Cara Menanam Pakcoy untuk Pemula, dari Menyemai Benih hingga Panen

Pelajari cara menanam pakcoy untuk pemula, mulai dari menyemai benih, menanam di pot, polybag, dan hidroponik, merawat tanaman, hingga panen daun segar di rumah

Diterbitkan 17 Oktober 2026, 13:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam pakcoy tergolong mudah dan bisa dicoba siapa saja, bahkan di lahan yang sangat terbatas. Sayuran hijau bernama lain sawi sendok ini dapat ditanam langsung di tanah, di dalam pot atau polybag, maupun secara hidroponik.

Prosesnya diawali dari menyemai benih, memindahkan bibit, merawat, lalu memanen daunnya dalam waktu singkat. Menguasai cara menanam pakcoy yang tepat membuat panen lebih cepat, daun lebih segar, dan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama.

Pakcoy yang juga disebut bok choy termasuk sayuran cepat panen sekaligus kaya vitamin dan mineral. Berdasarkan panduan FAO, benih pakcoy bahkan dapat berkecambah hanya dalam 1-2 hari, sementara kandungan gizinya yang tinggi membuatnya kerap dijadikan sayuran asal China yang cocok untuk diet.

Cara Menyemai Benih Pakcoy

Cara menanam pakcoy selalu diawali dari proses penyemaian benih yang benar. Tahap ini bertujuan memastikan benih berkecambah dengan sehat sebelum dipindahkan ke media tanam utama.

Dilansir dari Savvy Gardening, benih pakcoy sebaiknya disemai sedalam sekitar 0,5 cm dengan jarak antarbenih kurang lebih 5 cm pada media yang lembap namun tidak becek. Sebelum menyemai, ada baiknya menentukan varietas yang diinginkan terlebih dahulu.

  1. Pilih benih berkualitas: Gunakan benih pakcoy yang masih baru dan berdaya tumbuh tinggi. Untuk skala rumahan, varietas kecil seperti pakcoy hijau (Shanghai) atau pakcoy putih lebih praktis dan cepat matang.
  2. Siapkan media semai: Gunakan media selain tanah seperti campuran cocopeat, sekam bakar, dan kompos, atau rockwool. Jika memakai tanah, pastikan gembur dan sudah dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.

  3. Rendam benih: Rendam benih dalam air hangat kuku selama 4-6 jam, lalu tiriskan. Perendaman membantu mematahkan dormansi sehingga benih lebih cepat berkecambah.

  4. Tanam benih: Buat lubang dangkal 0,5-1 cm, masukkan 1-2 benih per lubang, kemudian tutup tipis dengan media tanpa ditekan agar benih tetap mudah pecah.

  5. Jaga kelembapan dan cahaya: Semprot media 1-2 kali sehari memakai sprayer halus dan letakkan di tempat teduh yang tetap terang. Setelah kecambah muncul, kenalkan pada sinar pagi secara bertahap agar batang tidak tumbuh kurus memanjang (kutilang).

  6. Pindahkan saat berdaun sejati: Bibit siap dipindah tanam setelah berumur sekitar dua minggu atau memiliki 3-4 helai daun sejati. Pilih bibit yang tegak, berdaun hijau segar, dan bebas hama.

Bila ingin mengenal lebih jauh karakteristik sayuran ini, Anda dapat menyimak panduan mengenal ciri-ciri pakcoy terlebih dahulu sebelum membeli benihnya.

Cara Menanam Pakcoy di Pot dan Polybag

Bagi yang memiliki lahan terbatas, menanam di wadah menjadi pilihan paling masuk akal. Penggunaan pot atau polybag berukuran kecil menjadikannya salah satu cara menanam pakcoy paling ramah untuk pemula di perkotaan.

Metode ini tidak jauh berbeda dengan teknik menanam sayuran di pot atau polybag pada umumnya. Pakcoy sendiri termasuk salah satu sayuran yang paling cepat panen di pot berkat ukurannya yang ringkas.

  1. Pilih wadah dengan drainase: Gunakan pot atau polybag berukuran minimal 15 cm yang memiliki lubang drainase di bagian bawah. Lubang ini mencegah air menggenang yang bisa membuat akar membusuk.

  2. Racik media tanam: Isi wadah dengan campuran tanah, arang sekam, dan kompos berbanding 1:1:1, atau tanah dan pupuk kandang 1:1. Pastikan derajat keasaman tanah berada pada kisaran pH 6-7.

  3. Buat lubang tanam: Lubangi media tepat di tengah wadah sesuai ukuran gumpalan akar bibit. Lubang inilah yang akan menjadi tempat menanam bibit hasil semai.

  4. Pindahkan bibit dengan hati-hati: Cabut bibit beserta medianya menggunakan sendok atau sekop kecil agar akar tidak patah, lalu tanam dan tepuk ringan media di sekelilingnya supaya bibit berdiri tegak.

  5. Atur pencahayaan: Simpan di tempat teduh selama seminggu pertama, kemudian pindahkan ke lokasi yang terkena sinar matahari 4-6 jam sehari. Pada cuaca sangat terik, beri sedikit naungan agar daun tidak terbakar.

  6. Siram dan pupuk rutin: Siram setiap pagi dan sore memakai semprotan halus, serta berikan pupuk organik tiap 1-2 minggu. Pakcoy umumnya siap dipanen dalam 30-45 hari.

Selain di pot, banyak orang juga sukses melakukan budidaya pakcoy di polybag berukuran 15 cm dengan hasil melimpah. Baca juga: daftar tanaman sayur dan buah yang tumbuh subur di polybag.

Cara Menanam Pakcoy dengan Sistem Hidroponik

Selain di tanah, pakcoy juga sangat cocok dibudidayakan tanpa media tanah. Tanpa memerlukan tanah, cara menanam pakcoy secara hidroponik justru sering memberikan hasil yang lebih bersih, cepat, dan minim pestisida.

Prinsip dasarnya sama dengan teknik menanam sayuran hidroponik lainnya, yakni mengganti unsur hara dari tanah dengan larutan nutrisi. Metode ini populer karena memungkinkan Anda menanam sayur di rumah tanpa pestisida.

  1. Siapkan alat dan bahan: Sediakan rockwool sebagai media, netpot, nutrisi AB Mix, alat ukur pH dan TDS, serta sistem hidroponik seperti rakit apung atau sistem sumbu (wick).

  2. Semai di rockwool: Potong rockwool berukuran sekitar 2x2 cm, beri lubang kecil, lalu masukkan satu benih yang sudah berkecambah ke tiap lubang. Jaga rockwool tetap lembap di tempat teduh.

  3. Pindahkan ke instalasi: Setelah muncul dua daun sejati, pindahkan rockwool berisi bibit ke dalam netpot, kemudian pasang pada sistem hidroponik yang telah disiapkan.

  4. Atur nutrisi dan pH: Larutkan nutrisi AB Mix sesuai takaran untuk sayuran daun, lalu jaga pH air dan kepekatan nutrisi tetap stabil sesuai kebutuhan tanaman.

  5. Kontrol air secara berkala: Periksa jumlah dan kepekatan larutan setiap hari, terutama saat tanaman membesar karena penyerapan airnya meningkat pesat.

  6. Panen tepat waktu: Dengan perawatan yang baik, pakcoy hidroponik bisa dipanen sekitar empat minggu. Lakukan pemanenan pada pagi atau sore hari agar kualitasnya tetap prima.

Agar hasilnya maksimal, pastikan Anda memahami cara membuat nutrisi hidroponik dengan takaran yang benar. Baca juga: cara menanam selada hidroponik dan menanam sayur hidroponik dengan cocopeat sebagai variasi lain.

Tips Merawat Pakcoy agar Subur dan Tidak Cepat Berbunga

Merawat pakcoy sebenarnya sederhana, tetapi ada satu tantangan utama yang perlu diwaspadai, yaitu tanaman berbunga terlalu dini atau bolting. Kondisi ini membuat daun berhenti tumbuh, tekstur mengeras, dan rasa cenderung pahit, sehingga perawatan yang konsisten menjadi kunci keberhasilan.

Merujuk panduan di laman Almanac, pakcoy pada dasarnya bukan tanaman yang menyukai cuaca panas, sehingga penanaman sebaiknya dilakukan pada periode yang sejuk dan diulang secara bertahap setiap sekitar dua minggu untuk pasokan panen yang berkesinambungan. Istilah bolting sendiri merujuk pada respons tanaman terhadap stres.

Tanaman muda sangat rentan mengalami bolting apabila terpapar suhu yang tidak stabil, sementara melansir dari laman The Woks of Life menjelaskan bahwa cuaca terlalu panas, penyiraman tidak teratur, atau perubahan suhu drastis akan memicu tanaman mengalihkan energinya untuk berbunga dan membentuk biji.

  • Jaga suhu tetap sejuk: Sebagaimana diungkapkan Balcony Garden Web, suhu ideal pertumbuhan pakcoy berkisar 13-24 derajat Celsius, meski tanaman ini masih dapat tumbuh pada rentang 10-32 derajat Celsius.
  • Siram secara konsisten: Mengacu pada panduan dilansir dari laman Royal Horticultural Society, tanah yang kering, terutama di musim panas, dapat memicu bolting, sehingga kelembapan media harus dijaga stabil tanpa membuatnya tergenang.

  • Atur intensitas cahaya: Pakcoy cukup mendapat sinar 4-6 jam sehari. Pada iklim panas, berikan naungan di sore hari untuk mengurangi stres pada tanaman.

  • Lakukan penjarangan bertahap: Cabut sebagian bibit yang terlalu rapat agar sisanya punya ruang tumbuh. Penjarangan idealnya dilakukan bertahap hingga jarak antartanaman mencapai sekitar 12-25 cm.

  • Kendalikan hama sejak dini: Hama umum pakcoy meliputi kutu daun, ulat kubis, kumbang loncat (flea beetle), dan siput. Menutup bedeng dengan jaring serangga (insect net) sangat efektif menekan serangan.

  • Terapkan companion planting: Tanam bersama tanaman beraroma kuat seperti thyme, dill, marigold, bawang putih, atau bawang bombai untuk membantu mengusir ngengat kubis dan kumbang loncat.

  • Berikan mulsa: Tambahkan mulsa organik di sekitar tanaman untuk menjaga kelembapan tanah, menstabilkan suhu akar, sekaligus menekan pertumbuhan gulma.

  • Panen tepat waktu: Sebagaimana dikutip dari UF/IFAS Extension, pakcoy sebaiknya dipanen sekitar 40-50 hari setelah semai karena bila terlambat, saat daun sudah lebih dari 15 helai, rasanya akan berubah menjadi agak pahit.

Prinsip perawatan ini sejalan dengan cara menanam sayur organik di rumah lainnya. Setelah panen, daun segar hasil kebun sendiri bisa langsung diolah, misalnya menjadi tumis pakcoy saus tiram atau pakcoy bawang putih ala restoran Chinese. Anda juga bisa mencoba cara merebus pakcoy agar tetap renyah dan hijau, mengolahnya menjadi keripik pakcoy, hingga menyajikan tumis pakcoy telur yang praktis. Baca juga: resep batang pakcoy tumis telur dan bawang putih.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Pakcoy untuk Pemula

Berapa lama pakcoy bisa dipanen setelah tanam?

Pakcoy umumnya siap dipanen dalam 30-45 hari setelah tanam, bahkan bisa lebih cepat jika dipetik pada tahap baby pakcoy. Pada sistem hidroponik dengan kondisi yang mendukung, panen sering dapat dilakukan sekitar empat minggu saja.

Apakah pakcoy bisa ditanam di pot atau polybag?

Bisa, pakcoy sangat cocok ditanam di pot atau polybag karena ukurannya ringkas dan sistem akarnya dangkal. Cukup gunakan wadah berukuran minimal 15 cm yang memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang dan akar tidak busuk.

Mengapa tanaman pakcoy cepat berbunga sebelum panen?

Pakcoy yang cepat berbunga (bolting) biasanya dipicu oleh suhu yang terlalu panas, penyiraman yang tidak konsisten, atau perubahan suhu yang drastis. Menjaga kelembapan tanah tetap stabil, menanam pada periode sejuk, dan memberi naungan saat cuaca terik dapat membantu mencegahnya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6