Manju Dharra, wanita usia 25 tahun dari Sonipat, dekat New Delhi, tak bisa mengonsumsi makanan padat sejak kecil. Karena itu sepanjang hidupnya ia hanya mengonsumsi cairan seperti susu, air, teh, dan kadang hanya jus.
Ini karena Manju mengalami kondisi yang disebut achalasia, yang membuatnya muntah tiba-tiba jika mencoba makanan padat. Kondisi tersebut membuat kerongkongannya tak bisa memindahkan makanan ke dalam perut dan katup yang seharusnya memungkinkan makanan masuk ke perutnya tak bisa terbuka.
Ibunya Bhagwati Dharra menceritakan, putrinya itu akan muntah jika makan makanan padat.
"Jika saya makan sesuatu maka saya muntah dan saya merasa sangat tidak enak. Sekarang saya takut ketika melihat makanan padat," kata Manju seperti dikutip Dailymail, Rabu (12/2/2014).
Sang ibu melihat kondisi yang berbeda ketika anaknya berusia dua tahun. Saat itu, ia berusaha memperkenalkan nasi dan roti, tapi Manju kecil hanya menangis dan kesakitan.
Pada awalnya, sang ibu meyakini anaknya hanya rewel dengan makanan tapi seiring berjalannya waktu, ia menyadari Manju sakit. Keluarganya membawanya ke berbagai dokter untuk mencari pengobatannya. Tapi, tak satupun yang bisa membantu. Dokter tak bisa mengirimnya ke spesialis atau mempertimbangkan operasi.
"Situasi ekonomi kami tak seperti kami bisa melanjutkan studinya," kata ayahnya Ramkanwar Dharra.
"Manju adalah salah satu dari tujuh anak, dia memiliki dua saudara laki-laki dan lima saudara perempuan dan tak satupun memiliki kondisi yang sama dengannya," katanya lagi.
Dr Adarsh ​​Sharma, seorang dokter anak di Jaipur, menjelaskan bahwa kondisi ini dapat disembuhkan dengan operasi dan keluarga harus berkonsultasi dengan spesialis.
Kerusakan saraf
Achalasia adalah kondisi umum yang mempengaruhi sekitar 6.000 orang di Inggris. Kondisi ini bisa terjadi setiap saat dalam kehidupan dan biasanya datang secara bertahap.
Hal ini disebabkan kerusakan saraf di dinding tenggorokan. Namun, penyebabnya tak diketahui tapi bisa dikaitkan dengan infeksi virus.
Menurut NHS (National Health Service), pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan memberi obat yang fungsinya merilekskan katup di pintu masuk ke perut, menggunakan suntikan botox untuk mengendurkan serat otot, atau pembedahan yang memotong serat otot yang suit dibuat rileks.
(Mel/Abd)
Ini karena Manju mengalami kondisi yang disebut achalasia, yang membuatnya muntah tiba-tiba jika mencoba makanan padat. Kondisi tersebut membuat kerongkongannya tak bisa memindahkan makanan ke dalam perut dan katup yang seharusnya memungkinkan makanan masuk ke perutnya tak bisa terbuka.
Ibunya Bhagwati Dharra menceritakan, putrinya itu akan muntah jika makan makanan padat.
"Jika saya makan sesuatu maka saya muntah dan saya merasa sangat tidak enak. Sekarang saya takut ketika melihat makanan padat," kata Manju seperti dikutip Dailymail, Rabu (12/2/2014).
Sang ibu melihat kondisi yang berbeda ketika anaknya berusia dua tahun. Saat itu, ia berusaha memperkenalkan nasi dan roti, tapi Manju kecil hanya menangis dan kesakitan.
Pada awalnya, sang ibu meyakini anaknya hanya rewel dengan makanan tapi seiring berjalannya waktu, ia menyadari Manju sakit. Keluarganya membawanya ke berbagai dokter untuk mencari pengobatannya. Tapi, tak satupun yang bisa membantu. Dokter tak bisa mengirimnya ke spesialis atau mempertimbangkan operasi.
"Situasi ekonomi kami tak seperti kami bisa melanjutkan studinya," kata ayahnya Ramkanwar Dharra.
"Manju adalah salah satu dari tujuh anak, dia memiliki dua saudara laki-laki dan lima saudara perempuan dan tak satupun memiliki kondisi yang sama dengannya," katanya lagi.
Dr Adarsh ​​Sharma, seorang dokter anak di Jaipur, menjelaskan bahwa kondisi ini dapat disembuhkan dengan operasi dan keluarga harus berkonsultasi dengan spesialis.
Kerusakan saraf
Achalasia adalah kondisi umum yang mempengaruhi sekitar 6.000 orang di Inggris. Kondisi ini bisa terjadi setiap saat dalam kehidupan dan biasanya datang secara bertahap.
Hal ini disebabkan kerusakan saraf di dinding tenggorokan. Namun, penyebabnya tak diketahui tapi bisa dikaitkan dengan infeksi virus.
Menurut NHS (National Health Service), pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan memberi obat yang fungsinya merilekskan katup di pintu masuk ke perut, menggunakan suntikan botox untuk mengendurkan serat otot, atau pembedahan yang memotong serat otot yang suit dibuat rileks.
(Mel/Abd)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/635587/original/manju-140212a.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)