Liputan6.com, Jakarta Tarbiyah adalah konsep pendidikan Islam yang semakin relevan di era modern ini, terutama ketika tantangan globalisasi dan teknologi digital menghadirkan berbagai persoalan dalam mendidik generasi muda. Dalam konteks Indonesia yang mayoritas Muslim, pemahaman tentang tarbiyah adalah kunci untuk membangun karakter bangsa yang berakhlak mulia dan beriman kokoh.
Sebagai sistem pendidikan yang holistik, tarbiyah adalah metode yang tidak hanya fokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan kepribadian dan spiritualitas peserta didik. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial masyarakat, konsep tarbiyah adalah solusi yang tepat untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang semakin kompleks.
Pemahaman mendalam tentang tarbiyah adalah hal yang urgent bagi para pendidik, orang tua, dan masyarakat Muslim pada umumnya
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas mengenai pengertian tarbiyah beserta makna dan konsep dasarnya dalam Islam yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Senin (26/6/2023).
Makna Tarbiyah
Secara umum, tarbiyah dapat dikembalikan kepada 3 kata kerja yang berbeda, yakni :
- Rabaa-yarbuu yang bermakna namaa-yanmuu, artinya berkembang.
- Rabiya-yarbaa yang bermakna nasya-a, tara’ra-a, artinya tumbuh.
- Rabba-yarubbu yang bermakna aslahahu, tawallaa amrahu, sasa-ahuu, wa qaama ‘alaihi, wa ra’aahu, yang artinya masing memperbaiki, mengurus, memimpin, menjaga dan memeliharanya (atau mendidik).
Jika lebih dijelaskan secara detail, makna tarbiyah tersebut adalah sebagai berikut ini:
- Proses pengembangan dan bimbingan, meliputi jasad, akal, dan jiwa, yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan akhir si anak didik tumbuh dewasa dan hidup mandiri di tengah masyarakat.
- Kegiatan yang disertai dengan penuh kasih sayang, kelembutan hati, perhatian, bijak, dan menyenangkan (tidak membosankan).
- Menyempurnakan fitrah kemanusiaan, memberi kesenangan dan kemuliaan tanpa batas sesuai syariat Allah SWT.
- Proses yang dilakukan dengan pengaturan yang bijak dan dilaksanakan secara bertahap dari yang mudah kepada yang sulit.
- Mendidik anak melalui penyampaian ilmu, menggunakan metode yang mudah diterima sehingga ia dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Kegiatan yang mencakup pengembangan, pemeliharaan, penjagaan, pengurusan, penyampaian ilmu, pemberian petunjuk, bimbingan, penyempurnaan, dan perasaan memiliki terhadap anak.
Advertisement
Pengertian Tarbiyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4273394/original/028276900_1672099891-pexels-thirdman-8489278_1_.jpg)
Mengutip dari buku Dasar-dasar Pendidikan (2021) karya Dr. Saryanto, dalam bahasa Arab pendidikan disebut tarbiyah yang diambil dari kata Rabba yang bermakna memelihara, mengurus, merawat, dan mendidik. Dalam literatur-literatur berbahasa Arab, kata tarbiyah mempunyai bermacam-macam arti dan makna yang intinya sama mengacu pada proses pengembangan potensi yang dianugerahkan pada manusia. Berikut ini definisi-definisi tarbiyah antara lain:
- Tarbiyah adalah proses pengembangan dan bimbingan jasad, akal dan jiwa yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga mutarabbi (anak didik) bisa dewasa dan mandiri untuk hidup di tengah masyarakat. (Ath-Thabari 67)
- Tarbiyah adalah kegiatan yang disertai dengan penuh kasih sayang, kelembutan hati, perhatian bijak dan menyenangkan; tidak membosankan. (Al-Maraghi: 34)
- Tarbiyah adalah proses yang dilakukan dengan pengaturan yang bijak dan dilaksanakan secara bertahap dari yang mudah kepada yang sulit.
- Tarbiyah adalah mendidik anak melalui penyampaian ilmu, menggunakan metode yang mudah diterima sehingga ia dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari (Fathul Bari Jilid 1: 162)
- Tarbiyah adalah kegiatan yang mencakup pengembangan. pemeliharaan, penjagaan, pengurusan, penyampaian ilmu, pemberian petunjuk, bimbingan, penyempurnaan dan perasaan memiliki terhadap anak didik. (Al-Maraghi jilid III: 79).
Jadi, tarbiyah adalah proses mengasuh, membina, mengembangkan, memelihara, serta menjadi kematangan bagi suatu objek.
Unsur Tarbiyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3127101/original/044784500_1589364874-Three_Beautiful_Muslim_Womae_Wearing_Hajab_using_Mobile_Phone_For_Taking_Photo_Together_model_Posing_blurry_Light_Around.jpg)
Dikutip dari buku Bahtsu El-Kutub Al-Tarbiyah Al-Islamiyah (2020) oleh Muhammad Natsir, tarbiyah pada dasarnya adalah proses mengantarkan sesuatu menuju pada kesempurnaannya, sedikit demi sedikit. Abdurrohman Al-Bani menggali hal ini, bahwa tarbiyah terbentuk dari beberapa unsur, yakni:
- Mengjaga fitnah, sesuatu yang berkembang dan memeliharanya.
- Mengembangkan potensinya dan mempersiapkannya.
- Mengarahkan fitrah dan potensi kepada kebaikan dan kesempurnaannya.
- Bersifat gradual dalam pelaksanaannya.
Advertisement
Konsep Dasar Tarbiyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3120383/original/081192800_1588695034-2476238.jpg)
Berikut ini terdapat beberapa konsep dasar dari tarbiyah adalah:
- Tarbiyah adalah proses yang bertujuan, memiliki sasaran dan target.
- Pendidik yang sejati adalah Allah SWT, dzat penggerak perilaku untuk perkembangan, bertahap dan keaktifannya. Dia menyariatkan syariat untuk mewujudkan kesempurnaan, kebaikan dan kebahagiannya.
- Tarbiyah menuntut program secara bertahap, di dalamnya berjalan proses kependidikan dan pengajaran secara sistematis dan teratur (bertahap).
- Pekerjaan pendidik adalah berkelanjutan mengikuti makhluk Allah SWT dan mewujudkannya sebagaimana mengikuti syariat dan agama Allah SWT.
Dasar pokok pendidikan Islam bersandar pada syara’ dan agama, karakter jiwa manusia adalah karakter beragama. Dan pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang beragama.
Perbedaan Tarbiyah dengan Taklim dan Takdib
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4059051/original/070359100_1655780900-young-muslim-man-is-writing-white-board.jpg)
Setelah mengetahui secara umum tarbiyah adalah proses mengasuh, membina, mengembangkan, memelihara, serta menjadi kematangan bagi suatu objek. Sementara itu, taklim adalah memberitahukan sesuatu kepada seseorang yang belum tahu. Dan mu’allim atau pengajar yang berarti orang yang melakukan pengajaran. Sama memiliki makna tentang pendidikan, namun taklim secara umum hanya terbatas pada pengajaran (proses transfer ilmu pengetahuan) dan pendidikan kognitif semata-mata (proses dari tidak tahu menjadi tahu).
Lain halnya dengan takdib yang memiliki arti mendidik atau ‘allama. Addaba diterjemahkan oleh Ibnu Manzhur merupakan padanan kata allama dan oleh Azzat dikatakan sebagai cara Tuhan mengajar Nabi-Nya, sehingga Al-Attas mengatakan bahwa kata addaba (ta’dib) mendapatkan rekanan konseptualnya di dalam istilah ta’lim.
Takdib yang berasal dari kata addaba ini berarti pengenalan dan pengakuan yang secara bertahap ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sedemikian rupa. Hal ini membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan Kekuasaan dan Keagungan Tuhan di dalam tatanan wujud dan keberadaannya.
Advertisement
Implementasi Tarbiyah di Era Digital
Dalam era teknologi digital saat ini, implementasi tarbiyah menghadapi tantangan dan peluang baru yang memerlukan pendekatan inovatif namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam. Pendidik harus mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses tarbiyah tanpa kehilangan nilai-nilai spiritualnya, sekaligus memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat dakwah dan pendidikan Islam.
Tantangan utama dalam implementasi tarbiyah di era digital adalah maraknya konten negatif di internet yang dapat merusak akidah dan akhlak peserta didik. Media sosial, games online, dan platform digital lainnya sering kali menampilkan konten yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pendidik dan orang tua harus ekstra cermat dalam mengawasi dan mengarahkan konsumsi digital anak-anak.
Beberapa strategi implementasi tarbiyah di era digital meliputi:
- Pemanfaatan platform digital untuk pembelajaran Al-Quran dan hadis dengan teknologi interaktif seperti AR/VR
- Penggunaan aplikasi mobile untuk monitoring ibadah dan akhlak siswa secara real-time
- Integrasi media sosial sebagai sarana dakwah dan pembentukan karakter positif
- Pengembangan konten edukasi Islami yang menarik dan interaktif berbasis multimedia
- Pembentukan komunitas virtual yang mendukung proses tarbiyah dan saling menguatkan iman
- Pelatihan literasi digital bagi pendidik dan orang tua untuk memahami dinamika dunia digital
- Pengembangan kurikulum tarbiyah yang mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai Islam
Keberhasilan implementasi tarbiyah di era digital sangat bergantung pada kemampuan pendidik dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi sambil tetap menjaga esensi pendidikan Islam. Hal ini memerlukan pelatihan berkelanjutan bagi para pendidik dan kerjasama yang solid antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Â
Tarbiyah dalam Keluarga Modern
Keluarga sebagai institusi pertama dalam tarbiyah memiliki peran yang semakin krusial di era modern ini. Dalam konteks masyarakat yang semakin individualistis dan terpapar berbagai pengaruh negatif dari globalisasi, keluarga Muslim menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga akidah dan akhlak anak-anak. Orang tua Muslim perlu memahami strategi tarbiyah yang efektif dan kontekstual untuk mendidik anak-anak mereka di tengah tantangan zaman.
Tantangan tarbiyah dalam keluarga modern sangat kompleks. Kesibukan orang tua dalam dunia kerja, pengaruh lingkungan pergaulan yang beragam, paparan media massa dan teknologi digital, serta pergeseran nilai-nilai sosial menjadi hambatan yang harus dihadapi dengan bijaksana. Selain itu, perbedaan generasi antara orang tua dan anak dalam memahami teknologi dan tren kekinian juga memerlukan pendekatan khusus.
Prinsip-prinsip tarbiyah dalam keluarga modern meliputi:
- Keteladanan orang tua dalam beribadah dan berakhlak mulia sebagai fondasi utama pendidikan anak
- Penciptaan lingkungan rumah yang Islami dan kondusif dengan suasana cinta, kasih sayang, dan ketakwaan
- Komunikasi yang baik, terbuka, dan dialogis antara orang tua dan anak tanpa kehilangan otoritas
- Pembentukan rutinitas ibadah keluarga seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Quran, dan dzikir bersama
- Pengawasan terhadap pergaulan dan konsumsi media anak dengan pendekatan yang tidak otoriter
- Pemberian tanggung jawab yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak untuk melatih kemandirian
- Penanaman nilai-nilai Islam dalam aktivitas sehari-hari seperti makan, tidur, dan bermain
Strategi praktis yang dapat diterapkan dalam tarbiyah keluarga modern antara lain membuat jadwal khusus untuk quality time bersama anak, mengadakan family meeting rutin untuk membahas berbagai hal, melibatkan anak dalam kegiatan sosial dan dakwah, serta memberikan apresiasi terhadap pencapaian positif anak. Orang tua juga perlu terus mengembangkan diri dengan belajar ilmu parenting Islami dan mengikuti perkembangan zaman agar dapat menjadi pendidik yang efektif bagi anak-anaknya.
Â
Advertisement
Tanya Jawab (Q&A) tentang Tarbiyah
Q: Apa perbedaan utama antara tarbiyah dengan sistem pendidikan konvensional?Â
A: Tarbiyah tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga mengintegrasikan pengembangan spiritual, emosional, dan moral berdasarkan nilai-nilai Islam. Sistem pendidikan konvensional cenderung lebih sekuler dan terpisah dari nilai-nilai agama.
Â
Q: Bagaimana cara mengimplementasikan tarbiyah untuk anak usia dini?Â
A: Untuk anak usia dini, tarbiyah dapat dimulai dengan pembiasaan ibadah sederhana, pengajaran doa-doa harian, cerita-cerita Islami, dan keteladanan dari orang tua serta pengasuh.
Â
Q: Apakah tarbiyah hanya berlaku untuk pendidikan formal di sekolah?Â
A: Tidak. Tarbiyah adalah konsep pendidikan yang menyeluruh, berlaku di semua lingkungan: keluarga, sekolah, masyarakat, dan bahkan dalam pendidikan diri sendiri sepanjang hayat.
Â
Q: Bagaimana mengukur keberhasilan proses tarbiyah?Â
A: Keberhasilan tarbiyah dapat dilihat dari perubahan perilaku, peningkatan ketakwaan, kematangan emosional, dan kemampuan peserta didik dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Â
Q: Apakah tarbiyah dapat diterapkan dalam pendidikan tinggi?Â
A: Ya, tarbiyah dapat dan harus diterapkan di semua jenjang pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Di level ini, tarbiyah lebih fokus pada pengembangan kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan integritas akademik yang Islami.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226358/original/037478600_1599037074-20200901-BPS-Lakukan-Sensus-Penduduk-Secara-Tatap-Muka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4512411/original/053308500_1690191036-20230724_153839__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4111336/original/073347400_1659496701-man-g58ed59820_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539854/original/082732300_1774647037-granit-xhaka-serge-gnabry-swiss-jerman-duel-persahabatan-internasional.jpg)