Liputan6.com, Jakarta - Sholat Dhuha merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam, dilaksanakan pada pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang waktu Zuhur.
Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan sholat, termasuk Sholat Dhuha, adalah membaca doa iftitah. Membaca doa Iftitah Sholat Dhuha menjadi penyempurna ibadah dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengutip dari buku Fiqh Islam (2019), Sulaiman Rasjid mencatat bahwa Rasulullah SAW sering berdiam sejenak setelah takbiratul ihram sebelum membaca surat Al-Fatihah, dan di saat itulah beliau mengucapkan doa iftitah.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (25/9/2025).
Bacaan Doa Iftitah Sholat Dhuha (Arab, Latin, dan Artinya)
Dalam pelaksanaan Sholat Dhuha, salah satu bacaan doa Iftitah Sholat Dhuha yang umum digunakan dan sering diajarkan adalah versi panjang yang mencakup pujian kepada Allah SWT dan pernyataan keikhlasan dalam beribadah.
Doa ini dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama. Memahami makna dari setiap kalimat dalam doa iftitah dapat membantu meningkatkan kekhusyukan dalam sholat.
Berikut adalah bacaan doa iftitah yang umumnya dibaca di awal sholat, lengkap dengan terjemahan dan artinya:
Arab: اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Arab Latin: Allaahu akbar kabiiraw walhamdu lillaahi katsiira wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fataras samawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
Artinya: "Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim."
Bacaan doa iftitah ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, No. 185. Doa ini dibaca sesudah takbiratul ihram dan sebelum Surah Al-Fatihah pada rakaat pertama sholat.
Advertisement
Berbagai Bentuk Doa Iftitah Lainnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430876/original/041814600_1618561326-20210416-Itikaf-Masjid-Kubah-Emas-2.jpg)
Selain bacaan doa iftitah yang umum, terdapat beberapa versi lain yang bersumber dari hadits shahih dan dapat diamalkan secara bergantian. Para ulama seperti Ibnu Taimiyyah, Syaikh As-Sa’di, Syaikh Ibnu Baz, dan Syaikh Ibnu Utsaimin menyatakan bahwa dianjurkan mengamalkan doa iftitah secara bergantian, kadang membaca yang satu, di kesempatan lain membaca doa iftitah lainnya.
Berikut adalah beberapa bacaan doa iftitah pendek yang bersumber dari hadits shahih:
Doa Iftitah dari Umar bin Khattab
Arab: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
Arab Latin: Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta'aalaajadduka wa laa ilaha ghoiruk.
Artinya: "Maha suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Nama-Mu penuh keberkahan, keagungan-Mu begitu tinggi, dan tidak ada Tuhan selain Engkau."
Bacaan ini diriwayatkan oleh Aisyah RA melalui perawi Abu Daud dan Ad-Daruquthni. Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa doa istiftah ini disunahkan dalam shalat wajib.
Doa Iftitah dari Ali bin Abi Thalib
Arab: وَجَّهْتُ وَجْهِي لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَثَمَانِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنْ المسلمين.
Arab Latin: Wajjahtu wajhiya lilladzii fataras samawaati wal ardha haniifan wamaa anaa minal musyrikiin. inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
Artinya: "Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh keikhlasan dan ketundukan. Aku bukan bagian dari orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan keyakinan ini aku diperintahkan, serta aku termasuk dalam golongan kaum muslimin."
Bacaan ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi serta disahihkan oleh Ali bin Abi Thalib.
Doa Iftitah dari Abu Hurairah
Arab: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَجِّنِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِوَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Arab Latin: Allahumma baid baini wa baina khathayaya kama ba'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqini minal khathaya kama yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allahummaghsil khathayaya bilma'i wats tsalji wal barad.
Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Ya Allah, bersihkan aku dengan air, salju, dan embun."
Doa ini biasa dibaca Rasulullah SAW saat sholat fardhu dan termasuk doa iftitah paling shahih menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Baari.
Hukum dan Keutamaan Membaca Doa Iftitah
Membaca doa iftitah dalam sholat, termasuk Sholat Dhuha, memiliki hukum sunah. Ini berarti bahwa sholat tetap sah meskipun doa iftitah tidak dibaca, namun membacanya akan mendatangkan pahala dan menyempurnakan ibadah.
Menurut buku Doa & Dzikir Lengkap Sunnah (2019) karya Kustiana Mara, doa iftitah berhukum sunah, sehingga tidak ada dosa jika tidak dibaca, tetapi pahala akan diperoleh jika membacanya.
Beberapa keutamaan membaca doa iftitah antara lain:
- Menambah Kekhusyukan: Doa iftitah berisi pujian dan pengagungan kepada Allah SWT, yang dapat membantu seorang Muslim untuk lebih fokus dan menghadirkan ketenangan dalam berdialog dengan-Nya.
- Menyucikan Diri dari Dosa: Beberapa versi doa iftitah, seperti "Allahumma baid baini," mengandung permohonan agar dosa-dosa dihapus, sehingga hati menjadi lebih bersih sebelum melanjutkan sholat.
- Meningkatkan Kualitas Sholat: Dengan membaca doa iftitah, ibadah menjadi lebih lengkap dan sesuai dengan sunah Rasulullah SAW, sehingga kualitas sholat pun meningkat.
- Mengakui Kelemahan dan Ketergantungan: Doa iftitah juga merupakan bentuk pengakuan akan kelemahan diri dan ketergantungan penuh kepada Allah SWT.
- Mengikuti Sunah Nabi: Membaca doa iftitah adalah bentuk mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW, yang akan mendatangkan pahala tambahan bagi pelakunya.
Advertisement
Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3449235/original/059554400_1620241444-000_99C2KT.jpg)
Sholat Dhuha adalah sholat sunah yang dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat. Tata cara pelaksanaannya sama dengan sholat sunah pada umumnya, yang membedakan hanya pada niatnya.
Waktu pelaksanaan sholat dhuha dimulai sekitar 15 menit setelah matahari terbit dan berakhir sekitar 15 menit sebelum waktu zuhur, idealnya sekitar pukul 08.00 hingga 11.00 pagi.
Berikut adalah tata cara sholat Dhuha:
- Membaca Niat Sholat Dhuha: Niat diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram. أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى (Ushallii sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'ala.) Artinya: "Aku niat sholat sunah dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
- Takbiratul Ihram: Mengucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan.
- Membaca Doa Iftitah: Disunahkan membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram.
- Membaca Surah Al-Fatihah: Wajib dibaca pada setiap rakaat.
- Membaca Surah Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunahkan membaca surah pendek. Untuk rakaat pertama disunahkan membaca Surah Asy-Syams dan rakaat kedua Surah Ad-Dhuha.
- Ruku': Membungkukkan badan hingga punggung sejajar dengan lantai, sambil membaca "Subhaana rabbiyal 'adzhiimi wabihamdihi" sebanyak tiga kali.
- I'tidal: Bangkit dari ruku' sambil mengangkat tangan dan membaca "Sami'allaahu liman hamidah", kemudian berdiri tegak dan membaca "Rabbanaa lakal hamdu mil ussamawaati wal ardli wamil u maa syi'ta min syai'in ba'du."
- Sujud: Turun ke posisi sujud sambil mengucapkan takbir "Allahu Akbar", lalu membaca "Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi" sebanyak tiga kali.
- Duduk di Antara Dua Sujud: Bangkit dari sujud sambil mengucapkan takbir, lalu duduk dan membaca doa "Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fuannii."
- Sujud Kedua: Lakukan sujud kedua dengan posisi dan bacaan yang sama seperti sujud pertama.
- Berdiri untuk Rakaat Kedua: Setelah sujud kedua, berdiri sambil mengucapkan takbir untuk melanjutkan rakaat kedua dengan gerakan yang sama.
- Duduk Tahiyat Akhir: Setelah rakaat terakhir, duduk untuk tahiyat akhir dan membaca bacaan tahiyat akhir.
- Salam: Mengakhiri sholat dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan "Assalaamu alaikum wa rahmatullah."
Doa Setelah Sholat Dhuha
Setelah selesai melaksanakan Sholat Dhuha, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa khusus yang berisi permohonan rezeki, keberkahan, dan ampunan. Doa ini merupakan pelengkap dari ibadah Sholat Dhuha dan menjadi sarana untuk menyampaikan hajat kepada Allah SWT.
Mengutip dari buku Tuntunan Lengkap 99 Sholat Sunnah Superkomplet yang ditulis oleh Ibnu Watiniyah, berikut doa yang dapat dilafalkan usai melaksanakan sholat dhuha:
Arab: اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاتُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعَشِرًا فَيَسِرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرَبُهُ وَإِنْ كَانَ قَلِيلًا فَكَثَرْهُ بِحَقِّ ضُحَابِكَ وَبَهَابِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.
Arab Latin: Allahumma innadd dhuhaa dhuha'uka, wal baha'a bahaʻuka, wal jamala jamáluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal 'ishmata 'ishmatuka. Allahumma in kâna rizqi fis sama'i, fa anzilhu. Wa in kana fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kana mu'assiran, fa yassirhu. Wa in kana haraman, fa thahhirhu. Wa in kana ba'idan, fa qarribhu wa in kâna qalilan fakats-tsirhu bi haqqi dhuhaika, wa baha'ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudratika. Åtinî mâ âtaita 'ibadakash shalihin.
Artinya: "Ya Allah, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Ya Allah, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Apabila jauh, dekatkanlah. Kalau sedikit, perbanyaklah, dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Ya Allah, berikanlah kepadaku apa yang Engkau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
Kemudian, lanjutkan dengan membaca:
Arab: اللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَى إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Arab Latin: Allahumma bika ushawilu, wa bika uhawilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir li, warhamni, watub 'alayya. Innaka antat tawwabur rahim.
Artinya: "Tuhanku, denganMu aku bergerak. DenganMu aku berusaha. DenganMu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima taubat, lagi maha penyayang." (Dibaca 40 atau 100 kali).
Advertisement
Keutamaan Sholat Dhuha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3437774/original/031633600_1619163554-20210423-Shalat-Jumat-di-Masjid-Berasitektur-Oriental-TALLO-7.jpg)
Sholat Dhuha adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan bagi umat Muslim yang melaksanakannya. Keutamaan-keutamaan ini disebutkan dalam berbagai hadits shahih dan menjadi motivasi besar untuk rutin mengamalkannya.
Berikut adalah beberapa keutamaan melaksanakan Sholat Dhuha:
- Diganjar dengan Rumah di Surga: Barangsiapa mengerjakan sholat Dhuha dua belas rakaat, Allah akan mendirikan bangunan baginya di surga. Keutamaan ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah.
- Dicukupi Kebutuhannya: Allah SWT berfirman, "Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat pada awal hari, maka Aku akan mencukupimu pada sore harimu." Ini menunjukkan bahwa Sholat Dhuha dapat menjadi sarana untuk memohon kelancaran rezeki dan kecukupan hidup.
- Mendapat Pahala Haji dan Umrah: Dari Anas Ra, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa mengerjakan sholat Fajar (Subuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia mengerjakan sholat dua rakaat (dhuha), niscaya ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna."
- Diampuni Dosa-dosanya: Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya diampuni, walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan."
- Diberikan Kedudukan di Sisi Allah SWT: Orang yang mengerjakan sholat Dhuha akan diberikan kedudukan mulia di sisi Allah SWT. Dari Abu Dzar ra, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila engkau mengerjakan dua rakaat sholat dhuha maka engkau tidak dicatat sebagai hamba yang lalai, atau empat rakaat maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang muhsinin (berbuat baik), atau enam rakaat engkau akan dicatat sebagai hamba yang taat, atau delapan maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang juara (sukses), atau sepuluh rakaat maka pada hari ini dosamu tidak dicatat, atau 12 rakaat maka Allah akan membangunkan rumah di surga."
- Amalan Pengganti Sedekah: Sholat Dhuha juga dianggap sebagai amalan pengganti sedekah untuk seluruh persendian tubuh. Rasulullah SAW bersabda, "Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah... Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka'at."
- Menyempurnakan Kekurangan Sholat Wajib: Dalam buku berjudul Berkah Shalat Dhuha (2008) karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, disebutkan bahwa sholat sunah dilakukan untuk menyempurnakan kekurangan sholat wajib. Sholat Dhuha termasuk sholat sunah yang dapat dijadikan investasi atau amalan tambahan yang dapat menyempurnakan kekurangan sholat fardhu yang dikerjakan.
FAQ
1. Apa itu Sholat Dhuha?
Sholat Dhuha adalah sholat sunah yang dikerjakan pada pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang Zuhur.
2. Berapa rakaat minimal dan maksimal Sholat Dhuha?
Minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.
3. Apa hukum membaca doa iftitah dalam Sholat Dhuha?
Hukumnya sunah menurut mayoritas ulama; sholat tetap sah meski tidak dibaca.
4. Kapan doa iftitah dibaca?
Dibaca setelah takbiratul ihram pada rakaat pertama sebelum membaca Al-Fatihah.
5. Apa manfaat membaca doa iftitah?
Menambah kekhusyukan, menyucikan diri dari dosa, dan menyempurnakan sholat.
6. Adakah doa khusus setelah Sholat Dhuha?
Ya, ada doa memohon rezeki, keberkahan, dan ampunan yang dianjurkan dibaca setelah selesai.
7. Apa keutamaan Sholat Dhuha?
Dicukupi kebutuhan hidup, diampuni dosa, mendapat pahala besar, bahkan dijanjikan rumah di surga bagi yang rutin melaksanakannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3449234/original/037900000_1620241442-000_99C2KR.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4152643/original/015542800_1662712922-doa-setelah-sholat-dhuha-latin-lengkap-dengan-terjemahnya.jpg)