Liputan6.com, Jakarta Ramadhan selalu menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Di dalamnya terdapat malam yang sangat dinanti dan dicari oleh orang-orang beriman, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini adalah Lailatul Qadar, malam yang begitu mulia dan penuh berkah. Setiap tahun, jutaan Muslim memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan harapan dapat bertemu malam ini.
Meskipun tidak ada tanggal pasti kapan malam itu terjadi, semangat umat Islam dalam menggapainya tidak pernah surut. Sebagian besar ulama menyebut malam Lailatul Qadar berada di malam-malam ganjil, antara malam ke-21 hingga malam ke-29 Ramadhan.
Dengan amalan yang tulus dan ikhlas, malam itu bisa menjadi momen perubahan spiritual yang luar biasa dalam kehidupan seseorang. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (3/7/2025).
Advertisement
Apa Itu Malam Lailatul Qadar?
Secara etimologis, istilah "Lailatul Qadar" berasal dari dua kata Arab: lail (malam) dan qadr (ukuran, kemuliaan, atau penentuan). Maulana Muhammad Ali dalam karyanya menjelaskan bahwa qadr bisa berarti kemuliaan, sementara menurut Hamka dan al-Maraghi, qadr juga berarti penentuan atau takdir. Maka, malam ini bisa diartikan sebagai malam kemuliaan sekaligus malam penentuan takdir.
Menurut pandangan Syekh Mushthafa al-Hadidi, Lailatul Qadar dinamai demikian karena merupakan malam turunnya wahyu Ilahi pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Sementara al-Qurthubi menyebutnya sebagai malam di mana segala takdir selama satu tahun ditetapkan oleh Allah dan diserahkan kepada para malaikat, seperti Jibril, Mikail, dan Izrail. Pandangan ini diperkuat oleh tafsiran al-Baghdadi bahwa malam ini menjadi malam pemberitahuan takdir kepada para malaikat, bukan malam penetapan baru karena semua sudah ditentukan sejak azali.
Advertisement
Mengapa Banyak Muslim Mencari Malam Ini?
Umat Islam berlomba-lomba mengejar malam ini karena ia mengandung nilai spiritual yang luar biasa. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar)." (QS. Al-Qadr: 1)
Selain itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk mencarinya di malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda:
"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari)
Meskipun terdapat banyak pendapat mengenai kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi, mayoritas ulama sepakat malam itu terjadi setiap tahunnya di bulan Ramadhan. Imam Sayyid Sabiq bahkan menyebutkan bahwa malam ke-27 adalah malam yang paling banyak diyakini sebagai Lailatul Qadar, didasarkan pada hadis dari Ibnu Umar dan Ubay bin Ka’ab.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
1. Diturunkannya Al-Qur’an
Lailatul Qadar adalah malam pertama kali Al-Qur’an diturunkan ke dunia. Menurut riwayat Imam Ahmad, kitab-kitab samawi lainnya seperti Taurat, Injil, dan Shuhuf juga diturunkan pada bulan Ramadhan, dan Al-Qur’an turun pada tanggal 24 Ramadhan.
2. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Keistimewaan malam ini dijelaskan dalam QS. Al-Qadr: 3: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." Al-Qurthubi menafsirkan “seribu bulan” bukan sebagai angka literal, tapi sebagai metafora dari waktu yang sangat panjang, menunjukkan kemuliaan tak tertandingi dari malam ini.
3. Turunnya Para Malaikat
QS. Al-Qadr: 4 menyebut bahwa para malaikat, termasuk Jibril, turun di malam itu untuk melaksanakan perintah Allah. Mereka membawa kedamaian, memberi salam, dan memohonkan ampun untuk hamba-hamba yang beribadah.
Advertisement
Tips untuk Meraih Malam Lailatul Qadar
Karena keutamaannya yang luar biasa, para ulama menganjurkan agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam beribadah untuk mendapatkan malam ini, terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Berikut ini adalah sejumlah tips yang dapat diamalkan untuk meraih Lailatul Qadar.
1. Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadhan, Terutama Malam Ganjil
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari:
"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari no. 1878, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha)
Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar al-‘Asqalani menyebutkan bahwa banyak riwayat menunjukkan waktu Lailatul Qadar berada di malam ganjil, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, bahkan 29. Meskipun sebagian besar ulama, seperti Sayyid Sabiq dalam Fiqh al-Sunnah, cenderung pada malam ke-27, namun tidak ada kepastian yang mutlak.
Ulama menekankan pentingnya ihtimam atau perhatian penuh terhadap seluruh malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Dalam Membumikan Al-Qur’an, Quraish Shihab menjelaskan bahwa hikmah tidak diberitahukannya tanggal pasti malam tersebut adalah agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam saja, tetapi bersemangat dalam seluruh sepuluh malam terakhir.
2. Mendirikan Shalat Malam (Qiyamul Lail dan Tarawih)
Salah satu amalan utama untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah dengan shalat malam. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa melaksanakan shalat malam pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat malam bisa berupa tarawih, tahajud, dan witir. Umat Islam dianjurkan untuk memanjangkan bacaan dan menambah kekhusyukan. Dalam buku Lailatul Qadar Lebih Baik dari Seribu Bulan karya Mushthafa Hadidi, disebutkan bahwa Rasulullah bahkan melakukan i’tikaf khusus di masjid selama sepuluh malam terakhir, dengan lebih banyak menghabiskan waktu untuk qiyamul lail, zikir, dan doa.
3. Membaca dan Merenungi Al-Qur’an
Lailatul Qadar merupakan malam turunnya Al-Qur’an (QS. Al-Qadr: 1), maka sudah sepatutnya umat Islam memperbanyak tilawah Al-Qur’an dan mentadabburinya.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr: 1)
Dalam Tafsir al-Maraghi, dijelaskan bahwa keutamaan malam ini salah satunya adalah karena wahyu pertama turun kepada Rasulullah SAW di Gua Hira, menandai awal misi kenabian. Membaca Al-Qur’an di malam tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan sumber ajaran Islam.
Menurut baznasjabar.org, para ulama menyarankan agar umat Islam tidak hanya membaca secara lisan, tetapi juga merenungkan (tadabbur) makna ayat-ayat tersebut sebagai bentuk ibadah intelektual dan spiritual.
4. Membaca Doa yang Dianjurkan Rasulullah
Rasulullah mengajarkan satu doa khusus kepada Aisyah RA ketika beliau menanyakan doa terbaik di malam Lailatul Qadar:
"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni." “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, mencintai ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi no. 3513)
Doa ini sederhana namun sangat mendalam maknanya. Kata ‘afw bermakna penghapusan dosa tanpa bekas, bukan sekadar ampunan (maghfirah). Mushthafa al-Hadidi menekankan bahwa doa ini adalah bentuk permohonan puncak dari seorang hamba yang mengakui kelemahan dirinya di hadapan Allah.
5. Melakukan I’tikaf di Masjid
I’tikaf merupakan amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dalam hadis sahih disebutkan:
"Rasulullah SAW melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat." (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1171)
Tujuan dari i’tikaf adalah untuk mengosongkan waktu dari urusan dunia dan fokus penuh dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dalam Tafsir al-Azhar, Hamka menuliskan bahwa i’tikaf adalah sarana terbaik untuk mendalami makna-makna spiritual dan melakukan evaluasi diri (muhasabah), sehingga malam Lailatul Qadar dapat diraih dengan kesiapan jiwa yang maksimal.
6. Memperbanyak Zikir dan Istighfar
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan. Karenanya, memperbanyak zikir, seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir sangat dianjurkan. Istighfar juga menjadi kunci penting untuk membuka pintu ampunan.
Dalam kuliah subuh yang disampaikan oleh Ust. H. Antung Tamin Rahman (sumber: darulhijrah.ponpes.id), beliau menjelaskan bahwa zikir dan istighfar yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan membantu mendekatkan hati pada Allah, serta menjadikan suasana hati lebih damai dan tenang.
7. Memperbanyak Sedekah dan Amal Sosial
Sedekah di bulan Ramadhan sangat dianjurkan, apalagi jika dilakukan di malam Lailatul Qadar. Dalam Fiqh al-Sunnah, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa sedekah yang dilakukan di waktu mulia akan diganjar dengan pahala berlipat ganda. Bahkan, para ulama menyebut bahwa malam Lailatul Qadar adalah momentum untuk menebar kebaikan dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Hadis Rasulullah SAW:
“Sedekah itu dapat memadamkan murka Allah dan menghindarkan dari su’ul khatimah.” (HR. Tirmidzi)
8. Hadiri Majelis Ilmu dan Dukung Dakwah
Menghadiri majelis ilmu pada malam-malam Ramadhan juga merupakan bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Dalam kajian tafsir al-Khazin yang dikutip al-Baghdadi, dijelaskan bahwa salah satu hikmah turunnya wahyu di malam Lailatul Qadar adalah untuk memberi petunjuk bagi umat manusia. Maka, menimba ilmu pada malam ini sangat sejalan dengan semangat wahyu pertama yang turun: Iqra’ (bacalah).
9. Lakukan Introspeksi Diri dan Perbaiki Hubungan dengan Allah
Malam Lailatul Qadar adalah saat yang tepat untuk muhasabah, mengoreksi kesalahan dan dosa yang telah lalu, serta berniat memperbaiki diri. Menurut Syekh Muhammad Abduh, sebagaimana dikutip oleh Mushthafa Hadidi, pengalaman spiritual dalam Lailatul Qadar adalah pengalaman batiniah yang hanya dapat dirasakan dengan kejujuran hati dan ketulusan dalam beribadah, bukan dicari lewat tanda-tanda fisik semata.
Dengan menerapkan amalan-amalan di atas secara konsisten dan ikhlas, insyaAllah kita akan diberi kesempatan untuk meraih Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Seperti yang ditekankan oleh para ulama tafsir dan hadis, semangat utama dari malam ini bukanlah mencari fenomena luar biasa, melainkan memperkuat hubungan ruhani kita dengan Allah SWT.
FAQ Seputar Malam Lailatul Qadar
1. Apakah Lailatul Qadar hanya terjadi sekali?
Sebagian ulama klasik menyebutkan bahwa malam ini hanya terjadi sekali saat pertama kali Al-Qur’an turun. Namun, pendapat mayoritas menyebut bahwa malam ini datang setiap tahun di bulan Ramadhan hingga hari kiamat.
2. Kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi?
Tidak ada kepastian tanggal, namun banyak hadis menyebutkan malam ke-27 sebagai waktu yang paling mungkin. Meski demikian, disarankan untuk menghidupkan semua malam ganjil dalam sepuluh malam terakhir.
3. Apa tanda-tanda malam Lailatul Qadar?
Menurut hadis, malam ini sangat tenang, cuaca tidak panas atau dingin, dan esok harinya matahari terbit dengan cahaya lembut tanpa sinar menyengat.
4. Apakah ada doa khusus untuk malam ini?
Ya, doa yang diajarkan oleh Nabi kepada Aisyah RA: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
5. Apakah bisa meraih Lailatul Qadar di rumah?
Bisa. Selama ibadah dilakukan dengan khusyuk dan ikhlas, baik di rumah maupun di masjid, setiap Muslim memiliki peluang meraih keberkahan malam tersebut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/922314/original/028533700_1436335069-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428249/original/078718400_1618374148-053339400_1559536727-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3403886/original/091287400_1615978933-quran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504503/original/041176000_1782425341-063_2283330296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504502/original/063769000_1782425340-000_B8CR3CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263472/original/073317600_1781931669-AP26171138768328-Paraguay_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263981/original/061969400_1782040041-063_2282521575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2815541/original/062443200_1558775153-iStock-698697244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3121589/original/054389800_1588827933-3482841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540376/original/062198200_1774719387-Kondisi_arus_balik_di_Pelabuhan_Merak_Banten.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)