Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini, media sosial dihebohkan dengan pernyataan seorang influencer yang menyebut tuberkulosis (TBC) dapat dicegah dan diobati hanya dengan herbal. Klaim ini langsung menuai perhatian publik, mengingat TBC merupakan penyakit menular serius yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menegaskan bahwa pengobatan TBC tidak bisa dilakukan sembarangan. Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menjelaskan, TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan hanya dapat disembuhkan dengan obat antibiotik khusus, yaitu obat anti tuberkulosis (OAT).
"Tuberkulosis atau TBC hanya bisa disembuhkan dengan minum obat antibiotik yang spesifik membunuh bakteri penyebab TBC, yaitu OAT," ujar Widyawati dalam keterangan resminya.
Advertisement
OAT sendiri telah melalui berbagai tahapan uji ilmiah dan terbukti aman, berkualitas, serta efektif dalam menyembuhkan pasien TBC jika dikonsumsi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Obat ini juga tersedia secara gratis di puskesmas, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait akses pengobatan.
Di sisi lain, Widyawati mengingatkan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa obat herbal mampu menyembuhkan TBC.
Dia, menegaskan, jika pasien hanya mengandalkan herbal tanpa menjalani pengobatan standar, maka bakteri TBC dapat terus berkembang di dalam tubuh.
"Jika tidak diobati dengan benar, penyakit bisa semakin berat dan risiko penularan ke orang lain juga meningkat,"Â tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahwa OAT yang digunakan saat ini telah melalui proses ilmiah yang sangat ketat.
Menurutnya, obat tersebut ditetapkan berdasarkan tiga tahap penelitian, mulai dari double blind case control trial, dilanjutkan dengan multi center study di berbagai negara, hingga analisis mendalam oleh para pakar internasional di WHO dan ahli di masing-masing negara.
"Karena itu, nilai ilmiah dan validitas OAT sangat tinggi," kata Tjandra Yoga kepada Health Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat.
Â
Obat Anti Tuberkulosis Sudah Sejak Lama Digunakan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5533412/original/079491800_1773736076-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
Dia juga menekankan bahwa OAT telah digunakan selama bertahun-tahun di berbagai negara dan terbukti memberikan angka kesembuhan yang sesuai harapan. Sebaliknya, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa herbal dapat mencegah atau mengobati TBC.
Tjandra Yoga mengingatkan bahwa informasi yang menyesatkan dapat berdampak serius. Jika pasien tidak menggunakan OAT, maka penyakit tidak akan sembuh, berisiko menjadi lebih berat hingga menyebabkan kematian, serta terus menular ke orang lain.
Tak hanya itu, mengganti OAT dengan pengobatan yang tidak tepat juga dapat memicu resistensi obat, bahkan berujung pada kondisi multi drug resistance yang jauh lebih sulit diobati.
Meski demikian, penggunaan herbal tidak sepenuhnya dilarang. Herbal masih dapat dimanfaatkan sebagai pendamping guna membantu menjaga daya tahan tubuh atau mengurangi efek samping pengobatan.
Namun, kata Widyawati, penggunaannya tetap harus dikonsultasikan dengan dokter dan tidak boleh menggantikan OAT.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi kesehatan yang belum terbukti secara ilmiah, terutama yang beredar di media sosial. Edukasi yang tepat sangat penting agar masyarakat tidak salah mengambil keputusan terkait pengobatan.
Jika mengalami gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, keringat malam, atau penurunan berat badan, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dengan pengobatan yang tepat dan disiplin mengonsumsi OAT hingga tuntas, TBC sebenarnya bisa disembuhkan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengikuti anjuran medis dan tidak tergoda klaim yang belum terbukti kebenarannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534162/original/083435400_1773813330-TBC.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261062/original/073105300_1781677236-063_2281989496.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Tuberkulosis dan Perempuan](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/DWNqz6QCcBmHkSxcTibKN3G3KWw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571275/original/085784900_1777614254-WhatsApp_Image_2026-05-01_at_12.06.04_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4370641/original/098930800_1679658981-_Gambar_2__Ilustrasi_Bakteri_TB_di_Saluran_Pernafasan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569466/original/019836100_1777443259-Wakil_Menteri_Kesehatan_Republik_Indonesia__Benjamin_P._Octavianus..jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569431/original/074002600_1777442100-Wakil_Menteri_Kesehatan_RI__Benjamin_P._Octavianus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564726/original/060339800_1776997504-55225958435_cf37d86368_c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560896/original/039680200_1776707395-Screenshot_2026-04-21_004758.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560894/original/016090900_1776706450-Screenshot_2026-04-21_003254.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Lima Kali Tiga pada Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/AOVrNRDjzmWeo3QQ0jjsnK2ciNQ=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557204/original/092687200_1776321699-Screenshot_2026-04-16_134117.jpg)