Liputan6.com, Jakarta Salah satu rukun iman yang wajib umat Muslim yakini adalah iman kepada hari akhir. Tiap-tiap hamba Allah wajib untuk percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Kehidupan setelah kematian mengacu pada keyakinan atau gagasan, bahwa ada bentuk eksistensi atau kesadaran yang berlanjut setelah kematian fisik seseorang.
Berbagai keyakinan dan pandangan telah muncul di berbagai budaya, agama, dan filosofi untuk menjelaskan apa yang mungkin terjadi setelah kita meninggal dunia. Dalam Islam, tahapan kehidupan setelah kematian berfungsi sebagai pengingat untuk menjalani kehidupan yang benar dan mempersiapkan kehidupan akhirat.
Advertisement
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Refleksi Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 1, No. 3, Juni-Agustus 1999, dalam agama Islam kehidupan sesudah mati adalah kehidupan yang hakiki karena kehidupan di akhirat lebih mulia daripada kehidupan di dunia, sebagaimana tercantum dalam QS. al-Dhuḥā: 4, yang artinya,"sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan."
Kehidupan setelah kematian juga dijelaskan dalam banyak agama, bahwa jiwa atau roh manusia akan melanjutkan perjalanan setelah kematian. Beberapa keyakinan mencakup ide seperti surga, neraka, reinkarnasi, atau mencapai pembebasan spiritual.
Berikut ini penjelasan tentang kehidupan setelah kematian yang Liputan6.com rangkum dari berbagi sumber, Rabu (18/6/2025).
1. Barzakh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356924/original/027321600_1611319681-pexels-greg-gulik-1001435.jpg)
Tahap pertama kehidupan setelah kematian disebut Barzakh, yaitu periode antara kematian seseorang dan Hari Pembalasan. Pada tahap ini, jiwa dipisahkan dari tubuh dan memasuki alam keberadaan baru, di mana ia menunggu penghakiman. Menurut kepercayaan Islam, jiwa yang saleh akan dihibur dan merasakan surga, sedangkan jiwa orang fasik akan menderita dan merasakan rasa neraka.
Mengutip kajian yang diunggah di Repository UIN Suska dijelaskan kata Barzakh adalah perkatan yang berasal dari bahasa Arab yaitu برزخ Dari segi bahasa, barzakh adalah apa yang ada antara dua hal atau sesuatu yang terhalang.
Al-Jurjani dalam al-Ta'rifat mengatakan: al-Barzakh disebutkan tiga kali dalam al-Qur'an dan semuanya disebutkan dalam bentuk kata benda. Secara linguistik berarti sesuatu atau penghalang antara dua hal.
Menurut kamus Lisan al-Arab karya Ibnu Manzur: Pengertian kata barzakh adalah tempat antara dunia dan akhirat sebelum dikumpulkan di lapangan Mahsyar, yaitu dari waktu kematian sampai kebangkitan. Jadi barang siapa yang meninggal berarti dia telah masuk ke alam barzakh.
Surat Al-Mu’minun Ayat 99-100
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Artinya: Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.
2. Hari Kebangkitan
Tahap kedua kehidupan setelah kematian adalah Kebangkitan, juga dikenal sebagai Al-Ba'ath. Ini adalah saat Allah (Tuhan) akan membangkitkan semua orang mati dari kubur mereka dan menghidupkan mereka kembali. Peristiwa ini akan didahului oleh gempa bumi yang hebat, dan semua ciptaan akan mengalami kekacauan.
Surat Az-Zumar Ayat 68
وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ
Artinya: Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).
3. Hari Pengadilan
Tahap ketiga kehidupan setelah kematian adalah Hari Pengadilan, juga dikenal sebagai Yawm Al-Qiyamah. Inilah saatnya Allah akan menghakimi seluruh umat manusia atas tindakan mereka dalam hidup ini. Setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya, dan nasibnya akan ditentukan berdasarkan apakah dia menjalani kehidupan yang benar atau kehidupan yang penuh dosa.
Surat Al-Anbiya Ayat 47
وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ
Artinya: Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.
Advertisement
4. Hisab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4341791/original/089652400_1677643056-doomsday-scene-catastrophe-digital-illustration.jpg)
Tahap keempat kehidupan setelah kematian adalah hisab atau perhitungan, juga dikenal sebagai Al-Hisab. Ini adalah saat setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan mereka dan akan ditanyai tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka di bumi. Orang benar akan diberi upah dan orang jahat akan dihukum.
Surat az-Zalzalah Ayat 7-8
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ°وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
5. Jembatan
Tahap kelima kehidupan setelah kematian adalah Jembatan, juga dikenal sebagai As-Sirat. Ini adalah jembatan yang harus dilintasi setiap jiwa untuk mencapai Surga. Orang benar akan menyeberangi jembatan dengan mudah, sedangkan orang jahat akan jatuh ke Neraka.
Mengutip kajian ilmiah yang dipublikasikan di AL TADABBUR: JURNAL ILMU ALQURAN DAN TAFSIR Vol: 03 No. 2 Oktober 2018, Al-Ṣirāṭ Al-Mustaqīm adalah jalan yang terang, yang dapat menghantarkan manusia kepada Allah SWT dan kepada surga-Nya, Al-Ṣirāṭ Al-Mustaqīm adalah mengetahui kebenaran (Al-Ḥaq) dan beramal dengan kebenaran tersebut.
Kata Al-Ṣirāṭ pada penggalan kata Al-Ṣirāṭ Al-Mustaqīm di atas amat menarik bila dikaitkan dengan kata Al-Mustaqīm, begitupun dengan kata Al-Mustaqīm, sehingga dibutuhkan penelusuran atas kata-kata tersebut, sehingga jelas makna dan artinya menurut Al-Qur’an itu sendiri.
Surat Al-Baqarah Ayat 111
وَقَالُوا۟ لَن يَدْخُلَ ٱلْجَنَّةَ إِلَّا مَن كَانَ هُودًا أَوْ نَصَٰرَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا۟ بُرْهَٰنَكُمْ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
Artinya: Dan Kami akan mengambil dari setiap bangsa seorang saksi dan berkata, 'Tunjukkan buktimu,' dan mereka akan mengetahui bahwa kebenaran adalah milik Allah, dan kehilangan dari mereka adalah apa yang biasa mereka buat.
6. Surga atau Neraka
Tahap akhir kehidupan setelah kematian adalah Neraka atau Neraka. Di sinilah nasib akhir setiap orang akan ditentukan. Orang benar akan masuk surga, di mana mereka akan mengalami kebahagiaan abadi, sedangkan orang jahat akan masuk neraka, di mana mereka akan mengalami hukuman kekal.
Surat At-Tur Ayat 17
إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَنَعِيمٍ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,
Surat Az-Zumar Ayat 71وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتِ رَبِّكُمْ وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ ٱلْعَذَابِ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَArtinya: Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)". Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.
Mengutip kajian ilmiah yang dipublikasikan di Tasamuh: Jurnal Studi IslamVolume 13, Nomor 1, April 2021, 1-188, surga dalam bahasa arab adalah al-Jannah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Surga adalah alam akhirat yang membahagiakan roh setiap manusia yang hendak tinggal di dalamnya (dalam keabadian).
Dalam al-Qur’an, kata al-Jannah dan ragam perubahan bentuknya terulang sebanyak 144 kali. Dalam al-Qur’an kata al-Jannah dipakai untuk menunjuk tempat kediaman orang-orang mukmin di alam akhirat.
Masih dari sumber yang sama, secara etimologi kata neraka berasal dari kata dalam bahasa arab, al-nar yang memiliki beragam makna, meliputi, panas, api. Sedangkan terminologi, al-nar yang dimaksud dalam pengertian ini adalah tempat yang digambarkan sangat mengerikan yang disediakan untuk orang-orang yang banyak berbuat dosa dan kejahatan.
Dalam al-Qur’an kata al-Nar ditemukan sebanyak 126 kali. Sebagaimana yang dapat dipahami secara ringkas dari tulisan Dr.Musthafa Murad, bahwa nabi Muhammad melihat selam perjalanan Isra’ wa al-Mi’raj siksa bagi para pendurhaka, itu berarti neraka menyediakan balasan penderitaan dan azab kepada jasmani dan rohani manusia.
Alam Kubur Menjadi Persinggahan Pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4352168/original/077936200_1678343494-heaven_n_hell.jpg)
Mengutip buku berjudul Kehidupan Setelah Kematian Surga yang Dijanjikan Al-Qur'an (2008) oleh M. Quraish Shihab dijelaskan setelah kematiannya di pentas bumi ini, manusia memulai lagi tahap baru hingga akhirnya mencapai kekekalan. Ini bermula di kubur, atau alam barzah, berlanjut dengan kebangkitan, lalu hisab dan pertanggungjawaban, serta surga atau neraka. Maut adalah pemisah kehidupan duniawi dan ukhrawi yang sangat berbeda keadaannya.
Rasulullah SAW dalam HR Ibnu Majah no. 4.258 pernah berucap, “perbanyaklah mengingat sesuatu yang memutuskan kenikmatan, yaitu kematian”. Bahkan kepada para sahabat, Nabi berpesan agar mengingat kematian ini lebih dari shalat yang pengerjaanya sebanyak lima kali dalam sehari.
Dalam surat ar-Rum ayat 7 Allah berfirman, “Mereka (orang akfir) hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia. Sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.”
Kehidupan setelah kematian sejatinya mulai dari sesaat setelah ruh manusia berpisah dari jasadnya dan terangkat ke langit lalu kembali lagi ke alam barzah. Dalam surat al-Ankabut ayat 57 Allah berfirman, “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”
Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abdullah bin Umar RA, “Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah seseorang yang asing, atau seorang musafir.” Nabi selalu memberikan pesan kepada sahabat untuk tidak menyianyiakan waktu yang dipunya selama di dunia dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam urusan agama.
Kematian sejatinya adalah pembeda antara dunia ini dan dunia yang hidup selama-lamanya. Kematian adalah pemisah antara waktu untuk beramal dan waktu untuk ganjaran atas amal, serta pemisah antara waktu pengumpulan amal dan perhitungan atas amal yang sudah dikumpulkan.
Setelah kematian datang, tidak ada satupun yang bisa mengungkapkan alasannya dalam berperilaku selama hidup di dunia. Ia akan menanggung segala dosa maupun pahala yang dikumpulkan selama masa hidupnya.
Advertisement
Q & A
Q: Apa pandangan Islam tentang kehidupan setelah kematian?
A: Dalam Islam, kehidupan setelah kematian adalah kehidupan yang kekal dan abadi, di mana setiap individu akan diminta pertanggungjawaban atas amal perbuatannya selama hidup di dunia.
Q: Apa yang terjadi setelah kematian menurut Islam?
A: Setelah kematian, ruh akan meninggalkan jasad dan akan mengalami proses hisab (perhitungan amal) di alam barzakh sebelum akhirnya menuju ke hari akhir dan kehidupan akhirat.
Q: Apa itu alam barzakh?
A: Alam barzakh adalah alam antara kehidupan dunia dan akhirat, di mana ruh akan mengalami nikmat atau siksa kubur sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di dunia.
Q: Bagaimana cara Islam memandang hari akhir?
A: Dalam Islam, hari akhir adalah hari penghakiman di mana setiap individu akan dibangkitkan dari kubur dan diminta pertanggungjawaban atas amal perbuatannya. Mereka yang beriman dan beramal saleh akan masuk surga, sedangkan mereka yang ingkar dan berbuat dosa akan masuk neraka.
Q: Apa pentingnya beriman kepada hari akhir dalam Islam?
A: Beriman kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman yang penting dalam Islam, karena hal ini dapat membentuk perilaku dan motivasi individu untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226358/original/037478600_1599037074-20200901-BPS-Lakukan-Sensus-Penduduk-Secara-Tatap-Muka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4512411/original/053308500_1690191036-20230724_153839__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4260457/original/053804300_1670989554-destroyed-city.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051581/original/016118100_1677134088-161278196_728489364509279_1743616452774133653_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)