Liputan6.com, Jakarta SKD singkatan dari Seleksi Kompetensi Dasar yang merupakan tahapan awal dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang wajib diikuti seluruh pelamar. SKD bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar yang meliputi pengetahuan umum, karakter pribadi, dan wawasan kebangsaan. Tes ini menjadi gerbang pertama yang menentukan apakah peserta bisa melanjutkan ke tahap berikutnya atau tidak. Karena itu, pemahaman menyeluruh terhadap materi dan pola soal SKD sangat penting.
Materi dalam SKD terdiri dari tiga bagian utama, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Dalam buku Master Sukses Sistem CAT CPNS 2024 karya Faifar Nur Chayaningtyas, dijelaskan bahwa pendalaman materi SKD CPNS yang terdiri dari TWK, TIU, dan TKP sangat penting sebagai dasar penilaian terhadap integritas dan potensi peserta dalam menjadi aparatur negara yang berkompeten. Setiap jenis tes memiliki karakteristik dan tujuan evaluasi yang berbeda, sehingga strategi pengerjaannya pun harus disesuaikan.
Advertisement
Sementara itu, dalam Buku Sakti Tembus Tes CPNS karya Dwi Sunar Prasetyono juga menekankan pentingnya latihan soal sebagai bagian dari persiapan. Disebutkan bahwa latihan rutin soal psikotes dan SKD akan membantu peserta memahami pola soal sekaligus meningkatkan kecepatan dan ketepatan menjawab. Dengan rutin berlatih, peserta tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga membangun mental yang siap dalam menghadapi ujian seleksi yang kompetitif ini.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (25/6/2025).
SKD Adalah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
SKD adalah singkatan dari Seleksi Kompetensi Dasar yang dilakukan Pemerintah pada seleksi CPNS dan PPPK. SKD adalah ujian pertama yang harus dilalui oleh peserta seleksi CPNS yang dilakukan untuk menilai kesesuaian antara kompetensi peserta dengan standar kompetensi dasar PNS atau Pegawai Negeri Sipil.
Secara sederhana, SKD adalah salah satu perangkat tes bagian pertama yang harus dilalui peserta ujian CPNS, BUMN atau Swasta setelah lulus seleksi administrasi. SKD adalah seleksi tahap awal CPNS yang berisi soal-soal pengetahuan dasar, seperti Matematika dasar, Bahasa Indonesia, sinonim, antonim, hal-hal tentang kebangsaan, dan kepribadian diri. Seleksi dilakukan menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test).Â
Salah satu syarat untuk bisa lolos SKD adalah dapat memenuhi passing grade atau nilai ambang batas yang telah ditentukan oleh Kemenpan RB. Tahap seleksi ini menjadi penentu lolos tidaknya peserta ke tahap seleksi berikutnya.
Materi soal-sola dalam tahap SKD adalah meliputi Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK, Tes Intelegensia Umum atau TIU, dan Tes Karakteristik Pribadi atau TKP. Berdasarkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 1023 Tahun 2021, soal SKD dilaksanakan selama 100 menit, kecuali bagi penyandang disabilitas sensorik netra yang diberikan waktu 130 menit. Dengan waktu terbatas ini, peserta harus mampu menyelesaikan soal-soal yang telah disediakan.
Advertisement
Materi Seleksi Kompetensi Dasar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara atau BKN Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil, terdapat beberapa materi seleksi kompetensi dasar, yakni:
1. Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK
Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan dalam mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) Pilar Kebangsaan Indonesia, yakni:
- Pancasila,
- Undang Undang Dasar 1945,
- Bhinneka Tunggal Ika,
- Negara Kesatuan Republik Indonesia (sistem tata Negara Indonesia, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintahdaerah, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa indonesia secara baik dan benar).
2. Tes Intelejensi Umum atau TIU
Tes Intelejensi Umum atau TIU merupakan tes untuk meningkatkan intelegensi dalam analisa numerik, verbal serta berpikir logis dan analitis. Dengan tujuan untuk menilai kompetensi pelamar dalam hal ini kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan logika, serta kemampuan analisis. Berikut penjelasannya:
- Kemampuan verbal, yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tertulis.
- Kemampuan numerik, yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka.
- Kemampuan berpikir logis, yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis.
- Kemampuan berpikir analitis, yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.
3. Tes Karakteristik Pribadi atau TKP
Tes Karakteristek Pribadi atau TKP merupakan tes psikologi yang meneliti jenis dan karakter kepribadian dalam berbagai aspek, termasuk aspek kognitif dan aspek emosi. Tujuan dari soal TKP adalah menilai kompetensi pelamar yang terkait hal-hal yang disebutkan di bawah ini:
- Integritas diri;
- Semangat berprestasi;
- Kreativitas dan inovasi;
- Orientasi pada pelayanan;
- Orientasi kepada orang lain;
- Kemampuan beradaptasi;
- Kemampuan mengendalikan diri;
- Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
- Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan;
- Kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan
- Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.
Passing Grade
Setiap peserta tes harus bisa meraih nilai pencapaian passing grade yang telah ditentukan untuk bisa lulus dalam seleksi SKD ini. Jika mengacu pelaksanaan tes CPNS berdasarkan Permenpan RB Nomor 29 Tahun 2014, maka pelaksanaan tes CPNS akan menggunakan Sistem CAT CPNS dengan lama waktu pengerjaan selama 90 menit dan jumlah soal sebanyak 100 soal.
Nilai kelulusan CPNS sendiri akan ditentukan berdasarkan passing grade. Passing Grade Tes Karakteristik Pribadi adalah 126 atau 72% dari nilai maksimal TKP. Passing Grade Tes Intelegensi Umum adalah 75 atau 50% dari nilai maksimal TIU. Passing Grade Tes Wawasan Kebangsaan adalah 70 atau 40% dari nilai maksimal TWK.
Nilai SKD dan SKB kemudian akan diintegrasikan untuk menentukan kelulusan akhir. Bobot nilai SKD adalah 40%, sedangkan bobot nilai SKB adalah 60%. Jika terjadi nilai integrasi yang sama, maka prioritas akan ditentukan berdasarkan nilai kumulatif SKD, kemudian TKP, TIU, dan terakhir TWK.
Sebelum dapat mengikuti SKD, pelamar harus terlebih dahulu lolos seleksi administrasi. Seleksi administrasi dilakukan untuk memverifikasi kelengkapan dan keabsahan dokumen yang disubmit oleh pelamar. Setelah lulus Tes Kompetensi Dasar atau SKD, pelamar yang lolos passing grade akan diumumkan melalui pengumuman di website, selanjutnya pelamar tersebut berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang atau SKB. SKB adalah tes yang bertujuan menguji wawasan peserta CPNS seputar bidang yang akan digeluti.
Advertisement
Contoh Soal SKD
1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Soal: Salah satu tujuan utama dari Reformasi tahun 1998 di Indonesia adalah...
A. Mendirikan partai baru untuk melawan pemerintahan Orde Baru
B. Menghapuskan sistem multipartai di Indonesia
C. Menegakkan supremasi hukum dan demokratisasi
D. Meningkatkan kekuasaan eksekutif
E. Menerapkan sistem ekonomi komando
Jawaban: C Pembahasan: Tujuan utama reformasi adalah menegakkan supremasi hukum, memperkuat demokrasi, HAM, dan memberantas KKN.
2. Tes Intelegensia Umum (TIU) – Penalaran Logis
Soal: Semua burung bisa terbang. Ayam adalah burung. Maka...
A. Ayam bisa terbang
B. Semua yang bisa terbang adalah ayam
C. Ayam bukan burung
D. Burung adalah ayam
E. Tidak ada kesimpulan yang benar
Jawaban: A Pembahasan: Ini adalah silogisme. Jika semua burung bisa terbang dan ayam adalah burung, maka ayam bisa terbang (meskipun dalam kenyataan ayam tidak terbang jauh, dalam logika ini dianggap benar).
3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Soal: Anda melihat rekan satu tim Anda melakukan kesalahan kecil dalam laporan yang akan dikirim ke atasan. Apa yang Anda lakukan?
A. Segera memperbaiki tanpa memberitahunya
B. Membiarkan saja karena bukan tanggung jawab Anda
C. Menegurnya keras agar tidak mengulangi lagi
D. Memberi tahu secara baik-baik dan membantu memperbaikinya
E. Menyampaikan langsung ke atasan
Jawaban: D (nilai tertinggi) Pembahasan: Menunjukkan kerja sama tim, empati, dan komunikasi yang baik, semua adalah indikator karakteristik pribadi unggul dalam dunia kerja ASN.
Pertanyaan Umum Seputar SKD
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5107574/original/039661100_1737687739-1737686540796_tips-mengerjakan-soal-skd.jpg)
1. SKD singkatan dari apa?
Jawaban: SKD singkatan dari Seleksi Kompetensi Dasar, yaitu tes awal dalam proses rekrutmen CPNS yang digunakan untuk mengukur kemampuan dasar peserta.
2. Apa saja materi yang diujikan dalam SKD?
Jawaban: Tiga materi utama dalam SKD adalah:
- TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)
- TIU (Tes Intelegensia Umum)
- TKP (Tes Karakteristik Pribadi)
3. Berapa jumlah soal dan durasi waktu SKD?
Jawaban: Umumnya SKD terdiri dari 110 soal dengan waktu 100 menit. Tapi bisa berbeda tergantung formasi (umum atau khusus).
4. Apakah ada sistem nilai ambang batas (passing grade) dalam SKD?
Jawaban: Ya. Pemerintah menetapkan passing grade berbeda untuk setiap subtes. Nilai minimal tiap tahun diumumkan lewat Peraturan Menteri PANRB.
5. Bolehkah membawa alat tulis saat SKD?
Jawaban: Tidak boleh. Peserta hanya diperbolehkan membawa dokumen resmi yang diperlukan. Alat bantu sudah disediakan oleh panitia.
6. Apakah SKD berbasis komputer?
Jawaban: Ya. SKD dilaksanakan menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) untuk transparansi dan akurasi hasil.
7. Apakah soal SKD selalu sama setiap tahun?
Jawaban: Tidak. Soal-soal diperbarui dan diacak, tetapi karakteristik dan tipe soal umumnya serupa dari tahun ke tahun.
8. Bagaimana cara belajar SKD agar lolos?
Jawaban: Pelajari pola soal, rutin latihan dengan soal tahun-tahun sebelumnya, fokus pada subtes yang sering menjadi hambatan seperti TKP, dan gunakan buku resmi serta aplikasi CAT simulasi.
9. Jika tidak lolos SKD, apakah bisa lanjut ke seleksi berikutnya?
Jawaban: Tidak bisa. SKD adalah tahap eliminasi awal. Jika nilai tidak mencapai ambang batas, peserta dinyatakan gugur.
10. Apakah formasi khusus (seperti Cumlaude atau Disabilitas) memiliki passing grade berbeda?
Jawaban: Ya. Pemerintah menetapkan passing grade khusus untuk beberapa formasi seperti Cumlaude, Disabilitas, dan Putra/Putri Papua.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2093134/original/054469600_1523944538-Foto_SKD_CAT.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)