Cabut Gigi di Bulan Puasa Ramadan, Sebaiknya Kapan Dilakukan?

Guru Besar Unpad menegaskan bahwa tindakan cabut gigi serta pemberian anestesi tidak membatalkan puasa. Namun, sebaiknya dilakukan jelang waktu berbuka.

Diterbitkan 19 Februari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Cabut gigi dan tambal gigi di bulan Puasa boleh enggak sih? Menurut Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Dr. Dudi Aripin, drg SpKG Subsp.KR(K) menjelaskan mencabut dan menambal gigi tidak membatalkan puasa di Bulan Ramadan.

Pernyataan Dudi itu, mengacu fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 250/E/MUI-KB/V/2018 tentang tindakan kedokteran gigi yang boleh dilakukan selama menjalankan ibadah puasa sebagai antisipasi jika mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut saat berpuasa.

"Jadi, jangan ragu untuk datang ke dokter gigi karena alhamdulillah saat ini MUI sudah mengeluarkan fatwa tahun 2018 tentang tindakan-tindakan di kedokteran gigi pada saat bulan suci Ramadan karena kesehatan gigi dan mulut selama bulan suci Ramadan dapat meningkatkan kualitas ibadah ritual maupun ibadah yang bersifat sosial," ujar Dudi dicuplik dari laman Unpad, ditulis Bandung, Rabu (18/2/2026).

Dudi menegaskan bahwa tindakan pencabutan gigi serta pemberian anestesi tidak membatalkan puasa. Sementara itu, meminum obat tetap dapat membatalkannya.

Oleh karena itu, tindakan pencabutan gigi dapat dilakukan saat menjelang waktu buka puasa sehingga dapat segera meminum obat tanpa membatalkan puasa.

Tidak hanya itu, Dudi mengungkapkan sensasi segar dari semprotan air pada saat melakukan pembersihan karang gigi, pasta profilaksis yang memiliki rasa yang manis dan segar, melakukan kumur-kumur dengan antiseptik, tindakan penambalan gigi, dan pencetakan gigi untuk pembuatan gigi tiruan tidak membatalkan puasa.

 

 

 

Masalah Gigi dan Mulut Saat Puasa

Dudi mengatakan kerap kali berbagai masalah kesehatan pada gigi dan mulut saat menjalankan ibadah puasa dapat menyebabkan berbagai gangguan hingga mengurangi kualitas serta rasa khidmat ketika beribadah.

"Masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering muncul saat berpuasa adalah bau mulut, bibir kering karena berbagai faktor, rasa sakit pada gigi, dan sariawan, ini adalah keluhan-keluhan yang sering dialami pada saat menjalankan ibadah puasa," kata Dudi.

Dudi menjelaskan bau mulut atau halitosis adalah fenomena yang sering ditemukan pada saat menjalankan ibadah puasa, yaitu suatu kondisi seseorang memiliki aroma napas yang tidak sedap, sehingga memengaruhi rasa percaya diri dan kualitas interaksi sosial seseorang. Lebih lanjut, masalah lainnya adalah bibir pecah-pecah, sariawan, hingga rasa sakit pada gigi.

Kondisi tersebut dapat dicegah dengan berbagai cara, antara lain adalah dengan meminum air putih yang cukup, sikat gigi sebanyak dua kali sehari, hindari kebiasaan merokok, membersihkan karang gigi, dan melakukan penambalan gigi berlubang.

"Sebaiknya dilakukan tindakan pencegahan sebelum memasuki bulan Ramadan, yaitu dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gigi pra-Ramadan. Itu penting sekali untuk dilakukan agar ibadah Ramadan kita dapat berjalan dengan khusyuk," jelas Dudi.

  • liputan6
    Menurut ahli bahasa Sansekerta, upawasa bermakna ritual untuk “masuk” ke Yang Ilahi.
    puasa
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • Cabut Gigi
  • tambal gigi
  • bulan puasa