Sukses

Bacaan Sholat Idul Adha Setelah Takbir, Simak Niatnya

Bacaan sholat Idul Adha setelah takbir berbeda dengan bacaan sholat fardhu pada umumnya.

Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui bacaan sholat Idul Adha setelah takbir sangat penting bagi setiap muslim yang ingin melaksanakan ibadah ini dengan benar. Sholat Idul Adha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki tata cara serta bacaan khusus.

Di berbagai tempat, sholat ini dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijjah oleh umat Islam di seluruh dunia.

Bacaan sholat Idul Adha setelah takbir berbeda dengan bacaan sholat fardhu pada umumnya. Setelah mengucapkan takbiratul ihram, jamaah akan membaca doa iftitah yang mengandung pujian dan pengakuan atas kebesaran Allah. Kemudian, dilanjutkan dengan bacaan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua, dengan zikir di antara setiap takbir.

Bacaan takbir dalam sholat Idul Adha adalah "Allahu Akbar" yang diucapkan dengan penuh kekhusyukan. Setiap kali mengucapkan takbir, jamaah mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga sebagai tanda penghormatan dan penyerahan diri kepada Allah.

Bacaan zikir antara takbir adalah "Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar," yang mengandung makna pengagungan dan pujian kepada Allah.

Berikut Liputan6.com ulas bacaan sholat Idul Adha setelah takbir yang dimaksudkan, Jumat (14/6/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Niat Sholat Idul Adha dan Bacaan Takbirnya

Sholat Idul Adha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Menurut kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq, sholat dua hari raya, termasuk Idul Adha, disyariatkan pada tahun pertama Hijriah dan hukumnya adalah sunnah muakkad.

Niat sholat Idul Adha dibaca sebelum memulai sholat, baik diucapkan dalam hati maupun mengikuti imam jika sholat berjamaah.

Bacaan niatnya adalah, "Usholli sunnatan 'iidil adha rok'ataini mustaqbilal qiblati imaman/ma'muuman lillaahi ta'aalaa," yang artinya, "Saya niat salat sunnah Iduladha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

1. Membaca Niat

Bacaan niat sholat Idul Adha:

Arab: أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــالَى

Latin: Usholli sunnatan 'iidil adha rok'ataini mustaqbilal qiblati imaman/ma'muuman lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Saya niat salat sunnah Iduladha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

Sholat Idul Adha memiliki tata cara khusus yang diawali dengan niat. Setelah niat, jamaah mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga dan mengucapkan takbiratul ihram "Allahu Akbar". Niat yang diucapkan dengan ikhlas karena Allah sangat penting sebagai langkah awal dalam pelaksanaan sholat Idul Adha. Takbiratul ihram ini menandai dimulainya sholat dengan penuh kekhusyukan.

2. Takbiratul Ihram

Arab: اللهُ اَكْبَرُ

Latin: Allāhu akbar

Artinya: "Allah Maha Besar"

Setelah takbiratul ihram, dianjurkan membaca doa iftitah sebagai bagian dari bacaan sholat Idul Adha. Doa iftitah ini memuji kebesaran Allah dan menyatakan penyerahan diri kepada-Nya. Bacaan ini menambah keutamaan dan kesempurnaan sholat Idul Adha.

3. Membaca Doa Iftitah

Arab: اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Latin: Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim."

Pelaksanaan sholat Idul Adha juga melibatkan bacaan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua. Setiap kali mengucapkan takbir, jamaah mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga. Bacaan takbir ini menandai setiap gerakan dalam sholat dan merupakan bagian penting dari tata cara sholat Idul Adha.

4. Takbir

Arab: اللهُ اَكْبَرُ

Latin: Allāhu akbar

Bacaan takbir ini mengandung makna pengakuan akan kebesaran Allah dan penyerahan diri sepenuhnya kepada-Nya. Takbir ini hanya diucapkan dalam sholat Idul Adha dan Idul Fitri, menandai kekhususan dan keistimewaan dua hari raya besar dalam Islam. Bacaan zikir antara takbir adalah sebagai berikut:

5. Membaca Zikir Setelah Takbir

Ini bacaan sholat Idul Adha setelah takbir, yakni zikir:

Arab: سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.

 

3 dari 4 halaman

6. Membaca Surat Al-Fatihah

Membaca Surat Al-Fatihah dalam setiap rakaat adalah bagian dari tata cara sholat Idul Adha. Surat Al-Fatihah merupakan bacaan wajib yang harus dibaca oleh setiap muslim dalam setiap rakaat sholat. Bacaan ini menjadi pembuka dalam rangkaian bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan Surat Al-Fatihah:

Arab: بسم الله الرحمن الرحيم اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ

Latin: Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm. Al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn. Ar-raḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn. Iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în. Ihdinash-shirâthal-mustaqîm. Shirâthalladzîna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Penguasa hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan jalan mereka yang sesat.

7. Rukuk

Melakukan rukuk dengan tumakninah merupakan bagian penting dari sholat Idul Adha. Saat rukuk, jamaah harus tenang dan khusyuk, serta mengucapkan takbir "Allahu Akbar". Bacaan tasbih dalam rukuk juga harus dibaca minimal tiga kali sebagai bagian dari bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan Tasbih Rukuk:

Arab: سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhāna rabbiyal ‘azhīmi wa bi hamdih.

Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya.

8. I'tidal

Setelah rukuk, jamaah bangkit dan berdiri tegak dengan tumakninah. Saat i'tidal, mengucapkan bacaan yang memuji Allah sebagai bagian dari rangkaian bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan I'tidal:

Arab: رَبَّنَا لَك الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: Rabbanā lakal hamdu mil’as samāwāti wa mil’al ardhi wa mil’a mā syi’ta min syay’in ba‘du.

Artinya: Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi serta sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelahnya.

9. Sujud

Melakukan dua sujud dengan tumakninah adalah bagian penting dari sholat Idul Adha. Saat sujud, jamaah mengucapkan takbir "Allahu Akbar" dan membaca tasbih minimal tiga kali sebagai bagian dari bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan Tasbih Sujud:

Arab: سُبْحَانَ رَبِّي الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhāna rabbiyal a‘lā wa bi hamdih.

Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan segala puji bagi-Nya.

10. Duduk di Antara Dua Sujud

Duduk dengan tumakninah di antara dua sujud adalah bagian dari tata cara sholat Idul Adha. Saat duduk, jamaah membaca doa khusus sebagai bagian dari bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan Doa Duduk Antara Dua Sujud:

Arab: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Latin: Rabbighfir lī, warhamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.

Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan, dan maafkanlah aku.

 

4 dari 4 halaman

11. Tahiyat Akhir

Setelah sujud kedua, jamaah duduk untuk tasyahud akhir. Bacaan tasyahud akhir ini merupakan bagian penting dari rangkaian bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan Tasyahud Akhir:

Arab: التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّك حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: At-tahiyyātul mubārakātus shalawātut thayyibātu lillāh. As-salāmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh, as-salāmu ‘alaynā wa ‘alā ‘ibādillahis shālihīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh. Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad. Kamā shallayta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm; wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā bārakta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm. Fil ‘ālamīna innaka hamīdun majīd.

Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

12. Mengucapkan Salam

Mengucapkan salam adalah bagian terakhir dari rangkaian bacaan sholat Idul Adha setelah takbir. Setelah menyelesaikan tasyahud akhir, jamaah mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Bacaan Salam:

Arab: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Latin: As-salāmu ‘alaikum wa rahmatullāh

Artinya: Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepadamu.

Mengucapkan salam menandakan berakhirnya sholat Idul Adha. Bacaan sholat Idul Adha setelah takbir ini mengandung makna syukur dan pengharapan akan rahmat Allah bagi seluruh umat Islam yang melaksanakan ibadah ini dengan khusyuk dan ikhlas.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.