Bacaan Takbir Sholat Idul Adha dan Tata Cara Lengkapnya, Pahami Keutamaannya dalam Syiar Islam

Pelajari takbir sholat Idul Adha yang sesuai sunnah, mulai dari jumlah 7 takbir di rakaat pertama dan 5 takbir di rakaat kedua. Temukan rahasia bacaan di antara takbir yang jarang diketahui umat Muslim dan cara praktiknya secara benar untuk meraih keberkahan Idul Adha tahun ini!

Diperbarui 10 Mei 2025, 16:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Takbir sholat Idul Adha menjadi salah satu hal yang membedakan pelaksanaan sholat Id dengan sholat lainnya. Berbeda dengan sholat wajib lima waktu, takbir sholat Idul Adha memiliki jumlah dan tata cara khusus yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Pada rakaat pertama, jamaah akan membaca takbir sebanyak tujuh kali setelah takbiratul ihram, sedangkan pada rakaat kedua sebanyak lima kali setelah takbir berdiri. Keistimewaan jumlah takbir dalam sholat Idul Adha ini memiliki makna tersendiri yang perlu dipahami oleh setiap Muslim.

Pelaksanaan takbir sholat Idul Adha tidak hanya sekadar mengucapkan "Allahu Akbar" berulang kali, tetapi juga disertai dengan bacaan zikir di antara setiap takbir. Bacaan zikir tersebut adalah "Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm" yang mengandung makna pengagungan dan pujian kepada Allah SWT. Saat melaksanakan takbir sholat Idul Adha, jamaah juga dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga sebagai bentuk penghormatan dan penyerahan diri kepada Allah, sama seperti saat melakukan takbiratul ihram.

Pemahaman yang benar tentang takbir sholat Idul Adha menjadi kunci kesempurnaan ibadah pada momen yang hanya datang sekali dalam setahun ini. Banyak umat Muslim yang masih belum memahami jumlah takbir yang benar, kapan harus mengangkat tangan, dan apa bacaan yang diucapkan di antara takbir-takbir tersebut. Padahal, kesempurnaan takbir sholat Idul Adha akan menambah kekhusyukan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW sendiri sangat menekankan pentingnya melaksanakan takbir sholat Idul Adha dengan benar sebagai bentuk pengagungan kepada Allah pada hari yang penuh keberkahan ini.

Tidak hanya saat sholat, takbir Idul Adha juga dikumandangkan sejak malam hari raya hingga hari-hari tasyriq sebagai bentuk syiar Islam. Namun, takbir sholat Idul Adha memiliki kedudukan khusus karena menjadi bagian integral dari rukun sholat id. Kesalahan dalam jumlah atau tata cara takbir sholat Idul Adha bisa memengaruhi keabsahan sholat, meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami dan mempraktikkan takbir sholat Idul Adha sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah SAW melalui para sahabatnya yang kemudian diteruskan oleh para ulama hingga saat ini.

Berikut Liputan6.com ulas bacaan sholat Idul Adha setelah takbir yang dimaksudkan, Jumat (14/6/2024).

Tata Cara dan Bacaan Takbir Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Menurut kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq, sholat dua hari raya, termasuk Idul Adha, disyariatkan pada tahun pertama Hijriah dan hukumnya adalah sunnah muakkad.

Niat sholat Idul Adha dibaca sebelum memulai sholat, baik diucapkan dalam hati maupun mengikuti imam jika sholat berjamaah.

Bacaan niatnya adalah, "Usholli sunnatan 'iidil adha rok'ataini mustaqbilal qiblati imaman/ma'muuman lillaahi ta'aalaa," yang artinya, "Saya niat salat sunnah Iduladha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

1. Membaca Niat

Bacaan niat sholat Idul Adha:

Arab: أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــالَى

Latin: Usholli sunnatan 'iidil adha rok'ataini mustaqbilal qiblati imaman/ma'muuman lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Saya niat salat sunnah Iduladha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

Sholat Idul Adha memiliki tata cara khusus yang diawali dengan niat. Setelah niat, jamaah mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga dan mengucapkan takbiratul ihram "Allahu Akbar". Niat yang diucapkan dengan ikhlas karena Allah sangat penting sebagai langkah awal dalam pelaksanaan sholat Idul Adha. Takbiratul ihram ini menandai dimulainya sholat dengan penuh kekhusyukan.

2. Takbiratul Ihram

Arab: اللهُ اَكْبَرُ

Latin: Allāhu akbar

Artinya: "Allah Maha Besar"

Setelah takbiratul ihram, dianjurkan membaca doa iftitah sebagai bagian dari bacaan sholat Idul Adha. Doa iftitah ini memuji kebesaran Allah dan menyatakan penyerahan diri kepada-Nya. Bacaan ini menambah keutamaan dan kesempurnaan sholat Idul Adha.

3. Membaca Doa Iftitah

Arab: اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Latin: Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim."

Pelaksanaan sholat Idul Adha juga melibatkan bacaan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua. Setiap kali mengucapkan takbir, jamaah mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga. Bacaan takbir ini menandai setiap gerakan dalam sholat dan merupakan bagian penting dari tata cara sholat Idul Adha.

4. Takbir Sholat Idul Adha

Arab: اللهُ اَكْبَرُ

Latin: Allāhu akbar

Bacaan takbir ini mengandung makna pengakuan akan kebesaran Allah dan penyerahan diri sepenuhnya kepada-Nya. Takbir ini hanya diucapkan dalam sholat Idul Adha dan Idul Fitri, menandai kekhususan dan keistimewaan dua hari raya besar dalam Islam. Bacaan zikir antara takbir adalah sebagai berikut:

5. Membaca Zikir Setelah Takbir

Ini bacaan sholat Idul Adha setelah takbir, yakni zikir:

Arab: سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.

 

6. Membaca Surat Al-Fatihah

Membaca Surat Al-Fatihah dalam setiap rakaat adalah bagian dari tata cara sholat Idul Adha. Surat Al-Fatihah merupakan bacaan wajib yang harus dibaca oleh setiap muslim dalam setiap rakaat sholat. Bacaan ini menjadi pembuka dalam rangkaian bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan Surat Al-Fatihah:

Arab: بسم الله الرحمن الرحيم اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ

Latin: Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm. Al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn. Ar-raḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn. Iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în. Ihdinash-shirâthal-mustaqîm. Shirâthalladzîna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Penguasa hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan jalan mereka yang sesat.

7. Rukuk

Melakukan rukuk dengan tumakninah merupakan bagian penting dari sholat Idul Adha. Saat rukuk, jamaah harus tenang dan khusyuk, serta mengucapkan takbir "Allahu Akbar". Bacaan tasbih dalam rukuk juga harus dibaca minimal tiga kali sebagai bagian dari bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan Tasbih Rukuk:

Arab: سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhāna rabbiyal ‘azhīmi wa bi hamdih.

Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya.

8. I'tidal

Setelah rukuk, jamaah bangkit dan berdiri tegak dengan tumakninah. Saat i'tidal, mengucapkan bacaan yang memuji Allah sebagai bagian dari rangkaian bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan I'tidal:

Arab: رَبَّنَا لَك الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: Rabbanā lakal hamdu mil’as samāwāti wa mil’al ardhi wa mil’a mā syi’ta min syay’in ba‘du.

Artinya: Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi serta sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelahnya.

9. Sujud

Melakukan dua sujud dengan tumakninah adalah bagian penting dari sholat Idul Adha. Saat sujud, jamaah mengucapkan takbir "Allahu Akbar" dan membaca tasbih minimal tiga kali sebagai bagian dari bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan Tasbih Sujud:

Arab: سُبْحَانَ رَبِّي الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhāna rabbiyal a‘lā wa bi hamdih.

Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan segala puji bagi-Nya.

10. Duduk di Antara Dua Sujud

Duduk dengan tumakninah di antara dua sujud adalah bagian dari tata cara sholat Idul Adha. Saat duduk, jamaah membaca doa khusus sebagai bagian dari bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan Doa Duduk Antara Dua Sujud:

Arab: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Latin: Rabbighfir lī, warhamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.

Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan, dan maafkanlah aku.

 

11. Tahiyat Akhir

Setelah sujud kedua, jamaah duduk untuk tasyahud akhir. Bacaan tasyahud akhir ini merupakan bagian penting dari rangkaian bacaan sholat Idul Adha setelah takbir.

Bacaan Tasyahud Akhir:

Arab: التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّك حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: At-tahiyyātul mubārakātus shalawātut thayyibātu lillāh. As-salāmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh, as-salāmu ‘alaynā wa ‘alā ‘ibādillahis shālihīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh. Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad. Kamā shallayta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm; wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā bārakta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm. Fil ‘ālamīna innaka hamīdun majīd.

Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

12. Mengucapkan Salam

Mengucapkan salam adalah bagian terakhir dari rangkaian bacaan sholat Idul Adha setelah takbir. Setelah menyelesaikan tasyahud akhir, jamaah mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Bacaan Salam:

Arab: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Latin: As-salāmu ‘alaikum wa rahmatullāh

Artinya: Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepadamu.

Mengucapkan salam menandakan berakhirnya sholat Idul Adha. Bacaan sholat Idul Adha setelah takbir ini mengandung makna syukur dan pengharapan akan rahmat Allah bagi seluruh umat Islam yang melaksanakan ibadah ini dengan khusyuk dan ikhlas.

 

Takbir Idul Adha: Syiar Agung dan Keutamaannya dalam Islam

Takbir Idul Adha merupakan salah satu syiar terbesar dalam Islam yang dikumandangkan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Dimulai sejak terbenamnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah (malam Idul Adha), takbir terus berkumandang hingga Hari Tasyrik yang berakhir pada tanggal 13 Dzulhijjah pada waktu Ashar. Selama periode ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak takbir, baik secara individu maupun berjamaah.

Keutamaan Mengumandangkan Takbir Idul Adha

Mengumandangkan takbir pada periode Idul Adha memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 203:

"Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang..."

Para ulama menafsirkan "hari yang berbilang" tersebut sebagai hari-hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya daripada hari-hari sepuluh Dzulhijjah."

Waktu dan Cara Mengumandangkan Takbir

Takbir Idul Adha dapat diucapkan dengan suara keras di masjid-masjid, di jalan-jalan, di pasar-pasar, dan di rumah-rumah sebagai bentuk syiar Islam. Bahkan, takbir ini juga dianjurkan untuk dikumandangkan setelah selesai melaksanakan shalat fardhu selama periode tersebut.

Lafaz takbir yang umum diucapkan adalah:

"Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillaahil hamd."

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."

Hubungan Takbir dengan Sholat Idul Adha

Meskipun takbir dikumandangkan sepanjang hari-hari tersebut, takbir dalam sholat Idul Adha memiliki kekhususan tersendiri. Dalam sholat Idul Adha, takbir dilakukan dengan jumlah tertentu (tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua) sebagai bagian dari rukun sholat.

Dengan mengumandangkan takbir, umat Muslim menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, termasuk kesempatan untuk merayakan Idul Adha, serta memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjadi simbol ketaatan kepada Allah SWT.

Manfaat Spiritual Takbir Idul Adha

Mengumandangkan takbir tidak hanya sebagai ritual, tetapi juga membawa manfaat spiritual bagi umat Muslim:

  1. Menguatkan Iman: Dengan senantiasa mengumandangkan takbir, kita diingatkan akan kebesaran Allah SWT.
  2. Menyebarkan Kegembiraan: Takbir yang dikumandangkan dengan penuh semangat dapat menularkan kegembiraan dalam menyambut hari raya.
  3. Menyatukan Umat: Takbir yang dikumandangkan bersama-sama memperkuat persatuan dan persaudaraan antarumat Muslim.
  4. Mengingatkan tentang Pengorbanan: Takbir menjadi pengingat akan pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menaati perintah Allah SWT.

Dengan memahami keutamaan takbir Idul Adha, umat Muslim dapat semakin menghayati makna dari perayaan hari raya ini dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Maka, marilah kita menjadikan takbir bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sebagai momentum untuk merenungkan kebesaran Allah dan meningkatkan kualitas keimanan kita.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6