Liputan6.com, Jakarta Cara kerja PLTA perlu kamu ketahui karena memengaruhi kehidupan sehari-hari. Kamu tentunya sudah tahu bahwa energi listrik yang kamu gunakan setiap harinya dihasilkan dari berbagai metode dan sumber yang terdapat di sekelilingmu.
Pembangkit listrik dapat diaktifkan dengan menggunakan berbagai sumber energi, seperti energi terbarukan (tenaga angin, tenaga surya) dan energi tak terbarukan (bahan bakar fosil). Pembangkit listrik adalah bagian dari alat industri yang dipakai untuk memproduksi dan membangkitkan tenaga listrik dari berbagai sumber. Salah satu contohnya adalah PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air.
Advertisement
Cara kerja PLTA tentunya menggunakan kekuatan air. Hal ini sangat bergantung pada pasokan air yang ada di PLTA. Biasanya pembangkit listrik ini dipasang di sebelah sumber air yang cukup besar seperti bendungan waduk, atau sungai dengan aliran air yang cukup deras.
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (22/6/2025) tentang cara kerja PLTA.
Mengenal PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3530600/original/054793000_1628059814-FOTO_000.jpg)
PLTAsingkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air adalah sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan kekuatan aliran air untuk menghasilkan energi listrik. Di Indonesia, air menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan yang sangat potensial karena ketersediaannya yang melimpah. PLTA hadir sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, terutama di tengah menipisnya sumber energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi.
Dilansir dari laman mesin.umy.ac.id, PLTA bekerja dengan cara mengubah energi potensial air (yang tertampung dalam bendungan) menjadi energi kinetik, lalu menjadi energi mekanik, dan akhirnya dikonversi menjadi energi listrik melalui proses elektromagnetik di dalam generator. Sistem ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1770-an oleh Bernard Forest De Belidor, seorang insinyur asal Prancis.
Â
Advertisement
Komponen PLTA
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3946001/original/049491800_1645781041-20220225-Jokowi-PLN-7.jpg)
Masih dari mesin.umy.ac.id, cara kerja PLTA tentunya membutuhkan beragam komponen penting agar bisa menghasilkan energi. Melansir Merdeka.com, berikut beberapa komponen yang mendukung cara kerja PLTA:
- Bendungan. Bendungan merupakan salah satu komponen PLTA yang paling penting. Bendungan berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar karena turbin membutuhkan pasokan air yang cukup dan stabil. Selain itu, bendungan juga berperan untuk mengendalikan banjir.
- Pipa. Dalam cara kerja PLTA, pipa berfungsi untuk menyalurkan dan mengarahkan air ke cerobong turbin. Adapun pipa pusat dipasang pada bak penenang minimal 10 cm. Sementara itu, ujung yang lain diarahkan pada cerobong turbin.
- Turbin. Fungsi turbin dalam cara kerja PLTA yaitu untuk mendorong dan memutar bolang-baling digantikan oleh air untuk memutar turbin. Langkah berikutnya, turbin akan mengkonversi energi potensial yang disebabkan gaya jatuh air menjadi kinetik. Tanpa turbin, cara kerja PLTA tidak akan efektif.
- Generator. Generator adalah suatu alat yang dihubungkan dengan turbin melalui gigi-gigi putar sehingga baling-baling turbin berputar, generator juga akan ikut berputar. Alat ini memanfaatkan perputaran turbin untuk memutar kumparan magnet di dalam generator, sehingga terjadi pergerakan elektron yang membangkitkan timbulnya arus listrik AC.
- Jalur Transmisi. Jalur transmisi berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari PLTA ke rumah-rumah atau industri. Sebelum listrik dikonsumsi, terlebih dahulu tegangannya di turunkan dengan transformatir step down.
Cara Kerja PLTA
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3495551/original/090512000_1624929060-Bendungan_pembangkit_listrik_tenaga_air_Baihetan_di_distrik_Ningnan__Provinsi_Sichuan__China_barat_daya._Photo_by_Jiang_Wenyao__Xinhua_via_AP..jpeg)
Dalam buku buku Bahasa Indonesia Terintegrasi Sains dan Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas 2 oleh Tim Sains dijelaskan, cara kerja PLTA pada dasarnya mengubah energi air menjadi energi listrik. Air menjadi sumber utama yang digunakan untuk menggerakkan turbin. Turbin tersebut akan digerakkan oleh air yang kemudian turbin akan berputar. Perputaran turbin tersebut akan menghasilkan energi mekanik yang dikonversi melalui generator menjadi energi listrik.
Setelah itu, cara kerja PLTA berikutnya yaitu akan diteruskan ke power supply listrik dan akan disambungkan oleh kabel. Umumnya, kabel tersebut dibentangkan dan ditahan oleh sutet, lalu dibagi ke daerah atau diteruskan ke rumah penduduk. Selain itu, air yang sudah melewati turbin akan disalurkan ke sungai agar bisa dimanfaatkan oleh warga sebagai sumber kehidupan.
Advertisement
Jenis-jenis Pembangkit Listrik Selain PLTA
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2874548/original/061346200_1565089516-20190806-Pemanfaatan-Tenaga-Surya-Sebagai-Sumber-Energi-Listrik-Alternatif7.jpg)
Listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk rumah tangga maupun industri. Untuk memenuhi kebutuhan ini, berbagai jenis pembangkit listrik dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di alam. Selain PLTA, berikut adalah jenis-jenis pembangkit listrik lainnya beserta contohnya dilansir dari pgnlng.co.id:
1. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)
PLTB memanfaatkan energi angin untuk menghasilkan listrik. Kincir angin yang terhubung dengan generator akan berputar saat tertiup angin, lalu mengubah energi gerak menjadi listrik.
Contoh PLTB: PLTB Sidrap dan PLTB Tolo di Sulawesi Selatan.
2. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)
PLTG menggunakan gas alam sebagai bahan bakar utama untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik. Jenis ini banyak digunakan karena gas cukup melimpah di Indonesia.
Contoh PLTG: Terdapat di Kalimantan Timur, Jambi, dan Jawa Timur.
3. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
PLTU menggunakan batu bara sebagai bahan bakar untuk menghasilkan uap air yang akan memutar turbin. Uap ini kemudian dikonversi menjadi energi listrik.
Contoh PLTU: Banyak terdapat di Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Pulau Jawa.
4. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)
PLTP memanfaatkan panas dari dalam bumi (geotermal) untuk menghasilkan uap yang digunakan memutar turbin. Sumber energi ini tergolong ramah lingkungan dan terbarukan.
Contoh PLTP: Ditemukan di Wonosobo, Pengalengan, Garut, dan Sukabumi.
5. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
PLTS menggunakan sinar matahari yang ditangkap panel surya dan dikonversi menjadi energi listrik. Ini menjadi alternatif ideal di daerah dengan paparan sinar matahari tinggi.
Contoh PLTS: Tersebar di Sulawesi Utara, Maluku, Nusa Tenggara, dan Jawa Barat.
6. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
PLTD menggunakan mesin diesel yang digerakkan oleh bahan bakar solar untuk menghasilkan listrik. Meski fleksibel, biaya operasionalnya tinggi.
Contoh PLTD: Kabupaten Natuna, sebagai PLTD terbesar di Indonesia.
7. Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO)
PLTO memanfaatkan gerakan ombak laut untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik. Energi ini tergolong ramah lingkungan.
Contoh PLTO: Pertama kali dibangun di New South Wales, Australia.
8. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)
PLTGU menggabungkan sistem PLTG dan PLTU, memanfaatkan gas untuk menghasilkan uap yang kemudian digunakan lagi dalam turbin tambahan guna meningkatkan efisiensi.
Contoh PLTGU: Terdapat di Cilegon, Serang, Banten.
9. Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut (PLTPS)
PLTPS memanfaatkan gerakan pasang surut air laut untuk menggerakkan turbin. Teknologi ini masih belum banyak diterapkan namun berpotensi besar di masa depan.
Contoh PLTPS: Berada di Strangford Lough, Inggris.
10. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
PLTSa mengolah sampah melalui pembakaran dalam tungku insinerator untuk menghasilkan uap panas yang digunakan sebagai sumber energi listrik.
Contoh PLTSa: Sudah diterapkan di Belanda, Jepang, serta negara-negara Eropa dan Amerika.
11. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
PLTN menghasilkan listrik dari reaksi fisi atau pembelahan inti atom uranium. Energi yang dihasilkan sangat besar, namun pengelolaannya memerlukan teknologi dan pengawasan ketat.
Contoh rencana PLTN di Indonesia: Pulau Gelasa, Bangka Belitung.
FAQ Tentang PLTA
1. Apa itu PLTA dan bagaimana cara kerjanya?
PLTA adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air, yaitu sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan energi kinetik dan potensial dari aliran air untuk menggerakkan turbin. Turbin yang berputar kemudian menggerakkan generator untuk menghasilkan energi listrik. Prosesnya melibatkan pengaliran air dari sungai atau waduk melalui penstock, lalu menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik melalui generator.
2. Apa saja kelebihan dari PLTA?
PLTA memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:
- Sumber energi terbarukan karena air terus diperbarui melalui siklus hidrologi.
- Ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi udara atau emisi gas rumah kaca.
- Biaya operasional rendah setelah pembangunan selesai.
- Dapat berfungsi ganda untuk irigasi, pengendalian banjir, dan pasokan air bersih.
- Mampu menyimpan energi dalam bentuk air di waduk untuk digunakan saat dibutuhkan.
3. Apa tantangan atau kekurangan dari pembangunan PLTA?
Meski efisien dan ramah lingkungan, PLTA memiliki beberapa kekurangan:
- Pembangunan bendungan besar membutuhkan biaya investasi yang sangat tinggi.
- Dapat menyebabkan gangguan ekosistem, termasuk hilangnya habitat satwa dan pemindahan penduduk.
- Hanya bisa dibangun di wilayah yang memiliki sumber air yang memadai.
4. Apa saja contoh PLTA besar yang ada di Indonesia?
Beberapa PLTA besar di Indonesia antara lain:
- PLTA Riam Kanan (Kalimantan Selatan), kapasitas 12,4 MW.
- PLTA Waduk Jatiluhur (Jawa Barat), menghasilkan hingga 1.000 juta Kwh per tahun.
- PLTA Asahan I (PLTA Toba) (Sumatera Utara), kapasitas total 180 MW.
- PLTA Koto Panjang (Riau), menggunakan Waduk Koto Panjang dengan luas 124 km².
5. Mengapa PLTA penting untuk pengembangan energi di Indonesia?
PLTA penting karena Indonesia memiliki banyak sungai besar dan curah hujan tinggi, yang merupakan sumber energi potensial dan melimpah. Dengan memanfaatkan air sebagai sumber energi, PLTA dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik nasional secara berkelanjutan dan mendukung transisi energi bersih di masa depan.
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4002775/original/031966000_1650593740-WhatsApp_Image_2022-04-22_at_9.02.13_AM.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259465/original/002024800_1781501908-Manuel_Neuer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5317691/original/033742700_1755400953-WhatsApp_Image_2025-08-17_at_10.20.37_5c23d9e3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571647/original/031336500_1777682659-246a588b-8959-4b3e-b4f0-f599bd0e6201.jpg)