Akhlak Adalah: Jenis-Jenis, Contoh, dan Cara Menanamkan yang Baik

Pengertian akhlak adalah budi pekerti atau kelakuan.

Diperbarui 10 Juni 2025, 12:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengertian akhlak dalam Islam perlu untuk diketahui oleh setiap umat Muslim. Akhlak yang baik akan membawa manfaat bagi diri seseorang. Perilaku akhlak sendiri tertuang dalam Al-Qur’an. Pengertian akhlak erat kaitannya dengan tingkah laku seseorang.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, akhlak adalah budi pekerti atau kelakuan. Sedangkan pengertian akhlak menurut istilah adalah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan suatu perbuatan dengan mudah karena kebiasaan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu.

Menurut jurnal Akhlak dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam, akhlak adalah perilaku yang terlihat baik dalam perkataan maupun tindakan yang dilandasi oleh dorongan karena Allah SWT. Selain itu, dijelaskan dalam jurnal Al-Hasanah bahwa akhlak terbagi menjadi dua, yakni mahmudah (terpuji) dan mazmumah (tercela), yang keduanya merupakan manifestasi dari kondisi jiwa seseorang.

Perbuatan yang termasuk kebiasaan tersebut lekat dengan kehidupan sehari-hari yang dapat mencerminkan akhlak yang dimiliki. Sebab arti akhlak sudah melekat dalam diri seseorang yang mana termasuk sifat dan watak.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai pengertian akhlak dalam Islam beserta jenis-jenis dan contohnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (10/6/2025).

Pengertian Akhlak dalam Islam

Secara etimologis, akhlak (akhlaq) berasal dari bahasa Arab yang bermakna “adat kebiasaan”, “perangai”, atau “tabiat” yang tertanam dalam jiwa dan membentuk pola perilaku seseorang, dilansir dari jurnal.usk.ac.id dan repository.uin-suska.ac.id. Secara istilah, akhlak didefinisikan sebagai sistem nilai atau kebiasaan kehendak yang muncul secara alamiah tanpa pertimbangan pikiran. Ini sesuai dengan definisi dari Ahmad Amin dan Imam Al‑Ghazali mengutip dari eprints.walisongo.ac.id bahwa akhlak adalah sifat jiwa yang mendorong tindakan secara refleks.

Istilah akhlak sebenarnya memiliki banyak makna sebagimana yang dikemukakan oleh beberapa ulama berikut ini:

1. Ibnu Maskawaih, mengatakan bahwa pengertian akhlak merupakan suatu keadaan bagi jiwa yang mendorong untuk melakukan tindakan-tindakan dari keadaan itu tanpa melalui pikiran dan pertimbangan. Keadaan ini terbagi menjadi dua, yakni berasal dari tabiat aslinya dan kebiasaan yang berulang-ulang.

2. Ibrahim Anis, mengungkapkan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahir macam-macam perbuatan, baik atau buruk tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan.

3. Abdul Karim Zaidan, mengatakan bahwa akhlak adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, dengan sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatan baik atau buruk, untuk kemudian memilih melakukan atau meninggalkannya.

4. Ahmad Mubarok, mengemukakan bahwa akhlak adalah keadaan batin seseorang yang menjadi sumber lahirnya perbuatan dimana perbuatan itu lahir dengan mudah tanpa memikirkan untung dan rugi.

Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam diri manusia, sehingga akhlak tersebut akan muncul dengan sendirinya tanpa adanya pemikiran atau pertimbangan terlebih dulu, serta atas kemauan sendiri tanpa adanya paksaan dari orang lain.

Jenis-Jenis Akhlak

Pengertian akhlak adalah tingkah laku yang telah melekat pada seseorang dan akan tercermin dari perilakunya. Dalam agama Islam, jenis-jenis akhlak ada dua yaitu akhlakul mahmudah (akhlak terpuji) dan akhlakul mazmumah (akhlak tercela). Adapun defenisinya sebagai berikut:

1. Akhlakul Mahmudah

Akhlak mahmudah, atau akhlak terpuji, adalah kebiasaan dan perilaku yang mendapat pujian baik dari akal sehat maupun syariat, seperti jujur, adil, sabar, dan penyabar. Sumbernya antara lain Al‑Qur’an, Sunnah, serta mahzab pemikiran ulama seperti Al‑Ghazali yang mendefinisikan mahmudah sebagai sifat yang menyelamatkan pelakunya. Melansir dari repository.uinsu.ac.id menyebut sifat seperti amanah, sabar, murah hati dan pemaaf sebagai bagian dari akhlak mahmudah. 

Akhlakul mahmudah atau disebut dengan akhlak yang terpuji merupakan salah satu golongan macam-macam akhlak yang harus dimiliki setiap umat muslim. Adapun contoh macam-macam akhlak tersebut diantarannya sikap rela berkorban, jujur, sopan, santun, tawakal, adil, sabar dan lain sebagainya. Sebagai umat muslim sudah seharusnya kita selalu menjaga akhlakuk karimah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Akhlakul Mazmumah

Sebaliknya, melansir dari mynida.stainidaeladabi.ac.id, akhlak mazmumah adalah sifat tercela seperti dusta, riya, ghibah, sombong, dan dengki, semua ini disebut sebagai kebiasaan buruk yang harus dihindari. Jurnal Akhlak Mazmumah dalam Al-Qur’an menjelaskan bahwa perilaku seperti pembohongan dan pengadu domba dikategorikan sebagai mazmumah dan berbahaya bagi kehidupan sosial dan spiritual seseorang.

Akhlakul mazmumah atau akhlak tercela merupakan salah satu tindakan buruk yang harus dihindari setiap manusia. Hal ini harus dijauhi karena akhlakul mazmumah dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri maupun orang lain. Contoh dari macam-macam akhlakul mazmumah yaitu sombong, iri, dengki, takabur, aniaya, ghibah dan lain sebagainya. Sebagai orang muslim sudah seharusnya kita menghindari akhlakuk mazmumah atau akhlak tercela.

Contoh Akhlak Berdasarkan Jenisnya

1. Contoh akhlak terpuji

Berikut ini terdapat beberapa contoh akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari, yakni:

a. Berbicara sopan dengan orang yang lebih tua.

b. Selalu rendah hati dan tidak sombong.

c. Membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan.

d. Menjaga lisan untuk selalu berkata yang baik.

e. Menjaga aib orang lain.

f. Memberikan nasihat yang baik pada orang lain, dan masih banyak lagi.

g. Jujur dalam segala perbuatan baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

h. Selalu murah hati kepada tetangga maupun orang terkasih tanpa merasa pamrih atau sekedar pamer.

i. Sabar atas segala sesuatu yang menimpa diri kita.

j. Selalu menerima dan bersyukur apa adanya pemberian dari Allah SWT.

2. Contoh akhlak tercela

Berikut ini terdapat beberapa contoh akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari, yakni:

a. Bersikap takabur, kikir, sombong, dengki.

b. Mengingkari janji yang sudah dibuat.

c. Mencuri barang atau mengambil barang yang bukan haknya.

d. Berbicara kasar atau durhaka pada orang tua.

e. Berprasangka buruk pada orang lain (suudzon), dan lain sebagainya.

f. Iri hati kepada tetangga yang memiliki kebahagiaan yang lebih dari kita.

g. Membicarakan kejelekan orang lain.

h. Membunuh atau menghilangkan nyawa orang lain.

i. Bersekutu selain kepada Allah SWT.

j. Sikap mengganti keyakinan diri dan beralih ke keyakinan yang lain dari agama Islam atau keluar dari agama Islam.

Cara Menanamkan Akhlak Baik

Akhlak baik, atau akhlak mahmudah, merupakan bagian integral dari kehidupan beragama dan pembangunan karakter. Menurut buku Ilmu Akhlak (Dr. Hj. Muliati), akhlak terbentuk melalui proses internalisasi nilai moral, dimulai dari pendidikan sejak dini, pembiasaan, serta keteladanan tokoh-tokoh religius.

Dalam jurnal Moral dan Kognisi Islam dijelaskan bahwa akhlak baik adalah refleksi langsung dari keimanan dan hubungan manusia dengan Allah serta sesama, ditunjukkan melalui sikap adil, jujur, dan bertanggung jawab.

Akhlak baik tidak hanya meningkatkan kualitas spiritual individu, tetapi juga memperkuat tatanan sosial dan meningkatkan keharmonisan dalam komunitas. Dengan internalisasi nilai-nilai seperti amanah, sabar, dan kasih sayang, seseorang dapat menghadapi tantangan hidup dengan bijak serta berkontribusi positif untuk masyarakat luas.

Cara Menanamkan Akhlak Baik:

  1. Teladan orang tua dan guru – Anak belajar dari contoh nyata; keteladanan akan membentuk perilaku positif.
  2. Pendidikan moral sejak dini – Sistem pendidikan formal dan rumah perlu menyisipkan pelajaran tentang nilai-nilai akhlak.
  3. Pembiasaan rutin – Membangun kebiasaan seperti shalat tepat waktu, mengucapkan salam, dan berbagi.
  4. Motivasi spiritual – Menanamkan kesadaran akan balasan baik di dunia dan akhirat sebagai pendorong akhlak baik.
  5. Penguatan nilai dalam keluarga – Mendiskusikan kisah nabi, sahabat, dan tokoh saleh untuk memperkuat nilai moral.
  6. Penggunaan metode pujian & hukuman positif – Memberi apresiasi serta konsekuensi atas tindakan baik dan buruk.
  7. Keterlibatan komunitas – Aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan gotong royong untuk membentuk karakter sosial.
  8. Refleksi dan evaluasi diri – Melakukan muhasabah/mereflek agar dapat memperbaiki dan mempertahankan akhlak baik.
  9. Mentor dan peer modeling – Memiliki panutan dan teman yang dapat menjadi contoh akhlak baik.
  10. Pemanfaatan media dakwah – Menggunakan buku, ceramah, dan kanal media sosial untuk menyebarkan nilai akhlak.

 

Q&A Seputar Pengertian Akhlak

Apa pengertian akhlak secara bahasa dan istilah?

Secara bahasa: adat kebiasaan atau perangai. Sebagai istilah: sistem nilai atau sifat tabiat yang muncul secara refleks dalam tindakan.

Siapa yang memberikan definisi akhlak sebagai “kebiasaan kehendak”?

Ahmad Amin menjelaskan akhlak sebagai kehendak yang menjadi kebiasaan, sebagaimana dikutip dari buku Pendidikan Akhlak.

Apa hubungan antara akhlak dan iman menurut para ulama?

Ulama seperti Al‑Ghazali menegaskan bahwa akhlak baik (mahmudah) merupakan manifestasi iman dan mendekatkan seseorang kepada Allah.

Apa bedanya akhlak mahmudah dan mazmumah?

Mahmūdah adalah perilaku terpuji (jujur, sabar, amanah), sedangkan mazmumah adalah perilaku tercela (dusta, sombong, ghibah).

Mengapa akhlak tercela berbahaya bagi masyarakat?

Karena sifat seperti dusta, pengadu domba, dan dengki dapat merusak kepercayaan sosial dan keharmonisan masyarakat.

Bagaimana ilmu akhlak membantu pembentukan karakter?

Ilmu akhlak mempelajari sumber, ruang lingkup, dan metode pembentukan moral, menyediakan kerangka teoretis dan praktis untuk menerapkan nilai akhlak baik.

Apa peran pendidikan dalam menanamkan akhlak baik?

Pendidikan formal dan nonformal penting karena mereka membentuk kebiasaan, memberikan contoh perilaku, serta memperkuat kesadaran moral secara sistematis.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6