5 Manfaat Jalan Kaki Usai Makan, Aktivitas Sederhana dengan Manfaat Besar

Tanpa perlu alat khusus cuma bermodal niat, ini manfaat jalan kaki usai makan.

Diterbitkan 24 April 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jalan kaki merupakan aktivitas sederhana yang semua orang bisa lakukan. Bila rutin dilakukan manfaatnya untuk tubuh pun amat banyak. Mulai dari menurunkan gula darah hingga bikin mood jadi lebih baik.

Paling tidak berikut lima manfaat dari jalan kaki usai makan:

1. Menurunkan Gula Darah

Berjalan kaki setelah makan dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

“Jalan kaki singkat setelah makan dapat membantu mencegah lonjakan gula darah,” kata ahli gizi, Chrissy Carroll, RD, CPT mengutip Eating Well, Jumat (24/4/2026).

Ia merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga setelah makan dapat memperbaiki respons glikemik dan menurunkan kadar gula darah setelah makan, baik pada orang dengan diabetes maupun tanpa diabetes.

Studi lain pada orang dewasa sehat yang berjalan kaki selama 30 menit setelah makan juga menemukan hasil serupa.

“Jalan kaki dengan intensitas sedang selama sekitar 20 menit setelah makan dapat membantu mengurangi respons glikemik dan menurunkan kadar glukosa,” tambah Melissa A. Hatton, M.S., CPT, CES, PES, CNC, pelatih pribadi dan instruktur bersertifikat.

Manfaat ini lebih besar jika jalan kaki dilakukan setelah makan dibandingkan sebelum makan. “Untuk hasil terbaik, mulailah berjalan kaki sesegera mungkin setelah selesai makan—ini memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan menunggu hingga satu jam,” ujar Carroll.

2. Dukung Sistem Pencernaan Lebih Lancar

Jika Anda sering merasa kembung setelah makan, coba berjalan kaki usai makan.

“Berjalan kaki dapat membantu merangsang sistem pencernaan, sehingga berpotensi mengurangi keluhan umum seperti kembung dan sembelit. Penelitian menemukan bahwa jalan kaki singkat selama 10–15 menit setelah makan berkaitan dengan peningkatan kenyamanan saluran cerna—termasuk berkurangnya kembung, gas, dan nyeri perut,” kata Carroll.

3. Sirkulasi Darah Lebih Lancar

Menggerakkan tubuh membantu meningkatkan sirkulasi dengan membuat aliran darah menjadi lebih lancar.

Dokter spesialis jantung, Kunal Lal, M.D. menjelaskan setiap kali kita berolahraga, termasuk berjalan kaki, aliran darah biasanya akan lebih banyak dialihkan ke ekstremitas dan otot rangka untuk perfusi yang optimal.

Perfusi adalah proses tubuh dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi melalui aliran darah ke jaringan dan organ, sehingga dapat berfungsi dengan baik dan tetap sehat.

“Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh,” ujarnya.

4. Menurunkan Berat Badan

Berjalan kaki setelah makan merupakan bentuk olahraga ringan (low-impact) yang berkelanjutan dan dapat membantu penurunan serta menjaga berat badan.

“Untuk menurunkan berat badan, Anda perlu berada dalam defisit kalori. Menambahkan jalan kaki ke dalam rutinitas harian dapat membantu mencapai tujuan tersebut,” kata Hatton.

Penelitian menunjukkan bahwa bahkan aktivitas aerobik sekitar 30 menit per minggu sudah dapat memberikan penurunan ringan pada berat badan, lingkar pinggang, dan lemak tubuh pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Jika durasinya ditingkatkan hingga rekomendasi 150 menit aktivitas fisik per minggu, hasil penurunannya akan lebih signifikan.

5. Suasana Hati Lebih Baik

Banyak yang merasakan bahagia usai berolahraga. Ternyata olahraga dapat meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, serta memicu pelepasan endorfin—semuanya membantu memperbaiki mood dan memunculkan emosi positif.

“Semua jenis olahraga—termasuk berjalan kaki—dapat membantu meningkatkan mood dan mengurangi stres,” kata Carroll.

“Membentuk kebiasaan yang dikaitkan dengan waktu makan akan membantu Anda mendapatkan lebih banyak aktivitas fisik yang meningkatkan kebahagiaan dalam sehari,” tambahnya.

Jika berjalan lama terasa sulit, Anda bisa membaginya menjadi beberapa sesi jalan kaki masing-masing 15 menit sepanjang hari.