Sukses

Jokowi Undang Relawan Mini & Disabilitas Saat Pelantikan Presiden

Liputan6.com, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo alias Jokowi bakal mengundang seluruh relawannya pada pelantikan presiden di gedung DPR/MPR pada 20 Oktober 2014 mendatang. Salah satu kelompok relawan yang diundang adalah relawan bertubuh mini dan para penyandang disabilitas.

‎Ketua Umum Persatuan Orang Mini Se-Indonesia Djafri Jhon mengatakan, orang-orang mini ini berjumlah cukup banyak di Indonesia, yaitu lebih dari 5 juta. Dari jumlah tersebut, hampi seluruhnya memilih Jokowi-Jusuf Kalla (JK) saat Pilpres 9 Juli 2014 lalu. ‎

"Kami tadi bertemu Pak Jokowi dan minta aspirasi, supaya bagaimana menghidupi orang mini yang jumlahnya 5 juta orang," kata Djafri usai bertemu Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/10/2014) malam.

Dalam pertemuannya dengan Jokowi, Djafri juga sempat menanyakan terkait terobosan yang dimiliki Jokowi untuk orang-orang mini, agar mereka dapat merasa sama dengan orang-orang pada umumnya. ‎

Walau belum menjawab secara jelas, namun kepada mereka Jokowi berjanji akan memikirkan program-program bagi orang-orang mini dan kaum penyandang disabilitas. Agar mereka merasa setara dengan orang-orang normal.

Kepada Djarfi dan teman-temannya, Jokowi mengundang supaya orang-orang mini itu datang pada saat pelantikan dan turut serta saat arak-arakan usai pelantikan presiden di gedung DPR/MPR.

"Pak Jokowi bangga banget mendapat dukungan dari kami dan beliau mengundang kita 20 Oktober khusus orang-orang mini," kata Jokowi.

Menurut Djafri, pada pertemuan dengan Jokowi tersebut, Persatuan Orang Mini se-Indonesia juga mengucapkan selamat kepada Jokowi atas terpilihnya menjadi presiden periode 2014-2019 itu.

Djarfi menambahkan, seharunya Jokowi datang pada acara syukuran yang diinisiasi komunitas orang mini di bawah relawan merah putih. Namun karena kesibukan Jokowi, undangan tersebut pun batal dihadiri.

"Ini tadi hanya mengucapkan selamat, tetapi karena ada pertemuan dengan berbagai pihak, karena ada hubungan politik, jadi tidak bisa hadir. Dan kami sekarang menghadap Pak Jokowi dan menceritakannya, beliau mengundang kami akhirnya," pungkas Djafri.

Loading