Diabetes Tak Terkontrol tapi Memaksakan Puasa, Dokter Ingatkan Dampaknya

Dokter tak menyarankan pasien diabetes dengan gula darah tak terkontrol untuk memaksakan puasa Ramadan, ini risikonya.

Diterbitkan 02 Maret 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasien diabetes tidak disarankan puasa jika gula darahnya tidak terkontrol. Apalagi jika disertai gejala sakit akut.

“Tapi untuk mereka yang sudah minum obat, bagus, terkontrol dipersilakan untuk berpuasa cuman sering kali kita lakukan penyesuaian obat,” kata dokter spesialis penyakit dalam Wirawan Hambali  dalam temu media di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Dia menambahkan, ada beberapa risiko bagi pasien diabetes jika memaksakan puasa ketika gula darah tidak terkontrol, yakni hipoglikemi atau gula darah turun. Bisa pula hiperhlikemi atau gula darah naik.

“Bisa pula terjadi pengentalan darah hingga dehidrasi,” ujar dokter yang bertugas di RS Pondok Indah – Puri Indah itu.

Maka dari itu, sebelum menjalankan puasa, para pengidap diabetes perlu memeriksakan kondisi diri dan berkonsultasi dengan dokter.

“Jadi, sebelum puasa orang-orang diabetes sering kali memang kita undang untuk kontrol dulu. Kita sesuaikan, jangan sampai obatnya terlalu keras, makannya terbatas, yang terjadi ya siang-siang dia kleyengan (pusing) darah rendah bisa enggak sadar (pingsan).”

Dengan kata lain, dari semua pasien diabetes, ada yang boleh menjalankan puasa ada pula yang sebaiknya tidak berpuasa dulu.

Menu Buka Puasa Pasien Diabetes

Pengidap diabetes yang boleh berpuasa harus memerhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka. Menurut Wirawan berbuka dengan yang manis, yakni kurma satu atau tiga biji masih diperbolehkan.

Sementara, menu buka puasa yang lebih berat dapat berupa karbohidrat kompleks dan lebih banyak di protein.

“Jadi jangan kenyang oleh nasi tapi kenyang oleh protein. Kenyang protein itu enggak akan sekenyang kita makan nasi tapi percayalah memang akan kenyang lebih lama,” ujar Wirawan.

Dengan kata lain, dia menyarankan ketika makan, maka yang sebaiknya lebih banyak adalah lauknya. Termasuk daging, sayur, tahu, dan tempe. Sementara, nasinya sedikit saja.

“Kalau ada nasi merah lebih bagus lagi,” terang Wirawan.

Bolehkah Makan Kolak?

Untuk takjil, Wirawan tak menyarankan pasien diabetes untuk mengonsumsi kolak. Pasalnya, hidangan ini cenderung tinggi gula dan umumnya mengandung tepung.

“Kolak biji salak itu kan tepung semua, enggak boleh.”

“Tentu orang diabetes itu harus punya kesadaran, kemampuan, dan pengetahuan untuk menata makanannya. Saya rasa ini menjadi salah satu kelengkapan dasar bagi pasien diabetes belajar soal konsumsi makanan,” pungkasnya.

  • liputan6
    Menurut ahli bahasa Sansekerta, upawasa bermakna ritual untuk “masuk” ke Yang Ilahi.
    puasa
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • Puasa Ramadan
  • health
  • Diabetes