KSAD Minta Para Pangdam Waspadai Suhu Politik Setelah Pileg

Tidak menutup kemungkinan setelah itu sampai menjelang Pemilu Presiden 9 Juli mendatang suhu politik kembali naik.

Diterbitkan 06 April 2014, 13:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman meminta kepada para panglima daerah militer (pangdam) di seluruh Indonesia untuk tetap waspada. Terutama setelah penyelenggaran Pemilu Anggota Legislatif (Pileg) 9 April nanti.

Menurut KSAD, suhu politik menjelang Pileg cenderung menurun, namun tidak menutup kemungkinan setelah itu sampai menjelang Pemilu Presiden 9 Juli mendatang kembali naik. "Pangdam bersiap-siap untuk mewaspadai lagi peningkatan yang jauh lebih besar setelah Pileg," kata Budiman di Markas Besar TNI AD (Mabesad), Jakarta, Minggu (6/4/2014).

Dia menjelaskan, selama ini ada sejumlah daerah yang rawan dan rentan terhadap konflik sebelum dan menjelang Pileg. Sebut saja Aceh, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Maluku Utara, dan Papua.

"Sulsel perlu mendapat perhatian lebih. Kemudian Aceh juga menonjol dikarenakan ada 2 kali konflik, yaitu penembakan antarpengikut dari partai lokal. Di Pulau Jawa itu ada Jawa Barat juga daerah rawan," ujarnya.

Tak cuma itu, dalam telekonferensi dengan KSAD, Panglima IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Sarojo melaporkan dalam waktu terakhir terjadi bentrok antara simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan PDI Perjuangan (PDIP). "Tapi sudah bisa diatasi," ujar Pangdam IV Diponegoro.

Gesekan antarpendukung parpol juga terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat dalam waktu terakhir, yakni ketika pendukung Partai Demokrat yang terlibat keributan dengan pendukung Partai Golkar.

"Pendukung Demokrat menurunkan bendera Golkar, sehingga terjadi keributan. Tapi itu kejadian kecil dan sudah diatas," kata Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar.

Sementara di wilayah Papua, disampaikan terdapat gangguan senjata, khususnya di wilayah pegunungan tengah. Di mana di sana ada beberapa caleg yang saudara dan kerabatnya memiliki senjata. Dikhawatirkan ada ancaman dengan senjata saat pemungutan suara agar memilih caleg yang bersangkutan.

"Tapi itu sudah kita antisipasi," kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua.

Tak cuma itu, di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini kemarin juga terjadi penaikan bendera Bintang Kejora. "Itu juga sudah berhasil kita turunkan," imbuh Christian.

KSAD menambahkan, selain konflik juga terdapat sejumlah keluhan menjelang Pileg. Seperti keluhan masalah distribusi logistik karena kondisi geografis dan cuaca. Kemudian keluhan adanya kekurangan, kesalahan dan kerusakan logistik, keluhan permasalahan admintrastif, kepanitiaan, dan infrastruktur dan keluhan permasalahan daftar pemilih.

"Dari berbagai permasalahan ini sebagian besar sudah teratasi. Karena itu menjadi tugas para pangdam untuk mendorong para dandim, para danrem untuk lebih optimal untuk penyelesaian berbagai permasalahan yang ada," ujar Budiman. (Raden Trimutia Hatta)