dan mati, kecuali mereka yang dikehendaki Allah.
Pada tahap ini terjadi kehancuran total alam semesta, sebagaimana dijelaskan dalam konsep eskatologi bahwa kiamat tidak terjadi sekaligus, tetapi melalui tiga tahap, yakni kehancuran, kematian, dan kebangkitan kembali.
Semua makhluk hidup binasa, bumi hancur, langit terbelah, gunung beterbangan, dan laut meluap. Dunia fana benar-benar berakhir.
Advertisement
2. Setelah Sangkakala Kedua Ditiup
Tiupan kedua disebut “tiupan kebangkitan” (nafkhah al-ba‘ts). Pada saat ini, seluruh manusia dibangkitkan dari kuburnya, berdiri untuk dihisab dan dikumpulkan di Padang Mahsyar.
Dalam QS. al-Mu’minun (23): 101, digambarkan bahwa: “Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka dan tidak pula mereka saling bertanya.”
Ayat ini bermakna, manusia bangkit dalam keadaan sendiri-sendiri, tidak lagi terikat dengan keluarga, kerabat, atau teman. Mereka tidak berbicara, karena terkejut dan takut menghadapi hari pembalasan. Semua sibuk memikirkan nasibnya sendiri — apakah akan selamat atau binasa.
Hanya saja, dalam QS. Thaha (20): 102–104, Allah menggambarkan keadaan lain: “Pada hari ketika sangkakala ditiup, Kami kumpulkan para pendurhaka dengan wajah pucat kebiruan... mereka berbisik satu sama lain: ‘Kamu tidak tinggal (di dunia) lebih dari sepuluh hari.’”
Ayat ini menunjukkan manusia telah dikumpulkan di Padang Mahsyar. Khususnya orang kafir, mereka mulai berbisik-bisik, menyesali hidup dunia yang terasa sangat singkat. Wajah mereka tampak pucat, biru, dan ketakutan, menandakan kehinaan dan penyesalan mendalam.
Berapa Kali Sangkala Kiamat Ditiup?
Di antara ulama ada yang berpendapat sangkakala ditiup tiga kali dan dua kali.
1. Pendapat bahwa sangkakala ditiup tiga kali.
Di antara ulama yang berpendapat sangkakala ditiup tiga kali yakni, Ibnul ‘Arabi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan Asy-Syaukani.
Tiupan pertama (nafkhotul faza‘) menyebabkan keterkejutan dan kepanikan pada seluruh makhluk, mengacaukan alam dan mengguncangkan keteraturan alam semesta.
Tiupan kedua (nafkhotu ash-sha‘q) menyebabkan kematian seluruh makhluk, semua makhluk menjadi mati (kecuali yang Allah kehendaki).
Tiupan ketiga (nafkhotul ba‘ts & nusyuur) → menyebabkan kebangkitan kembali (resureksi), yaitu keluarnya manusia dari kubur mereka menuju perhitungan (pengadilan akhir).
2. Pendapat bahwa sangkakala ditiup dua kali
Di antara ulama yang berpendapat sangkakala ditiup dua kali adalah Ibnu ‘Abbas, Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Qatadah, Al-Qurthubi, Ibnu Hajar Al-Asqalani, Mujahid, Adh-Dhahhak, dan beberapa ulama lainnya.
Dalam pandangan ini, keterkejutan (faza‘) dan kematian (sha‘q) dianggap terjadi bersamaan dalam satu tiupan tunggal (yakni tiupan pertama). Artinya: tiupan pertama itu sudah mengandung efek terkejut dan efek kematian sekaligus.
Kemudian tiupan kedua adalah tiupan kebangkitan (ba‘ts), di mana manusia dibangkitkan dan menanti keputusan Allah.
Di antara dalil yang memperkuat pendapat kedua adalah: QS. An-Nāzi‘āt (79:6–7): Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam. Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.”
Dalam tafsir ini, keduanya (faza‘ dan sha‘q) dianggap sebagai “tiupan pertama dan tiupan kedua yang terjadi bersama.”
Kemudan, dalil dari hadis Nabi SAW: “Antara dua tiupan itu (ada jarak) empat puluh (masa).”
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, beliau menyebut bahwa Ibnu ‘Abbas berkata bahwa kedua tiupan (faza‘ dan sha‘q) adalah satu dan sama dalam waktu pertama. Juga Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan lainnya menyatakan demikian.
Advertisement
Gambaran Al-Quran Setelah Tiupan Sangkakala Pertama
Al-Qur'an cukup banyak menggambarkan kondisi alam: Bumi dan makhluk pada hari kiamat, dan secara spesifik setelah ditiupnya sangkakala. Berikut ini adalah gambaran Al-Qur’an dan penjelasan para mufasir setelah tiupan sangkakala pertama:
- Kehancuran Alam dan Kematian Makhluk
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan siapa yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah.” — QS. Az-Zumar [39]: 68
- Alam semesta porak-poranda: langit terbelah, gunung hancur, laut meluap, dan bumi diguncangkan.
“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya.” — QS. Al-Waqi‘ah [56]: 4–5
- Semua makhluk mati seketika, tidak ada yang tersisa selain yang Allah kehendaki.
“Segala yang ada di bumi akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.” — QS. Ar-Rahman [55]: 26-27
Menurut Ibnu Katsir dalam Buku Tafsir Al-Qur'an al-Adzim, tiupan pertama disebut nafkhatus-sha‘q (tiupan kematian). Seluruh makhluk mati, termasuk malaikat, kecuali malaikat Israfil yang memegang sangkakala. Dunia hancur tanpa sisa. Langit terpecah, bintang berjatuhan, dan semua sistem kosmik berhenti.
Sementara, dalam Buku Tafsir Al-Misbah, Quraish Shihab menjelaskan tiupan pertama menggambarkan akhir total sistem alam dunia. Semua keteraturan dan hukum fisika alam berhenti, manusia tidak sempat saling berpamitan. Inilah “kematian universal” sebagai transisi menuju kehidupan baru (akhirat).
Gambaran Al-Quran Setelah Tiupan Sangkakala Kedua
Al-Qura'n juga cukup rinci menggambarkan kondisi setelah tiupan sangkakala kedua.
- Kebangkitan Kembali dari Kubur
“Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka bangkit menunggu (keputusan Allah).” (QS. Az-Zumar [39]: 68)
- Manusia dibangkitkan dari kuburnya, keluar menuju pengadilan Allah.
“Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dari kubur menuju Tuhan mereka.” (QS. Yasin [36]: 51)
- Wajah mereka berbeda-beda: ada yang berseri-seri karena iman, ada pula yang hitam muram karena kufur.
“Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri (karena bahagia), dan ada wajah-wajah yang muram.” (QS. ‘Abasa [80]: 38-41)
Menurut Ibnu Katsir, tiupan kedua disebut nafkhatus-ba‘ts (tiupan kebangkitan). Manusia hidup kembali sebagaimana ia diciptakan pertama kali. Mereka bangkit dalam keadaan telanjang, tanpa alas kaki, tanpa pakaian, dan penuh ketakutan.
Diriwayatkan dari Aisyah r.a., Nabi ﷺ bersabda: “Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tanpa alas kaki, telanjang, dan belum disunat.” (HR. Bukhari & Muslim)
Sementara, Quraish Shihab menjelaskan, tiupan kedua adalah awal kehidupan abadi, bukan lagi kehidupan duniawi. Manusia sadar dan menunggu ke mana mereka akan dihisab. "Mereka menunggu (yanshurūn)” sebagai sikap pasrah dan gentar terhadap keputusan Allah," demikian jelas Quraish Shihab.
Advertisement
Hikmah Iman Terhadap Hari Kiamat
Iman kepada hari kiamat berarti meyakini sepenuhnya bahwa kehidupan dunia akan berakhir, semua makhluk akan dibangkitkan untuk dihisab dan mendapat balasan atas segala amal perbuatannya. Iman ini termasuk rukun iman sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada qadha dan qadar.” (HR. Muslim).
Berikut ini adalah hikmah iman kepada hari kiamat:
1. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Moral dan Spiritual
Iman kepada hari kiamat menyadarkan manusia bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.Ini mendorong manusia berhati-hati dalam bertindak, menahan diri dari dosa, dan berbuat baik meski tak terlihat orang lain.Quraish Shihab menjelaskan, kesadaran ini menumbuhkan “kontrol batin” yang lebih kuat dari hukum dunia.
2. Meneguhkan Keimanan dan Ketundukan kepada Allah
Keyakinan bahwa segala sesuatu akan berakhir pada keadilan Allah menjadikan manusia tidak sombong dan tidak putus asa.Ia memahami bahwa dunia bukan tujuan akhir, tetapi hanya tempat ujian.Ibnu Katsir menafsirkan ayat:
3. Menumbuhkan Keteguhan Hati dalam Menghadapi Ujian
Orang yang yakin akan hari akhir tidak mudah putus asa dalam kesulitan, sebab ia percaya bahwa penderitaan dunia bersifat sementara.Ia menanti balasan dan pahala abadi di sisi Allah.
4. Menumbuhkan Keadilan Sosial dan Kepedulian Sesama
Iman kepada hari akhir mengajarkan bahwa setiap kezaliman akan dibalas, sehingga mendorong manusia berlaku adil dan jujur. Kesadaran ini juga menumbuhkan kasih sayang dan empati sosial, karena orang beriman takut menanggung dosa dari menzalimi sesama.
6. Meningkatkan Ketakwaan dan Amal Saleh
Iman kepada hari kiamat menjadi motivasi utama untuk beramal saleh.Seseorang yang yakin akan hisab dan surga-neraka akan berusaha meninggalkan maksiat dan berlomba dalam kebaikan.
7. Meneguhkan Harapan bagi Orang Tertindas
Orang yang dizalimi atau tidak mendapatkan keadilan di dunia akan merasa tenang karena yakin bahwa di akhirat akan ada pembalasan yang sempurna.Inilah hikmah keadilan ilahi.
8. Menumbuhkan Rasa Takut dan Harap (Khawf wa Raja’)
Iman kepada hari kiamat menyeimbangkan hati antara rasa takut kepada siksa dan harap akan rahmat Allah. Dengan demikian, kehidupan orang beriman selalu berada di jalur tengah, tidak berputus asa dari rahmat Allah, namun tidak merasa aman dari azab-Nya.
People also Ask:
1. Apa yang terjadi setelah sangkakala ditiup?
Ketika sangkakala ditiup, serangkaian peristiwa akan terjadi, yaitu kiamat yang diawali dengan tiupan pertama yang membuat kaget dan mematikan seluruh makhluk, tiupan kedua yang mematikan semua yang masih hidup, dan tiupan ketiga yang membangkitkan kembali semua manusia dari kubur untuk berkumpul di padang mahsyar. Tiupan sangkakala merupakan tanda akhir dunia dan awal dari hari perhitungan (yaumul qiyamah).
2. Bagaimana keadaan manusia ketika malaikat Israfil meniupkan terompet sangkakala?
Tiupan terompet atau sangkakala oleh Malaikat Isrofil yang pertama akan membuat kematian pada seluruh makhluk hidup kecuali mereka yang dikehendaki Allah SWT. Artinya: "Sangkakala pun ditiup sehingga matilah semua (makhluk) yang (ada) di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah.
3. Sangkakala kedua ditiup untuk memulai yaumul apa?
Yaumul Ba'ats artinya hari kebangkitan manusia dari alam kubur menuju ke Padang Mahsyar. Yaumul Ba'ats terjadi setelah Malaikat Israfil meniup sangkakala yang kedua kalinya.
4. Apa yang dilakukan Hazrat Israfil?
Israfil (Arab: إِسْرَافِيْل, 'Isrāfīl) atau Israfel adalah malaikat yang akan meniup terompet untuk menandai datangnya Kiamat (Hari Kiamat) dalam Islam . Meskipun tidak disebutkan namanya dalam Al-Qur'an, ia adalah salah satu dari empat malaikat agung dalam tradisi Islam, bersama dengan Mikail, Jibril, dan Izrail.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1323843/original/029384900_1749306074-FOTO-Muhamad_Ridlo.jpg)
![[Bintang] Fenomena Terompet Sangkakala & Ramalan-Ramalan Gagal Soal Kiamat](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/5gFPv0X8Nd1qGLuy2_4macYPMmc=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/885391/original/003429500_1432609352-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)