Sukses

Survei Charta Politika: Jokowi-JK Masih Ungguli Prabowo-Hatta

Liputan6.com, Jakarta Memasuki hari tenang, Charta Politika menggelar survei untuk menelisik pasangan capres-cawapres yang paling berpeluang memenangkan Pemilu Presiden 9 Juli 2014. Dalam survei yang dilakukan pada 3 sampai 6 Juli 2014, elektabilitas pasangan Jokowi-JK masih menggungguli pasangan Prabowo-Hatta. Bahkan bila Pilpres dilaksanakan saat survei berlangsung, Jokowi-JK akan keluar sebagai pemenang.

"‎Dari sisi elektabilitas, Jokowi-Kalla masih unggul dari Prabowo-Hatta. Jika Pilpres dilakukan saat survei, Jokowi-JK akan dipilih 49,2 persen responden, sedangkan Prabowo-Hatta dipilih 45,1 persen. Sisanya 5,7 persen menentukan pilihan," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di Jakarta, Selasa, (8/7/2014).

Menurut Yunarto, dalam survei tersebut secara keseluruhan tingkat responden yang menyatakan sudah mantap dengan pilihannya mencapai 78,8 persen. Sisanya, 12,3 persen responden menyatakan masih mungkin mengubah pilihan saat di depan bilik suara. Adapun 8,9 persen menjawab tidak tahu.

"‎Dengan angka yang begitu tinggi, bukan tidak mungkin partisipasi masyarakat dalam pemilu tahun ini akan mengalahkan Orde Baru, yaitu 91 persen tingkat partisipasi masyarakat. Karena ini masih mungkin berubah," ucap dia.

Dari seluruh jumlah responden yang telah mantap menentukan pilihan, ‎tingkat kemantapan responden memilih Jokowi-JK mencapai 83,6 persen. Sedangkan responden yang menyatakan masih mungkin berubah 12,6 persen dan 3,8 persen lainnya menjawab tidak tahu.

"Sementara, tingkat kemantapan responden yang memilih Prabowo-Hatta mencapai 76,6 persen, mereka yang menyatakan masih mungkin berubah 20,4 persen dan 3 persen sisanya menjawab tidak tahu," tutur Yunarto.

Survei ini digelar Charta Politika dengan melibatkan 1.200 responden. Margin of error kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode survei wawancara tatap muka langsung.

Sampel sepenuhnya dipilih secara acak dengan metode penarikan sampel acak bertingkat, dengan memperhatikan karakter urban dan proporsi antara jumlah sampel dan jumlah pemilih di setiap provinsi. (Sss)