Robbi Habli Minassholihin Arab dan Artinya, Doa yang Sering Dibaca Nabi Ibrahim AS

Robbi habli minassholihin Arab merupakan doa untuk mendapatkan keturunan.

Diperbarui 11 Juni 2025, 15:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Robbi habli minassholihin Arab dan artinya perlu kamu ketahui. Kalimat bahasa Arab ini mungkin sudah tidak asing bagi sebagian orang. Pasalnya, kalimat ini kerap kali dibaca saat berdoa setelah salat berjamaah ataupun pada ceramah.

Kalimat doa satu ini mungkin lebih familier di telinga pasangan suami istri. Kalimat ini merupakan doa yang dibacakan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah SWT, saat memohon agar diberikan keturunan. Doa ini menjadi salah satu doa yang kerap dilafalkan oleh pasangan yang kesulitan mendapatkan keturunan.

Robbi habli minassholihin Arab merupakan doa untuk mendapatkan keturunan. Tidak hanya itu, doa ini juga berarti bahwa seorang muslim mengharapkan untuk mendapatkan keturunan yang sholeh dan sholehah.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (11/6/2025) tentang robbi habli minassholihin Arab.

Robbi Habli Minassholihin Arab dan Doa Mendapatkan Keturunan yang Saleh

Robbi habli minassholihin Arab adalah doa yang perlu diketahui oleh pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak. Robbi habli minassholihin Arab adalah doa yang dibacakan oleh Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT untuk membantunya mendapatkan keturunan. Doa ini juga tercantum di dalam Al-Quran, yaitu pada surah As-Shaffat ayat ke-100.

Berikut doa robbi habli minassholihin Arab dan artinya:

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

"Rabbi hab lii minas-saalihiin"

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”

Robbi habli minassholihin Arab artinya yaitu doa meminta keturunan yang saleh. Jadi, doa robbi habli minassholihin Arab ini tidak hanya ditujukan sebagai permohonan agar mendapat keturunan saja, tetapi juga agar mendapatkan keturunan yang saleh. Robbi habli minassholihin Arab ini juga menjadi sebuah doa agar anak bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi banyak orang di sekelilingnya, bagi negara, dan agama Islam. Doa ini juga harapan agar anak terhindar dari hal-hal buruk dunia dan akhirat, serta kekufuran.

Doa Mendapatkan Keturunan Lainnya

Doa Robbi habli minassholihin Arab bukanlah satu-satunya doa mendapatkan keturunsan yang saleh. Kamu juga bisa melafalkan doa lainnya saat hamil ataupun jadi orang tua. Selain robbi habli minassholihin Arab, kamu juga bisa melafalkan doa berikut agar mendapatkan keturunan yang saleh:

Surat Ali Imran ayat 38:

“Rabbii habli milladunka dzurriyyatan thoyyibah. Innaka sammi’uddu’aa”

Artinya: “Ya Allah berikanlah kepadaku dari sisiMu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau adalah pendengar permohonan (doa).” (Q.S. Ali Imran : 38)

Surat Ibrahim ayat 40:

“Rabbij’alnii muqiimash sholaati wa min dzurriyatii robbanaa wa taqobbal du’aa”

Artinya: “Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang- orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami perkenankanlah doaku.”(QS. Ibrahim 40)

Surat Al-Furqan ayat 74:

“Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriiyaatinaa qurrota a’yun, waj ‘alnaa lil muttaqiina imaamaa”

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang beRtakwa.” (Q.S. Al-Furqan : 74)

Sejarah Doa Robbi Habli Minassholihin

Robbi habli minassholihin Arab merupakan doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim saat beliau dan istrinya tak kunjung diberikan keturunan oleh Allah SWT. Doa ini kerap dibacakan oleh Nab Ibrahum saat mendapat ujian Allah SWT yaitu berupa sulit mendapatkan keturunan bersama istri beliau Siti Sarah. Ujian ini bahkan membuat Siti Sarah merelakan nabi Ibrahim untuk menikahi seorang wanita bernama Siti Hajar agar segera mendapatkan keturunan.

Sehingga, setelah menika dengan Hajar, Nabi Ibrahim akhirnya diberikan keturunan, yaitu dengan lahirnya Nabi Ismail. Namun, tak lama setelah itu Allah SWT juga memberikan keturunan kepada Nabi Ibrahim melalui Siti Sarah, yang melahirkan Nabi Ishaq.  

Jadi, doa robbi habli minassholihin Arab ini sangat baik untuk diucapkan oleh setiap pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan. Doa ini sekaligus sebagai harapan agar Allah SWT memberikan keturunan yang saleh bagi pasangan suami istri. Bacaan doa robbi habli minassholihin Arab ini bisa diamalkan kapan saja dan di mana saja.

Kandungan Doa Robbi Habli Minassholihin

Salah satu kandungan doa robbi habli minassholihin yaitu harapan untuk mendapatkan keturunan bagi pasangan yang belum memilikinya. Namun, kau tentunya harus sabar dan tetap percaya dengan ketetapan Allah SWT. Bahkan, Nabi Ibrahim pun membacakan doa Robbi Habli Minassholihin ini dalam jangka waktu yang tidak singkat, dan dilakukan secara terus-menerus. Selain itu, tidak hanya berdoa saja, kamu juga perlu melakukan usaha yang maksimal.

Selain mendapatkan keturunan, doa robbi habli minassholihin Arab ini juga bisa menjadi doa agar keturunan kamu menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Doa ini merupakan harapan agar anak selalu berada di jalan Allah SWT dan jalan kebenaran, bisa menjadi anak yang bermanfaat untuk negara, orang sekeliling, dan agama.

Meneladani Nabi Ibrahim, Sang Kekasih Allah

Doa indah Nabi Ibrahim dalam QS As-Saffat:100, “Robbi habli minash sholihin” atau “Ya Tuhanku, anugerahilah aku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh”, merupakan penggalan dari rangkaian kisah panjang perjalanan spiritual dan keteladanan seorang nabi agung yang dijuluki sebagai Khalilullah—Kekasih Allah.

Dalam peringatan Iduladha, umat Islam diingatkan kembali pada pengorbanan terbesar yang dilakukan Nabi Ibrahim. Bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tapi juga menyembelih ego, rasa memiliki, dan cinta dunia, sebagaimana Ibrahim yang siap mengorbankan anak yang paling ia cintai di jalan Allah.

1. Teladan Keimanan dan Tauhid yang Murni

Nabi Ibrahim dikenal sebagai simbol kemurnian tauhid. Ketika masih muda, ia menolak menyembah berhala, bahkan berdialog kritis dengan ayahnya dan kaumnya. Ia menantang kepercayaan turun-temurun dengan akal dan keimanan yang teguh. Kisahnya dalam QS Al-An’am:76–79 mengajarkan kita bagaimana iman yang sejati bisa tumbuh melalui perenungan mendalam dan keberanian untuk mencari kebenaran.

2. Sikap Hormat kepada Orang Tua Meski Berbeda Keyakinan

Meskipun ayahnya menentang dan bahkan mengusirnya, Nabi Ibrahim tetap menunjukkan sikap lemah lembut dan penuh hormat. Ia tidak membalas dengan kemarahan, namun dengan doa. Ini menjadi pelajaran penting di zaman ketika banyak anak kehilangan adab kepada orang tua, terutama saat terjadi perbedaan pandangan.

3. Keteladanan Sebagai Orang Tua yang Demokratis

Dalam QS As-Saffat:102, saat Ibrahim diperintahkan menyembelih Ismail, ia tidak memaksakan kehendak, melainkan berdialog dan meminta pendapat sang anak. Ini menunjukkan betapa Nabi Ibrahim menghargai anak sebagai individu yang punya hak suara, sekaligus menunjukkan pengasuhan yang penuh cinta dan penghormatan terhadap kehendak Allah.

4. Keikhlasan Mengorbankan yang Dicintai

Kesiapan Nabi Ibrahim menyembelih Ismail bukan sekadar ketaatan buta, tapi puncak dari keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah. Ia mengorbankan sesuatu yang amat dicintainya. Hal ini menjadi esensi dari ibadah kurban: bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan menyembelih keterikatan kita terhadap dunia.

5. Kepedulian terhadap Keturunan dan Masa Depan Mereka

Doa Nabi Ibrahim dalam QS Ibrahim:37 menunjukkan perhatian yang sangat besar terhadap masa depan spiritual dan kesejahteraan anak cucunya. Ia tidak hanya berdoa agar mereka diberi rezeki, tetapi lebih dulu agar mereka mendirikan shalat. Ini menggambarkan skala prioritas seorang pemimpin keluarga—mendahulukan iman sebelum kenyamanan materi.

FAQ tentang Nabi Ibrahim

1. Mengapa Nabi Ibrahim mendapat julukan Khalilullah (Kekasih Allah)?

Nabi Ibrahim mendapat julukan Khalilullah karena kecintaannya yang luar biasa kepada Allah, ketaatan tanpa syarat, serta keteguhan iman yang ia tunjukkan sepanjang hidupnya. Allah sendiri menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Ia telah memilih Ibrahim sebagai kekasih-Nya (QS An-Nisa: 125), karena keikhlasan dan kesalehan beliau yang tak tergoyahkan meski menghadapi ujian yang sangat berat.

2. Apa saja ujian besar yang pernah dihadapi oleh Nabi Ibrahim?

  • Melawan keyakinan sesat ayah dan kaumnya yang menyembah berhala.
  • Dihukum dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud, namun diselamatkan oleh Allah.
  • Harus berpisah dari anak dan istrinya demi menjalankan perintah Allah.
  • Diperintahkan untuk menyembelih putranya, Ismail, sebagai bentuk pengorbanan dan ketaatan tertinggi kepada Allah.

3. Apa pelajaran utama yang bisa kita teladani dari kehidupan Nabi Ibrahim? \

  • Tauhid yang murni: Nabi Ibrahim sejak muda mempertanyakan penyembahan kepada berhala dan hanya menyembah Allah.
  • Keteguhan iman: Tidak goyah meski menghadapi ujian berat, termasuk ancaman kematian.
  • Penghormatan kepada orang tua: Meski berbeda keyakinan, Nabi Ibrahim tetap bersikap santun kepada ayahnya.
  • Demokratis dan menghargai anak: Nabi Ibrahim berdiskusi dengan Ismail sebelum melaksanakan perintah Allah untuk menyembelihnya.
  • Kepedulian terhadap keturunan: Ia mendoakan keturunannya agar menjadi orang beriman dan diberi rezeki yang baik.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6