7 Cara Menghemat Listrik di Rumah Tanpa Mengurangi Penggunaan Elektronik

Cara menghemat listrik di rumah tanpa mengurangi penggunaan elektronik lewat 7 tips praktis dan mudah.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menggunakan berbagai perangkat elektronik setiap hari dapat memengaruhi konsumsi listrik di rumah. Namun, Anda tidak harus mengurangi pemakaiannya secara drastis untuk menghemat energi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari mengatur kebiasaan penggunaan hingga memilih perangkat yang lebih efisien.

Cara menghemat listrik di rumah tanpa mengurangi penggunaan elektronik dapat dimulai dengan memperhatikan konsumsi daya peralatan, memanfaatkan pengaturan hemat energi, serta menghindari penggunaan listrik yang tidak diperlukan. Dengan langkah sederhana ini, perangkat tetap bisa digunakan sesuai kebutuhan tanpa membuang energi secara berlebihan.

Berikut cara menghemat listrik di ruma tanpa mengurangi penggunaan elektronik, dilansir Liputan6.com dari laman SWEPCO Solutions pada Jumat (9/10).

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Cabut Perangkat Elektronik yang Tidak Digunakan

Sebagian perangkat elektronik masih dapat mengonsumsi listrik ketika tetap terhubung ke stopkontak meskipun sedang tidak digunakan. Konsumsi ini dapat terjadi saat perangkat berada dalam mode siaga (standby).

Untuk mengurangi pemakaian listrik tersebut, cabut perangkat yang tidak diperlukan apabila aman dilakukan. Anda juga bisa menggunakan stopkontak ekstensi bersakelar untuk memutus aliran listrik ke beberapa perangkat sekaligus.

Namun, jangan memutus daya perangkat yang harus terus menyala, seperti kulkas, atau peralatan yang membutuhkan pasokan listrik untuk menjalankan fungsi penting.

2. Gunakan Peralatan Rumah Tangga secara Efisien

Kebiasaan saat menggunakan peralatan rumah tangga turut memengaruhi konsumsi listrik. Salah satu contohnya adalah mengoperasikan mesin pencuci piring ketika muatannya sudah cukup penuh agar energi yang digunakan dalam satu siklus lebih optimal.

Jika menggunakan mesin pencuci piring yang memiliki fitur pengeringan alami, pertimbangkan untuk memanfaatkannya sesuai petunjuk penggunaan. Langkah ini dapat mengurangi kebutuhan energi untuk proses pengeringan yang menggunakan pemanas.

Prinsip serupa dapat diterapkan pada peralatan lain: pilih pengaturan yang sesuai dengan kebutuhan dan hindari menjalankan perangkat ketika belum diperlukan.

3. Cuci Pakaian dengan Air Bersuhu Rendah

Jika mesin cuci yang Anda gunakan mendukungnya, memilih air bersuhu rendah dapat membantu menghemat energi, terutama karena mesin tidak perlu menggunakan banyak listrik untuk memanaskan air.

Sesuaikan suhu pencucian dengan jenis kain, tingkat kekotoran, dan petunjuk perawatan pakaian. Untuk cucian sehari-hari yang tidak memerlukan air panas, pengaturan suhu rendah bisa menjadi pilihan yang lebih hemat energi tanpa harus mengurangi frekuensi mencuci.

4. Pilih Perangkat Elektronik Hemat Energi

Saat membeli perangkat elektronik baru, perhatikan informasi konsumsi daya dan efisiensi energinya. Perangkat dengan efisiensi lebih baik dapat membantu menekan penggunaan listrik tanpa mengurangi fungsi utama yang dibutuhkan.

Anda bisa membandingkan konsumsi daya beberapa model sebelum membeli, termasuk kulkas, komputer, dan peralatan rumah tangga lainnya. Jangan hanya mempertimbangkan harga pembelian, tetapi perhatikan juga potensi biaya listrik selama perangkat digunakan.

Tidak perlu buru-buru mengganti semua perangkat yang masih berfungsi dengan baik. Pertimbangkan penggantian ketika perangkat lama sudah tidak efisien, rusak, atau memang membutuhkan penggantian.

5. Matikan Komputer Ketika Tidak Digunakan dalam Waktu Lama

Komputer tetap membutuhkan energi ketika menyala meskipun tidak sedang digunakan secara aktif. Karena itu, matikan komputer jika Anda tidak akan menggunakannya dalam waktu lama.

Jika hanya meninggalkan komputer sebentar, manfaatkan mode tidur (sleep) atau pengaturan hemat energi yang tersedia. Pengaturan ini memungkinkan perangkat mengurangi konsumsi daya ketika tidak digunakan secara aktif.

Anda juga tidak perlu mengaktifkan animasi atau screen saver dengan tujuan menghemat listrik. Lebih baik gunakan fitur pengelolaan daya bawaan perangkat agar layar dan sistem dapat beralih ke kondisi yang lebih hemat energi secara otomatis.

6. Pertimbangkan Laptop untuk Kebutuhan Komputasi

Jika sedang merencanakan pembelian komputer baru, laptop dapat menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan karena umumnya menggunakan daya lebih rendah dibandingkan komputer desktop dengan kemampuan yang sebanding.

Meski demikian, konsumsi listrik sebenarnya bergantung pada spesifikasi, ukuran, beban kerja, serta perangkat tambahan yang digunakan. Komputer desktop untuk pekerjaan berat, misalnya, tidak selalu bisa dibandingkan langsung dengan laptop untuk kebutuhan ringan.

Pilih perangkat berdasarkan kebutuhan sehari-hari dan periksa spesifikasi konsumsi dayanya. Dengan begitu, Anda tetap bisa bekerja, belajar, atau menikmati hiburan tanpa harus mengorbankan kenyamanan penggunaan demi menghemat listrik.

7. Manfaatkan Pengaturan Hemat Energi pada Perangkat

Banyak perangkat elektronik menyediakan pengaturan untuk mengurangi konsumsi daya ketika tidak digunakan secara aktif. Fitur ini bisa ditemukan pada komputer, laptop, televisi, dan sejumlah perangkat lainnya.

Aktifkan pengaturan hemat energi sesuai kebutuhan. Anda juga bisa mengatur layar agar mati secara otomatis setelah beberapa saat tidak digunakan atau mengaktifkan mode tidur pada perangkat yang mendukungnya.

Langkah tersebut membantu mengurangi pemakaian listrik tanpa harus menghentikan aktivitas menggunakan perangkat. Pastikan pengaturan yang dipilih tidak mengganggu pekerjaan, proses unduhan, atau fungsi lain yang perlu tetap berjalan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menghemat Listrik di Rumah Tanpa Mengurangi Penggunaan Elektronik

1. Bagaimana cara menghemat listrik tanpa mengurangi penggunaan elektronik?

Anda bisa mengaktifkan mode hemat energi, mematikan perangkat saat tidak digunakan, mencabut perangkat dari stopkontak jika aman, serta memilih peralatan yang lebih efisien.

2. Apakah perangkat elektronik tetap menggunakan listrik saat dalam mode siaga?

Ya, sebagian perangkat masih mengonsumsi listrik saat berada dalam mode siaga atau standby. Konsumsi dayanya bergantung pada jenis perangkat dan fitur yang aktif.

3. Apakah mencuci pakaian dengan air bersuhu rendah bisa menghemat listrik?

Ya, penggunaan air bersuhu rendah dapat mengurangi energi untuk memanaskan air pada mesin cuci yang memiliki fitur tersebut. Namun, sesuaikan suhu pencucian dengan jenis kain dan tingkat kekotoran pakaian.

4. Apakah laptop lebih hemat listrik daripada komputer desktop?

Secara umum, laptop cenderung menggunakan daya lebih rendah dibandingkan komputer desktop dengan kemampuan sebanding. Namun, konsumsi listrik sebenarnya bergantung pada spesifikasi, beban kerja, dan perangkat tambahan yang digunakan.

5. Apakah mode hemat energi pada perangkat elektronik efektif mengurangi konsumsi listrik?

Ya, mode hemat energi dapat membantu mengurangi konsumsi listrik dengan menyesuaikan kinerja perangkat atau mematikan layar secara otomatis ketika tidak digunakan. Besarnya penghematan bergantung pada jenis perangkat dan pengaturan yang diterapkan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6