Doa Sholat Dhuha Arab, Latin dan Artinya: Perhatikan Tata Caranya

Sholat Dhuha merupakan salat sunnah yang hanya dikerjakan sebanyak dua rakaat dan lebih banyak dengan kelipatan yang sama.

Diperbarui 05 Juni 2025, 11:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bacaan doa sholat Dhuha Arab dapat dilafadkan setelah sholat Dhuha oleh umat Muslim. Sholat Dhuha merupakan salat sunnah yang hanya dikerjakan sebanyak dua rakaat dan lebih banyak dengan kelipatan yang sama. 

Sholat Dhuha dikerjakan pada pagi hari yakni pukul 08.00 hingga 11.00. Bagi umat Muslim, menjalankan salat Dhuha merupakan waktu yang tepat untuk meminta rezeki dan memohon ampunan. Sebab seorang hamba yang menjalankan salat Dhuha dan melafadkan bacaan doa sholat Dhuha Arab pasti diijabah oleh-Nya.

Dengan membaca doa sesudah sholat Dhuha Arab, maka seorang muslim akan mendapatkan safaatnya. Salah satu keutamaannya adalah mensedekahi 360 sendi manusia,  Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Pada tiap pagi adakewajiban untuk tiap-tiap persendian itu sedekah. Dan tiap tasbih itu sedekah dan tiap tahlil itu sedekah, dan tiap tahmid itu sedekah, dantiap takbir itu sedekah, dan menganjurkan kebaikan itu sedekah, dan mencegah mungkar itu sedekah, dan cukup menggantikan semuanyaitu dengan dua rakaat shalat Dhuha.”  (HR. Muslim).

Berikut Liputan6.com ulas mengenai bacaan doa Dhuha Arab, terjemahan, tata cara, dan keistimewaannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (5/6/2025).

1. Doa Sholat Dhuha Arab dan Artinya

Mengutip dari Buku Kumpulan Doa Sehari-Hari, Kementerian Agama RI tahun 2013, adapun bacaan doa sholat Dhuha Arab dan terjemahannya yang bisa anda lafadkan, yakni:

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Doa Dhuha Arab Latin: Allaahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka walbahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quw watuka wal qudrata qudratuka wal 'ishmatta 'ishmatuk. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa-i fa anzilhu wa in kaanafil ardhi fa-akhrijhu wa in kaana mu'assaran fayas sirhu wa in kaana haraaman fathahhirhu wa in kaana ba'iidan faqarribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quuwatika wa qudratika aatinii maa aataita 'ibaadakash shalihiin.

Artinya: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu serta penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rizqiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."

 

2. Waktu Sholat Dhuha

Salat Dhuha adalah salat sunah yang dikerjakan pada pagi hari begitu pula doa sholat dhuha yang dilafalkan setelahnya. Dimulai ketika matahari mulai naik sepenggalah atau setelah terbit matahari (sekitar jam 07.00) sampai sebelum masuk waktu Dzuhur ketika matahari belum naik pada posisi tengah-tengah.

Waktu sholat Dhuha tersebut jika disesuaikan dengan waktu di Indonesia adalah sekitar pukul 08:00 hingga pukul 11:00. Namun, lebih baik apabila dikerjakan setelah matahari terik. Hal ini didasarkan oleh hadits dari Zaid bin Arqam RA sebagai berikut:

"Shalat Aubiin (orang-orang yang kembali kepada Allah/ bertaubat) adalah ketika anak unta mulai kepanasan." (H.R. Muslim)

Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Zaid bin Arqam:

"Shalat Awwabiin (orang-orang yang kembali kepada Allah/ bertaubat) adalah ketika anak unta mulai kepanasan pada waktu Dhuha." (H.R. Ahmad)

 

 

3. Jumlah Rakaat Salat Dhuha

Berikut adalah poin-poin pembahasan mengenai jumlah rakaat salat Dhuha dikutip dalam Buku Karya Said Ali bin Wahaf Al-Qathani berjudul Panduan Shalat Sunnah Dan Shalat Khusus tahun 2008:

1. Tidak Ada Batasan Jumlah Rakaat (Pendapat Shahih)

Nabi Muhammad saw. mewasiatkan dua rakaat salat Dhuha dan menjelaskan keutamaannya. Aisyah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah biasa melaksanakan empat rakaat salat Dhuha, bahkan beliau menambah sesuai kehendaknya. 

Aisyah ra. bercerita, "Rasulullah saw. biasa mengerjakan shalat Dhuhaempat rakaat, dan beliau menambah rakaatnya sesuai kehendak Allah.'

2. Riwayat Enam dan Delapan Rakaat

Jabir dan Anas ra. meriwayatkan bahwa Nabi pernah melaksanakan enam rakaat salat Dhuha. Ummu Hani' binti Abi Thalib ra. menyatakan bahwa Nabi saw. pernah melaksanakan delapan rakaat salat Dhuha di rumahnya saat Fathu Makkah.Salat tersebut dilaksanakan dengan gerakan yang ringan namun tetap menyempurnakan ruku’ dan sujud. 

3. Tidak Ada Batasan Maksimal (Hadis Amr bin Abasah ra.)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Amr bin Abasah ra., dijelaskan bahwa tidak disebutkan batas maksimal rakaat salat Dhuha. Nabi saw. hanya memberi batasan waktu pelaksanaan salat Dhuha, yaitu setelah matahari naik hingga bayang-bayang menjadi pendek (sebelum zawal).Penekanan diberikan pada waktu yang dianjurkan, bukan jumlah rakaat.

Kesimpulan: Salat Dhuha dapat dilakukan minimal dua rakaat dan tidak memiliki batas maksimal yang baku. Riwayat menunjukkan Nabi saw. pernah melaksanakan 2, 4, 6, hingga 8 rakaat, tergantung situasi dan kondisi.

 

 

4. Niat dan Tata Cara Salat Dhuha

 

Menurut Mazhab Syafi’i, sebagaimana dikutip dari Buku Sehat Dengan Sholat Dhuha karya Mukhamad Rajin tahun 2016, salat Dhuha dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:

  1. Niat dilakukan untuk setiap dua rakaat salat sunah Dhuha, dan cukup diucapkan dalam hati tanpa perlu dilafalkan. 

    Sebelum mengerjakan Sholat dhuha, kaum muslim dianjurkan membaca bacaan doa niat. Niat sholat selalu dilafadkan sebelum mengerjakan sholat baik sholat sunnah dan sholat wajib. Berikut bacaan niat sholat Dhuha adalah: 

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

    Arab Latin: Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

    Artinya: "Aku niat Sholat sunah dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."

  2. Setelah takbir, membaca surah Al-Fatihah pada setiap rakaat.
  3. Pada rakaat pertama, dianjurkan membaca surah Asy-Syams. Jika tidak hafal, boleh diganti dengan surah Al-Kafirun.
  4. Pada rakaat kedua, dianjurkan membaca surah Adh-Dhuha. Bila tidak hafal, dapat diganti dengan surah Al-Ikhlas.
  5. Gerakan salat seperti rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga tasyahud dan salam dilakukan sebagaimana dalam salat fardhu.
  6. Setelah salam, dianjurkan untuk membaca doa penutup.
  7. Salat Dhuha dilakukan dengan dua rakaat satu salam, dan boleh diulang kembali sesuai jumlah rakaat yang diinginkan.

Setelah mengetahui keistimewaan dan tata cara sholat dhuha, mengamalkan doa sholat dhuha jadi semakin membuat ibadah ini semakin diketahui keutamaannya.

 

5. Keistimewaan Salat Dhuha

Setelah mengetahui bacaan doa sesudah sholat Dhuha Arab dan terjemahan, anda perlu mengetahui keistimewaan salat Dhuha. Dikutip dari buku Berkah Shalat Dhuha karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, menjelaskan tentang keistimewaan mengerjakan salat Dhuha secara rutin, yakni:

a. Sebagai sedekah

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

"Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat." (H.R. Muslim dari Abu Dzar)

b. Sebagai investasi amal cadangan

Salah satu fungsi ibadah shalat sunah adalah untuk menyempurnakan kekurangan shalat wajib. Sebagaimana diketahui, shalat adalah amal yang pertama kali diperhitungkan pada hari Kiamat. Shalat juga merupakan kunci semua amal kebaikan. Jika shalatnya baik maka baiklah amal ibadah yang lain.

Begitu juga sebaliknya, jika rusak shalatnya, ia akan merugi dan kecewa, Shalat sunah-termasuk shalat Dhuha-merupakan investasi atau amal cadangan yang dapat menyempurnakan kekurangan shalat fardhu (wajib).

c. Ghanimah atau keuntungan yang besar

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

"Barangsiapa shalat Dhuha 2 rakaat, ia tidak akan termasuk golongan pelupa/lalai. Barang siapa shalat Dhuha 4 rakaat, akan dimasukkan kepada golongan orang-orang yang taubat (kembali kepada Allah). Barangsiapa shalat Dhuha 6 rakaat, akan dicukupi kebutuhannya hari itu. Barangsiapa shalat Dhuha 8 rakaat, termasuk golongan hamba-hamba yang patuh. Dan barangsiapa shalat Dhuha 12 rakaat maka Allah akan membangun baginya rumah di surga.” (H.R. Thabrani dari Abu Darda')

d. Dicukupi kebutuhan hidupnya

Orang yang gemar melaksanakan shalat Dhuha karena Allah, akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah. Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadits Qudsi dari Abu Darda bahwa Allah berfirman:

"Wahai anak Adam, rukuklah (shalatlah) karena Aku pada awal sung (shalat Dhuhe) empat rakaut, maka Aku akan mencukupi (kebutuhanmu sampai sore hari." (H.R. Tirmidzi)

Pertanyaan Seputar Doa Sholat Dhuha hingga Keutamaanya

1. Apakah doa setelah sholat Dhuha harus dibaca dalam bahasa Arab?

Tidak harus. Meskipun doa dalam bahasa Arab memiliki keutamaan karena sesuai sunnah dan digunakan Nabi SAW, umat Islam diperbolehkan berdoa dalam bahasa yang mereka pahami, termasuk bahasa Indonesia. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan niat yang tulus.

2. Apakah doa setelah sholat Dhuha harus dibaca setiap hari?

Tidak wajib. doa setelah sholat Dhuha adalah amalan sunnah yang dianjurkan. Jika tidak membacanya, sholat tetap sah. Namun membacanya secara rutin bisa menjadi bentuk konsistensi dalam memohon rezeki dan kemudahan hidup kepada Allah.

3. Apa makna utama dari doa setelah sholat Dhuha?

Makna utamanya adalah permohonan agar Allah melimpahkan rezeki, kemudahan, dan perlindungan dalam hidup. Doa ini juga menunjukkan keyakinan bahwa semua kekuatan dan karunia berasal dari Allah semata.

4. Apakah doa setelah sholat Dhuha hanya untuk memohon rezeki?

Meskipun isi doa Dhuha banyak berfokus pada permintaan rezeki, namun secara makna luas doa ini mencakup perlindungan, pengampunan, kemudahan hidup, serta keinginan untuk menjadi bagian dari orang-orang saleh.

5. Bolehkah doa setelah sholat Dhuha dibaca secara diam (dalam hati)?

Boleh. Doa dalam Islam bisa dibaca secara lisan atau dalam hati. Namun melafalkannya dengan lisan (meski pelan) dianjurkan karena lebih membantu dalam menghadirkan kekhusyukan dan menjaga fokus dalam doa.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6