Lupa Baca Doa Qunut Lakukan Sujud Syahwi: Pahami Hukum dan Tata Caranya

Sering lupa baca doa Qunut saat sholat Subuh? Jangan khawatir, sholat Anda tetap sah. Pahami hukum, tata cara sujud sahwi, dan bacaan pengganti untuk menyempurnakan ibadah jika lupa baca doa Qunut.

Diterbitkan 03 Oktober 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kekhusyukan dalam menjalankan ibadah sholat adalah hal yang diutamakan, namun sifat lupa merupakan bagian tak terpisahkan dari fitrah manusia. Terkadang, seorang muslim bisa saja lupa baca doa Qunut saat menunaikan sholat Subuh.

Kelalaian ini, termasuk ketika lupa baca doa Qunut, tidak serta merta membatalkan sholat yang telah dikerjakan. Islam telah menyediakan solusi untuk mengatasi kekhilafan tersebut melalui sujud sahwi. Menurut mazhab Syafi'i, sujud sahwi sebaiknya dilakukan sebelum mengucapkan salam di akhir sholat.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (3/10/2025).

Tata Cara Sujud Sahwi Pengganti Doa Qunut

Sujud sahwi dilakukan sebanyak dua kali, menyerupai gerakan sujud biasa dalam sholat, dengan niat yang cukup dibaca dalam hati. Ada perbedaan waktu pelaksanaan sujud sahwi berdasarkan mazhab yang dianut.

Cara Melakukan Sujud Sahwi Sebelum Salam

Menurut mazhab Syafi'i, sujud sahwi sebaiknya dilakukan sebelum mengucapkan salam di akhir sholat. Ini dilakukan setelah membaca tasyahud akhir dan sholawat.

Salah satu dalil syariat sujud sahwi sebelum salam adalah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Buhainah, yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melakukan sujud dua kali sebelum salam setelah menyempurnakan sholatnya. Bacaan sujud sahwi adalah:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

Arab Latin: Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw.

Artinya: "Maha Suci Dia yang tidak pernah tertidur dan tidak pernah terlupa."

Cara Melakukan Sujud Sahwi Sesudah Salam

Ada pula kondisi di mana sujud sahwi dilakukan setelah salam, terutama jika kelupaan teringat setelah sholat selesai. Apabila keliru teringat setelah salam, sujud sahwi dilaksanakan setelah sholat usai dan ketika penyebab sujud sahwi tersebut teringat.

Cara melakukannya sama dengan sujud sahwi sebelum salam, yaitu sebanyak dua kali dan diselingi duduk iftirasy. Sebuah riwayat dari Abu Hurairah RA yang dicatat oleh Bukhari Muslim, mengemukakan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan sujud sahwi dua kali setelah salam untuk melengkapi rakaat yang tertinggal.

Sujud sahwi sesudah salam tetap ditutup lagi dengan salam. Hal ini dijelaskan dalam hadis Imron bin Husain yang diriwayatkan oleh Muslim, di mana Rasulullah SAW menambah rakaat yang kurang, lalu salam, kemudian melakukan sujud sahwi dua kali, dan salam lagi.

Pahami Doa Qunut dan Hukumnya

Qunut memiliki makna yang mendalam dalam praktik ibadah umat Islam. Secara bahasa, qunut berarti doa, khusyuk, ibadah, taat, atau diam, sementara dalam istilah fiqih, qunut adalah doa khusus yang dibaca dalam sholat baik sebelum maupun sesudah rukuk.

Doa qunut umumnya dilafalkan pada sholat Subuh, tepatnya setelah i'tidal dan sebelum sujud pada rakaat terakhir. Sebuah riwayat dari Imam Ahmad menyebutkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika sholat Subuh hingga akhir hayat beliau.

Mengenai hukum membaca doa qunut Subuh, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama. Imam Nawawi dalam Kitab al-Adzkar menyebutkan bahwa hukum membaca doa qunut Subuh adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.

Namun, tidak semua mazhab memiliki pandangan yang sama. Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani dalam buku Fiqih Shalat Terlengkap menjelaskan bahwa Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad tidak menyunnahkan qunut Subuh, berbeda dengan Imam Malik dan Syafi'i yang menganggapnya sunnah. Di Indonesia, mazhab Syafi'i banyak dianut, sehingga qunut Subuh dianggap sebagai sunnah muakkad.

Bacaan Doa Qunut (Arab, Latin, dan Artinya)

Bagi umat muslim yang mengamalkan doa qunut, terdapat beberapa versi bacaan yang bisa diamalkan, baik versi pendek maupun panjang. Selain itu, ada juga doa pengganti bagi yang belum hafal.

Doa Qunut Subuh Versi Pendek

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ .

Arab Latin: Allaahummah dinii fii man hadaits, wa 'aafiinii fii man 'aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a'thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa 'alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalits.

Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi."

Doa Qunut Subuh Versi Panjang

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيْمَنُ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي بِرَحْمَتِكَ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمّي وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ سَلَّم

Arab Latin: Allaahummahdinii fiiman hadaita, wa 'aafinii fiman 'aafaita, wa tawallanii fii man tawallaita, wa baarik lii fiimaa a'thaita, wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaita fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaika, wa innahu laa yadzillu man waalaita, wa laa ya'izzu man 'adaita, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalaita, fa lakal hamdu 'alaa maa qadhaita, astahgfiruka wa atuubu ilaika, wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin-nabiyyil ummiyyi wa 'alaa alihi wa shahbihi wasallama.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan, seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan kepada apa saja yang telah Engkau berikan kepadaku. Peliharalah aku dengan kasih sayang-Mu dari segala keburukan apa-apa yang telah Engkau putuskan (tetapkan), karena sesungguhnya Engkau-lah yang memberikan ketentuan dan tidak ada yang bisa memberikan ketentuan (keputusan) atas diri-Mu. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau berikan kekuasaan, dan tidaklah akan mulia orang yang telah Engkau musuhi, Maha Berkah lah Engkau dan Maha Luhur lah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang telah Engkau tetapkan. Aku mohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan keselamatan (sholawat) atas diri junjungan kami. Nabi Muhammad, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya."

Doa Pengganti Qunut (Surah Al-Baqarah ayat 201)

Apabila seseorang tidak hafal doa qunut Subuh, ia dapat membaca surah Al-Baqarah ayat 201 sebagai pengganti. Doa ini dikenal sebagai doa sapu jagat.

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Artinya: "Ya Allah, berilah kami kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat serta jauhkanlah kami dari siksa api neraka."

Kondisi Lain yang Mewajibkan Sujud Sahwi

Selain lupa baca doa Qunut, sujud sahwi juga disyariatkan untuk beberapa kondisi lain dalam sholat. Sujud sahwi wajib dilakukan ketika seseorang lupa atau ragu-ragu karena jumlah rakaat, kemudian ia menyadari hal tersebut atau diingatkan orang lain.

  • Ragu dalam Jumlah Rakaat Sholat: Jika seseorang ragu mengenai jumlah rakaat yang telah dikerjakan, ia dianjurkan untuk mengambil jumlah yang paling sedikit dan melengkapinya, kemudian melakukan sujud sahwi. 
  • Lupa Melakukan Tasyahud Awal: Apabila tasyahud awal terlupakan, dan teringat sebelum berdiri tegak, maka boleh segera duduk. Namun, jika sudah berdiri tegak, ia tidak boleh kembali duduk dan sebagai gantinya melakukan sujud sahwi sebelum salam. Ini termasuk meninggalkan sunnah muakkad (sunnah ab'adh).
  • Menambah atau Mengurangi Gerakan Sholat Tanpa Sengaja: Jika ada penambahan atau pengurangan gerakan sholat yang tidak disengaja, sujud sahwi menjadi penutup kekurangan tersebut. Namun, jika penambahan atau pengurangan dilakukan dengan sengaja, sholat tersebut batal dan harus diulangi.

FAQ

1. Apakah sholat Subuh batal jika lupa membaca doa Qunut?

Tidak, sholat Subuh tetap sah karena doa Qunut hukumnya sunnah muakkad, bukan rukun sholat.

2. Apa yang harus dilakukan jika lupa membaca doa Qunut?

Disunnahkan melakukan sujud sahwi untuk menyempurnakan sholat.

3. Bagaimana jika lupa doa Qunut dan juga lupa sujud sahwi?

Sholat tetap sah, karena kelalaian tersebut tidak membatalkan ibadah.

4. Kapan waktu terbaik melakukan sujud sahwi?

Dalam mazhab Syafi’i, sujud sahwi dilakukan sebelum salam, setelah tasyahud akhir.

5. Apakah ada doa khusus dalam sujud sahwi?

Ya, salah satunya adalah bacaan: Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw.