Liputan6.com, Jakarta Dalam tata bahasa Indonesia, kata kerja transitif merupakan jenis verba yang membutuhkan objek agar maknanya menjadi lengkap dan jelas. kata kerja transitif umum digunakan dalam kalimat-kalimat yang menjelaskan tindakan yang dilakukan oleh subjek kepada sesuatu atau seseorang sebagai objek. Tanpa keberadaan objek, kalimat dengan kata kerja transitif terasa janggal atau tidak selesai secara makna.
Menurut Ramlan dalam bukunya yang berjudul Sintaksis (2005), menjelaskan bahwa kata kerja transitif adalah verba yang diikuti oleh objek, baik berupa benda, orang, atau kata lain yang berfungsi sebagai penerima tindakan.
Hal senada juga dijelaskan oleh Verhaar dalam bukunya Asas-Asas Linguistik Umum (2012), bahwa verba transitif memiliki sifat memerlukan pelengkap langsung (objek) agar struktur kalimat menjadi lengkap. Dengan begitu keberadaan objek sangat penting dalam struktur kalimat yang menggunakan kata kerja transitif.
Advertisement
Memahami penggunaan kata kerja transitif sangat penting dalam menyusun kalimat yang efektif dan sesuai kaidah bahasa Indonesia. Selain itu, pengetahuan ini juga membantu dalam pembelajaran menulis, berbicara, maupun dalam penyusunan karya ilmiah dan komunikasi formal.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Selasa (24/6/2025).
Pengertian Kata Kerja Transitif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4677306/original/011758400_1701925389-Ilustrasi_membaca__belajar__menulis__mencatat.jpg)
Pengertian kata kerja transitif adalah kata kerja yang memerlukan objek sebagai pelengkap kalimat agar makna kalimat menjadi utuh. Artinya, kata kerja transitif membutuhkan objek yang menerima aksi dari kata kerja tersebut. Hal yang sama juga dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kalimat transitif adalah kalimat yang bersangkutan dengan kata kerja dan memerlukan objek. Artinya, kalimat tersebut harus diikuti objek setelah predikatnya. Contoh kata kerja transitif antara lain "membeli", "menulis", "mengirim", dan lain sebagainya.
Dalam kalimat "Dia membaca buku", kata kerja "membaca" merupakan kata kerja transitif yang memerlukan objek "buku" agar kalimat tersebut memiliki makna yang utuh. Ciri-ciri kata kerja transitif antara lain dapat diikuti oleh objek, dapat diubah menjadi bentuk pasif, dan dapat diikuti oleh kata sifat penunjuk baik langsung maupun tidak langsung.
Dalam bahasa Indonesia, jenis kata kerja ini memegang peranan penting dalam membentuk kalimat yang jelas dan padat. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kata kerja transitif sangatlah penting dalam mempelajari tata bahasa Indonesia.
Advertisement
Ciri-Ciri Kata Kerja Transitif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4678394/original/090154100_1701988151-pexels-andrea-piacquadio-762080.jpg)
Kata kerja transitif adalah kata kerja yang membutuhkan objek untuk melengkapi maknanya. Ciri-ciri dari kata kerja transitif adalah kemampuannya untuk diikuti objek dalam kalimat. Objek tersebut bisa berupa benda atau orang yang menerima aksi dari kata kerja transitif. Contohnya, dalam kalimat "Dia memakan nasi", kata kerja "memakan" memerlukan objek, yaitu "nasi".
Selain itu, ciri-ciri lain dari kata kerja transitif adalah kemampuannya untuk diubah menjadi bentuk pasif. Kata kerja transitif bisa diubah menjadi bentuk pasif dengan menambahkan kata "oleh" di depan objeknya. Contohnya, dalam kalimat "Anjing menggigit kucing", kita bisa mengubahnya menjadi "Kucing digigit oleh anjing".
Terkadang, objek dari kata kerja transitif juga bisa dihilangkan tanpa mengganggu makna kalimat. Namun, jika kalimat tersebut diubah ke dalam bentuk pasif, maka objek tersebut harus tetap disertakan. Itulah beberapa ciri-ciri dari kata kerja transitif dalam bahasa Indonesia.
Contoh Kata Kerja Transitif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4612263/original/024340300_1697441995-rod-long-VHS_CmxFBGI-unsplash.jpg)
Kata kerja transitif adalah kata kerja yang membutuhkan objek untuk melengkapi maknanya dalam suatu kalimat. Objek ini bisa berupa benda atau orang yang menjadi penerima dari aksi yang dilakukan oleh subjek. Contoh kata kerja transitif dalam bahasa Indonesia antara lain adalah:
- "membaca" (Saya membaca buku),
- "menulis" (Dia menulis surat),
- "memakan" (Mereka memakan makanan),
- "mengirim" (Kami mengirim paket), dan
- "menyanyikan" (Anak-anak menyanyikan lagu).
Dalam kalimat-kalimat tersebut, objek seperti "buku", "surat", "paket", dan "lagu" menjadi penerima aksi yang dilakukan oleh subjek. Ciri-ciri dari kata kerja transitif adalah adanya objek yang menerima aksi dari subjek.
Advertisement
Perbedaan Transitif dan Intransitif
Dalam bahasa Indonesia, kata kerja atau verba terbagi menjadi dua jenis utama berdasarkan kebutuhannya terhadap objek, yaitu kata kerja transitif dan kata kerja intransitif. Kata kerja transitif adalah verba yang memerlukan objek agar maknanya menjadi lengkap dan utuh. Tanpa objek, kalimat yang menggunakan kata kerja transitif akan terasa menggantung atau tidak jelas. Misalnya dalam kalimat "Ibu menulis surat", kata “menulis” membutuhkan objek “surat” agar maknanya sempurna. Jika hanya dikatakan “Ibu menulis”, maka akan muncul pertanyaan: menulis apa?
Sebaliknya, kata kerja intransitif adalah verba yang tidak memerlukan objek karena maknanya sudah jelas hanya dengan subjek. Kata kerja jenis ini biasanya diikuti oleh keterangan seperti tempat, waktu, atau cara, namun bukan objek langsung. Contohnya dalam kalimat “Dia tidur di kamar,” kata “tidur” tidak membutuhkan objek tambahan untuk menjelaskan tindakannya. Kalimat itu sudah lengkap meskipun tanpa keterangan tempat, karena “tidur” sendiri memiliki makna utuh.
Perbedaan penting lainnya adalah kata kerja transitif umumnya dapat diubah ke dalam bentuk pasif, karena memiliki objek yang dapat dijadikan subjek pasif. Misalnya: “Sinta membaca buku” dapat diubah menjadi “Buku dibaca Sinta.” Sementara itu, kata kerja intransitif tidak dapat diubah menjadi bentuk pasif karena tidak memiliki objek. Kalimat seperti “Ia berjalan” tidak bisa diubah menjadi “Dijalani ia”, karena memang tidak ada objek yang dapat dijadikan subjek pasif.
Memahami perbedaan antara kata kerja transitif dan intransitif penting dalam menyusun kalimat yang benar secara tata bahasa. Pengetahuan ini juga membantu dalam memahami struktur kalimat, terutama dalam kegiatan menulis dan berbicara formal. Dengan mengenali jenis kata kerja yang digunakan, kita bisa menyusun kalimat yang efektif dan sesuai dengan konteks komunikasi.
QnA tentang Kata Kerja Transitif
Q: Apa yang dimaksud dengan kata kerja transitif?
A: Kata kerja transitif adalah verba yang memerlukan objek agar maknanya menjadi lengkap dan jelas. Tanpa objek, kalimat yang mengandung kata kerja ini akan terasa tidak utuh.
Q: Apa ciri utama dari kata kerja transitif?
A: Ciri utamanya adalah selalu diikuti oleh objek, dapat diubah ke bentuk pasif, dan umumnya menggunakan awalan me- atau memper- dalam bentuk aktif.
Q: Bisa beri contoh kalimat yang menggunakan kata kerja transitif?
A: Tentu. Contohnya: “Dina membawa tas ke sekolah.” Kata kerja “membawa” diikuti oleh objek “tas”, menjadikan kalimat tersebut lengkap.
Q: Apakah semua kata kerja dengan awalan me- pasti transitif?
A: Tidak semua. Banyak kata kerja berawalan me- yang bersifat transitif, tapi ada juga yang intransitif. Jadi perlu diperhatikan konteks dan struktur kalimatnya.
Q: Apakah kata kerja transitif bisa digunakan tanpa objek?
A: Tidak. Jika digunakan tanpa objek, kalimat menjadi tidak lengkap atau membingungkan. Misalnya: “Ia membaca.” → Membaca apa? Kalimat ini butuh objek seperti “buku” untuk menjadi utuh.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4646392/original/006989600_1699862259-books-imagination-still-life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259465/original/002024800_1781501908-Manuel_Neuer.jpg)