Cara Mengeringkan Keset Kamar Mandi yang Tidak Terkena Matahari, Jangan Biarkan Lembap Terlalu Lama

Keset kamar mandi tetap kering tanpa matahari dengan kipas angin, ventilasi, dan cara praktis di rumah sendiri.

Diterbitkan 22 Oktober 2026, 18:40 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keset kamar mandi sering kali menjadi salah satu perlengkapan rumah yang paling lama kering, apalagi jika rumah tidak memiliki halaman terbuka atau jendela yang mendapatkan sinar matahari langsung. Setelah digunakan untuk menyerap air dari kaki, keset bisa terasa lembap selama berjam-jam, bahkan mengeluarkan bau apek jika dibiarkan begitu saja di lantai kamar mandi. Kondisi ini tentu membuat tidak nyaman, terutama jika kamu ingin kamar mandi tetap bersih, segar, dan enak digunakan setiap hari.

Namun, kamu tidak perlu khawatir jika keset kamar mandi sulit kering karena tidak terkena matahari. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di dalam rumah, mulai dari menggantung keset di tempat dengan sirkulasi udara yang baik, memanfaatkan kipas angin, hingga menyerap kelebihan air menggunakan handuk kering. Dengan memilih metode yang sesuai dengan bahan keset dan kondisi ruangan, kamu tetap bisa mengeringkannya secara efektif tanpa harus bergantung pada sinar matahari langsung.

1. Gantung Keset di Tempat dengan Sirkulasi Udara yang Baik

Menggantung keset merupakan cara paling sederhana untuk mempercepat proses pengeringan tanpa bantuan sinar matahari. Ketika keset dibiarkan tergeletak di lantai, bagian bawahnya sulit mendapatkan aliran udara sehingga kelembapan bisa bertahan lebih lama, terutama jika lantai kamar mandi juga masih basah setelah digunakan.

Pilih rak pengering, jemuran lipat, atau batang gantungan yang cukup kuat untuk menahan berat keset ketika basah. Bentangkan keset selebar mungkin agar udara dapat menjangkau permukaan depan dan belakangnya, kemudian letakkan di dekat ventilasi atau jendela yang memungkinkan pertukaran udara berjalan dengan baik.

Hindari menggantung keset dalam keadaan terlipat atau menumpuknya bersama pakaian basah karena kondisi tersebut dapat menghambat penguapan air. Jika keset berukuran besar dan tebal, kamu bisa mengubah posisi gantungannya sesekali supaya bagian yang sebelumnya tertutup juga mendapatkan aliran udara yang cukup.

2. Gunakan Kipas Angin untuk Mempercepat Pengeringan

Kipas angin bisa menjadi solusi praktis ketika keset kamar mandi tidak kunjung kering karena cuaca mendung atau kondisi rumah yang minim sinar matahari. Aliran udara dari kipas membantu mempercepat penguapan air pada permukaan kain sehingga kelembapan tidak terus terperangkap di antara serat keset.

Untuk menggunakannya, gantung keset pada rak pengering, kemudian arahkan kipas angin ke permukaannya dari jarak yang aman. Pastikan posisi keset tidak menghalangi aliran udara dan bagian depannya terbentang dengan baik, terutama jika keset memiliki bulu tebal yang cenderung menyimpan banyak air setelah dicuci.

Agar hasilnya lebih maksimal, balik keset secara berkala sehingga kedua sisinya mendapatkan aliran udara secara merata. Waktu pengeringan dapat berbeda-beda tergantung ketebalan bahan, banyaknya air yang terserap, dan kelembapan ruangan, sehingga sebaiknya periksa bagian tengah serta lapisan bawah sebelum menggunakannya kembali.

3. Serap Sisa Air Menggunakan Handuk Kering

Jika keset baru selesai dicuci dan masih sangat basah, jangan langsung menggantungnya tanpa mengurangi kelebihan air terlebih dahulu. Kamu bisa memanfaatkan handuk bersih yang memiliki daya serap tinggi untuk membantu menarik sebagian air dari serat keset sehingga proses pengeringan berikutnya menjadi lebih cepat.

Caranya, bentangkan handuk kering di permukaan yang bersih, kemudian letakkan keset di atasnya dan gulung keduanya secara perlahan. Tekan gulungan menggunakan tangan secara merata agar handuk menyerap air, tetapi jangan memelintir keset terlalu kuat karena tindakan tersebut dapat merusak bentuk kain atau lapisan antiselip pada bagian bawahnya.

Setelah itu, buka gulungan dan periksa kondisi keset untuk mengetahui apakah masih ada banyak air yang tersisa. Jika keset masih terasa sangat basah, ulangi langkah tersebut menggunakan handuk kering lainnya, lalu gantung keset di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik agar kelembapan yang tersisa dapat menguap dengan lebih efektif.

4. Letakkan Keset di Dekat Jendela atau Ventilasi

Tidak semua perlengkapan rumah harus terkena sinar matahari langsung agar bisa kering, termasuk keset kamar mandi yang baru dicuci. Udara yang bergerak melalui jendela atau ventilasi dapat membantu membawa kelembapan menjauh dari permukaan kain, sehingga keset tetap bisa mengering meskipun berada di dalam rumah.

Pilih lokasi yang memiliki pertukaran udara cukup baik, misalnya dekat jendela terbuka, ventilasi ruang cuci, atau area yang tidak terlalu tertutup. Letakkan keset pada rak pengering dengan posisi terbentang dan pastikan tempat tersebut jauh dari percikan air, dinding yang lembap, serta lantai yang masih basah agar keset tidak kembali menyerap kelembapan.

Meski begitu, perhatikan kondisi udara di sekitar rumah, terutama saat musim hujan atau ketika udara luar terasa sangat lembap. Jika keset tidak menunjukkan perubahan setelah beberapa waktu, kombinasikan ventilasi dengan kipas angin agar aliran udara meningkat dan proses pengeringan tidak hanya bergantung pada kondisi cuaca di luar ruangan.

5. Gunakan Dehumidifier Jika Ruangan Lembap

Ruangan yang lembap bisa membuat keset kamar mandi membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering, meskipun sudah digantung dengan benar. Dalam kondisi seperti ini, dehumidifier atau alat pengurang kelembapan udara dapat menjadi pilihan karena membantu mengurangi kandungan uap air di dalam ruangan sehingga air dari keset lebih mudah menguap.

Untuk menggunakannya, gantung keset pada rak pengering dan tempatkan dehumidifier di ruangan yang sama sesuai petunjuk produsen. Pastikan terdapat ruang yang cukup di sekitar alat agar udara dapat bersirkulasi, serta periksa tangki penampung air secara berkala supaya perangkat tetap bekerja dengan baik selama proses pengeringan berlangsung.

Metode ini cocok bagi kamu yang tinggal di rumah tanpa balkon, memiliki ruang cuci tertutup, atau sering menghadapi cuaca hujan selama beberapa hari. Jika tidak memiliki dehumidifier, kamu tetap bisa menggunakan kipas angin sebagai alternatif, meskipun efektivitasnya akan dipengaruhi oleh tingkat kelembapan udara di dalam ruangan.

6. Manfaatkan Mesin Cuci Jika Keset Boleh Diperas

Apabila keset kamar mandi baru saja dicuci, menggunakan fitur peras atau spin pada mesin cuci dapat membantu mengeluarkan kelebihan air sebelum keset dikeringkan di dalam rumah. Cara ini cukup praktis karena keset yang sudah kehilangan sebagian besar airnya akan lebih ringan, tidak terlalu menetes, dan lebih mudah dikeringkan menggunakan bantuan aliran udara.

Sebelum memasukkan keset ke mesin cuci, periksa label perawatan untuk memastikan bahan dan lapisan bawahnya aman terkena putaran mesin. Keset berbahan katun atau mikrofiber tertentu mungkin bisa diperas menggunakan mesin cuci, sedangkan keset dengan lapisan karet, busa, atau bahan antiselip tertentu perlu penanganan lebih hati-hati agar tidak robek atau mengalami kerusakan.

Setelah proses perasan selesai, segera keluarkan keset dan gantung pada rak pengering di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Jangan mengandalkan putaran mesin sebagai satu-satunya proses pengeringan karena serat bagian dalam masih mungkin menyimpan kelembapan, terutama pada keset yang tebal atau memiliki lapisan busa di bagian bawahnya.

7. Hindari Kebiasaan yang Membuat Keset Lama Kering

Salah satu penyebab keset kamar mandi sulit kering adalah kebiasaan membiarkannya tergeletak di lantai setelah digunakan. Bagian bawah keset menjadi tertutup sehingga udara sulit menjangkaunya, sementara sisa air dari kaki atau lantai kamar mandi terus menambah kelembapan pada kain yang belum benar-benar kering.

Kebiasaan lain yang sebaiknya dihindari adalah menggantung keset dalam keadaan terlipat, menumpuknya bersama pakaian basah, atau menyimpannya di lemari ketika masih terasa lembap. Kondisi tersebut dapat memperlambat penguapan air dan meningkatkan risiko munculnya bau apek, terutama jika keset jarang dicuci atau ruangan penyimpanannya memiliki ventilasi yang buruk.

Hindari pula menggunakan panas berlebihan dari alat pengering rambut, pemanas ruangan, atau sumber panas langsung tanpa memastikan bahan keset aman terhadap suhu tersebut. Sebaiknya, biasakan menggantung keset setelah digunakan, mencucinya sesuai kebutuhan, dan memeriksa bagian tengah serta lapisan bawah sebelum menyimpannya agar keset tetap bersih, kering, dan nyaman dipakai setiap hari.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengeringkan Keset Kamar Mandi

1. Bagaimana cara mengeringkan keset kamar mandi tanpa sinar matahari?

Kamu bisa menggantung keset di rak pengering, meletakkannya dekat ventilasi, atau menggunakan kipas angin untuk mempercepat penguapan air.

2. Apakah keset kamar mandi bisa kering hanya dengan kipas angin?

Bisa. Kipas angin membantu mempercepat penguapan air, terutama jika keset digantung terbuka dan kedua sisinya mendapatkan aliran udara yang cukup.

3. Berapa lama keset kamar mandi kering tanpa matahari?

Waktunya bergantung pada ketebalan bahan, jumlah air yang terserap, dan kelembapan ruangan. Keset tipis dapat kering dalam beberapa jam, sedangkan keset tebal mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

4. Mengapa keset kamar mandi berbau apek meskipun sudah digantung?

Bau apek dapat muncul ketika keset masih lembap dalam waktu lama, terutama jika sirkulasi udara buruk atau keset jarang dicuci. Pastikan keset benar-benar kering dan bersihkan secara berkala sesuai petunjuk perawatannya.

5. Apakah keset kamar mandi boleh dikeringkan menggunakan pengering rambut?

Boleh jika petunjuk perawatan bahannya mengizinkan, tetapi gunakan suhu rendah dan jaga jarak yang aman. Hindari panas berlebihan karena dapat merusak serat kain maupun lapisan karet antiselip.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6