Liputan6.com, Jakarta Shalat Ba'diyah Isya adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat Isya. Dilansir dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional, Shalat sunnah rawatib adalah salat sunnah yang mengiringi salat fardhu, baik sebelum (qabliyah) maupun setelah (ba’diyah).
Shalat Ba'diyah Isya adalah salah satu bentuk shalat sunnah mu'akkadah, yang berarti shalat sunnah yang sangat dianjurkan atau sunnah yang kuat anjurannya. Ini berarti jika seseorang melaksanakannya, dia akan mendapatkan pahala tambahan, dan jika dia melewatkan shalat ini tanpa alasan yang sah, dia tidak berdosa.
Advertisement
Jumlah rakaat shalat Ba'diyah Isya dapat bervariasi. Ada yang berpendapat bahwa shalat ini terdiri dari dua rakaat, sementara yang lain mengatakan bahwa itu bisa dilakukan dalam empat rakaat.
Untuk menjawab sholat ba'diyah isya berapa rakaat?, simak penjelasan selengkapnya berikut ini seperti yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (19/6/2025).
Tidak Setiap Shalat Memiliki Ba'diyah
Sholat sunnah ba'diyah isya adalah sholat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah sholat. Penting untuk diketahui bahwa shalat isya bukan satu-satunya shalat fardhu yang memiliki shalat sunnah ba'diyah. Meski demikian, tidak setiap shalat fardhu juga memiliki shalat ba'diyah.
Ada beberapa shalat fardhu yang dilarang untuk diiringin dengan shalat sunnah ba'diyah, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut,
"Tidak ada sholat setelah sholat Subuh hingga matahari terbit. Dan tidak ada sholat sesudah sholat Ashar hingga matahari terbenam," (HR Bukhari Muslim).
Adapun shalat fardhu yang memiliki shalata sunnah ba'diyah, di antaranya adalah shalat Dzuhur, Maghrib, dan Isya, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
Artinya: "Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan sholat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat setelah Zuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh." (HR Tirmidzi).
Jenis Sholat Rawatib Berdasarkan Kategorinya:
Menurut laman resmi Badan Amil Zakat Nasional berjudul Mengenal 12 Rakaat Shalat Sunnah Rawatib”, 2023:
Muakkad (sangat dianjurkan):
Berdasarkan hadis Ummu Habibah RA, Nabi SAW tidak pernah meninggalkan 12 rakaat rawatib. Rinciannya:
- 2 rakaat sebelum Subuh
- 2 rakaat sebelum Dzuhur dan 2 sesudahnya
- 2 rakaat setelah Maghrib
- 2 rakaat setelah Isya
Ghairu Muakkad (tidak selalu dikerjakan oleh Nabi, tapi tetap dianjurkan):
- 4 rakaat sebelum Ashar
- 2 rakaat sebelum Maghrib
- 2 rakaat sebelum Isya
Advertisement
Keutamaan Shalat Sunnah Ba'diyah Isya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102735/original/055616000_1737446893-1737445578936_tata-cara-sholat-dhuha-2-rakaat.jpg)
Shalat Ba'diyah Isya adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat Isya dan merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Keutamaan shalat Ba'diyah Isya dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pahala yang Besar
Shalat Ba'diyah Isya memiliki pahala yang besar menurut ajaran Islam. Pahala yang didapatkan dari menjaga shalat sunnah dua belas rakaat, termasuk Ba'diyah Isya, adalah membangun sebuah rumah di surga. Hadis tersebut menunjukkan tingginya keutamaan shalat ini.
2. Waktu yang Fleksibel
Shalat Ba'diyah Isya memiliki waktu yang fleksibel. Ini berarti Anda dapat melaksanakannya sepanjang malam, mulai dari setelah shalat Isya hingga menjelang waktu shalat Subuh. Waktu yang panjang ini memberikan kesempatan bagi individu untuk menyesuaikan shalat ini dengan jadwal dan aktivitas mereka.
3. Kemurahan Allah
Melakukan shalat Ba'diyah Isya menunjukkan niat baik dan keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ini adalah bentuk ibadah yang mendatangkan kemurahan Allah dan menguatkan ikatan spiritual antara individu dengan Sang Pencipta.
4. Menyempurnakan Shalat Wajib
Shalat sunnah, termasuk Ba'diyah Isya, membantu menyempurnakan shalat wajib seorang Muslim. Dengan melaksanakan shalat sunnah, seseorang dapat memperbaiki kesalahan dalam shalat wajibnya dan mendapatkan kesempurnaan dalam ibadah.
5. Kemungkinan Pengganti Tarawih
Ada situasi di mana seseorang mungkin tidak memiliki kesempatan untuk melaksanakan shalat Tarawih di masjid karena berbagai alasan. Dalam hal ini, Ba'diyah Isya dapat dijadikan sebagai pengganti yang baik, karena memiliki pahala yang tinggi dan waktu yang fleksibel.
Ketentuan dalam Melaksanakan Shalat Sunnah Ba'diyah Isya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4213817/original/036215300_1667476717-bacaan-sholat-dari-awal-sampai-akhir-lengkap-dengan-niatnya.jpg)
Shalat Sunnah Ba'diyah Isya adalah salah satu shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat Isya. Meskipun tata cara pelaksanaannya mirip dengan shalat sunnah pada umumnya, ada beberapa ketentuan khusus yang perlu diperhatikan saat melaksanakannya:
1. Dikerjakan secara Munfarid
Shalat Ba'diyah Isya biasanya dilakukan secara individu atau munfarid, tidak dalam jamaah. Ini berarti Anda dapat melaksanakannya sendiri tanpa memerlukan imam atau berjamaah.
2. Empat Rakaat
Shalat Ba'diyah Isya dilaksanakan 2 rakaat (cukup), namun dianjurkan juga 4 rakaat dalam dua salam. Pendpat lain dapat terdiri dari empat rakaat atau dua rakaat. Ketika dikerjakan dalam empat rakaat, maka cara melaksanakannya adalah dengan dua rakaat salam, dua rakaat salam.
Berdasarkan laman resmi Jurnal Universitas Kebangsaan, shalat ini dianggap sebagai ibadah ringan namun berpahala besar. Shalat sunnah ba’diyah Isya adalah salah satu dari shalat rawatib muakkad yang dilakukan setelah shalat fardhu Isya, sebanyak 2 atau 4 rakaat secara sendiri (tidak berjamaah).
Berdasarkan keterangan dari Balitbang Kemenag RI, disebutkan bahwa 4 rakaat ba’diyah Isya memiliki keutamaan sebanding dengan shalat Lailatul Qadr.
3. Tanpa Azan dan Iqamah
Shalat Ba'diyah Isya tidak diawali dengan azan dan iqamah seperti shalat jamaah. Anda dapat langsung memulai shalat setelah niat tanpa adanya panggilan azan dan iqamah.
4. Pindah Tempat
Disarankan untuk melaksanakan shalat sunnah Ba'diyah Isya di tempat yang berbeda dari tempat Anda melaksanakan shalat fardu (shalat Isya). Ini adalah salah satu sunnah yang bisa diikuti.
5. Bacaan Tidak Dikeraskan
Bacaan dalam shalat Ba'diyah Isya tidak perlu dikeraskan atau diucapkan keras-keras. Anda dapat membaca ayat-ayat atau surah dalam hati atau dengan suara yang lembut.
Advertisement
Tata Cara Shalat Ba'diyah Lengkap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4397210/original/034811800_1681628824-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_4.jpg)
1. Niat
Sebelum memulai shalat, niatkan dalam hati untuk melaksanakan shalat sunnah Ba'diyah Isya. Niat ini tidak perlu diucapkan dengan kata-kata, tetapi cukup dalam hati. Adapun bacaan niat shalat sunnah ba'diyah isya adalah sebagai berikut dijelaskan dalam buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh. Rifa' i :
اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَة ِللهِ تَعَالَى
"Usholi Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala."
Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah Isya 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
2. Takbiratul Ihram
Mulailah dengan mengangkat tangan sejajar dengan bahu atau telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar," yang merupakan takbiratul ihram, menandakan dimulainya shalat.
3. Doa Iftitah
Setelah takbiratul ihram, bacakan doa iftitah:
"Israafiila faa thirassama waati wal ardhi, ‘aalimalghoibi wasyahaadati anta tahkumu baina ‘ibaadika fiima kaannuu fiihi yakhtalifuuna. Ihdinii limaakh tulifa fiigi minal haqqi bi idznika innaka tahdii mantasyaa’u ilashiraathimmustaqiim."
Artinya: Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, dan Israfil. Sebagai Pencipta langit dan Bumi. Yang Maha Mengetahui, yaitu Mengetahui yang gaib dan yang tampak. Ya Allah, yang memutuskan di antara hamba-Mu terhadap apa yang mereka pertengkarkan. Berilah petunjuk pada kami untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Memberi petunjuk pada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.
4. Membaca Surah Al-Fatihah
Bacakan Surah Al-Fatihah setelah doa iftitah.
5. Membaca Surah Pendek
Setelah Al-Fatihah, bacakan surah pendek seperti Al-Lahab, An-Nas, Al-Falaq, atau surah lainnya. Anda bisa memilih surah-surah pendek yang biasanya Anda hafal.
6. Rukuk
Rukuk adalah gerakan membungkukkan badan dengan kedua tangan memegang lutut. Ketika dalam posisi rukuk, bacakan "Subhana robbiyal adhiimi wabihamdih," yang berarti "Maha Suci Tuhan yang Maha Agung, dan segala puji bagi-Nya."
7. Sujud Pertama dan Kedua
Sujud adalah gerakan menghadapkan wajah ke lantai. Saat sujud pertama dan kedua, bacakan "Subhana robbiyal a’la wabihamdih," yang berarti "Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, dan segala puji bagi-Nya."
8. Duduk Antara Dua Sujud
Setelah sujud kedua, duduklah di antara dua sujud. Bacakan doa, "Rabbighfirlii warhamni wajburnii warfa'nii warzunii wahdinii wa aafinii wa’fu annii," yang berarti "Ya Tuhanku, ampunilah aku, berilah rahmat padaku, berilah hidayah kepadaku, berilah aku rezeki, berilah kebahagiaan padaku, dan ampunilah aku."
9. Tahiyat Akhir dengan Duduk Iftirasy
Ketika duduk antara dua sujud, bacakan doa tahiyat akhir sambil duduk iftirasy:
"At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi."
Artinya: Segala kehormatan, keberkahan, rahmat, dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
10. Salam
Setelah membaca doa tahiyat akhir, ucapkan salam dengan menoleh ke arah bahu kanan lalu ke bahu kiri. Salam ini menandakan berakhirnya shalat.
Itulah tata cara lengkap untuk melaksanakan shalat Sunnah Ba'diyah (Ba'diyah Isya). Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menjalankan shalat ini dengan benar.
Keutamaan dan Dalil Anjuran Shalat Rawatib oleh Rasulullah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3449234/original/037900000_1620241442-000_99C2KR.jpg)
1. Hadis Shahih tentang Rawatib:
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menjaga 12 rakaat rawatib dalam sehari semalam, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
2. Manfaat Spiritual dan Akhlak:
- Menumbuhkan konsistensi ibadah di luar yang wajib.
- Menjaga jiwa dari kelalaian dan menjadikan waktu malam sebagai momentum refleksi diri.
- Menurut Jurnal Universitas Kebangsaan (2024), shalat ba’diyah Isya juga memperkuat kualitas sabar, tawadhu’, dan rasa takut kepada Allah.
3. Keutamaan Shalat Ba’diyah Isya Secara Khusus:
- Menghapus dosa kecil
Disebut dalam hadis, pahala shalat ini bisa menghapus dosa seperti buih di lautan seperti dikutip dari laman resmi Jurnal Universitas Kebangsaan, 2024.
- Dibalas pahala besar
4 rakaat setelah Isya disebut dalam Balitbang Kemenag RI sebagai amalan ringan berpahala besar dan dikategorikan sebanding dengan Lailatul Qadr.
- Menjaga diri dari godaan setan dan memperkuat spiritualitas malam hari.
Menurut Imam Masrur (2018) dalam buku “Tarbiyah Shalat Qabliyah dan Ba'diyah”, hal ini menjadi media penyucian diri sebelum tidur.
Advertisement
Q&A Seputar Shalat Sunnah Ba’diyah Isya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990653/original/076197600_1730716732-tata-cara-sholat-sunnah.jpg)
1. Apa itu Ba’diyah Isya?
Shalat sunnah setelah Isya, dilakukan sendiri sebanyak 2 atau 4 rakaat.
2. Kapan waktunya?
Sesudah Isya hingga menjelang Subuh; waktu fleksibel.
3. Berapa rakaat idealnya?
2 rakaat paling dasar, atau 4 rakaat (dua salam) lebih utama—4 rakaat disunnah ketika kualitas optimal.
4. Adakah niat khusus?
“Usholli sunnatal Ba’diyah Isya rak’ataini lillahi ta’ala.”
5. Apa manfaat utamanya?
Membersihkan dosa kecil, pahala setara shalat malam penuh, mendekatkan kepada Allah, dijauhkan gangguan setan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4398538/original/021682500_1681724902-pray-g2e7ab62ad_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)