6 Ciri-Ciri Tafahum dan Contoh Sikapnya, Saling Memahami dan Menghargai

Tafahum artinya saling memahami antara individu.

Diperbarui 10 November 2023, 12:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tafahum adalah sikap terpuji yang diharapkan dimiliki oleh setiap umat Islam. Lebih dari sekadar pemahaman intelektual, tafahum artinya saling memahami antara individu, terutama dalam jalinan ukhuwah Islamiyah. Orang yang tafahum, pasti jauh dari perselisihan.

Muhammad Asroruddin Al Jumhuri dalam bukunya yang berjudul Belajar Aqidah Akhlak: Sebuah Ulasan Ringkas Tentang Asas Tauhid dan Akhlak Islamiyah (2015) menjelaskan pengertian tafahum sebagai upaya sungguh-sungguh untuk saling memahami dan mengetahui secara mendalam keadaan satu sama lain.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Faisal Risaldy pada tahun 2019 yang berjudul Adaptasi Santri Baru Luar Negeri Di Pondok Modern Darussalam Gontor, tafahum diartikan sebagai sikap saling memahami dalam konteks ukhuwatul muslimin di suatu lingkungan atau organisasi tertentu.

Ada enam ciri-ciri tafahum yang perlu dipahami. Dalam buku berjudul Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi (2018) oleh Wahyuddin dkk, ciri-ciri tafahum yang dimaksudkan adalah memiliki empati, pengertian, menghargai sudut pandang, hingga mampu menjauhi konflik dan perselisihan.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang ciri-ciri tafahum dan contoh sikap yang dimaksudkan, Jumat (10/11/2023).

1. Empati dan Pengertian

Tafahum, sebagai ekspresi tinggi dari empati dan pengertian. Ciri-ciri tafahum ini mencerminkan kepekaan terhadap keadaan emosional dan pengalaman orang lain. Individu yang memiliki tafahum tidak hanya mampu merasakan perasaan orang lain, tetapi juga mampu memahami situasi mereka. Berikut adalah lima contoh perilaku yang mencerminkan tafahum:

  1. Menyimak dengan Penuh Perhatian: Orang yang memiliki tafahum cenderung memberikan perhatian penuh saat berbicara dengan orang lain. Mereka mendengarkan bukan hanya kata-kata, tetapi juga nuansa perasaan yang terkandung dalam pembicaraan.
  2. Menunjukkan Empati dalam Kesulitan: Saat orang lain mengalami kesulitan atau tantangan, individu dengan tafahum akan menunjukkan empati dan memberikan dukungan tanpa menghakimi. Mereka dapat merespons dengan simpati dan membantu mencari solusi.
  3. Menyatakan Kepedulian secara Aktif: Orang dengan tafahum tidak hanya membiarkan perasaan mereka terpendam, tetapi juga menyatakan kepedulian secara aktif. Mereka mungkin bertanya tentang keadaan orang lain atau menawarkan bantuan tanpa diminta.
  4. Menghindari Penilaian Cepat: Tafahum melibatkan kemampuan untuk menunda penilaian cepat terhadap orang lain. Individu ini tidak langsung mengkritik atau menilai tanpa memahami latar belakang atau konteks lebih lanjut.
  5. Menyampaikan Dukungan Emosional: Saat seseorang merayakan keberhasilan atau menghadapi kegagalan, individu dengan tafahum memberikan dukungan emosional yang tulus. Mereka dapat merayakan kesuksesan dengan antusias atau memberikan dukungan dan semangat ketika menghadapi kegagalan.

2. Menghargai Sudut Pandang

Tafahum juga mencakup kemampuan untuk menghargai sudut pandang orang lain, terlepas dari sejauh mana perbedaannya. Ciri-ciri tafahum ini menciptakan lingkungan di mana perbedaan dihargai dan dipahami. Berikut adalah lima contoh perilaku yang mencerminkan penghargaan terhadap sudut pandang:

  1. Mendialogkan Perbedaan Pendapat: Individu dengan tafahum akan cenderung mendialogkan perbedaan pendapat dengan orang lain. Mereka membuka ruang untuk diskusi yang konstruktif tanpa membuat orang lain merasa diabaikan.
  2. Mengajukan Pertanyaan Terbuka: Untuk memahami sudut pandang orang lain, individu dengan tafahum sering mengajukan pertanyaan terbuka yang mendorong orang lain untuk berbicara lebih banyak. Ini menciptakan dialog yang mendalam.
  3. Menempatkan Diri dalam Posisi Orang Lain: Tafahum melibatkan kemampuan untuk membayangkan diri dalam posisi orang lain. Individu ini dapat melihat suatu situasi dari sudut pandang yang berbeda dan memahami alasan di balik pandangan tersebut.
  4. Menyampaikan Penghargaan terhadap Keragaman: Orang yang memiliki tafahum akan secara terbuka menyatakan penghargaan terhadap keragaman dalam sudut pandang, pengalaman, dan nilai-nilai. Mereka menganggap keragaman sebagai kekayaan, bukan sebagai hambatan.
  5. Mengakui Keterbatasan Pribadi: Tafahum juga mencakup pengakuan terhadap keterbatasan pemahaman pribadi. Individu ini menyadari bahwa perspektif mereka tidak selalu lengkap, dan mereka terbuka untuk belajar dari sudut pandang orang lain.

 

3. Saling Menghargai Perbedaan

Tafahum, sebagai pilar saling menghargai perbedaan, menumbuhkan atmosfer inklusif di mana setiap individu dihormati atas identitas dan keberagaman mereka. Berikut adalah lima contoh perilaku yang mencerminkan saling menghargai perbedaan:

  1. Menerima Keberagaman Agama: Individu dengan tafahum menghargai keberagaman agama. Mereka bisa menghadiri perayaan keagamaan orang lain, mendengarkan dengan terbuka terhadap keyakinan berbeda, dan menunjukkan rasa hormat terhadap praktik keagamaan yang beragam.
  2. Mendukung Keterlibatan Budaya: Tafahum melibatkan dukungan terhadap keterlibatan budaya. Ini bisa mencakup partisipasi dalam perayaan budaya, penghormatan terhadap tradisi makanan, dan mendukung kegiatan seni yang mencerminkan keragaman budaya.
  3. Menyadari Hak Asasi Individu: Saling menghargai perbedaan juga mencakup kesadaran terhadap hak asasi individu. Individu dengan tafahum akan berdiri untuk keadilan dan kesetaraan, memastikan bahwa setiap orang diperlakukan dengan adil tanpa memandang latar belakangnya.
  4. Menghormati Identitas Gender: Tafahum mencakup penghormatan terhadap identitas gender. Orang yang memiliki tafahum akan mengakui dan menghargai keberagaman identitas gender, serta mendukung hak dan martabat setiap individu dalam menjalani identitas mereka.
  5. Memberikan Ruang bagi Perbedaan Pendapat: Saling menghargai perbedaan juga terwujud dalam memberikan ruang bagi perbedaan pendapat. Individu dengan tafahum akan menghargai variasi dalam pemikiran dan pendapat, menciptakan diskusi yang produktif dan inklusif.

4. Menjauhi Konflik dan Perselisihan

Ciri-ciri tafahum juga menginspirasi individu untuk menjauhi konflik dan perselisihan, menciptakan lingkungan harmonis. Berikut adalah lima contoh perilaku yang mencerminkan usaha untuk menjauhi konflik:

  1. Memilih Dialog daripada Konfrontasi: Individu dengan tafahum lebih suka memilih jalur dialog daripada konfrontasi. Mereka akan mencoba untuk berbicara secara terbuka, mengungkapkan pandangan mereka tanpa menciptakan konflik yang tidak perlu.
  2. Menggunakan Komunikasi Non-violent: Tafahum dapat tercermin dalam penggunaan komunikasi non-violent. Ini melibatkan penggunaan bahasa yang bijaksana, menghindari kata-kata yang bisa menyakiti, dan menciptakan lingkungan di mana perbedaan pendapat bisa dibahas dengan damai.
  3. Menjaga Etika Komunikasi Online: Dalam era digital, tafahum juga mencakup menjaga etika komunikasi online. Individu ini berusaha untuk menghindari konflik dalam diskusi daring dan mengedepankan respek, bahkan jika pendapat berbeda.
  4. Mencari Solusi Bersama: Tafahum mendorong individu untuk mencari solusi bersama daripada terjebak dalam konflik yang tidak produktif. Ini bisa mencakup diskusi kelompok untuk menemukan titik temu yang memuaskan semua pihak.
  5. Mempraktikkan Kesabaran: Orang yang memiliki tafahum umumnya memiliki tingkat kesabaran yang tinggi. Mereka tidak tergesa-gesa untuk menyelesaikan perbedaan, melainkan memberikan waktu dan ruang untuk pemahaman saling.

 

6. Kasih Sayang pada Semua Makhluk

Tafahum yang melibatkan kasih sayang pada semua makhluk Allah SWT menciptakan dasar bagi sikap welas asih dan kepedulian. Ciri-ciri tafahum ini tidak hanya terbatas pada hubungan antarmanusia tetapi juga mencakup kasih sayang terhadap seluruh ciptaan Allah. Berikut adalah lima contoh perilaku yang mencerminkan kasih sayang pada semua makhluk:

  1. Perlindungan Lingkungan: Individu dengan tafahum akan berupaya untuk melindungi lingkungan. Mereka sadar bahwa bumi dan segala isinya adalah karunia Allah yang harus dijaga. Ini bisa mencakup praktik ramah lingkungan dan dukungan terhadap inisiatif pelestarian alam.
  2. Kasih Sayang pada Hewan: Tafahum mencakup kasih sayang pada hewan. Individu ini mungkin terlibat dalam upaya penyelamatan hewan, mendukung hak-hak hewan, dan memperlakukan hewan dengan penuh kasih sayang dan hormat.
  3. Keterlibatan dalam Kegiatan Kemanusiaan: Tafahum mendorong keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan yang melibatkan kasih sayang pada sesama yang membutuhkan. Ini bisa termasuk dukungan terhadap anak-anak yatim, bantuan untuk kelompok masyarakat yang rentan, atau partisipasi dalam program pengentasan kemiskinan.
  4. Pengembangan Kualitas Hubungan: Individu dengan tafahum mencurahkan kasih sayang dalam hubungan interpersonal. Mereka membangun hubungan yang penuh perhatian, peduli, dan saling menghargai, menciptakan lingkungan di mana orang merasa dihargai dan dicintai.
  5. Menghormati Kehidupan di Semua Bentuknya: Tafahum mencerminkan penghargaan terhadap kehidupan dalam segala bentuknya. Ini bisa terwujud dalam sikap hormat terhadap semua bentuk kehidupan, dari tumbuhan hingga manusia, dan kepedulian terhadap hak-hak kehidupan yang adil.

6. Saling Membantu

Ciri-ciri tafahum tercermin dalam sikap mau saling membantu membentuk pondasi solid untuk solidaritas dan gotong royong. Ini menciptakan lingkungan individu saling mendukung, terutama dalam menghadapi kesulitan. Berikut adalah lima contoh perilaku yang mencerminkan sikap saling membantu:

  1. Memberikan Dukungan Moral: Individu dengan tafahum akan memberikan dukungan moral kepada sesama. Mereka mungkin memberikan kata-kata semangat, motivasi, dan dukungan emosional pada saat-saat sulit.
  2. Bantuan Materi dalam Kesusahan: Tafahum mencakup memberikan bantuan materi kepada saudara sesama yang mengalami kesusahan. Ini bisa berupa sumbangan makanan, pakaian, atau bantuan keuangan untuk membantu mengatasi kesulitan ekonomi.
  3. Menawarkan Bantuan Tanpa Diminta: Orang dengan tafahum tidak menunggu diminta bantuan. Mereka proaktif dalam menawarkan bantuan kepada orang yang membutuhkan, tanpa menunggu permintaan.
  4. Bergotong Royong dalam Proyek Bersama: Tafahum tercermin dalam sikap bergotong royong dalam proyek bersama. Individu ini bersedia bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama, menciptakan atmosfer kerjasama yang erat.
  5. Menawarkan Dukungan Keterampilan: Selain bantuan materi, tafahum juga melibatkan pembagian keterampilan dan pengetahuan. Orang dengan tafahum dapat memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan atau pembelajaran keterampilan untuk meningkatkan kehidupan sesama.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6