Liputan6.com, Jakarta - Ruang di bawah mezzanine sering menjadi area yang membingungkan untuk ditata, terutama pada rumah mungil dengan luas terbatas. Bagian ini terkadang memiliki langit-langit rendah, pencahayaan minim, atau bentuk ruang yang tidak beraturan sehingga sulit dimanfaatkan secara maksimal. Jika salah memilih furnitur dan menempatkan terlalu banyak barang, area tersebut justru bisa membuat rumah terasa semakin sempit.
Padahal, ruang di bawah mezzanine dapat diubah menjadi berbagai area fungsional, mulai dari ruang kerja, sudut membaca, ruang penyimpanan, hingga ruang santai untuk keluarga. Kuncinya terletak pada pemilihan fungsi, penataan furnitur, pengaturan pencahayaan, dan pemanfaatan setiap sudut tanpa mengorbankan kenyamanan.
Lantas bagaimana saja cara menata ruang di bawah mezzanine agar tidak sempit dan tetap nyaman? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (15/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Tentukan Satu Fungsi Utama agar Ruangan Tidak Penuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552032/original/077119300_1775795982-Balkon_Rumah_Dalam_Ruangan_Sebagai_Inspirasi_Hunian_Mungil_Modern_untuk_Keluarga_Baru_Menikah_Model_Mezzanine_Terbuka_di_Ruang_Tengah.jpg)
Langkah pertama dalam menata ruang di bawah mezzanine adalah menentukan fungsi utama area tersebut. Sebelum membeli furnitur atau memindahkan barang, pertimbangkan kebutuhan yang paling penting di rumah. Apakah area tersebut lebih dibutuhkan sebagai ruang kerja, tempat bersantai, sudut membaca, atau penyimpanan barang?
Menentukan fungsi sejak awal membantu menghindari kebiasaan memasukkan terlalu banyak perabot ke dalam satu area. Misalnya, jika ruang di bawah mezzanine akan digunakan sebagai ruang kerja, cukup sediakan meja yang sesuai ukuran, kursi ergonomis, lampu kerja, dan tempat penyimpanan kecil. Tidak perlu menambahkan sofa besar atau lemari tambahan jika tidak benar-benar dibutuhkan.
Pembagian fungsi yang jelas juga membuat ruangan terlihat lebih teratur. Pada rumah mungil, satu area yang memiliki tujuan spesifik sering kali terasa lebih nyaman dibandingkan ruangan yang digunakan untuk banyak keperluan tanpa pengaturan yang matang. Jika ingin menggabungkan dua fungsi, pilih kebutuhan yang saling mendukung, seperti ruang kerja sekaligus rak buku.
Advertisement
2. Pilih Furnitur Multifungsi yang Hemat Tempat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565266/original/028792600_1777016982-2.jpg)
Furnitur multifungsi menjadi salah satu solusi paling efektif untuk memaksimalkan ruang di bawah mezzanine. Perabot yang memiliki lebih dari satu kegunaan dapat mengurangi jumlah barang yang harus ditempatkan di dalam ruangan. Dengan begitu, area lantai tetap terbuka dan sirkulasi penghuni tidak terganggu.
Jika area tersebut digunakan untuk bersantai, pilih bangku dengan ruang penyimpanan di bagian bawah atau meja kecil yang dapat dilipat ketika tidak digunakan. Sementara itu, untuk ruang kerja, meja dengan laci terintegrasi bisa menjadi pilihan agar perlengkapan kantor tidak berserakan. Furnitur ramping dengan desain sederhana juga membantu menjaga tampilan ruangan tetap ringan.
Namun, jangan hanya mempertimbangkan banyaknya fungsi yang ditawarkan. Ukuran furnitur harus sesuai dengan dimensi area di bawah mezzanine, termasuk tinggi bagian plafon dan ruang untuk bergerak. Perabot yang terlalu besar, meskipun multifungsi, tetap berpotensi membuat ruangan terasa sesak dan sulit digunakan.
3. Manfaatkan Ruang Vertikal untuk Penyimpanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5383625/original/015858300_1760685489-Konsep_Industrial_Modern.jpg)
Ketika luas lantai terbatas, dinding dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan tambahan. Rak dinding, kabinet gantung, atau lemari tanam bisa membantu mengurangi kebutuhan akan furnitur yang memakan banyak ruang. Cara ini cocok diterapkan pada rumah mungil yang membutuhkan tempat untuk menyimpan buku, dokumen, dekorasi, atau perlengkapan sehari-hari.
Pilih rak dengan ukuran dan kedalaman yang sesuai agar tidak terlalu menonjol ke area sirkulasi. Barang yang sering digunakan sebaiknya diletakkan pada bagian yang mudah dijangkau, sedangkan benda yang jarang dipakai dapat disimpan di rak yang lebih tinggi. Gunakan kotak penyimpanan dengan bentuk seragam agar barang-barang kecil tidak menciptakan kesan berantakan.
Meski demikian, penyimpanan vertikal perlu disesuaikan dengan bentuk mezzanine. Jika bagian atas ruangan cukup rendah atau memiliki kemiringan tertentu, gunakan rak bertingkat dengan ukuran yang mengikuti kontur ruang. Pastikan pula rak dan kabinet dipasang dengan kuat serta tidak mengganggu akses keluar-masuk area tersebut.
Advertisement
4. Gunakan Warna Terang untuk Menciptakan Kesan Lega
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374449/original/039478300_1792051603-4.jpeg)
Warna interior turut memengaruhi kesan luas pada ruang di bawah mezzanine. Warna putih, krem, beige, abu-abu muda, dan warna kayu terang dapat membantu memantulkan cahaya sehingga ruangan terasa lebih cerah. Pilihan warna tersebut juga cocok untuk menciptakan tampilan minimalis yang rapi dan tidak berlebihan.
Untuk hasil yang harmonis, gunakan warna terang sebagai dasar pada dinding, plafon, dan sebagian besar furnitur. Setelah itu, tambahkan aksen melalui bantal, karpet kecil, dekorasi dinding, atau tanaman hias. Perpaduan ini membuat ruangan tetap memiliki karakter tanpa dipenuhi terlalu banyak warna yang saling bertabrakan.
Bukan berarti semua elemen harus berwarna putih. Warna gelap masih dapat digunakan sebagai aksen pada kaki meja, bingkai rak, atau aksesori berukuran kecil. Hal terpenting adalah menjaga keseimbangan agar area yang cenderung rendah tidak terasa semakin berat secara visual. Finishing yang tidak terlalu mengilap juga bisa membantu menciptakan suasana lebih tenang dan nyaman.
5. Maksimalkan Pencahayaan agar Area Tidak Terasa Pengap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374445/original/019521300_1792051603-ddd91e55-4182-4da0-850e-e85cc4a4530e.jpeg)
Ruang di bawah mezzanine berisiko terlihat gelap karena sebagian cahaya dari jendela atau lampu utama terhalang oleh struktur di atasnya. Kondisi ini dapat membuat area terasa lebih sempit, terutama jika dinding dan furnitur didominasi warna gelap. Karena itu, pencahayaan perlu direncanakan sesuai dengan fungsi ruangan.
Jika tersedia jendela di dekat area tersebut, usahakan agar cahaya alami tidak terhalang lemari besar atau furnitur tinggi. Untuk bagian yang minim cahaya, lampu dinding, lampu meja, atau lampu LED pada rak dapat membantu menerangi sudut yang sulit dijangkau lampu utama. Pilih pencahayaan yang cukup terang untuk bekerja, tetapi tetap nyaman ketika area digunakan untuk bersantai.
Penempatan lampu juga perlu memperhatikan ketinggian mezzanine. Lampu gantung berukuran besar umumnya kurang ideal jika jarak kepala dengan plafon sangat terbatas. Sebagai alternatif, gunakan lampu tanam atau lampu yang menempel pada dinding dan bagian bawah struktur mezzanine. Pastikan instalasi listrik aman dan tidak mengganggu aktivitas penghuni.
Advertisement
6. Jaga Sirkulasi dan Sisakan Ruang untuk Bergerak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433315/original/048298200_1764841681-Interior_Rumah_Minimalis_dengan_Mezzanine_yang_Estetik_dan_Nyaman_Gaya_Industrial.jpg)
Salah satu kesalahan yang membuat ruang di bawah mezzanine terasa sempit adalah menempatkan furnitur tanpa memperhitungkan jalur pergerakan. Meja, kursi, rak, dan kotak penyimpanan mungkin terlihat pas ketika dilihat satu per satu, tetapi susunannya bisa menyulitkan penghuni saat berjalan atau mengambil barang.
Sebelum menentukan posisi furnitur, perhatikan jalur yang menghubungkan area tersebut dengan ruangan lain. Hindari menempatkan perabot di depan pintu, akses tangga, atau jalur utama. Jika ruangnya terbatas, pilih meja yang menempel pada dinding dan kursi yang dapat didorong masuk sepenuhnya setelah digunakan.
Selain sirkulasi gerak, perhatikan pula aliran udara. Jangan menutup seluruh sisi ruang dengan kabinet tinggi jika hal itu menghambat ventilasi yang tersedia. Ruangan yang memiliki akses udara dan pencahayaan memadai cenderung terasa lebih nyaman untuk digunakan dalam waktu lama. Jika area berada di bawah mezzanine dengan tinggi terbatas, pastikan fungsi dan furniturnya sesuai agar penghuni tidak mudah terbentur atau merasa terkurung.
7. Gunakan Dekorasi Secukupnya dan Hindari Barang Menumpuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560128/original/063478100_1776659766-2.jpg)
Dekorasi dapat membuat ruang di bawah mezzanine terasa lebih hidup, tetapi jumlah yang berlebihan justru dapat menghilangkan kesan lega. Banyaknya pajangan kecil, bantal, keranjang, atau aksesori di atas meja membuat pandangan mudah terpecah. Oleh sebab itu, pilih beberapa dekorasi yang benar-benar mendukung suasana ruangan.
Sebagai contoh, sudut membaca bisa dipercantik dengan satu tanaman hias yang sesuai kondisi cahaya, lampu baca, dan satu karya seni berukuran proporsional. Untuk ruang kerja, cukup tambahkan tempat alat tulis dan dekorasi sederhana agar meja tidak kehilangan area untuk bekerja. Jika menyukai tampilan natural, perpaduan kayu terang dan satu atau dua tanaman dapat memberikan kesan hangat tanpa membuat ruang terasa penuh.
Kebiasaan merapikan barang juga sama pentingnya dengan pemilihan dekorasi. Sediakan tempat khusus untuk barang yang sering digunakan dan singkirkan benda yang sudah tidak diperlukan. Periksa isi rak secara berkala agar area penyimpanan tidak berubah menjadi tempat menumpuk barang. Dengan jumlah dekorasi yang terkontrol, ruang di bawah mezzanine bisa terlihat lebih bersih dan nyaman tanpa membutuhkan renovasi besar.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menata Ruang di Bawah Mezzanine
1. Ruang di bawah mezzanine sebaiknya digunakan untuk apa?
Ruang di bawah mezzanine dapat digunakan sebagai ruang kerja, sudut membaca, ruang santai, area penyimpanan, atau tempat meletakkan meja kecil. Pilih fungsi berdasarkan luas, ketinggian, pencahayaan, dan kebutuhan penghuni rumah.
2. Bagaimana cara membuat ruang di bawah mezzanine terlihat lebih luas?
Gunakan warna terang, furnitur berukuran proporsional, penyimpanan vertikal, dan pencahayaan yang memadai. Hindari menumpuk barang serta sisakan ruang kosong agar pandangan dan jalur pergerakan tidak terhalang.
3. Apakah ruang di bawah mezzanine cocok dijadikan ruang kerja?
Ya, asalkan ketinggian area memadai untuk duduk dan bekerja dengan nyaman. Gunakan meja yang sesuai ukuran, kursi ergonomis, pencahayaan tugas, serta ventilasi yang baik. Pastikan posisi monitor dan meja juga mendukung postur tubuh yang nyaman.
4. Furnitur apa yang cocok untuk ruang di bawah mezzanine?
Furnitur ramping, meja lipat, bangku dengan penyimpanan, rak dinding, dan kabinet tanam dapat menjadi pilihan. Sesuaikan ukuran perabot dengan luas dan tinggi area agar tidak menghambat pergerakan.
5. Apakah ruang di bawah mezzanine perlu menggunakan warna putih?
Tidak harus. Warna krem, beige, abu-abu muda, dan kayu terang juga dapat menciptakan kesan lapang. Warna yang lebih gelap tetap bisa digunakan sebagai aksen selama tidak mendominasi seluruh ruangan yang minim cahaya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374621/original/047021200_1792057036-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T163623.276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374518/original/013435400_1792054116-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T154739.817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374250/original/004232300_1792041603-HOAX__35_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330599/original/012394500_1787390765-Desain_rumah_type_21_minimalis_modern_yang_hemat_biaya_dan_kekinian_model_mezzanine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374457/original/082648200_1792051890-Gemini_Generated_Image_avj34davj34davj3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4249499/original/044401400_1670206256-WhatsApp_Image_2022-12-03_at_19.20.34.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374481/original/085977500_1792052678-cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374594/original/004231900_1792055844-35c530c5-684c-460f-9db7-f159e97b41bb.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374452/original/054857600_1792051603-7.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374426/original/011203900_1792051372-hl1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256496/original/025539700_1781159644-Pagar_Kombinasi_Besi_dan_Kayu_Modern.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374349/original/043777700_1792047496-pexels-ali-bensoula-555682561-29356416.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374434/original/033127800_1792051526-HL_lantai_kanopi_1.jpg)