Liputan6.com, Jakarta Apa itu sarkas adalah upaya terselubung untuk menyamarkan perasaan marah, takut, atau terluka. Sarkas bisa menjadi sindiran terhadal seseorang atau kondisi tertentu. Apa itu sarkas melibatkan membangun atau mengekspos kontradiksi antara makna yang dimaksudkan.
Tak jarang, komentar sarkas bisa menimbulkan konflik. Apa itu sarkas mengungkapkan sengatan kebencian yang beracun, menyakiti orang lain, dan merusak hubungan. Niat di balik apa itu mungkin untuk bercanda atau main-main, tetapi sering kali ada unsur permusuhan atau penilaian yang tidak tersamarkan.
Advertisement
Apa itu sarkas biasanya bisa jadi cara untuk menyindir atau mengungkapkan sesuatu yang mengganjal di hati. Biasanya, sarkas muncul ketika hal-hal tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Sarkas dan sarkasme memiliki arti yang sama. Mengutip jurnal yang dipublikasikan di KNOWLEDGE : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 3 No. 1 Maret 2023, sarkasme Menurut Gorys Keraf (2010: 136- 137) sarkasme merupakan suatu acuan yang mengandung kepahitan dan celaan yang getir. Apabila dibandingkan dengan ironi dan sinisme, maka sarkasme lebih kasar dibanding keduanya.
Berikut penjelasan tentang apa itu sarkas dan contohnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (13/6/2025).
Asal usul sarkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3479772/original/033687100_1623404900-young-woman-whispers-her-mate-bad-news-isolated-blue-wall_231208-11751.jpg)
Istilah sarkas berasal dari bahasa Yunani sarkasmós yang diambil dari kata sarkázein. "sark" berarti "daging", dan "asmos" yang berarti "merobek". Jadi secara harfiah, sarkasme berarti "merobek daging".
Dalam bahasa Yunani apa itu sarkas adalah "mencabik daging, menggigit bibir dengan marah, mencibir". Sarkas bisa berarti menggigit bibir dalam kemarahan. Menurut Merriam-Webster, sarkasme "dirancang untuk memotong atau memberi rasa sakit."
Dalam KBBI, sarkas atau sarkasme didefinisikan sebagai kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain. Ia bisa berupa cemoohan atau ejekan kasar. Menurut Cambridge Dictonary, sarkas berarti penggunaan kata-kata yang jelas-jelas berarti kebalikan dari apa yang mereka katakan. Ia dibuat untuk menyakiti perasaan seseorang atau untuk mengkritik sesuatu dengan cara yang lucu.
Menurut Tarigan (1990:92) dikutip dari jurnal KNOWLEDGE : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 3 No. 1 Maret 2023, sarkasme adalah gaya bahasa yang mengandung olok-olok atau sindiran pedas dan menyakitkan. Perlu diingat bahwa sarkasme mempunyai ciri utama, yaitu selalu mengandung kepahitan dan celaan yang getir, menyakiti hati, dan kurang enak didengar. Jadi yang dimaksud dengan sarkasme adalah gaya bahasa menyindir dengan menggunakan kata-kata kasar.
Advertisement
Apa itu sarkas?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3475221/original/099907800_1623056912-pretty-young-girls-gossiping-together.jpg)
Apa itu sarkas bisa disamakan dengan ironi. Ironi yang dimaksudkan di sini adalah ironi untuk mengejek atau menyampaikan penghinaan. Sarkas berarti pernyataan yang berkebalikan dari apa yang dikatakan. Apa itu sarkas umumnya menunjukkan bahwa pembicara sedang tidak sabar atau menghina.
Sarkas dibuat untuk mengkritik seseorang atau sesuatu dengan cara yang menghibur orang lain, tapi bisa menjengkelkan bagi orang yang dikritik. Sarkas adalah penggunaan ironi yang pedas. Dalam sarkasme, ejekan digunakan dengan kasar, seringkali kasar dan menghina, untuk tujuan yang merusak.
Mengutip buku berjudul Penulisan Fitur Media Daring (2022) karya Rosmawati Harahap sarkasme berisi kata-kata sindiran yang dimaksudkan untuk menyinggung perasaan. Ujaran yang mengandung sarkasme pada umumnya digunakan pada saat memberikan kritik atas suatu peristiwa atau kondisi yang dipandang kurang sesuai. Gaya bahasa sarkasme ini juga sering digunakan oleh wartawan dalam mengemas berita dalam bahasa pers, yang tujuannya untuk menjatuhkan menggambarkan perseteruan seseorang dengan orang lain yang berkedudukan sebagai lawannya.
Penggunaan sarkas
Apa itu sarkas dapat mengatakan banyak hal yang berbeda tentang karakter. Karakter sarkastik yang paling umum adalah sinis, sedikit pahit, menyendiri, dan mungkin sombong. Sarkasme sering digunakan untuk mengejek atau mengolok-olok orang, baik dengan bercanda maupun dengan sungguh-sungguh.
Sarkas biasanya bergantung pada isyarat verbal kata yang diucapkan (seperti nada suara mengejek untuk efek empati) dan konteks. Seperti halnya sindiran, sarkasme tergantung pada pendengar atau pembaca untuk terlibat dalam lelucon . Sarkas adalah ucapan yang tidak tulus.
Untuk memahami apa itu sarkas, seseorang mengandalkan nada suara pembicara, ekspresi wajah, dan pengetahuan mereka tentang apa yang dimaksud pembicara dan bagaimana perasaan pembicara tentang hal itu. Namun, beberapa orang berjuang untuk memahami sarkasme dan cenderung berpikir pembicara benar-benar berarti apa yang dia katakan.
Kini penggunaan bahasa sarkas juga sering ditemukan di media sosial. Mengutip jurnal berjudul Analisis Penggunaan Kalimat Sarkasme oleh Netizen di Media Sosial Instagram dipublikasikan di Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya dijelaskan bahwa dalam media sosial banyak masyarakat yang mengunakan media sosial untuk melakukan proses komunikasi terutama pada era digital sekarang.
Penggunaan kalimat sarkasme sendiri untuk menunjukan eksistensi mereka para netizen, ingin menggunakan kesempatan untuk numpang tenar, meluapkan ekspresi, meluapkan emosi, tidak sukanya dengan para pengguna Instagram dan lain sebagainya. Penggunan internet di Indonesia yang semakin banyak memicu banyaknya para netizen untuk menggunakan kalimat sarkas dalam kesehariannya di media sosial.
Melansir jurnal berjudul Penggunaan Bahasa Sarkasme di Media Sosial Twitter, sarkasme dalam media sosial merupakan ejekan atau cemoohan yang dituangkanbaik secara tulisan, foto ataupun video.
Advertisement
Contoh sarkas
Apa itu sarkas adalah komentar ironis atau satir yang ditempa oleh humor. Berikut contoh kalimat sarkas:
- Oh ya, kamu sangat membantu. Terima kasih banyak untuk semua bantuannya.
Kalimat sarkas ini dikatakan pada seseorang yang tidak melakukan apa-apa untuk membantu. Maksud dari kalimat tersebut adalah ebalikan dari apa yang dikatakan. Ironi verbal tersebut ditambah nada mengejek membuatnya menjadi sarkasme.
- Aku membuat pilihan jenius untuk menjual mobilku tepat sebelum memutuskan untuk pindah rumah
Sarkasme tidak selalu harus kejam atau kejam. Itu juga bisa lucu, menyenangkan. Seperti dalam contoh kalimat di atas, apa itu sarkas bisa berupa mencela diri sendiri. Sekali lagi, ironi verbal ditambah nada suara membuat sarkasme ini.
Contoh lain dari sarkas adalah:
Ketika sesuatu yang buruk terjadi:
“Oh, ini adalah persis apa yang saya butuhkan saat ini!”
Ketika seseorang melakukan sesuatu terlalu lambat:
"Bisakah Anda melakukannya lebih lambat?"
Ketika ada sesuatu yang tidak menarik
“Saya senang bisa berada di sini selama tiga jam ke depan.”
Beda sarkas dan satir
Apa itu sarkas kerap disamakan dengan satir. Padahal keduanya merupakan ungkapan yang berbeda. Satir adalah jenis kecerdasan yang dimaksudkan untuk mengejek kejahatan atau kesalahan manusia, seringkali melalui hiperbola, meremehkan, sarkasme, dan ironi. Satir berarti mengolok-olok orang dengan meniru mereka dengan cara yang mengungkapkan kebodohan atau kekurangan mereka.
Satir adalah cara konstruktif untuk memberi tahu orang tentang kesalahan dan kebodohan mereka, sementara sarkasme dapat merusak karena cara penyajiannya. Saat ini, satiris paling sering menggunakan bentuk humor ini untuk mengekspos kesalahan langkah politik atau kekurangan sosial dalam kehidupan sehari-hari, terkadang dengan tujuan untuk menginspirasi perubahan.
Sarkas dan satir menggunakan humor dan kecerdasan untuk membuat pesan mencapai audiens, tetapi satire dapat memiliki audiens yang lebih besar sementara sarkasme sering dilakukan dalam percakapan orang ke orang. Satir sering kali lebih halus dari sarkas. Dalam bentuk tulisannya, satire dapat langsung dikenali sedangkan sarkasme tidak karena terkadang ditampilkan melalui infleksi suara.
Mengutip jurnal yang dipublikasikan di Jurnal Pikma: Publikasi Ilmu Komunikasi Media dan Cinema dijelaskan satir berasal dari kata Satire. Kata satire diturunkan dari kata satura yang berarti “talam yang penuh berisi bermacam-macam buahan”. Satire adalah ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Satire mengandung kritik tentang kelemahan manusia dengan tujuan utama adalah diadakan perbaikan secara etis maupun estetis (keraf, dalam Tarigan, 1985:70).
Satire adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan sindirian terhadap suatu keadaan yang biasanya disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme atau parodi
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Pengertian Sarkas
Apa itu sarkas?
Sarkas adalah gaya bicara atau tulisan yang mengandung sindiran tajam, keras, dan biasanya menyakitkan. Tujuannya sering untuk mengejek atau mengkritik seseorang atau sesuatu secara langsung dan blak-blakan.
Apa perbedaan antara sarkas dan sarkasme?
Tidak ada perbedaan makna antara sarkas dan sarkasme. Sarkas adalah bentuk singkatan atau versi informal dari sarkasme. Keduanya merujuk pada bentuk sindiran tajam yang bersifat menyindir dan menohok.
Bisa beri contoh kalimat sarkas?
Tentu! Contoh: "Wah, hebat ya kamu! Datang telat tapi tetap merasa paling sibuk."
Kalimat ini menyindir dengan maksud menyampaikan kritik secara pedas.
Apa itu satir?
Satir adalah bentuk sindiran yang disampaikan dengan cara halus, cerdas, dan kadang jenaka, untuk menyampaikan kritik sosial atau politik. Satir sering digunakan dalam karya sastra, film, atau pertunjukan.
Apa perbedaan utama antara sarkas dan satir?
Sarkas bersifat langsung, kasar, dan menyakitkan
Satir bersifat halus, tersirat, dan lebih mengandalkan kecerdasan serta ironi
Contoh:
Sarkas: "Pasti kamu sibuk banget sampai lupa kalau tugas itu ada, ya?"
Satir: "Lucu juga, pemimpin kita begitu sibuk bekerja sampai-sampai lupa dengan rakyatnya."
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3220835/original/027574100_1598519748-pexels-polina-zimmerman-3958844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8383833/original/057103900_1782262774-IMG-20260624-WA0004.jpg)