Bacaan Doa Seribu Dinar Latin dan Artinya, Amalan untuk Raih Rezeki

Doa seribu dinar merupakan salah satu doa yang dipercaya memiliki kekuatan besar dalam membuka pintu rezeki bagi umat Islam.

Diperbarui 09 Juni 2025, 15:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Doa seribu dinar merupakan salah satu doa yang dipercaya memiliki kekuatan besar dalam membuka pintu rezeki bagi umat Islam. keberadaan ayat 1000 dinar tidak hanya sebatas pada teks Al-Quran, tetapi juga dihubungkan dengan amalan dan doa dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Untuk diketahui, ayat seribu dinar dipercaya oleh umat Muslim sebagai doa yang mempunyai banyak keistimewaan. Bahkan, doa ini dianggap sebagai doa yang bisa mendatangkan rezeki dari Allah SWT.

Melansir dari jurnal ilmiah yang dipublikasikan di Jurnal Intervensi Psikologi, Volume 10, Nomor 1, Juni 2018 yang dikutip dari buku Doa yang Didengar Allah menjelaskan bahwa doa adalah permohonan kepada Allah yang disertakan kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya

Selain itu, membacakan ayat seribu dinar juga dipercaya memberikan manfaat yang besar terutama untuk mendapatkan amalan yang besar. Khususnya untuk memohon kecukupan dan agar rezeki didapatkan dari sumber yang tidak terduga.

Ayat seribu dinar Latin dan artinya merupakan bacaan doa pendek yang ada di dalam Al-Qur'an. Ayat seribu dinar Latin diambil dari bagian akhir ayat kedua dan seluruh bagian ayat ketiga surat At Thalaq.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai bacaan doa seribu dinar Latin dan artinya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (15/10/2024).

Bacaan Doa Seribu Dinar Latin dan Artinya

Dikutip dari laman resmi Baznas, berikut ini bacaan doa seribu dinar dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Arab Latin: Wa may yattaqillaha yaj al-lahu makhraja. Wa yarzuq-hu min aisu la yahtasib, wa may yatawakkal alallahi fa huwa hasbuh, innallaha baligu amrih, qad ja alallahu likulli syai in qadra.

Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Keutamaan Mengamalkan Doa Seribu Dinar Setiap Hari

Masih dari sumber yang sama, doa seribu dinar mengandung beberapa keutamaan, salah satunya bertakwa dengan menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Bagi umat muslim yang bertakwa, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari segala urusannya dan mendatangkan rezeki dari jalan yang tidak terduga. Rezeki yang dimaksud dalam ayat seribu dinar tidak hanya berupa materi, namun juga bersifat spiritual seperti ketenangan, kelapangan dan kepuasan hati.

Dahsyatnya ayat seribu dinar membuat banyak umat Islam mengamalkan ayat tersebut sebagai doa memohon rezeki dari Allah SWT. Mengutip dari skripsi yang diunggah di laman IAIN Surakarta Repository, cara yang biasa dilakukan oleh orang yang biasa mengamalkan ayat serbu dinar adalah dibaca 1000 kali dalam sehari. 

Ayat seribu dinar dapat dibaca setiap harinya, khususnya setelah shalat fardhu, sambil senantiasa berikhtiar agar Allah melimpahkan rezeki yang dapat dinikmati di dunia maupun di akhirat kelak.

Selain itu, keutamaan lainnya dari membaca doa seribu dinar adalah senantiasa memberikan kemudahan kepada umatnya. Sehingga Allah akan memberikan jalan keluar atas masalah-masalah yang dihadapinya. Bahkan Allah SWT sudah memberikan ketetapan atas segala sesuatunya kepada setiap umatnya. Sehingga apapun segala sesuatu baik tentang rezeki atau pertolongan yang diberikan untuk menghadapi permasalahan yang dimiliki telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Asal Usul Nama Doa Seribu Dinar

Melansir dari laman Islam Liputan6.com, nama dari doa seribu dinar memiliki asal usul yang panjang. Berawal dari seorang pedagang yang mendapat mimpi bertemu dengan Nabi Khidir as. Saat itu dalam mimpinya Nabi Khidir as meminta pedagang untuk memberikan sedekah 1000 dinar emas kepada fakir miskin.

Kemudian setelah melaksanakan permintaan tersebut sang pedagang akan merasakan keberkahan. Setelah sedekah ini ditunaikan, Nabi Khidir kembali datang lewat mimpi untuk mengajarkan ayat-ayat suci kepada pedagang tadi, agar diamalkan setiap hari, supaya ia selamat dari malapetaka.

Suatu ketika sang pedagang pergi berlayar ke tanah seberang sambil membawa harta kekayaannya. Di tengah laut kapal yang ditumpanginya hancur diterjang badai, dan dialah satu-satunya orang yang selamat. Hal ini berkat pedagang tersebut mengamalkan doa seribu dinar setiap hari. Ia terdampar di daratan seberang bersama seluruh harta yang dibawanya. Bahkan ada kisah yang menceritakan, di kemudian hari pedagang tadi menjadi raja di tempat di mana ia terdampar.

Melalui kisah tersebut muncul “ayat 1000 dinar” yang menjadi simbol keberkahan serta keajaiban yang dikenal sampai sekarang, tidak lain adalah ayat yang diajarkan oleh Nabi Khidir as. kepada pedagang tadi adalah ayat kedua dan ketiga QS. Ath Thalaaq.

Dari cerita tersebut umat Muslim banyak yang percaya bahwa doa seribu dinar mampu melenyapkan kesulitan yang anda hadapi, diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, dan tercukupi segala kebutuhannya. Amalan Ayat Seribu Dinar adalah kunci memperoleh rezeki yang melimpah dan kekayaan yang tiada habisnya.

Dikutip dari buku berjudul Kisah dan Misteri Nabi Khidir (2019), keberadaan Nabi Khidir pada kisah para nabi yang termaktub dalam Alquran telah mengisyaratka tentang pengetahuan yang melampaui sudut pandang sejarah.

Tata Cara Mengamalkan Doa Seribu Dinar

Adapun tata cara untuk mengamalkan doa seribu dinar agar doa kita diijabah oleh Allah SWT, yakni:

1. Membaca Al-Fatihah

Amalan dimulai dengan membaca surah Al-Fatihah sebanyak 1000 kali pada malam pertama dari setiap bulan kalender Hijriah. Bacaan ini dilakukan dengan penuh khusyuk dan keyakinan, sebagai langkah awal dalam menanamkan kehadiran Allah dalam setiap aspek hidup.

2. Membaca Al-Maidah Ayat 114

Setelah membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca ayat Al-Maidah ayat 114 sebanyak 21 kali. Ayat ini dipilih karena mengandung doa Nabi Isa a.s., yang merupakan doa memohon rezeki dan keberkahan dari Allah.

3. Membaca Ayat Seribu Dinar

Tahap berikutnya adalah membaca ayat seribu dinar (surat Al-Talaq ayat 2 dan 3) sebanyak 21 kali. Pengulangan ini diyakini sebagai bentuk ketekunan dan kesungguhan dalam menyampaikan permohonan kepada Allah.

4. Membaca Asma Allah SWT

Amalan dilengkapi dengan membaca asma Allah SWT, yaitu doa yang mencakup beberapa sifat Allah seperti Al-Fattah (Yang Membuka), Ar-Razzaq (Yang Memberi Rezeki), Al-Karim (Yang Maha Pemurah), dan lainnya. Bacaan ini dilakukan sebanyak 10 kali untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah.

Q & A

Apa itu Doa Seribu Dinar? 

Doa Seribu Dinar adalah amalan doa yang diajarkan untuk memohon rezeki dan keberkahan dari Allah SWT, dinamai demikian karena sering dikaitkan dengan kisah keberkahan uang seribu dinar dalam sejarah Islam.

Apa manfaat mengamalkan Doa Seribu Dinar? 

Doa ini dipercaya dapat membantu membuka pintu rezeki, meningkatkan keberkahan dalam kehidupan, dan memberi ketenangan hati saat menghadapi masalah keuangan.

Bagaimana bacaan doa Seribu Dinar dalam tulisan latin?

Bacaan doa Seribu Dinar biasanya diawali dengan pujian kepada Allah dan permohonan rezeki, seperti: “Allahumma inni as’aluka rizqan tayyiban, wa ‘ilman nafi’an, wa ‘amalan mutaqabbalan…” (dan seterusnya sesuai teks lengkap doa).

Apa arti doa Seribu Dinar tersebut?

Secara umum, doa ini bermakna permohonan kepada Allah agar diberikan rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima di sisi-Nya.

Kapan waktu yang tepat untuk membaca doa Seribu Dinar?

Waktu terbaik adalah setelah sholat fardhu atau saat menghadapi kesulitan ekonomi, dan bisa dibaca kapan saja dengan niat yang tulus.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6