Sukses

Penyebab Tifus dan Bedanya dengan Tipes, Kenali Gejala dan Jenisnya

Penyebab tifus penting untuk diwaspadai.

Liputan6.com, Jakarta Penyebab tifus penting untuk diwaspadai. Tifus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penyebab tifus ini bisa menyebar dengan cara tertentu. 

Penyebab tifus kerap disalahartikan sebagai penyakit tipes atau tifoid. Padahal, penyebab tifus berbeda dengan tifoid. Ini sebabnya, sangat penting mengetahui penyebab tifus yang sebenarnya.

Penyebab tifus menimbulkan serangkaian gejala khas infeksi. Di masa lalu, tifus bisa membunuh jutaan orang. Meski kini jarang terjadi, penyebab tifus tetap harus diwaspadai. Berikut penyebab tifus dan bedanya dengan tipes, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(10/3/2022).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 6 halaman

Penyebab penyakit tifus

Melansir Healthline, penyebab penyakit tifus adalah infeksi bakteri Rickettsia. Bakteri ini ditularkan ke manusia melalui kutu, tungau, atau caplak ketika menggigit. tungau, Kutu, dan caplak adalah jenis hewan invertebrata yang dikenal sebagai artropoda.

Ketika artropoda yang membawa bakteri riketsia menggigit seseorang, mereka menularkanbakteri penyebab penyakit tifus. Menggaruk gigitan semakin membuka kulit dan memungkinkan bakteri mengakses aliran darah lebih banyak. Begitu berada di aliran darah, bakteri terus berkembang biak dan tumbuh.

Tifus memiliki sejarah yang panjang dan mematikan, terutama tifus epidemik. Wabah tifus biasanya hanya terjadi di negara berkembang atau di daerah dengan sanitasi yang buruk, dan kontak manusia yang padat. Tifus biasanya diobati dengan terapi antibiotik.

Saat ini, penyakit ini jarang terjadi karena perbaikan dalam perawatan kesehatan dan sanitasi. Meski demikian, masyarakat yang tinggal di lingkungan yang berdekatan dan padat penduduk tetap lebih rentan terhadap penyakit tifus.

3 dari 6 halaman

Jenis penyakit tifus

Ada tiga jenis utama tifus, masing-masing disebabkan oleh bakteri penyebab tifus yang berbeda. Berikut jenis penyakit tifus:

Tifus murine

Tifus murine disebut juga dengan tifus endemik. Penyebab tifus murine adalah bakteri. Melansir CDC, tifus yang ditularkan melalui kutu menyebar ke orang-orang melalui kontak dengan kutu yang terinfeksi. Kutu menjadi terinfeksi ketika mereka menggigit hewan yang terinfeksi, seperti tikus, kucing, atau oposum.

Ketika kutu yang terinfeksi menggigit seseorang atau hewan, gigitannya merusak kulit, menyebabkan luka. Kutu buang air besar saat mereka makan. Kotoran (juga disebut kotoran kutu) kemudian dapat masuk ke luka gigitan atau luka lain yang menyebabkan infeksi. Orang juga dapat menghirup kotoran kutu yang terinfeksi atau menggosokkannya ke mata mereka. Bakteri ini tidak menyebar dari orang ke orang.

Tifus epidemi

Tifus epidemi disebabkan oleh Rickettsia prowazekii. Jenis tifus ini adalah varietas langka yang disebarkan oleh kutu tubuh yang terinfeksi. Tifus epidemi tidak mungkin terjadi di luar kondisi kehidupan yang sangat padat. Epidemi tifus menyebar ke orang-orang melalui kontak dengan kutu tubuh yang terinfeksi. Meskipun tifus epidemik bertanggung jawab atas jutaan kematian pada abad-abad sebelumnya, tifus sekarang dianggap sebagai penyakit langka.

Scrub typhus

Scrub typhus disebabkan oleh tungau. Penyebab tifus ini adalah bakteri Orientia tsutsugamushi. Gejala tifus scrub yang paling umum termasuk demam, sakit kepala, nyeri tubuh, dan terkadang ruam. Menurut CDC, sebagian besar kasus scrub typhus terjadi di daerah pedesaan Asia Tenggara, Indonesia, China, Jepang, India, dan Australia bagian utara.

4 dari 6 halaman

Gejala tifus

Melansir WebMD, pada jenis tifus apapun, tanda infeksi muncul sekitar 10 hari hingga 2 minggu setelah bakteri tifus masuk ke tubuh. Gejalanya bisa meliputi panas dingin, demam, sakit kepala, nyeri otot, dan ruam.

Gejala tifus epidemi biasanya muncul tiba-tiba. Gejalanya bisa meliputi sakit kepala parah, demam tinggi, ruam, kebingungan, pingsan, tekanan darah rendah, kepekaan pada cahaya, dan nyeri otot parah. Untuk gejala scrub tifus bisa meliputi pembengkakan kelenjar getah bening, kelelahan, lesi merah, batuk, dan ruam.

Sementara gejala tifus endemik bisa berlangsung selama 10 sampai 12 hari dan sangat mirip dengan gejala tifus epidemi tetapi biasanya kurang parah. Gejalanya termasuk batuk kering, mual dan muntah, serta diare.

5 dari 6 halaman

Beda tifus dan tipes

Meski terdengar mirip, tifus dan tipes adalah penyakit yang berbeda. Kedua penyakit tersebut adalah infeksi, tetapi disebabkan oleh berbagai jenis bakteri yang menyebar dengan cara yang berbeda.

Penyebab tifus dan tipes berbeda pada jenis bakterinya. Tifus disebabkan oleh bakteri Rickettsia, sementara tipes atau tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella.

Penyebab tifus ditularkan melalui gigitan atau kotoran kutu. Sementara tifus ditularkan melalui kontaminasi makanan atau air. Gejala tifus dan tipes hampir mirip. Ini bisa meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala dan, mungkin, ruam di badan atau punggung.

Tapi, gejala seperti diare atau sembelit lebih sering terlihat pada demam tifoid dibandingkan dengan tifus. Kedua infeksi ini dapat diobati dengan antibiotik.

6 dari 6 halaman

Cara mencegah tifus

Tidak ada jenis vaksin yang bisa melindungi dari tifus. Namun, ada langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebab tifus. Berikut cara mencegah tifus:

- Menjaga kebersihan pribadi. Ini termasuk hal-hal yang sangat sederhana seperti mandi dan mengganti pakaian secara teratur.

- Jaga jarak aman dari hewan liar yang diketahui membawa penyakit tifus, seperti tikus, tupai terbang, dan opossum. Jangan tinggalkan sisa makanan atau sampah lain di halaman yang dapat menarik mereka.

- Untuk perlindungan murine tifus, semprotkan produk pengendalian kutu pada hewan peliharaan berbulu dan di halaman, dan jangan biarkan hewan peliharaan berbagi tempat tidur.

- Jika bepergian ke tempat-tempat di mana murine tifus atau scrub tifus ditemukan, gunakan obat nyamuk yang mengandung 20% ​​hingga 30% DEET.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.