Liputan6.com, Jakarta - Dalam ajaran Islam, sakit bukan hanya sekadar cobaan fisik semata, melainkan mengandung hikmah mendalam dan kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Memanjatkan lafadz doa untuk orang sakit supaya cepat sembuh menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang sangat dianjurkan. Doa ini merupakan wujud kepasrahan dan harapan kepada Sang Pencipta, memohon kesembuhan dan kekuatan dalam menghadapi ujian.
Mengutip dari laman informatics.uii.ac.id, dalam hidup, manusia akan merasakan sehat dan adakalanya mengalami sakit. Ketika sedang sakit, maka hendaknya bersabar atas sakit yang menimpa.
Advertisement
Dalam Islam, ada beberapa doa memohon agar cepat sembuh yang bisa umat muslim amalkan saat sedang sakit atau memiliki kerabat yang sedang tidak sehat.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (23/7/2025).
Doa Sakit dalam Islam
Dalam ajaran Islam, sakit dipandang sebagai bagian dari takdir Allah SWT yang memiliki banyak hikmah di baliknya. Sakit bukanlah semata-mata azab atau hukuman, melainkan bentuk kasih sayang dan perhatian Allah kepada hamba-Nya.
Mengutip dari buku Jalan Takwa Meraih Bahagia karya Fajar (2016), pada dasarnya, sakit bukanlah azab yang diberikan karena kebencian Allah SWT kepada umat-Nya, melainkan kasih dan perhatian-Nya yang besar untuk orang beriman. Sakit juga menjadi sarana untuk menggugurkan dosa-dosa dan meningkatkan derajat seorang hamba di sisi Allah.
Oleh karena itu, ketika ditimpa sakit, seorang muslim dianjurkan untuk bersabar, berprasangka baik kepada Allah, dan senantiasa memanjatkan doa. Doa adalah jembatan komunikasi antara hamba dengan Tuhannya, sebuah bentuk permohonan dan pengakuan akan kelemahan diri di hadapan kekuasaan-Nya.
Mengutip dari laman informatics.uii.ac.id, pada hakikatnya, semua keadaan yang dialami oleh seorang muslim mengandung hikmah dan kebaikan di dalamnya, termasuk sakit.
Memanjatkan lafadz doa untuk orang sakit supaya cepat sembuh adalah bentuk ikhtiar batin yang melengkapi ikhtiar lahiriah seperti berobat. Doa memberikan ketenangan batin, menguatkan mental, dan menumbuhkan harapan akan kesembuhan.
Ini juga merupakan bentuk tawakal, menyerahkan sepenuhnya hasil akhir kepada kehendak Allah setelah melakukan usaha terbaik.
Advertisement
Lafadz Doa untuk Kesembuhan Diri Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)
Ketika seseorang sedang sakit, dianjurkan untuk memanjatkan doa memohon kesembuhan bagi dirinya sendiri. Doa ini merupakan bentuk pengakuan akan kelemahan diri dan harapan penuh kepada Allah SWT sebagai satu-satunya penyembuh. Ada beberapa lafadz doa yang bisa diamalkan untuk memohon kesembuhan diri sendiri.
Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:
“بِسْمِ اللَّهِ الْكَبِيرِ أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ مِنْ شَرِّ عِرْقٍ نَعَّارٍ وَمِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ”.
Latinnya: Bismillaahil kabiiri na'uudzu billaahil'adhiim min syarri irqin na'aarin wa min syarri harrin naar.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha besar, aku berlindung dengan Allah dari keburukan otot-otot yang sobek dan dari panasnya api neraka.”
Selain itu, saat merasakan sakit, dapat membaca doa ini sambil meletakkan tangan di atas bagian tubuh yang terasa sakit:
“بِسْمِ اللَّهِ . أَعُوْذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّمَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ”.
Latinnya: Bismillah (3x) A'uudzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x).
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari segala kejahatan yang menimpaku dan segala yang saya khawatirkan.”
Lafadz Doa untuk Kesembuhan Orang Lain
Selain mendoakan diri sendiri, umat muslim juga dianjurkan untuk mendoakan sesama yang sedang sakit. Mendoakan orang lain adalah bentuk kepedulian dan kasih sayang sesama muslim, serta merupakan amalan yang mendatangkan pahala. Terdapat beberapa lafadz doa untuk orang sakit supaya cepat sembuh yang bisa dipanjatkan untuk kerabat atau teman.
Untuk memohon kesembuhan bagi orang lain secara umum, bisa membaca:
“شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ”.
Latinnya: Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa'afaka fi dinika wa jismika ila muddati ajalika.
Artinya: “Wahai (sebutkan nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiakanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.”
Untuk keluarga, doa yang sering diamalkan adalah:
“اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا”.
Latinnya: Allahumma rabban nasi, adzhibil ba'sa isyfi antas syafi la syafiya illa anta syifa'an la yughadiru saqaman.
Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikan kesembuhan karena Engkau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”
Jika mendoakan teman, bisa menggunakan doa:
“اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا”.
Latinnya: Allahummasyfi Sa'dan. Allahummasyfi Sa'dan. Allahummasyfi Sa'dan.
Artinya: “Ya Allah, sembuhkan.... (Sa'dan ini bisa diganti dengan nama teman yang sakit).”
Advertisement
Doa Menjenguk Orang Sakit
Menjenguk orang sakit adalah salah satu amalan mulia dalam Islam yang sangat dianjurkan. Saat menjenguk, selain memberikan dukungan moral, kita juga dianjurkan untuk memanjatkan doa kesembuhan bagi mereka. Doa ini menunjukkan kepedulian dan harapan akan kesembuhan bagi yang dijenguk.
Salah satu doa yang populer saat menjenguk orang sakit agar cepat sembuh adalah:
“أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ”.
Latinnya: As'alullahal azhima rabbal'arsyil'azhimi an yassfiyaka.
Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Agung, Tuhan Yang Megah agar menyembuhkanmu.”
Doa ini ringkas namun penuh makna, menunjukkan penyerahan diri kepada kekuasaan Allah.
Doa-Doa Lainnya untuk Kesembuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5286130/original/029857300_1752736392-ChatGPT_Image_17_Jul_2025__14.12.48.jpg)
Selain doa-doa utama yang telah disebutkan, terdapat beberapa lafadz doa untuk orang sakit supaya cepat sembuh lainnya yang dapat diamalkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Doa-doa ini mencakup permohonan kesabaran, perlindungan, hingga kesembuhan untuk penyakit spesifik yang mungkin diderita.
Doa Memohon Kesabaran saat Menghadapi Rasa Sakit dan Penderitaan:
“حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ”.
Latinnya: Hasbiyallahu wa ni'mal-wakiil.
Artinya: “Cukuplah Allah menjadi sebaik-baik penolong dan pelindung.”
Doa untuk Menyembuhkan Sakit Kepala, Demam, dan Penyakit Lainnya:
“بِسْمِ اللهِ الْعَظِيمِ نَعُوذُ بِاللهِ الْكَبِيرِ، اللهُمَّ النَّارِ حَرِّهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْعَرَقِ وَمِنْ شَرِّ النَّارِ”.
Latinnya: Bismillahil 'Azhimi na'udzu billahil Kabir, Allahumma narri harriha wa na'udzu bika min syarri al-'araq wa min syarri an-nar.
Artinya: “Dengan nama Allah SWT Yang Maha Besar, kami berlindung kepada Allah SWT Yang Maha Agung dari kejahatan pendarahan yang parah dan dari kejahatan panasnya api.”
Doa Memohon Rahmat, Kesabaran, dan Kesembuhan dari Allah SWT:
“اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِي قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي، وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّراً فَارْفَعْهُ عَنِّي، وَإِنْ كَانَ بَلَاءً فَصَبِّرْنِي”.
Latinnya: Allahumma in kaana aja-lii qad hadhara fa arihnii, wa in kaana muta-akhiran far- fa'hu 'annii, wa in kaana balaa-an fashabbir nii.
Artinya: “Ya Allah, jika ajalku telah dekat maka istirahatkanlah aku. Jika ajalku masih jauh, sembuhkanlah sakit ini dariku. Dan jika ini musibah, berikanlah aku kesabaran.”
Doa Memohon Perlindungan dari Ketakutan dan Kepikunan:
“اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ.”
Latinnya: Allaahumma innii a'uudzu bika minal jubni, wa a'uudzu bika min an uradda ilaa ardzalil 'umuri, wa a'uudzu bika min fitnatid dun-yaa, wa a'uudzu bika min 'adzaabil qabri.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan, aku berlindung kepada-Mu dari kepikunan, aku berlindung kepada-Mu dari musibah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur.”
Doa untuk Menyembuhkan Jerawat atau Bisul:
“اللَّهُمَّ مُطْفِئَ الْكَبِيرِ وَمُكْبِرَ الصَّغِيْرِ أَطْفِتْهَا عَنِّي”. Latinnya: Allaahumma muthfi-al kabiiri, wa mukbirash shaghiiri, athfi'haa 'annii.
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang memudarkan yang besar dan membesarkan yang kecil, maka pudarkanlah (hilangkanlah) bisul atau jerawat itu dariku.”
Doa Kesembuhan Fisik dan Mental:
“بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ وَاللَّهُ يَشْفِيْكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ فِيْكَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ”.
Latinnya: Bismillaahi arqii-ka, wallaahu yasyfiika min kulli daa-in fiika, wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqadi, wa min syarri haasidin idzaa hasad (3x).
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku me-ruqyah-mu (menjampimu). Semoga Allah menyembuhkanmu dari segala penyakit yang menyerangmu, dari kejahatan tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”
Doa Memohon Kesehatan dan Kesejahteraan:
“اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ”.
Latinnya: Allaahumma innii as-aluka 'ilman naafi'an, wa rizqan waa-si'an, wa syifaa-an min kulli daa-in.
Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang melimpah, dan obat dari segala macam penyakit.”
Doa saat Menghadapi Penyakit Berat atau Menjelang Ajal:
“اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَالْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ الْأَعْلَى.”
Latinnya: Allaahummaghfirlii, warhamnii wa alhiqnii birrafiiqil a'laa.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, dan kumpulkanlah aku di sisi-Mu.”
Doa untuk Menyembuhkan Bengkak dan Nyeri:
“اللَّهُمَّ مُصَغَرَ الْكَبِيرِ وَمُكَبِّرَ الصَّغِيْرِ صَغَرُ مَا بِي”.
Latinnya: Allaahumma mushagh-ghiral kabiiri, mukabbirash shaghiiri, shaghghir maa bii.
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil, kecilkanlah sesuatu yang bengkak pada diriku.”
Advertisement
Hikmah Sakit dalam Perspektif Islam
Sakit dalam pandangan Islam bukan sekadar penderitaan fisik, melainkan sebuah ujian yang membawa berbagai hikmah dan kebaikan bagi seorang mukmin. Allah SWT tidak menimpakan sakit tanpa tujuan, melainkan sebagai bentuk kasih sayang dan cara untuk mengangkat derajat hamba-Nya.
Sebagaimana diriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan tentang makna sakit bagi umat muslim, yakni: “Siapa yang Allah inginkan kebaikan baginya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR. Bukhari).
Berikut adalah beberapa hikmah yang dapat dipetik dari musibah sakit menurut ajaran Islam:
- Mendapatkan Rida Allah SWT: Seorang muslim yang ditimpa sakit harus memiliki keyakinan bahwa segala perkara yang terjadi adalah takdir dan ketetapan dari Allah SWT. Dengan menanamkan sikap rida terhadap sakit yang menimpa, Allah SWT akan memberikan keridaan-Nya.
- Terhapusnya Dosa: Sakit dapat menjadi sarana bagi Allah SWT untuk menghapuskan dosa-dosa seorang muslim. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مَرَضٌ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا” Artinya: “Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti Allah akan menghapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Pahala yang Mengalir: Bagi umat muslim yang terkendala dalam menjalankan ibadah saat sakit, Allah SWT tetap memberikan pahala yang terus mengalir. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, di mana amalan yang biasa dikerjakan saat sehat tetap dicatat pahalanya meskipun terhalang sakit.
- Jalan Menuju Surga: Sakit yang diterima dengan penuh kesabaran, syukur, tawakal, dan rida dapat menjadi jalan bagi seorang mukmin menuju surga. Orang yang sakit dan bersabar adalah orang yang dipilih Allah untuk digugurkan dosa-dosanya dan mendapatkan pahala besar.
- Istiqamah dalam Menambah Amal Kebaikan: Adanya penyakit yang menimpa seorang mukmin merupakan momentum yang sangat berharga bagi dirinya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah dan zikir. Seorang mukmin yang sakit diharapkan tetap istiqamah dalam keyakinan dan amal salehnya, menghindari kemusyrikan, dan terus berbuat kebaikan semaksimal mungkin.
- Menggapai Mati Syahid: Dalam beberapa kondisi, orang yang meninggal karena sakit tertentu dapat digolongkan sebagai mati syahid. Hal ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan orang yang meninggal dalam keadaan sakit di sisi Allah SWT.
Tata Cara Berdoa untuk Kesembuhan
Memanjatkan lafadz doa untuk orang sakit supaya cepat sembuh tidak hanya sekadar mengucapkan lafadznya, tetapi juga memerlukan tata cara yang benar agar doa tersebut lebih berpeluang dikabulkan. Berdoa dengan hati yang tulus dan penuh keyakinan menjadi kunci utama.
Berikut adalah beberapa tata cara yang perlu diperhatikan saat memanjatkan doa untuk kesembuhan yang dikutip dari buku Quantum Doa tulisan Syukriadi Sambas dkk:
- Memahami Makna Doa: Penting untuk memahami arti dan makna dari setiap doa yang dipanjatkan agar hati dan pikiran selaras dengan permohonan yang disampaikan.
- Mengawali dengan Memuji Allah SWT: Sebelum menyampaikan permohonan, mulailah doa dengan memuji kebesaran dan keagungan Allah SWT.
- Membaca Shalawat Rasulullah SAW: Setelah memuji Allah, lanjutkan dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Menyampaikan Doa yang Ingin Dipanjatkan: Sampaikanlah lafadz doa untuk orang sakit supaya cepat sembuh dengan penuh harap dan keyakinan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
- Mengakhiri dengan Shalawat dan Tahmid: Tutup doa dengan kembali membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan tahmid (pujian) kepada Allah SWT.
Advertisement
Daftar Sumber
- Jalan Takwa Meraih Bahagia. Fajar. 2016.
- Jurnal Ilmiah Islamic Resources. "Penyakit dalam Perspektif Ihsan". YUSH-NAWWIR. Vol.17 No.2. Desember 2020.
- Quantum Doa. Syukriadi Sambas dkk.
- informatics.uii.ac.id
FAQ
1. Mengapa doa untuk orang sakit penting dalam Islam?
Karena doa adalah bentuk ikhtiar batin dan wujud tawakal kepada Allah SWT untuk memohon kesembuhan.
2. Apa hikmah sakit menurut Islam?
Sakit menghapus dosa, mengangkat derajat, dan menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
3. Apa lafaz doa yang dianjurkan saat menjenguk orang sakit?
"As’alullahal ‘azhiima rabbal ‘arsyil ‘azhiimi an yasyfiiyaka." (HR. Abu Dawud)
4. Bolehkah mendoakan kesembuhan untuk diri sendiri?
Boleh dan dianjurkan, seperti doa: “Bismillah, a‘uudzu billahi wa qudratihi...”
5. Bagaimana tata cara berdoa agar lebih mustajab?
Awali dengan pujian dan shalawat, doa dengan yakin dan khusyuk, lalu akhiri dengan tahmid.
6. Apa manfaat mendoakan orang lain yang sakit?
Mendatangkan pahala dan bisa mempercepat kesembuhan orang yang didoakan.
7. Apakah doa untuk orang sakit bisa dibaca dalam bahasa Indonesia?
Boleh, selama maknanya benar dan dibaca dengan sungguh-sungguh.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4634077/original/027217700_1698981052-pexels-pavel-danilyuk-8422438.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259234/original/092963300_1781492552-deniz_undav_selebrasi_jerman_curacao_ap_eric_gay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257627/original/035946300_1781249972-AP26163143978604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258899/original/071719200_1781422429-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)