Persiapan Haji Tak Hanya Mental, Dokter Ingatkan Pentingnya Jaga Kondisi Fisik

Cuaca ekstrem dan aktivitas yang padat di Tanah Suci bisa menimbulkan masalah kesehatan bila tidak dipersiapkan dengan baik.

Diterbitkan 10 April 2026, 09:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menunaikan ibadah haji bukan hanya soal kesiapan mental dan spiritual. Supaya ibadah di Tanah Suci lancar, jemaah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima.

Aktivitas yang padat, jarak tempuh yang cukup jauh, serta paparan cuaca panas membuat tubuh perlu beradaptasi lebih ekstra selama berada di Tanah Suci.

Dokter spesialis kedokteran olahraga Andi Kurniawan mengingatkan, tanpa persiapan fisik yang baik, jemaah berisiko mengalami gangguan kesehatan. 

Saat jemaah di Tanah Suci, bakal menghadapi aktivitas fisik yang berat dan kondisi lingkungan yang ekstrem. Hal itu bisa menyebabkan munculnya gangguan kesehatan.

"Penyakit yang sering muncul atau kambuh meliputi diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner," kata Andi mengutip Antara.

Kondisi hipoglikemia atau hiperglikemia bisa terjadi pada saat aktivitas meningkat drastis. Hipoglikemia adalah kondisi saat glukosa dalam tubuh turun di bawah batas normal, di bawah 70 mg/dL.  Kondisi ini sering dialami oleh penderita diabetes, tetapi dapat pula terjadi pada orang tanpa riwayat diabetes.

Sedangkan hiperglikemia adalah kondisi yang terjadi ketika kadar glukosa darah sangat tinggi, lebih dari 300 mg/dl. 

Lalu, stres dan pola makan yang tidak terkontrol bisa memicu hiperglikemia.

Tekanan Darah Naik Akibat Lelah Fisik

Selain itu, menurut dia, tekanan darah bisa meningkat akibat kelelahan fisik, dehidrasi, dan stres akibat paparan panas.

"Aktivitas fisik yang mendadak berat pada jamaah dengan faktor risiko metabolik juga dapat memicu serangan jantung akut," tambahnya.

Maka dari itu, seseorang yang hendak berangkat haji perlu menjalani pemeriksaan kesehatan serta melakukan latihan fisik untuk meningkatkan ketahanan.

Lalu, siapkan bekal obat-obatan serta rutin minum obat sesuai anjuran dokter bagi yang memiliki penyakit komorbid seperti hipertensi, diabetes, jantung atau lainnya. Paling tidak persediaan obat untuk minimal 1,5 kali durasi perjalanan di tas yang mudah dijangkau.

 

Â