Liputan6.com, Jakarta - Objek adalah salah satu unsur pembentuk kalimat. Dalam kalimat, objek adalah bagian yang bersandingan dengan subjek dan predikat. Objek adalah komponen darai struktur kalimat sederhana.
Bisa dipahami juga bahwa objek adalah konstituen kalimat yang biasanya berupa nomina dan secara sintaksis mengikuti verba transitif. Menurut Purwaningtyas & Sutami (2020) dalam jurnal “Pendefinisian Objek dan Pelengkap…”, objek adalah “nomina yang melengkapi verba transitif dalam klausa dan dapat berpindah ke posisi subjek bila diubah ke bentuk pasif.”
Advertisement
Biasanya, objek adalah kata yang terletak setelah predikat. Biasanya, objek adalah kata benda yang mengalami atau menjadi penderita dari subjek. Dalam kalimat yang umum, objek adalah bagian wajib yang harus ada.
Dalam linguistik, objek adalah salah satu dari beberapa jenis argumen. Objek dapat berfungsi dalam suara aktif dan pasif. Berikut pengertian tentang objek dan penggunaannya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (11/06/2025).
Apa itu objek?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3397987/original/067079000_1615359244-pexels-photo-4050300.jpeg)
Objek adalah stuktur kalimat yang biasanya berupa kata benda atau orang yang menjadi pokok pembicaraan. Menurut KBBI, objek adalah benda, hal, dan sebagainya yang dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dan sebagainya. Objek adalah nomina yang melengkapi verba transitif dalam klausa.
Dalam linguistik, objek adalah kata benda, frasa kata benda, atau kata ganti yang dipengaruhi oleh tindakan kata kerja. Objek memberikan detail dan tekstur bahasa dengan memungkinkan pembuatan kalimat yang kompleks. Objek adalah unsur kalimat yang dapat dipertentangkan dengan Subjek.
Hal ini sejalan dengan definisi dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia karya Alwi dkk. (2000), yang menyatakan bahwa objek mengalami tindakan dari subjek melalui predikat transitif. Sebagai contoh, pada kalimat “Siti menyiram tanaman,” “tanaman” adalah objek yang menerima aksi menyiram.
Advertisement
Penggunaan objek dan cirinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3426743/original/040612700_1618227899-cropped-image-businessman-sitting-by-table-cafe-with-laptop-computer-writing-something_171337-5587.jpg)
Tak seperti subjek dan predikat yang cenderung muncul secara eksplisit dalam kalimat, kehadiran objek dalam kalimat bergantung pada jenis predikat kalimat serta ciri khas objek. Dalam kalimat, objek berfungsi:
1. membentuk kalimat dasar pada kalimat berpredikat transitif
2. memperjelas makna kalimat
3. membentuk kesatuan atau kelengkapan pikiran.
Sementara itu, ciri-ciri objek adalah:
1. berupa kata benda
2. tidak didahului kata depan
3. mengikuti secara langsung di belakang predikat transitif
4. jawaban apa atau siapa yang terletak di belakang predikat transitif
5. dapat menduduki fungsi subjek apabila kalimat itu dipasifkan.
6. pastikan objek bukan diawali preposisi seperti “ke”, “dari”
Tambahan contoh kalimat kompleks merujuk narabahasa.id:
Kalimat transitif dwitransitif: “Dia mengirimi teman kartu pos.” (“teman” sebagai objek, “kartu pos” sebagai pelengkap)
Kalimat pasif: “Kebijakan telah dikeluarkan pemerintah.” (“kebijakan” berpindah menjadi subjek)
Jenis objek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3369972/original/070297100_1612592162-pexels-photo-2663851.jpeg)
Menurut literatur sintaksis klasik, objek dibagi menjadi dua: penderita (patient) dan penyerta (beneficiary). Melansir dari id.scribd.com, Nabila Okta menambahkan ada juga objek pelaku, tetapi mayoritas ahli membedakan dua jenis utama tersebut. Kridalaksana (2002) dalam Struktur, Kategori, dan Fungsi dalam Teori Sintaksis juga menegaskan pentingnya perbedaan ini.
Sebagai contoh:
Objek penderita: “Andi memukul bola.” (“bola”)
Objek penyerta: “Budi membelikan Ani sepatu.” (“Ani” adalah penyerta yang menerima benda “sepatu”)
Objek penderita
Objek penderita adalah kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kolompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subjek.
Contoh:
- Pak Ali membajak sawah
- Ibu menjahit baju adik
- Wisatawan mengunjungi Pulau Bali.
- Andi melempar bola ke arah Budi.
- Anak-anak mengerjakan tugas pelajaran Bahasa Indonesia.
Objek penyerta
Objek penyerta adalah objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu.
Contoh:
- Ibu membelikan adik buku baru.
- Penjahit itu membuatkan ibu baju kebaya.
Advertisement
Beda objek dengan predikat, subjek, dan keterangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3375099/original/005958700_1613098295-woman-792162_1920.jpg)
Subjek
Subjek adalah orang atau benda yang melakukan tindakan atau yang dideskripsikan. Subjek didefinisikan sebagai membuat seseorang atau sesuatu mengalami sesuatu. Subjek adalah kata benda. Ini bisa berupa benda atau orang. Subjek kalimat adalah kata benda (atau kata ganti) dan semua pengubah yang menyertainya. Setiap kalimat harus memiliki kata kerja, dan setiap kata kerja harus memiliki subjek.
Predikat
Predikat adalah kata menyatakan tindakan atau berada di dalam kalimat. Predikat sederhana berisi kata kerja dan juga dapat berisi kata, frasa, atau klausa yang termodifikasi. Seperti halnya dengan subjek, predikat kalimat kebanyakan muncul secara eksplisit.
Keterangan
Keterangan kalimat berfungsi memperjelas atau melengkapi informasi pesan-pesan kalimat. Tanpa keterangan, informasi menjadi tidak jelas. Hal ini dapat dirasakan kehadirannya terutama dalam surat undangan, laporan penelitian, dan informasi yang terkait dengan tempat, waktu, sebab, dan lain-lain.
Beda objek dan pelengkap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3369971/original/061256600_1612592162-pexels-photo-5634667__1_.jpeg)
- Objek berkategori nomina atau frasa nominal, sedangkan pelengkap dapat berkategori nomina atau frasa nominal, adjektiva atau frasa adjektival, verba atau frasa verbal, dan numeral atau frasa numeral.
- Tempat O berada langsung di belakang P yang berkategori verba aktif transitif, sedangkan Pelengkap terletak di belakang P berkategori verba semitransitif, atau dwitransitif.
- Objek dalam kalimat aktif transitif dapat menjadi S, apabila kalimat diubah menjadi kalimat pasif, sedangkan pelengkap yang terdapat dalam kalimat yang berpredikat verba dwitransitif tidak dapat menjadi S kalau kalimat dipasifkan. Selain itu, pelengkap yang terdapat pada kalimat yang berpredikat verba semitransitif tidak dapat dijadikan S karena kalimatnya tidak dapat dijadikan bentuk pasif.
- Objek dapat diganti dengan pronomina –nya, -ku, dan –mu, sedangkan pelengkap tidak dapat diganti dengan -nya.
- Objek tidak didahului oleh preposisi atau kata depan, sedangkan Pel dapat didahului preposisi atau kata depan.
Advertisement
Jenis kalimat berdasarkan pola
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3418130/original/076364500_1617350630-pexels-photo-851213.jpeg)
Kalimat Versi
Kalimat versi adalah bentuk dasar dalam bahasa Indonesia, yang mematuhi susunan subjek–predikat–objek–keterangan. Moeliono et al. (2017) dalam makalah “Studi Komparatif Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia” menyatakan bahwa pola S‑P‑O‑K paling dominan dan dianggap normatif, karena semua konstituen utama dapat ditampilkan secara berurutan sesuai kebutuhan informasi.
Dalam Buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Alwi, Dardjowidjojo, Lapoliwa & Moeliono, 2003) juga menyebutkan bahwa kalimat versi adalah format optimal dalam penulisan ilmiah karena runut, lengkap, dan mudah dipahami, serta dapat diperluas dengan keterangan tempat, waktu, atau tujuan.
Contoh:
Kami membeli peralatan sekolah di toko itu.
Keterangan:
Kami = Subjek
membeli = Predikat
peralatan sekolah = Objek
di toko itu = Keterangan
Contoh selanjutnya: “Para siswa (S) mengerjakan (P) soal matematika (O) di ruang laboratorium (K).”
Dengan demikian, kalimat versi tidak hanya memenuhi unsur dasar, tetapi juga meningkatkan kejelasan melalui tambahan keterangan yang relevan.
Kalimat Inversi
Kalimat inversi merupakan macam kalimat yang ditandai dengan adanya kata predikat yang mendahului kata subjek. Kalimat inversi biasanya dipakai untuk penekanan atau ketegasan makna.
Menurut Cahyono (2016) dalam jurnal Journal Indonesian Language Education and Literature, kalimat inversi teridentifikasi dari struktur predikat yang didahulukan sebelum subjek (P‑S), serta panjang susunan seperti P‑O‑S, P‑Pel‑S, hingga P‑O‑Pel‑S dan disertai keterangan.
Lebih lanjut, Ketut Putrayasa (2015) dalam disertasi Jenis‑jenis dan Pola Kalimat Bahasa Indonesia menegaskan bahwa inversi tak hanya untuk imperatif, deklaratif, atau eklusif, tetapi juga alat retoris dalam puisi dan lirik karena menciptakan efek irama dan memberi penonjolan pada kata kunci.
Contoh: Bawa buku itu kemari!
Keterangan:
Bawa = Predikat
buku itu kemari! = Subjek
Contoh tambahan: “Makan malam di rumahnya mereka.” (P‑K‑S)
Pola ini memperkuat makna peristiwa makan dengan menempatkan aksi di depan, disertai keterangan tempat.
Jenis kalimat berdasarkan unsur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2572585/original/050112900_1546499867-alexa-mazzarello-457546-unsplash.jpg)
Kalimat lengkap
Kalimat lengkap merupakan macam kalimat yang setidaknya masih memiliki sebuah subjek dan sebuah predikat. Kalimat majas juga bisa dikategorikan sebagai kalimat lengkap.
Sebuah kalimat lengkap setidaknya harus memiliki subjek dan predikat, sesuai dengan Sukini (2010) dalam Analisis Kalimat Berdasarkan Pola Kalimat Dasar dan ..., yang menegaskan bahwa dua unsur ini membentuk inti klausa utuh dan memenuhi kriteria berpikir.
Menurut Wildan Baihaqi et al. (2024) dalam “Struktur Linguistik Bahasa Sintaksis dan Semantik”, predikat dapat berupa verba transitif atau intransitif, dan jika transitif maka objek atau pelengkap bisa ikut menyertai demi memperkaya makna
Contoh:
Kami membersihkan kelas bersama-sama.
Kalimat tidak lengkap
Kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang tidak sempurna. Kalimat dengan bentuk tidak sempurna kadang hanya berupa sebuah subjek saja, atau sebuah predikat, bahkan ada yang hanya berupa objek atau keterangan saja. Kalimat tidak lengkap sering dipakai untuk kalimat semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan, dan kekaguman.
Kalimat tidak lengkap adalah fragmen yang hilang salah satu unsur pokok. Berdasarkan Maryani (2021) dalam jurnal Kajian Linguistik Fungsional, frasa yang hanya terdiri subjek (S) atau hanya predikat (P) tetap digunakan dalam konteks langsung seperti sapaan, seruan, perintah, ajakan, atau larangan.
Maryani menyebut tipe ini sebagai “kalimat tidak berpredikat” (hanya subjek) dan “kalimat tidak bersubjek” (hanya predikat atau predikat + keterangan). Menurut Dr. Supriyadi (UNG Repository), pola seperti P‑K (“Pergi sekarang.”) atau K‑P‑O (“Di sana membeli buah.”) menunjukkan kelengkapan yang bergantung pada konteks langsung dan tujuan pragmatik tertentu, misalnya memancing respon atau pandangan langsung.
Contoh:
Ayo, berangkat!
Advertisement
Q&A Seputar Pengertian Objek
1. Apa yang dimaksud dengan objek dalam kalimat?
Objek adalah nomina atau frasa nominal yang melengkapi predikat transitif dan menerima aksi dari subjek.
2. Bagaimana cara mengenali objek dalam sebuah kalimat?
Cari kata setelah verbo transitif yang menjawab “apa?” atau “siapa?”, tanpa diawali preposisi.
3. Objek selalu berupa kata benda?
Ya, objek dalam definisi sintaksis tradisional berupa nomina, mengacu pada aksi predikat.
4. Apakah objek bisa menjadi subjek dalam kalimat pasif?
Ya, objek penderita dapat menjadi subjek saat kalimat diubah menjadi pasif: misal “buku dibaca Ani.”
5. Apa perbedaan objek penderita dan objek penyerta?
Objek penderita menerima aksi langsung (misal: “baju”), objek penyerta merupakan penerima manfaat (misal: “adik” dalam “membelikan adik buku”).
6. Bisakah objek dihilangkan dalam kalimat transitif?
Tidak, tanpa objek, predikat transitif menjadi tidak lengkap dan makna kalimat menjadi kabur.
7. Apa contoh kalimat dwitransitif dan bagaimana struktur objeknya?
Contoh: “Ibu membelikan adik hadiah.” Struktur: subjek “Ibu”, predikat “membelikan”, objek1 “adik” (penyerta), pelengkap/objek2 “hadiah”.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3397940/original/096294900_1615358374-coffee-1246511_1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8574835/original/057277000_1782531340-AP26177858339524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571665/original/074668100_1782526250-063_2283504461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)