Liputan6.com, Jakarta Sholat Tahajud adalah ibadah sunah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur. Ibadah ini sangat dianjurkan dan memiliki keistimewaan luar biasa. Memahami doa sholat tahajud dan artinya merupakan kunci untuk merasakan kekhusyukan dan keberkahan yang dijanjikan.
Melansir dari buku The Impact of Tahajud karya Muhammad Jaya (2009), sholat Tahajud secara bahasa berarti "bangun dari tidur" untuk sholat malam. Ibadah ini menjadi momen istimewa bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di saat orang lain terlelap. Dengan mengetahui doa sholat tahajud dan artinya, ibadah kita akan menjadi lebih mendalam.
Doa yang dipanjatkan setelah sholat Tahajud adalah salah satu doa yang mustajab. Karenanya, penting untuk memahami setiap kalimat yang diucapkan agar permohonan kita benar-benar sampai kepada-Nya.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar doa sholat tahajud dan artinya.
Doa Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latian, dan Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4213817/original/036215300_1667476717-bacaan-sholat-dari-awal-sampai-akhir-lengkap-dengan-niatnya.jpg)
Setelah selesai melaksanakan sholat Tahajud, ada doa khusus yang sangat dianjurkan untuk dibaca. Doa ini mengandung pengakuan atas kebesaran Allah SWT dan permohonan ampunan atas segala dosa. Doa ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, menunjukkan betapa pentingnya doa ini bagi umat Islam.
Berikut adalah doa sholat tahajud dan artinya lengkap dengan tulisan Arab dan latinnya:
Lafaz Arab:
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ.اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ
وَلَكَ الْحَمْدُاَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ
وَلَكَ الْحَمْدُاَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ
وَلَكَ الْحَمْدُاَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ،وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ،وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ
اَللَّهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ،وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ.
فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ،وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ، وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ.
اَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ،لَا اِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ.
Latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna.
Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna.
Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna.
Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq.
Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu.
Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî.
Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya: "Ya Allah, milik-Mu segala pujian. Engkau yang mengurus langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya. Milik-Mu segala pujian. Milik-Mu segala kerajaan langit dan bumi serta yang ada di dalamnya. Milik-Mu segala pujian. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta segala apa yang ada di dalamnya. Milik-Mu segala pujian. Engkau adalah Raja langit dan bumi. Milik-Mu segala pujian. Engkau Maha Benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, firman-Mu benar, surga-Mu benar, neraka-Mu benar, nabi-nabi-Mu benar, Muhammad SAW benar, dan hari kiamat benar. Ya Allah, untuk-Mu aku berserah diri, kepada-Mu ku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan kepada-Mu aku kembali. Demi Engkau, aku rela berseteru (dengan musuh) dan kepada-Mu aku berhukum. Maka, ampunilah dosa-dosaku yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan, yang aku sembunyikan dan aku nyatakan. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Advertisement
Wirid Setelah Sholat Tahajud
Selain membaca doa sholat tahajud dan artinya, dianjurkan juga untuk membaca wirid setelahnya. Wirid ini berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurna ibadah yang telah dilakukan. Mengutip dari Buku Tuntunan Shalat Tahajud oleh H. Sayuti, berikut adalah beberapa wirid yang dapat dibaca:
Beberapa wirid yang dianjurkan antara lain membaca Istighfar 100 kali dengan lafaz Astaghfirullahal 'adhiim Wa Atuubu Ilaihi. Kemudian dilanjutkan dengan membaca Shalawat 100 kali, Allahumma Shalli 'ala Sayyidinaa Mu-Hammadin Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad. Praktik ini membantu membersihkan diri dari dosa dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
-
Membaca Istighfar 100 kali:
- Arab: اسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ وَاتُوبُ إِلَيْهِ
- Latin: Astaghfirullahal 'adhiim Wa Atuubu Ilaihi
- Arti: "Kami memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya."
-
Membaca Shalawat 100 kali:
- Arab: اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
- Latin: Allahumma Shalli 'ala Sayyidinaa Mu-Hammadin Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad
- Arti: "Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada penghulu kami Muhammad dan keluarganya."
- Bertawasul: Kemudian bertawasul kepada Rasulullah SAW beserta sahabat dan keluarga beliau, Syekh Abdul Qadir Jaelani, Syekh Ahmad Ad-Darhabi, kedua orang tua, dan kepada seluruh kaum muslimin serta muslimat.
-
Membaca Asmaul Husna:
- Arab: يَا لَطِيفُ يَا مُعِ يَا حَميدُ يَا جَلِيلُ : ١٠٠
- Latin: Yaa Lathiifu Yaa Mu'izzu Yaa Hamiidu Yaa Jaliilu (100x)
- Arti: "Wahai Dzat yang memberi kelembutan, wahai Dzat yang memberi kemuliaan, wahai Dzat yang Maha Terpuji, wahai Dzat yang mempunyai kebesaran."
- Berdoa sesuai dengan kebutuhan: Setelah wirid, panjatkan doa sesuai dengan hajat dan kebutuhan pribadi.
Etika Pelaksanaan Sholat Tahajud
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5155676/original/016684300_1741426528-ae5557642cc25be2efdb2787e3290c25.jpg)
Selain memahami doa sholat tahajud dan artinya, penting juga untuk memperhatikan etika dalam melaksanakannya. Etika ini membantu kita mencapai kekhusyukan dan kesempurnaan dalam beribadah. Mengutip dari buku Tahajjud (Manfaat Praktis Ditinjau dari Ilmu Kedokteran) karya Mohammad Sholeh, berikut adalah beberapa etika yang dianjurkan:
- Berniat sebelum tidur: Berniat akan melakukan sholat Tahajud ketika akan tidur. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW: "barang siapa yang mau tidur dan berniat akan bangun melakukan sholat malam, tapi tertidur sampai pagi, mereka dituliskan apa yang diniatkan itu merupakan sedekah untuk Tuhan." (HR. Ibnu Majah dan Nasai)
- Membersihkan diri: Membersihkan bekas tidur dari wajah, kemudian bersuci (wudhu) dan memandang ke langit sambil berdoa membaca akhir dari surat Ali Imran.
- Membuka dengan sholat Iftitah: Membuka sholat Tahajud dengan sholat Iftitah.
- Membangunkan keluarga: Hendaknya membangunkan keluarganya untuk bersama-sama sholat Tahajud.
- Berhenti jika mengantuk: Jika mengantuk sebaiknya sholatnya dihentikan saja sampai kantuknya hilang.
- Tidak memaksakan diri: Jangan memaksakan diri dan hendaklah sholat Tahajud dijalankan sesuai dengan kesanggupan. Mengkondisikan diri adalah cara yang baik, karena bila sudah terbiasa bangun di tengah malam, rasa berat dan kantuk akan hilang.
Advertisement
Tata Cara Sholat Tahajud
tata cara sholat Tahajud dua rakaat hampir sama dengan sholat sunah lainnya, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sholat lebih khusyuk dan bermakna. Merujuk pada berbagai sumber seperti Buku Tuntunan Shalat Tahajud oleh H. Sayuti, panduan ini disusun untuk membantu umat Muslim menjalankan ibadah ini dengan benar.
Urutan pelaksanaan sholat Tahajud dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca doa iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Setelah rakaat kedua, lakukan tahiyat akhir dan salam. Setelah salam, disunahkan membaca wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, lalu membaca doa sholat Tahajud dan artinya.
Rasulullah SAW biasa melaksanakan 11 rakaat sholat malam, yaitu delapan rakaat Tahajud dan tiga rakaat witir (HR. Bukhari no. 1147). Ini menunjukkan fleksibilitas dalam jumlah rakaat, namun yang terpenting adalah konsistensi dan kekhusyukan dalam melaksanakannya, serta memahami setiap bacaan termasuk doa sholat Tahajud dan artinya.
-
Niat: Niat sholat Tahajud diucapkan dalam hati saat takbiratul ihram. Lafaz niat yang umum digunakan adalah:
- Arab: اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
- Latin: Ushallii sunnata-t-tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'alla.
- Arti: "Aku niat sholat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."
- Takbiratul Ihram: Mengucapkan اللهُ أَكْبَرُ (Allāhu Akbar - Allah Maha Besar) sebagai pembuka sholat.
- Doa Iftitah: Membaca doa iftitah, contohnya: اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (Allāhu akbar kabīran wal-hamdu lillāhi kathīran wa subḥāna-llāhi bukratan wa ʾaṣīlā - Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah di pagi dan petang hari).
- Membaca Al-Fatihah: Membaca بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (Bismillahirrahmanirrahim - Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang), kemudian dilanjutkan dengan bacaan surat Al-Fatihah.
- Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, bacalah surat pendek lainnya dari Al-Qur'an. Rasulullah SAW biasanya membaca surat-surat yang panjang.
- Rukuk: Membungkuk dengan mengucapkan سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ (Subḥāna rabbī al-'aẓīm - Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung).
- I'tidal: Tegak kembali dari rukuk dengan mengucapkan سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ (Sami'allahu liman Hamidah - Allah mendengar orang yang memuji-Nya).
- Sujud: Sujud dengan mengucapkan سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى (Subḥāna rabbī al-ʾa'lā - Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi). Lakukan sujud dua kali.
- Rakaat Kedua: Ulangi langkah yang sama seperti rakaat pertama.
- Tahiyat Akhir: Pada tahiyat akhir, membaca doa tahiyat akhir.
- Salam: Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri: السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ (Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh - Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah tercurah atas kalian).
- Setelah Salam: Setelah salam, disunahkan membaca wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, kemudian membaca doa sholat Tahajud dan artinya.
- Witir: Diakhiri dengan sholat witir (minimal satu rakaat). Rasulullah SAW biasa melaksanakan 11 rakaat sholat malam, yaitu delapan rakaat Tahajud dan tiga rakaat witir.
Keutamaan Sholat Tahajud
Salah satu keutamaan utama adalah mendapatkan kedudukan terpuji (Maqaman Mahmuda) di sisi Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Isra': 79. Selain itu, doa-doa yang dipanjatkan pada waktu Tahajud cenderung dikabulkan karena waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yang mustajab, menjadikan setiap doa sholat Tahajud dan artinya memiliki potensi besar untuk diijabah.
Sholat Tahajud juga berfungsi sebagai penghapus dosa dan pencegah maksiat, sebagaimana sabda Nabi SAW yang diriwayatkan Tirmidzi. Rutin melaksanakan Tahajud dapat meningkatkan kewibawaan dan kemuliaan seorang mukmin di dunia, serta menjadi salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini adalah bukti nyata dari manfaat spiritual ibadah ini.
- Mendapatkan Kedudukan Terpuji (Maqaman Mahmuda): Allah SWT menjanjikan bagi mereka yang melaksanakan Tahajud akan diangkat ke tempat yang terpuji.
- Dikabulkan Doanya: Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, di mana Allah SWT lebih dekat dengan hamba-Nya dan mengabulkan permohonan.
- Penghapus Dosa dan Pencegah Maksiat: Sholat Tahajud dapat menghapus kesalahan-kesalahan dan mencegah seseorang dari perbuatan dosa.
- Meningkatkan Kewibawaan dan Kemuliaan: Rutin melaksanakan Tahajud dapat memberikan kewibawaan dan kemuliaan bagi seorang mukmin di dunia.
- Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Sholat Tahajud adalah salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
- Menjaga Kesehatan Rohani dan Fisik: Ibadah ini dapat memberikan ketenangan jiwa, mengurangi stres dan kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur.
- Jalan Menuju Surga: Melaksanakan Tahajud dengan tekun, rutin, dan ikhlas dapat menjadi jembatan menuju surga.
Sumber:
- Jaya, Muhammad. (2009). The Impact of Tahajud. Surya Media.
- Sayuti, H. Tuntunan Shalat Tahajud. Penerbit Sangkala.
- Sholeh, Mohammad. Tahajjud (Manfaat Praktis Ditinjau dari Ilmu Kedokteran) 2002.
- https://www.liputan6.com/quran/al-isra
Advertisement
QnA Seputar Sholat Tahajud
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990665/original/001887200_1730716809-tata-cara-sholat-witir-3-rakaat.jpg)
1. Apa itu sholat Tahajud?
Sholat Tahajud adalah sholat sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam, dilaksanakan pada malam hari setelah seseorang tidur terlebih dahulu, meskipun tidurnya hanya sebentar. Ibadah ini merupakan bentuk munajat dan pendekatan diri kepada Allah SWT di waktu yang hening.
2. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Tahajud?
Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 02.00 dini hari hingga menjelang waktu Subuh. Waktu ini dianggap paling mustajab karena pada saat itu Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-Nya.
3. Berapa rakaat sholat Tahajud yang dianjurkan?
Jumlah rakaat sholat Tahajud tidak dibatasi, namun umumnya dikerjakan minimal dua rakaat dengan salam setiap dua rakaat. Rasulullah SAW sendiri biasa melaksanakan delapan rakaat Tahajud yang kemudian ditutup dengan tiga rakaat sholat witir.
4. Apakah ada doa khusus setelah sholat Tahajud?
Ya, ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW setelah sholat Tahajud, yang berisi pujian kepada Allah SWT, pengakuan akan kebenaran-Nya, dan permohonan ampunan atas segala dosa. Selain itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa pribadi sesuai dengan hajat dan kebutuhan.
5. Apa saja keutamaan sholat Tahajud?
Keutamaan sholat Tahajud sangat banyak, di antaranya adalah mendapatkan kedudukan terpuji di sisi Allah SWT, doa-doa dikabulkan, diampuni dosa-dosa, dijauhkan dari maksiat, meningkatkan kewibawaan, mendekatkan diri kepada Allah, serta memberikan ketenangan jiwa dan kesehatan fisik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990587/original/078337000_1730716394-cara-sholat-tahajud.jpg)