Niat Sholat Tolak Bala dalam Bahasa Arab dan Latin, Lengkap Tata Caranya

Sholat tolak bala Rebo wekasan dapat diniati dengan sholat sunnah muthlaqah atau niat sholat hajat.

Diperbarui 18 Juni 2025, 15:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bacaan niat sholat tolak bala Rebo wekasan penting dihafalkan oleh umat Muslim. Rebo Wekasan dikenal sebagai Rabu terakhir di bulan Safar. Tahun 2025 ini, tidak ada Rebo Wekasan karena bulan Safar tidak berakhir pada hari Rabu. Informasi lebih lengkap bisa dipantau melalui kalender Hijriah atau sumber Islam terpercaya.

Umat Muslim di Indonesia percaya bahwa Rebo wekasan ini menjadi hari turunnya bala. Di momen ini juga ada yang menganjurkan untuk menunaikan sholat tolak bala atau lidaf’ill bala’ Rebo wekasan, yang sunnah dikerjakan.

Tujuan sholat tolak bala Rebo wekasan ini untuk memohon kepada Allah SWT agar senantiasa terhindar dari marabahaya. Untuk itu, umat Muslim dapat mengamalkan sholat tolak bala ini dengan 2-4 rakaat dan boleh dikerjakan kapan saja karena tidak ada ketentuan waktunya.

Mengutip kajian yang dipublikasikan di STIQ Walisongo Situbondo, Rebo wekasan juga disebut dengan rebo pungkasan atau rebo kasan. istilah Rebo wekasan bisanya sering digunakan oleh masyarakat Jawa Timur, sedangkan istilah rebo pungkasan atau rebo kasan banyak digunakan oleh masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai bacaan niat sholat tolak bala Rebo wekasan dan tata caranya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (18/6/2025).

Mengenal Rebo Wekasan

Mengutip buku berjudul Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut untuk Mahasiswa karya Hamidulloh Ibda dijelaskan Nusantara memang kaya akan tradisi. Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan menjadi salah satu contoh tradisi khas Islam Nusantara yang masih lestari.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa Rebo wekasan adalah Rabu terakhir di bulan Safar. Pada hari ini, Allah SWT akan menurunkan berbagai penyakit. Diriwayatkan dalam buku Kanzun Najah Was-Suraar fi Fadail al-Azmina Wasy-Syuhaar, Imam Abdul Hmiid Quds, Mufti, dan Imam Masjidil Haram Makkah mengatakan:

"Banyak Awliya Allah SWT mempunyai pengetahuan spiritual telah menandai bahwa setiap tahu, 320 penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan safar."

Tradisi Rebo Wekasan sudah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, Madura, dan lain-lain. Bentuk ritual Rebo Wekasan umumnya dilakukan dengan sholat, berdoa dengan doa-doa khusus, selamatan, sedekah, silaturrahim, dan berbuat baik kepada sesama.

Pada tahun 2025 ini, tidak ada Rebo Wekasan. Pada tahun 2024, Rebo Wekasan jatuh pada 4 September 2024. Bagi umat Muslim, bisa mengerjakan sholat tolak bala Rebo wekasan untuk memohon kepada Allah SWT agar senantiasa terhindar dari marabahaya.

Dikutip dari laman nu.or.id, sholat khusus Rebo Wekasan hukumnya haram, kecuali jika diniati sholat sunnah muthlaqah atau niat sholat hajat. Sholat sunnah mutlak adalah sholat yang tidak dibatasi waktu, tidak dibatasi sebab, dan bilangannya tidak terbatas (bisa dikerjakan sebanyak 2-4 rakaat). Sedangkan sholat hajat adalah sholat yang dilaksanakan saat memiliki keinginan atau hajat tertentu, termasuk hajat li daf'il makhuf (menolak hal-hal yang dikhawatirkan).

Menurut Dzofir (2017: 114) yang dipublikasikan di Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (Juli-Desember 2022), beberapa tradisi yang ada pada masyarakat di suatu wilayah tertentu masih berkaitan dengan nilai-nilai agama. Salah satunya yaitu Tradisi Rabu Wekasan. Tradisi Rebo Wekasan banyak ditemui di berbagai daerah Jawa, khususnya di Jawa Tengah. Berbagai ritual dilaksanakan sebagai bentuk tolak bala yang kerap kali dianggap banyak terjadi ketika Rabu terakhir Bulan Safar dalam penanggalan hijriyah.

Mengutip kajian yang dipublikasikan di Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (KONMASPI) Volume 1, Oktober 2024, tradisi adalah pola kebiasaan suatu kelompok masyarakat yang diyakini memilikinilai religius dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena itu menjadi adat istiadat di suatudaerah. Tradisi merupakan kebudayaan-kebudayaan yang telah lama berjalan dan harusditeruskan kepada generasi berikutnya supaya tidak punah begitu saja di generasi modernseperti sekarang ini.

Bacaan Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan

Bacaan niat sholat tolak bala Rebo wekasan penting untuk dibacakan sebelum melaksanakan ibadah sholat. Niat sholat tolak bala Rebo wekasan lengkap dalam bahasa Arab dan Latin yang bisa anda baca dan hafalka. Berikut bacaannya:

أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Usholli sunnatal lidaf'il balaa rokatainii lillaahi ta'ala.

Artinya: "Saya salat sunah untuk tolak bala dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Sholat tolak bala Rebo wekasan dapat dikerjakan dengan sendiri maupun berjamaah. Meskipun sholat tolak bala ini termasuk dalam sholat sunnah, namun bisa dikerjakan dengan berjamaah.

Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan

Pada dasarnya, pelaksanaan sholat tolak bala sama seperti pelaksanaan sholat pada umumnya. Hanya saja, terdapat bacaan surat pendek yang dianjurkan untuk dibaca saat kita melakukan sholat tolak bala. Sholat tolak bala Rebo wekasan biasanya dikerjakan sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam. Berikut ini tata cara sholat tolak bala Rebo Wekasan, yakni:

  1. Niat sholat tolak bala Rebo wekasan (imam dan makmum ataupun sendiri).
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan membaca surat al-Kautsar 17 kali
  4. Rukuk dengan tuma’ninah.
  5. Iktidal dengan tuma’ninah.
  6. Sujud dengan tuma’ninah.
  7. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  8. Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  9. Bangkit dari sujud dan bertakbir.
  10. Membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan membaca surat al-Ikhlas 5 kali
  11. Rukuk dengan tuma’ninah.
  12. Iktidal dengan tuma’ninah.
  13. Sujud dengan tuma’ninah.
  14. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  15. Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  16. Duduk tasyahud dengan membaca tahiyatul akhir.
  17. Salam.

Setelah itu, anda bisa bangun lagi untuk mengerjakan rakaat ketiga dan keempat. Berikut ini tata caranya, yakni:

  1. Niat sholat tolak bala Rebo wekasan (imam dan makmum ataupun sendiri).
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan membaca surat Al-Falaq sebanyak 1 kali.
  4. Rukuk dengan tuma’ninah.
  5. Iktidal dengan tuma’ninah.
  6. Sujud dengan tuma’ninah.
  7. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  8. Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  9. Bangkit dari sujud dan bertakbir.
  10. Membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan membaca surat An-Nas sebanyak 1 kali.
  11. Rukuk dengan tuma’ninah.
  12. Iktidal dengan tuma’ninah.
  13. Sujud dengan tuma’ninah.
  14. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  15. Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  16. Duduk tasyahud dengan membaca tahiyatul akhir.
  17. Salam.

Doa Setelah Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan

Setelah anda mengerjakan sholat tolak bala Rebo wekasan, anda bisa melanjutkan dengan membaca doanya. Berikut bacaan doa setelah sholat tolak bala Rebo wekasan yang bisa dibaca, yakni:

Wa shallallaahu alaa sayyidinaa muhammadin wa alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Allaahumma yaa syadiidal quwa wa yaa syadidal mihaal yaa aziiza dzallat Li'izzatika jamii'u khalqika ikfinii min jamii'I khalqika yaa muhsinu yaa mujammilu yaa mutafadh-dhilu yaa mun'imu yaa mukrimu yaa man laa ilaaha illa anta bi rahmatika yaa arhamar raahimiin.

Allaahumma bisirril hasani wa akhiihi wa jaddihi wa abiihi ikfinii syarra haadzal yawma wa maa yanzilu fiihi yaa kaafii fasayakfiyukahumul-laahu wa huwas-samii'ul 'aliim. Wa hasbunallaahu wa ni'mal wakiilu wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim. Wa shallallaahu ta'aalaa 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wasallam.

Artinya: "Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Kekuatan dan Keupayaan; Ya Allah, Tuhan Yang Mahamulia dan karena Kemuliaan-Mu itu, menjadi hinalah semua makhluk ciptaan-Mu, peliharalah aku dari kejahatan makhluk-Mu; Ya Allah, Tuhan Yang Maha Baik Perbuatan-Nya. Ya Allah, Tuhan Yang Memberi Keindahan, Keutamaan, Kenikmatan dan Kemuliaan. Ya Allah, Tiada Tuhan kecuali hanya Engkau dengan Rahmat-Mu Yang Maha Penyayang.

Ya Allah, dengan rahasia kemuliaan Sayyidina Hasan ra dan saudaranya (Sayyidina Husein ra), serta kakeknya (Sayyidina Muhammad saw) dan ayahnya (Sayyidina `Ali bin Abi Thalib ra), peliharalah aku dari kejahatan hari ini dan kejahatan yang akan turun padanya. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memelihara, cukuplah Allah Yang Maha Memelihara lagi Maha Mengetahui untuk memelihara segalanya. Cukuplah Allah tempat kami bersandar, tiada daya dan upaya kecuali atas izin Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Amin."

Q & A

Q: Apa itu sholat tolak bala?

A: Sholat tolak bala adalah sholat sunnah yang dilakukan dengan tujuan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai bencana, musibah, atau marabahaya yang mungkin menimpa diri, keluarga, atau masyarakat secara luas.

Q: Apa niat sholat tolak bala dalam bahasa Arab dan latin?

A: Arab: نَوَيْتُ صَلَاةَ سُنَّةٍ دَفْعِ الْبَلَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى Latin: Nawaitu shalata sunnata daf’il bala rak’ataini lillahi ta’ala Artinya: “Aku niat sholat sunnah tolak bala dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Q: Bagaimana tata cara pelaksanaan sholat tolak bala?

A: Tata cara sholat tolak bala sama seperti sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:

- Membaca niat.

- Takbiratul ihram (Allahu Akbar).

- Membaca surat Al-Fatihah, lalu diikuti surat lain (disarankan membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Naas).

- Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.

- Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulang langkah yang sama.

- Duduk tasyahhud akhir setelah sujud kedua.

- Salam.

Q: Kapan waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan sholat tolak bala?

A: Sholat tolak bala bisa dilakukan kapan saja, terutama saat seseorang atau masyarakat sedang menghadapi situasi genting, wabah, bencana alam, atau keadaan yang memerlukan perlindungan khusus dari Allah SWT. Namun, sebaiknya tidak dilakukan di waktu-waktu yang dilarang untuk sholat (seperti setelah Subuh hingga matahari terbit, dan setelah Ashar hingga matahari terbenam).

Q: Apakah ada doa khusus setelah sholat tolak bala?

A: Tidak ada doa khusus yang baku, namun disarankan berdoa dengan penuh harap dan keikhlasan, memohon perlindungan kepada Allah SWT. Contohnya: “Ya Allah, lindungilah kami dari segala musibah, bencana, penyakit, fitnah, dan marabahaya, lahir maupun batin.”

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6