Liputan6.com, Jakarta - Zikir merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu zikir yang sering diucapkan dalam sujud saat salat adalah "Subhana Rabbiyal A'la Wabihamdih". Ungkapan ini mengandung makna yang sangat dalam dan mencerminkan ketundukan serta pengagungan seorang hamba kepada Tuhannya. Memahami arti dari kalimat ini bukan hanya memperdalam ibadah, tetapi juga meningkatkan kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Subhana Rabbiyal A'la Wabihamdih artinya adalah "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya". Kalimat ini mengandung dua unsur utama yakni pensucian (tasbih) dan pujian (tahmid). Dalam tasbih, kita menyatakan bahwa Allah bebas dari segala kekurangan dan sifat negatif. Sementara tahmid menunjukkan pengakuan kita atas segala kebaikan dan kesempurnaan yang dimiliki oleh Allah SWT. Ketika dua unsur ini digabungkan dalam sujud, itu menunjukkan totalitas penghambaan dan kepasrahan seorang Muslim.
Advertisement
Sujud adalah posisi terendah tubuh manusia dalam salat, namun di saat itulah seorang Muslim justru berada pada posisi paling dekat dengan Allah SWT. Karena itu, membaca "Subhana Rabbiyal A'la Wabihamdih" saat sujud menjadi sangat bermakna. Kalimat ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual, tetapi juga merupakan ekspresi penghambaan yang paling tulus. Dalam posisi sujud, seorang hamba merendahkan dirinya secara fisik dan spiritual sambil mengagungkan Tuhannya yang Maha Tinggi.
Mengamalkan zikir ini secara rutin dapat membawa ketenangan batin dan memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Selain dalam salat, kalimat ini juga bisa diamalkan dalam dzikir harian. Dengan memahami makna "Subhana Rabbiyal A'la Wabihamdih artinya", umat Islam dapat lebih khusyuk dalam ibadah dan menjadikan setiap sujud sebagai momen refleksi dan penyucian diri.
Menurut Muhammad Ajib dalam Praktek Shalat Praktis Versi Madzhab Syafi‘i, sujud harus disertai ketenangan (ṭuma’nīnah), termasuk gerakan yang tidak tergesa-gesa.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (18/6/2025).
Arti Bacaan Sujud Subhana Rabbiyal A'la Wabihamdih
Adapun tulisan dari bacaan sujud tersebut adalah sebagai berikut dalam tulisan Arab:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhana Rabbiyal A'la Wabihamdih artinya: Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.
Bacaan sujud Subhana Rabbiyal A'la Wabihamdih adalah salah satu doa yang dibaca saat seorang Muslim melakukan sujud dalam sholat, baik itu sholat fardhu (wajib) maupun sholat sunnah. Doa ini memiliki makna yang mendalam dan merujuk pada pengagungan dan pujian kepada Allah SWT.
Sujud merupakan salah satu rukun pokok dalam sholat yang secara harfiah berarti “meletakkan dahi ke tanah”, sebuah simbol kerendahan diri dan penyerahan total hamba kepada Pencipta.
Menurut penelitian Adriyanto (2022) dalam Keutamaan Sujud dalam Shalat: Studi Takhrij dan Syarah Hadis (Gunung Djati Conference Series, Vol. 8 No. 2), sujud tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ibadah ritual, tetapi juga berperan sebagai “meditasi spiritual yang menenangkan jiwa, meningkatkan konsentrasi, dan mempererat solidaritas sosial di antara masyarakat”
Bacaan sujud Subhana Rabbiyal A'la Wabihamdih merupakan bacaan sujud yang didasarkan pada Dari hadits Hudzaifah, ia mengatakan, ia pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas beliau mengucapkan ketika rukuk "Subhana Rabbiyal A'la Wabihamdih." (HR. Abu Daud, no. 870, sahih)
Advertisement
Macam-Macam Bacaan Sujud dalam Shalat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4118383/original/079830400_1660102039-shutterstock_Gatot_Adri.jpg)
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, selain Subhana Rabbiyal A'la Wabihamdih, masih ada banyak lagi variasi bacaan sujud yang diajarkan oleh NAbi Muhammad SAW. Adapun macam-macam bacaan sujud antara lain adalah sebagai berikut:
Pertama,
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
Subhaana robbiyal a’laa (tiga kali)
Artinya: Maha Suci Robb-ku yang Maha Tinggi
Kedua,
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal a’laa wa bihamdih. (tiga kali)
Artinya: Maha Suci Robb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.
Ketiga,
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ، رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Subbuuhun qudduusun robbul malaa-ikati war ruuh.
Artinya: Maha Suci, Maha Qudus (Maha Mulia), Rabbnya Para Malaikat dan Ruh [HR. Muslim no. 487].
Keempat,
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
Subhaa-nakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfir-lii.
Artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah, Wahai Rabb kami, dan dengan memuji-Mu, Ya Allah, berilah ampunan untukku.
Kelima,
اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ، وَجُلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّه
Allahummagh-fir-lii dzan-bii kullahuu, diqqahuu, wa jullahuu, wa awwa-lahuu, wa aa-khirohuu, wa ‘alaa-niya-tahuu wa sirrohuu.
Artinya: Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, yang sekecil-kecilnya dan yang sebesar-besarnya, yang pertama dan yang terakhir, yang terang-terangan dan yang tersembunyi.
Keenam,
اللهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Allahumma laka sajad-tu, wa bika aamantu, wa laka aslam-tu. Sajada wajhii lilladzii khala-qohuu, wa shawwa-rohuu, wa syaqqo sam’ahuu wa basharahuu, tabaarokallahu ahsanul kholiqiin.
Artinya: Ya Allah, kepada-Mu-lah aku bersujud, kepada-Muaku beriman dan kepada-Mu-lah aku menyerahkan diriku. Dan Engkaulah Robb-ku. Wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakan dan membentuknya, maka baikkanlah bentuknya. Dan Yang telah menjadikan diriku mendengar dan melihat. Maka Maha Suci Allah, sebaik-baiknya pencipta.
Ketujuh,
سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ
Subhaana dzil jabaruut, wal malakuut, walkibriyaa, wal ‘adzamah.
Artinya: Maha Suci Pemilik Keperkasaan, dan Kekuasaan, dan Keangkuhan, dan Keagungan.
Hukum Membaca Doa Sujud ketika Sholat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4463244/original/094524400_1686574543-syed-aoun-abbas-e7DEidxrfDU-unsplash.jpg)
Hukum membaca doa sujud dalam sholat berbeda-beda menurut mazhab atau aliran hukum dalam Islam. Ini adalah salah satu contoh perbedaan pendapat dalam fiqh (hukum Islam) yang menggambarkan keragaman interpretasi hukum Islam di antara para ulama.
Menurut sebagian besar ulama dari mazhab Al-Hanafi, Al-Maliki, dan Asy-Syafi'iyah, membaca lafadz (kata-kata) saat sujud dalam sholat adalah sunnah, bukan wajib. Ini berarti bahwa jika seseorang tidak membaca apapun saat sujud, baik itu dengan sengaja atau karena lupa, sholatnya tetap sah. Membaca lafadz saat sujud adalah sesuatu yang dianjurkan, tetapi bukan suatu kewajiban.
Hukum ini didasarkan pada tidak adanya hadis yang secara eksplisit menyatakan bahwa membaca doa tertentu saat sujud adalah wajib. Rasulullah SAW mengajarkan tata cara sujud tanpa mengharuskan membaca sesuatu saat sujud. Jadi, jika membaca saat sujud adalah wajib, pastilah Nabi SAW akan mengajarkannya.
Sedangkan Mazhab Al-Hanbali memiliki pandangan yang berbeda. Menurut mereka, membaca doa saat sujud adalah wajib. Jika seseorang dengan sengaja meninggalkannya, sholatnya dianggap batal. Namun, jika seseorang meninggalkannya karena lupa, sholatnya masih tetap sah. Namun, disunnahkan (dianjurkan) untuk melakukan sujud sahwi sebagai perbaikan jika ada kesalahan dalam sholat.
Dari serangkaian penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa mayoritas mazhab dan ulama berpendapat bahwa membaca doa sujud saat sholat adalah sunnah, bukan wajib. Hal ini juga sejalan dengan praktek Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan tata cara sujud tanpa menyebutkan kewajiban membaca sesuatu saat sujud.
Dari sisi medis, banyak penelitian ilmiah mengonfirmasi manfaat fisiologis sujud, seperti peningkatan aliran darah dan oksigen ke otak, serta pelenturan otot dan sendi. Studi di Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya (2023) menyebutkan bahwa gerakan sujud, bila dilakukan dengan tuma’nīnah (tenang dan perlahan), dapat memacu sirkulasi darah ke kepala secara signifikan, membantu mengurangi ketegangan otot dan tekanan darah.
Selain itu, penelitian Hamid et al. (2023) menunjukkan sujud dapat menurunkan risiko gangguan mental, membantu meringankan stres, dan bahkan bermanfaat bagi kondisi neurologis melalui mekanisme pelepasan gelombang elektromagnetik positif saat dahi menyentuh permukaan tanah, dilansir dari journal.staiypiqbaubau.ac.id dan jumpa.kemenag.go.id.
Advertisement
Cara Khusyuk dalam Sujud
Sujud adalah momen intim dalam shalat, saat hamba benar-benar merendahkan diri dan mendekatkan hati kepada Allah. Untuk mencapai khushu’ optimal dalam sujud, butuh perhatian pada aspek fisik, mental, dan makna spiritual bacaan.
Kajian oleh H. Zulkarnain Suleman dalam Wawasan Al-Qur’an Tentang Khusyu’ (2024) menunjukkan bahwa khushu’ melibatkan keselarasan antara tubuh yang tenang, air mata yang bisa jadi tanda penghayatan, serta hati yang tulus tunduk kepada Allah.
Berikut ini 11 metode praktis agar sujud lebih khusyuk:
- Persiapan niat dan tajhîr hati: Tatkala niat benar, hati tertata untuk merendah.
- Pahami makna zikir “Subḥāna Rabbiyal A‘lā Wa Biḥamdih”: Dengan menghayati artinya, bukan sekadar membacanya.
- Jaga ṭuma’nīnah: Lakukan sujud dengan gerakan perlahan dan stabil, mengikuti sabda Nabi SAW.
- Pusatkan perhatian pada hubungan dengan Allah: Fokus tidak ke kanan-kiri tapi ke tempat sujud (ṭuma’nīnah).
- Perlahan baca zikir: Jangan tergesa, masing-masing pengucapan harus dipahami lewat sentuhan spiritual.
- Jangan angkat mata atau memutar kepala: Menurut tafsir khushu’, hati diikat pada satu titik—Allah.
- Rasakan tekanan fisik: Sentuhan dahi dan hidung ke sajadah memberi sensasi kerendahan diri.
- Bernapas dengan perlahan: Mengatur napas membantu stabil dan menenangkan hati.
- Selipkan doa pribadi setelah tasbih: Tambahkan doa ma‘tsūr atau dengan kata hati.
- Buka hati untuk meresapi kesucian Allah: Sujud bukan sekadar rutinitas, tapi momen suci antara hamba dan Tuhan.
- Jaga konsistensi spiritual: Latihan reguler dan kontemplasi terhadap kualitas shalat akan membentuk khushu’ yang konsisten
FAQ
Apa arti lengkap dari Subḥāna Rabbiyal A‘lā Wa Biḥamdih?
"Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan memuji-Nya," mencerminkan tasbih dan tahmid.
Kapan bacaan ini diucapkan?
Dibaca minimal tiga kali saat sujud dalam setiap raka’at, sesuai sunnah Nabi SAW.
Kenapa disebut posisi paling rendah?
Fisik sujud mewakili kerendahan penuh manusia dan titik terdekat dengan Allah SWT.
Apa fungsi ṭuma’nīnah saat sujud?
Menegaskan fokus, menenangkan tubuh dan pikiran, sesuai tuntunan syafi’i.
Bagaimana khushu’ dalam sujud itu tercapai?
Melalui kontrol gerakan, fokus hati, kesadaran makna bacaan, dan ketenangan saat sujud.
Bolehkah menambahkan doa lain setelah zikir sujud?
Boleh, sunnah menambahkan doa ma‘tsūr selepas zikir untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Apa perbedaan zikir sujud dan zikir rukuk?
Sujud memakai “Subḥāna Rabbiyal A‘lā…” sementara rukuk “Subḥāna Rabbiyal ‘Azīm…”, keduanya pujian sesuai posisi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3274105/original/054191000_1603275591-316-pai003662-ae.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)