Liputan6.com, Jakarta - Indonesia berdiri di atas rangkaian cincin api dengan ancaman gempa, letusan gunung berapi, banjir, dan longsor yang datang silih berganti. Untuk mengoordinasikan penanganan risiko ini, pemerintah membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada 2008, lembaga setingkat menteri yang bertugas memimpin upaya pencegahan hingga pemulihan pascabencana di seluruh wilayah Tanah Air.
Sejak didirikan pada 2008, pucuk pimpinan BNPB sudah berganti sebanyak enam kali. Setiap kepala membawa latar belakang militer yang berbeda, mulai dari Angkatan Darat hingga Angkatan Laut, dengan masa jabatan yang juga bervariasi, mulai dari hitungan bulan hingga bertahun-tahun lamanya.
Pergantian pemimpin ini selalu menjadi sorotan publik, sebab posisi kepala BNPB langsung bertanggung jawab kepada presiden dan menentukan arah penanganan bencana nasional. Berikut adalah daftar kepala BNPB dari periode ke periode, lengkap dengan latar belakang dan jejak karier masing-masing hingga sosok yang menjabat saat ini, dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber (15/10/2026).
Advertisement
Syamsul Maarif (2008-2015)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374608/original/057524100_1792056467-Prof_Syamsul_Maarif.jpg)
Syamsul Maarif merupakan kepala BNPB pertama sejak lembaga ini dibentuk lewat Peraturan Presiden pada 2008. Ia merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat berpangkat mayor jenderal yang sebelumnya menjabat Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana, cikal bakal BNPB.
Selama menjabat, Syamsul dikenal lewat konsep “Living in Harmony with Disaster” serta program Desa Tangguh Bencana yang kemudian dikukuhkan lewat peraturan resmi BNPB pada 2012. Ia memimpin lembaga ini selama tujuh tahun, masa jabatan terpanjang di antara seluruh kepala BNPB sampai saat ini.
Setelah purna tugas pada 2015, Syamsul kerap tampil sebagai pembicara dan pengajar tamu soal manajemen bencana di berbagai kampus, termasuk Universitas Gadjah Mada dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ia juga menyandang gelar profesor dan terus aktif membagikan pengalamannya kepada mahasiswa pascasarjana manajemen bencana.
Advertisement
Willem Rampangilei (2015-2019)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1921854/original/061547400_1519215947-IMG_20180221_195025_346__1_.jpg)
Willem Rampangilei menggantikan Syamsul Maarif sebagai kepala BNPB pada September 2015. Sebelum menjabat, ia merupakan purnawirawan TNI Angkatan Laut berpangkat laksamana muda yang pernah menjadi Komandan Pangkalan Utama TNI AL di Manado serta Kepala Dinas Hidrografi dan Oseanografi Mabes AL.
Saat dilantik, Willem langsung dihadapkan pada persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang sudah berlangsung selama belasan tahun. Ia menjadikan penanganan asap sebagai prioritas, dengan menekankan pendekatan pencegahan dan deteksi dini di wilayah rawan kebakaran.
Willem menjabat kepala BNPB selama hampir empat tahun sebelum digantikan oleh Doni Monardo pada awal 2019. Sebelum menduduki kursi kepala BNPB, kariernya sempat singgah sebagai deputi di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Doni Monardo (2019-2021)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2646025/original/004043800_1547007378-20190109-Jokowi-Lantik-Doni-Monardo-Jadi-Kepala-BNPB-ANGGA-11.jpg)
Doni Monardo dilantik sebagai kepala BNPB pada Januari 2019, menggantikan Willem Rampangilei. Ia merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, dengan rekam jejak panjang sebagai mantan Komandan Jenderal Kopassus serta Komandan Paspampres era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Masa jabatan Doni bertepatan dengan datangnya pandemi Covid-19 ke Indonesia. Pada 2020, ia ditunjuk merangkap sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 nasional, sehingga tanggung jawabnya meluas dari penanggulangan bencana alam menjadi penanganan krisis kesehatan berskala nasional.
Doni memasuki masa pensiun dari jabatan kepala BNPB pada Juni 2021, lalu digantikan oleh Ganip Warsito. Pada 3 Desember 2023, kabar duka datang dari keluarga besar BNPB setelah Doni Monardo berpulang di usia 60 tahun.
Advertisement
Ganip Warsito (2021)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3625715/original/062816400_1636337409-WhatsApp_Image_2021-11-04_at_18.00.09.jpeg)
Ganip Warsito dilantik sebagai kepala BNPB pada 25 Mei 2021, menggantikan Doni Monardo yang memasuki masa pensiun. Ia lahir di Magelang, Jawa Tengah, dan merupakan lulusan Akademi Militer 1986 dengan latar belakang infanteri.
Sebelum menjabat kepala BNPB, Ganip menduduki posisi Kepala Staf Umum TNI serta Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III yang membawahi wilayah Maluku dan Papua. Ia juga tercatat pernah menjadi Komandan Batalyon Infanteri di Bali, posisi yang sebelumnya pernah dijabat oleh Doni Monardo.
Masa jabatan Ganip sebagai kepala BNPB relatif singkat, hanya berlangsung sekitar enam bulan. Ia memasuki masa purna tugas pada akhir 2021 dan digantikan oleh Suharyanto pada November tahun yang sama.
Suharyanto (2021-2026)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325299/original/008131200_1786855958-suharyanto.jpg)
Suharyanto dilantik sebagai kepala BNPB pada 17 November 2021, menggantikan Ganip Warsito. Ia merupakan lulusan Akademi Militer 1989 yang sebelumnya menjabat Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya, dengan rekam jejak karier yang juga pernah melintasi Badan Intelijen Negara dan Sekretariat Militer Presiden.
Selama menjabat, Suharyanto menangani sejumlah bencana besar, mulai dari banjir dan longsor di berbagai provinsi, erupsi Gunung Semeru, hingga pengiriman bantuan kemanusiaan Indonesia untuk korban gempa di Myanmar pada 2025. Ia kerap tampil langsung di lokasi bencana untuk memimpin penanganan tanggap darurat.
Suharyanto menjabat kepala BNPB selama hampir lima tahun, salah satu masa tugas terlama kedua setelah Syamsul Maarif. Ia digantikan oleh Kristomei Sianturi pada 15 Oktober 2026.
Advertisement
Kristomei Sianturi (2026-sekarang)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5321964/original/092030200_1755685368-637bcbff-b4e2-46d9-b61e-ef7f65217497.jpeg)
Kristomei Sianturi dilantik sebagai kepala BNPB oleh Presiden Prabowo Subianto pada 15 Oktober 2026, menggantikan Suharyanto. Ia lahir di Kotabumi, Lampung Utara, pada 6 Mei 1976, dan merupakan perwira TNI Angkatan Darat dari kecabangan infanteri lulusan Akademi Militer 1997.
Sebelum dipercaya memimpin BNPB, Kristomei menjabat Panglima Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten. Kariernya juga pernah melintasi dunia penerangan TNI, mulai dari Kepala Dinas Penerangan TNI AD pada 2023 hingga Kepala Pusat Penerangan TNI sejak Maret 2025.
Pelantikan Kristomei dilakukan bersamaan dengan pergantian sejumlah pejabat tinggi TNI lainnya di Istana Negara, termasuk pergeseran posisi Kepala Staf Angkatan Darat. Sebagai kepala BNPB, Kristomei kini bertanggung jawab mengoordinasikan penanganan bencana di seluruh Indonesia bersama kementerian, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
Pertanyaan Seputar Daftar Kepala BNPB dari Periode ke Periode
Siapa kepala BNPB pertama?
Kepala BNPB pertama adalah Syamsul Maarif, yang menjabat sejak lembaga ini berdiri pada 2008 hingga 2015.
Siapa kepala BNPB yang menjabat paling singkat?
Ganip Warsito merupakan kepala BNPB dengan masa jabatan paling singkat, hanya sekitar enam bulan pada 2021.
Siapa kepala BNPB saat ini?
Kepala BNPB saat ini adalah Letjen TNI Kristomei Sianturi, yang dilantik pada 15 Oktober 2026.
Apakah kepala BNPB selalu berasal dari TNI?
Ya, sejak awal berdiri hingga saat ini, seluruh kepala BNPB berasal dari kalangan TNI, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Laut.
Berapa lama masa jabatan kepala BNPB?
Tidak ada batas waktu baku. Masa jabatan kepala BNPB bervariasi, mulai dari enam bulan (Ganip Warsito) hingga tujuh tahun (Syamsul Maarif), tergantung keputusan presiden.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374518/original/013435400_1792054116-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T154739.817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374250/original/004232300_1792041603-HOAX__35_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374273/original/056682000_1792043129-cek_fakta_-_kejaksaan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4249499/original/044401400_1670206256-WhatsApp_Image_2022-12-03_at_19.20.34.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374462/original/044165000_1792052238-915b5262-518c-4f4a-8953-5112d9378c7a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373777/original/092186600_1791980033-Penampakan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150515/original/026270800_1741076535-20250304-Banjir_Bekasi-AFP_1.jpg)